[INDONESIA-L] RUBRIK - Gerakan Maha (r)

From: apakabar@clark.net
Date: Sat May 16 1998 - 11:43:00 EDT


Forwarded message:
From apakabar@clark.net Sat May 16 14:43:47 1998
Date: Sat, 16 May 1998 12:41:31 -0600 (MDT)
Message-Id: <199805161841.MAA09627@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] RUBRIK - Gerakan Mahasiawa
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
 

Date: Thu, 14 May 1998 06:57:47 +0000 (GMT)
From: Mohammad DAMT <mdamt@indoglobal.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: Prihatin Bangsaku, Berduka Cita
  
LINUX INDONESIA turut berduka atas gugurnya enam rekan kami
dari Universitas Trisakti, pada musibah 12 Mei 1998.
  
Semoga kita semua dapat segera keluar dari segala
ketidak beresan yang sedang terjadi kemarin dan hari ini.
  
LINUX INDONESIA mendukung Gerakan Pita Hitam. Sematkan icon pita hitam di
web site Anda sebagai tanda prihatin bangsa. Anda dapat menggunakan pita
hitam yang salah satunya ada di http://mdamt.indoglobal.com
  
Mohammad DAMT <mdamt@linux.or.id> [PAKAI PITA HITAM]
http://mdamt.indoglobal.com
 
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 05:25:19 +0700
To: apakabar@clark.net
From: Yanuar Nugroho <yanuar-n@usa.net>
 
HENING NASIONAL
14 Mei 1998
Pukul 12.00
  
        Dengan segala kerendahan hati dan ketakziman, kami mengundang
seluruh Bangsa Indonesia di semua kepulauan –darat dan lautan—untuk rela
menaburkan doa bagi mereka: mahasiswa Trisakti yang gugur karena panggilan
kebenaran dan ditindas bungkamoleh peluru kekerasan, juga bagi mereka yang
tidak jelas keberadaannya saat ini, bagi keluarga yang perih hati
kehilangan mereka yang dicintai, bagi sahabat dan teman-teman yang galau,
marah dan terluka, bagi kebanyakan rakyat yang bertanya-tanya apa yang
sedang terjadi dan juga ketakutan yang ada pada diri.
        Segala perasaan yang ada biarlah ada, dan mari bersama meluangkan
waktu, menghaturkan doa bagi mereka yang telah pergi dan juga bagi masa
depan bangsa ini.
        Bersama, kita hening, --karena kekerasan tidak akan selesai dengan
kekerasan dan luka merah akan tetap berdarah.
Dengan rendah hati, mari
  
Semenit Saja – Panjatkan Doa
14 Mei 1998 - 12.00
  
  
  
Turut mengundang:
1. KH. Abdurrachman Wahid – Ketua PB NU
2. Yanuar Nugroho - ELSPPAT (Lembaga Studi Pembangunan & Pelayanan
Teknologi) - Bogor
3. Maria Pakpahan - Yayasan Tjoet Nyak Dien - Yogyakarta
4. Hendardi - PBHI
5. Meilono Suwondo - Ikatan Alumni ITB
6. Kartjono - Bina Desa
7. Aris Darsono - Lapera Indonesia
8. Patricia Siswandi - FORSAS (Forum Studi Analisis Sosial) UBAYA
(Universitas Surabaya) - Surabaya
9. Nikolas Simanjuntak, SH., MH., - Pengacara CITRA KEADILAN - Medan -
Jakarta - Bandung
10. Trimedya Pandjaitan - Serikan Pengacara Muda Indonesia (SPMI)
11. P. Frans Magniz Suseno, SJ. - Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara
- Jakarta
12. Asmara Nababan - Sekretaris INFID/Anggota KOMNAS HAM
 
***
 
From: Yanes Kalangie <Yanes_Kalangie@fmi.com>
To: "'trisakti@mbe.ece.wisc.edu'" <trisakti@mbe.ece.wisc.edu>
Cc: "'apakabar@clark.net'" <apakabar@clark.net>,
Subject: TURUT BERDUKA CITA PADA UNIVERSITAS TRISAKTI
Date: Thu, 14 May 1998 07:00:53 +0900
 
Selamat Pagi.
May,14th 1998
  
Saya ikut berkabung yang sedalam-dalamnya atas kejadian yang menimpah para
mahasiswa-mahasiswa Trisakti (tgl May,13rd 1998). Secara pribadi juga
"TURUT BERDUKA CITA".
 
Semoga Tuhan menerima mereka yang telah gugur dalam menegakkan keadilan
bagi bangsa Indonesia disisi-Nya. Amin.
  
Turut berduka cita.
Yanes Kalangie
(Tembagapura-Irian)
 
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 03:45:39 +0700
To: apakabar@clark.net
From: alcpamor <alcpamor@pop.indo.net.id>
Subject: Turut berduka cita
 
R. I. P.
  
Selamat jalan pahlawan reformasi politik! Doaku semoga arwahmu diterima
disiNya.
  
Atas nama pemuda Maubere, saya menghaturkan belasungkawa kepada keluarga
para pahlawan muda yang tewas dibantai oleh mesin regim militer Soeharto.
  
Tragedi yang menimpa diri kalian dan jutaan pemuda di belahan dunia lain
(Timor Leste, Palestina, Cina, Bosnia,dll), membuktikan bahwa, generasi
muda bukan saja merupakan tulang-punggung dunia, tapi harus membangun dunia
yang beradab dengan tulang-belulangnya.
  
Kepada keluarga para pahlawan muda, aku doakan semoga TYME memberikan
kekuatan lahir batin dalam menerima dan menghadapi cobaan yang berat ini.
  
 Seorang pemuda timor Leste, dalam mengenang sahabat-sahabatnya yang tewas
di Santa Cruz pada hari selasa tanggal 12 (hari dan tanggal yang
sama)November 1991, menciptakan sebuah lagu. Saya akan mengutip salah satu
baitnya sebagai persembahanku buat keluarga para pahlawan.
  
"...ho isin ami kuda, ho ran ami hakerek, ba inan feton no alin sira,
historia Timor Loro Sa'e..."
  
"...dengan raga kami tanamkan, dengan darah kami ukirkan, buat bunda dan
saudara, sejarah Timor Loro Sa'e (diganti:Indonesia).
  
Selamat jalan companheiro! A Luta Continua!
  
Temanmu yang bangsanya masih tertindas oleh regim yang membantaimu.
  
Gill Silva
  
***
 
Date: Wed, 13 May 1998 22:30:54 +0200
From: Ifan <M9703778@VMESA12.U-3MRS.FR>
To: PERMIAS <permias@listserv.syr.edu>
CC: apakabar@clark.net
Subject: BELA SUNGKAWA-PPI PRANCIS
______________________________________________________________________
  
                  PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA DI PRANCIS
              ASSOCIATION DES ETUDIANTS INDONESIENS EN FRANCE
  ______________________________________________________________________
  
                         UCAPAN BELASUNGKAWA
  
  
                                                  Marseille, 13 Mei 1998
  
  Melihat perkembangan akhir-akhir ini di tanah air tercinta, serta
aktivitas
 perjuangan reformasi yang semakin meningkat, dengan menelan korban
beberapa
 rekan-rekan aktivis pejuang reformasi di berbagai daerah/kota di
INDONESIA,
 kami segenap mahasiswa Indonesia di Prancis menyampaikan rasa
keprihatinan
 dan ucapan belasungkawa yang setulus-tulusnya. Semoga arwah para
pejuang
 reformasi di tanah air diterima disisi Tuhan YME, dan kami semua
mengenang
 segala niat dan perjuangan sucinya. Namamu akan terkenang sepanjang
massa oleh ibu pertiwi.
  
 Selamat jalan pejuang pembela kebenaran dan keadilan, selamat
jalan.......
 Teriring do'a untukmu, semoga Tuhan YME memberikan petunjuk kepada kami
dalam meneruskan perjuanganmu.
  
  Hormat kami,
  A.n Pengurus Pusat 98-99
  
  Ifan K. Hadi-Kusuma
  ( Ketua Umum PPI PRANCIS 98/99 )
  
 _____________________________________________________________________
   email :M9703778@EDUC-010.u-3mrs.fr
   http://www.geocities.com/Paris/Bistro/8109/
 _____________________________________________________________________
 
***
 
From: "Erwin" <win2041@bdg.centrin.net.id>
To: apakabar@clark.net
Subject: ParaHyangan Stop Press, 14 Mei 1998
Date: Thu, 14 May 1998 03:53:11 +0700
 
===============================================
ParaHyangan Stop Press
http://student.unpar.ac.id/parahyangan-online/
===============================================
Edisi 14 Mei 1998
-----------------------------------------------
  
Layatan ke Pemakaman Hafiadin Royan, 13 Mei 1998
SELAMAT JALAN PAHLAWAN REFORMASI
---------------------------------------------------------------------
Sekitar 100 mahasiswa Unpar dipimpin oleh Dosen Fakultas Hukum, Arif
Sidharta, melayat ke makam Hafiadin Royan, pada Rabu (13/5) siang.
---------------------------------------------------------------------
  
Kembali, mahasiswa Unpar berkumpul di depan Gedung Rektorat Unpar pada Rabu
(13/5) pukul 10.00 WIB, menurunkan bendera setengah tiang tanda
penghormatan kepada 6 mahasiswa Trisakti yang tewas dalam insiden 12 Mei
1998.
  
Setelah pembacaan puisi dan kronologis kejadian yang berlangsung di
Universitas Trisakti pada 12 Mei 1998, acara dilanjutkan dengan melayat
salah satu korban yang berasal dari Bandung, Hafiadin Royan, di Jalan Sirna
Galih 5, Cicadas, Bandung. Kurang lebih, ada sekitar 100 mahasiswa Unpar,
berangkat untuk menunjukkan rasa duka cita dan prihatin yang mendalam akan
insiden tersebut.
  
Dipimpin oleh Arif Sidharta, rombongan Unpar sampai di rumah duka pada
pukul 11.30, disambut oleh ayahanda Hafiadin Royan yang terisak menangis.
Setelah sambutan dari Arif Sidharta dan Lukman Nurhakim, rombongan Unpar
berangkat ke makam korban yang berjarak kira-kira 100 meter di belakang
rumah (pemakaman keluarga). Berbagai karangan bunga menghiasi makam yang
dikelilingi oleh pohon bambu tersebut.
  
Setelah pembacaan doa, rombongan Unpar meninggalkan makam tersebut pada
pukul 12.00 WIB. Sebagian dari rombongan Unpar kembali ke kampus, namun ada
pula sebagian rombongan yang pergi ke ITB, untuk bergabung dengan aksi
mahasiswa lainnya.
  
Hafiadin Royan, adalah salah satu mahasiswa Universitas Trisakti yang tewas
terkena peluru tajam dalam insiden 12 Mei lalu. Hafiadin Royan dikubur pada
pukul 10.00, dan dilayat oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi,
seperti Unpad, STIEB, ITB, IKIP, Itenas dan YPKP.
  
Kematian 6 mahasiswa di Trisakti, menimbulkan respon yang besar dari
kalangan masyarakat, dan terutama mahasiswa. Ini terbukti dari
berkumpulnya puluhan ribu orang di gedung DPRD pada Rabu sore ini, menuntut
pengusutan tuntas akan pembunuhan ke-6 mahasiswa tersebut, serta meminta
jaminan Pangdam terhadap seluruh rakyat yang mengikuti aksi (Alvin/e)
----------------------------------------------------------------------------
  
  
  
  
  
Aksi Keprihatinan Fakultas Ekonomi Unpar, 13 Mei 1998
FAKULTAS EKONOMI UNPAR MENUNTUT REFORMASI
---------------------------------------------------------------------------
Pada Rabu (13/5) pukul 14.00 WIB, para mahasiswa Unpar mengadakan aksi
keprihatinan di kampus Fakultas Ekonomi Unpar di jalan Merdeka, Bandung.
---------------------------------------------------------------------------
  
Aksi ini diadakan secara spontan, tanpa perencanaan terlebih dahulu,
dimulai dari depan plaza Fakultas Ekonomi (FE) Unpar. Pada pukul 14.30 WIB,
mahasiswa berpindah ke tempat parkir untuk dosen yang terletak di depan
gedung FE Unpar. Kegiatan yang diadakan antara lain orasi oleh para
mahasiswa dan dosen, serta menyanyikan lagu perjuangan. Bahkan,
kelas-kelas yang ada dibubarkan oleh para dosen agar para mahasiswa dapat
mengikuti kegiatan tersebut. Para dosen yang memberikan orasi diantaranya
Drs Pius, Eduard,SE,Ph.D., Drs Tulis S. Meliala, serta Kusmin, SH.
  
Aksi berlangsung di dalam lingkungan kampus secara tertib, dan tanpa dijaga
oleh pihak keamanan. Hal ini cukup aneh sebenarnya, mengingat kampus FE
Unpar hanya berjarak beberapa puluh meter dari Mabes Polri di jalan Jawa.
  
Dalam aksi ini juga ditegaskan bahwa pihak rektorat tidak akan memberi
sanksi akademis dalam bentuk apapun juga bagi mahasiswa yang ikut dalam
aksi seperti ini, asalkan masih berada dalam lingkungan kampus. Pada
intinya para mahasiswa menuntut diturunkannya rezim yang berkuasa saat ini,
reformasi politik serta perbaikan ekonomi di Indonesia. Mereka juga
memasang bendera setengah tiang tanda solidaritas mereka kepada korban yang
meninggal akibat bentrokan di Trisakti.
  
Sampai pukul 16.00 WIB, aksi keprihatinan ini belum selesai digelar. Aksi
ini juga direncanakan akan digelar kembali di kampus FE Unpar pada Selasa
depan (19/5)..
  
Sementara itu, jalan-jalan di kota Bandung terlihat sepi karena adanya
upacara pemakaman salah satu korban dari Trisakti, menyusul isu terjadinya
kerusuhan. Toko-toko dan pusat perbelanjaan pun ditutup untuk sementara
waktu. (Chandra)
----------------------------------------------------------------------------
  
  
  
  
  
Rapat Umum Anggota Kopma Unpar, 13 Mei 1998
BATAL LAGI
---------------------------------------------------------------------------
Maksud hati bikin rapat, apa daya yang datang tak sampai 11 orang.
Begitulah ungkapan yang pas ketika Pengurus Kopma Unpar mengadakan Rapat
Umum Anggota (RUA) ke III di Aula Fakultas Hukum Unpar Rabu kemarin.
---------------------------------------------------------------------------
  
Dimulai jam 13:30 WIB, RUA yang akan membahas pertanggung jawaban pengurus,
program kerja dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga ternyata tidak
terlaksana. Menyadari bahwa masih sedikit anggota yang datang, Boyke
Martiono (Ketua Badan Pengawas Kopma) selaku ketua rapat hanya membuka
agenda acara penjelasan singkat dari pengurus dan dilanjutkan dengan acara
tanya jawab. Uniknya, sesi tersebut seakan-akan diiringi oleh riuhnya suara
band dari GSG (Gedung Serba Guna) berkaitan dengan acara Pekan Raya
Internasional.
  
Kendati sudah menunggu satu jam lebih, peserta RUA tetap tidak lebih dari
10 orang. Padahal panitia sudah mengupayakan publikasi dan fasilitas yang
layak, dari penyediaan makalah dan laporan keuangan Kopma hingga konsumsi.
Akibatnya ribuan lembar foto copy makalah dan laporan tersebut jadi
terlantar tak tersentuh. Selain "dicuekin" oleh mahasiswa, RUA tersebut
juga tidak dihadiri oleh Pejabat Departemen Koperasi. Dengan demikian RUA
"divonis" tetap tidak dibuka. Padahal penyelenggaraan RUA tahun ini sudah
tertunda dua kali.
  
Menariknya, saat ketua badan pengawas Kopma menyatakan bahwa rapat ditutup.
Namun seorang anggota protes. "Dibuka belum kok kenapa ditutup?," keluhnya.
(David, Heny S.Z/rra)
---------------------------------------------------------------------------
 
Diskusi Seputar Reformasi dan Aksi Mahasiswa, 13 Mei 1998
"HARUS JAGA STAMINA"
---------------------------------------------------------------------------
Kontras dengan RUA Kopma, acara ini sampai menampung 180 orang.
---------------------------------------------------------------------------
  
Acara yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Alternatif dimulai jam 13:45
WIB di ruang kuliah Arsitek (5008). Tampil sebagai pembicara adalah
Aleksius Jemadu (Dosen FISIP-Unpar) dan J. Soedjati Djiwandono (Pengamat
Politik). Selain mahasiswa ikut hadir Rektor Unpar.
  
Kedua pembicara tersebut pada intinya merasa bahwa reformasi saat ini harus
segera dilaksanakan. Selain itu, Soedjati Djiwandono menekankan pentingnya
mahasiswa menjaga "stamina" aksi supaya jangan terputus. Terlebih lagi,
mahasiswa perlu pula merangkul aparat keamanan dan jangan bertindak
provokatif yang bisa memancing aparat bertindak beringas.
  
Salah seorang mahasiswa mengeluh bahwa aksi selama ini belum ada suatu
blueprint yang jelas dalam arti tuntutannya masih beragam. Hal itu diakui
oleh Soedjati sembari menyarankan agar buatlah tuntutan yang bisa
dimengerti dan dapat menarik simpati masyarakat. Selain itu analis CSIS
tersebut menganggap wajar bila aksi mahasiswa selama ini belum serempak.
Hal tersebut sama seperti yang dialaminya ketika ikut berdemo tahun 1966
dan di Amerika Serikat sewaktu menentang Perang Vietnam. Lalu Aleksius
Jemadu juga mengusulkan agar dibentuk wadah seperti KAMI atau KAPPI tahun
1966 lalu, hingga lebih menyatukan aksi mahasiswa seluruh Indonesia.
  
Kendati sesi tanya jawab dengan kedua pembicara tersebut telah usai, namun
dilanjutkan pula dengan dialog antar mahasiswa hingga jam 18:00 WIB. Acara
tersebut menarik perhatian Soedjati hingga tidak cepat beranjak pulang,
bahkan ikut sumbang suara dalam dialog tersebut. (Agnes/rra)
  
----------------------------------------------------------------------------
  
  
  
  
Seluruh Pengurus Majalah ParaHyangan Menyampaikan Bela Sungkawa dan
Keprihatinan Mendalam atas Meninggalnya Sejumlah Mahasiswa dalam Insiden di
Trisakti, 12 Mei 1998.
----------------------------------------------------------------------------
  
---------------------------------------------------
ParaHyangan Stop Press diterbitkan oleh:
ParaHyangan - Komunikasi Intelektualitas Mahasiswa
---------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------
Dari redaksi:
Sedianya, berita pada edisi telah dapat hadir di site ParaHyangan Online,
namun, karena masalah teknis, maka berita ini baru akan hadir di
ParaHyangan Online paling cepat sore hari ini, dengan foto-foto bila
memungkinkan.
Sedangkan berita ParaHyangan Stop Press edisi-edisi sebelumnya dapat
dilihat melalui
http://student.unpar.ac.id/parahyangan-online/.
--------------------------------------------------------------------------
  
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 03:17:31 +0700
To: (Recipient list suppressed)
From: Solidaritas Alumni Bandung <kaab98@yahoo.com>
Subject: Keprihatinan Pembantaian di Kampus Trisakti
  
Status: OR
 
S A B
SOLIDARITAS ALUMNI BANDUNG
  
Pernyataan Keprihatinan
Atas Pembantaian di Kampus Trisakti
  
Kemarin di awal minggu, sebuah unjuk keprihatinan damai oleh
kawan-kawan mahasiswa di Kampus Trisakti telah dinodai dengan
peluru panas. Sebelas ditembak mati oleh penembak jitu (sniper)
dan puluhan luka parah dipukul dan diinjak-injak. Mereka dibunuh
karena menyatakan sikapnya atas penguasa yang lalim, angkuh dan
korup.
  
Kami tidak tahu atas nama apa pembantaian dilakukan. Namun, jelas
sekali bahwa peristiwa ini merupakan bukti dimana ABRI sekali lagi
tidak simpatik atas aksi damai mahasiswa menuntut reformasi. Suatu
penistaan terhadap hak-hak dan kedaulatan rakyat oleh penguasa dan
militer.
  
Atas peristiwa ini kami menuntut Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya
sebagai yang bertanggungjawab atas keamanan ibukota untuk mengundurkan
diri serta dilakukannya proses pengadilan. Karena tindakan ini adalah
tindakan kriminal.
  
Peristiwa ini semakin menguatkan tuntutan kami. Dan kami nyatakan sekali
lagi:
1. Kami menuntut agar Presiden Jendral (Purn) Soeharto untuk segera turun.
2. Kami menuntut demokrasi ditegakkan dengan mencabut 5 UU Politik, UU Anti
Subversi dan pasal-pasal 'karet' hatzaai artikelen.
3. Kami menuntut pertanggungjawaban harta kekayaan keluarga pejabat,
pengusaha dan bankir kolusif.
4. Kami menuntut penurunan harga barang BBM dan tarif listrik secepatnya.
  
Kami berharap bahwa mereka yang gugur adalah korban terakhir dalam gerakan
reformasi. Cukup sudah kelaliman bersimaharajalela.
  
Demikian pernyataan kami.
MERDEKA!
  
  
Bandung, 14 Mei 1998
Solidaritas Alumni Bandung
email: kaab98@yahoo.com
Tenda SAB Gerbang Kampus ITB
 
***
 
To: apakabar@clark.net
Date: Wed, 13 May 1998 18:24:43 -0700
From: "salam perjuangan" <salam_45@mailexcite.com>
Subject: Pahlawan Reformasi
 
Salam perjuangan......................
 
Reformasi yang diinginkan sekarang ini telah membawa korban dipihak
mahasiswa maupun (k)aparat. Tapi perjuangan mahasiswa tidak akan pernah
putus karena perjuangan ini didukung oleh rakyat. Seperti yang dikatakan
MenHankam/PangaB Jend.Wiranto. selama mas ih terjadi bentrokan akan timbul
korban-korban yang sia-sia. Itu menurut (k)aparat, tapi menurut mahasiswa
maupun rakyat perjuangan mereka tidak akan sia-sia. Rakyat akan selalu
mengenang mereka. Kalau dulu untuk mencapai ORBA gugur TUJUH PAHLAWAN
REVOL USI tapi sekarang telah gugur TUJUH PAHLAWAN REFORMASI.
 
ABRI berpikir dengan aksinya seperti itu akan membuat ciut mahasiswa dan
rakyat, tapi kenyataan semakin membuktikan bahwa perjuangan mereka terus
berlanjut. Rakyat sudah bersatu dan mulai turun kejalan.
 
Kerusuhan,Perampokan, Pembakaran yang terjadi di Jakarta adalah reaksi
yang dilakukan oleh (k)aparat. Kebencian rakyat kepada (k)aparat dibalas
dengan pengrusakan, perampokan, dll. Karena (k)aparat tidak berpikir jauh
dengan otak tapi mereka mengandalkan senjata. Beginilah akibatnya.
 
Sudah sepantasnya dengan kejadian ini atasan-atasan para (k)aparat itu
perlu ditindak secara tegas seperti Kapolda Hamami Nata yang sebelumnya
mengatakan akan mempertaruhkan seluruh jabatannya. Mana buktinya, sekarang
dia hanya bilang turut prihatin. Ung kapan yang hanya basa-basi dan mau
lepas dari tanggung jawab.
 
Wahai ABRI......yang memegang teguh SUMPAH PRAJURIT dan SAPTA MARGA..
 
Sadarkah kalian bahwa kalian hanya dijadikan TUMBAL bagi para penguasa dan
atasan-atasan kalian agar tetap dapat berkuasa. Kalian berasal dari rakyat
dan lahir untuk rakyat. Sekarang kalian ingkari itu dengan memusuhi rakyat
dengan menodongkan senjata kep ada rakyat.
 
Sadarkah kalian bahwa dari mahasiswa atau rakyat yang turut dalam aksi
keprihatinan itu mungkin saudara, atau adik atau sahabat atau teman kalian
sendiri yang ingin memperjuangkan kepentingan kalian juga. Kalian telah
menjadi TUMBAL. Bukalah mata hati da n telinga serta berpikirlah dengan
otak bukan dengan senjata.......agar kalian sadar dengan apa yang telah
kalian lakukan. Seandainya kalian tewas dalam tugas cuma ada kata turut
menyesal dan prihatin dari atasan kalian dan rakyat akan mengatakan itu
bala san yang setimpal. Tapi perjuangan rakyat dan mahasiswa akan selalu
dikenang dan dicatat dalam sejarah.
 
Kepada TUJUH PAHLAWAN REFORMASI :
1. MOZES GATUTKACA
2.ELANG MULYA LESMANA
3.HERI HARTANTO
4. HAFIDHIN ALIFIDIN ROYAN
5. HENDRIAWAN LESMANA
6. ALAN MULYADI
7. VERO
 
Semoga arwah kalian diterima disisi Allah swt. Dan perjuangan kalian tidak
akan pernah putus sebelum REFORMASI ini terwujud.......................
 
Selamat berjuang
 
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 11:44:10 -0700
From: Hadi Sasono <sarismg@indosat.net.id>
Organization: LBH Semarang
To: ylbhi@ylbhi.org
CC: apakabar@clark.net
Subject: DUKACITA
  
Semarang, 14 Mei 1998
Nomor : 032/SK/LBH/V/1998
  
  
Hal : TURUT BERDUKA CITA
  
  
KEPADA SEGENAP KELUARGA BESAR UNIVERSITAS TRI SAKTI JAKARTA SERTA KEPADA
SELURUH KELUARGA ALMARHUM, DAN KELUARGA MOSES GATUTKACA, KAMI DIREKTUR,
STAF DAN SELURUH KARYAWAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM SEMARANG, MENGUCAPKAN
RASA DUKA CITA YANG SEDALAM-DALAMNYA.
  
KAMI YAKIN BAHWA PENGORBANAN YANG TELAH DILAKUKAN BUKAN UNTUK
MENYURUTKAN SEMANGAT REFORMASI, AKAN TETAPI JUSTRU MENJADIKAN SEBAGAI
TITIK TOLAK ATAS SEMANGAT JUANG DAN MILITANSI SELURUH KELOMPOK GERAKAN
PRO DEMOKRASI DAN GERAKAN REFORMASI.
  
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 08:31:07 +0700
To: apakabar@clark.net
From: ypbhi <ypbhi@indo.net.id>
Subject: Pernyataan Bela sungkawa
  
Hal: Belasungkawa
Kepada Yth.
Civitas Akademika Universitas Trisaksi
di
     Jakarta
  
Dengan hormat,
  
Sehubungan dengan tewasnya 4 mahasiswa Universitas Trisakti Jakarta pada
tanggal 12 Mei 1998 di kampus Universitas Trisaksi, kami dari YAYASAN
PENDIDIKAN DAN BANTUAN HUKUM INDONESIA (YPBHI) di Bandar Lampung menyatakan :
  
1. Menyatakan turut berduka cita atas tewasnya 4 mahasiswa Universitas
Trisakti pada peristiwa Selasa Kelabu. Semoga arwah mereka diterima disisi
Allah SWT. Sebagai Syuhada reformasi;
2. Mengutuk keras pelaku yang menyebabkan tewasnya 4 syuhada reformasi
tersebut;
3. Meminta untuk mengusut tuntas pelaku yang bertanggungjawab atas tewasnya
4 syuhada tersebut.
  
Semoga Allah SWT. Menguatkan iman dan semangat kita semua untuk terus
menuntut reformasi total di Indonesia yang tercinta ini.
  
  
Bandar Lampung, 13 Mei 1998.
Yayasan Pendidikan dan Bantuan Hukum Indonesia (YPBHI)
  
Ketua Harian
  
ttd
  
DEDY MAWARDI, SH.
  
  
------------------------------------
Yayasan Pendidikan & Bantuan Hukum Indonesia
Y P B H I
Jl. Hayam Wuruk No.68/44
Kebon Jeruk, Bandar Lampung 35125
Telp : 0721-254516. Fax:0721-253941
email : ypbhi@indo.net.id
http://www.nettaxi.com/citizens/ypbhi/welcome.htm
 
 
***
 
Date: Wed, 13 May 1998 22:06:23 EDT
To: apakabar@clark.net
Subject: Kepada Pahlawan2 muda bangsa yg gugur pada May 12 th 98
 
Saya atas nama seluruh teman2 mahasiswa Indonesia di Los Angeles,California,
USA turut mengucapkan bela sungkawa sedalam2 nya bagi para pahlawan kita para
rekan2 mahasiswa/i Trisakti yg telah gugur pada tanggal 12 May 98.
  
Pada waktu saya mendengar kabar akan berita duka tsb saya beserta teman2 juga
merasa sedih walaupun tidak saling kenal dengan para rekan2 mahasiswa tsb,
kami merasakan bahwa kami telah kehilangan saudara2 kami sebangsa setanah air.
  
Dalam berita2 di CNN atau world news lainnya kami liat sendiri gimana para
rekan2 mahasiswa trisakti diserang secara brutal oleh aparat keamanan yg
dulunya dikenal sebagai prajurit bangsa yg selalu siap sedia membela bangsa
dan negara.
Walaupun kami jauh dari jakarta, indonesia, tapi kami seakan2 dapat merasakan
dan mendengarkan jeritan2 dan tangisan2 para sahabat dan keluarga yang
meratapi " pahlawan2 muda kita".
  
Hendaknya para mahasiswa lainnya dapat meneruskan perjuangan yg telah dirintis
oleh para pahlawan kita dan berjuang untuk yg benar untuk bangsa dan negara
kita.
Janganlah lupa untuk berdoa kepada Tuhan YME agar arwah para saudara dan
sahabat2 kita di jkt di terima di sisi Tuhan dan kiranya para keluarga dan
sahabat2
yg masih berduka diberikan kekuatan dan ketabahan.
  
Akhirnya rekan2 mahasiswa, kami ucapkan selamat meneruskan perjuangan demi
rakyat dan kebenaran.
Janganlah saling bermusuhan hanya karena perbedaan dalam agama ataupun
saudara2 kita lainnya yg berketurunan cina atau kebangsaan lainnya. Kita satu
bangsa dan satu bahasa, kiranya kalian harus saling bantu untuk membela rakyat
Indonesia. Biarlah yg Kristen, Katolik, Muslim,Buda,Hinda berdoa kepada Tuhan
dengan cara masing2 namun dengan harapan yg tulus dan sejalan.
  
Mawas diri akan pihak2 lain yg mengintai yg dapat mengambil kesempatan akan
situasi spt ini. Tunjukkanlah bahwa kalian mahasiswa Indonesia lapisan
masyarakat Indonesia yg berpendidikan, berkualitas dan beragama.
  
Selamat berjuang rekan2 mahasiswa/i mudah2an apa yg kalian aspirasikan dapat
tercapai demi rakyat kita dan pahlawan2 kita yg gugur kemaren.
  
  
 May God speed be with you...
  
salam dari rekan2 mahasiswa/i Indonesia di LA,California,USA.
 
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 11:44:10 -0700
From: Hadi Sasono <sarismg@indosat.net.id>
To: ylbhi@ylbhi.org
CC: apakabar@clark.net
Subject: DUKACITA
 
  
Semarang, 14 Mei 1998
Nomor : 032/SK/LBH/V/1998
  
  
Hal : TURUT BERDUKA CITA
  
  
KEPADA SEGENAP KELUARGA BESAR UNIVERSITAS TRI SAKTI JAKARTA SERTA KEPADA
SELURUH KELUARGA ALMARHUM, DAN KELUARGA MOSES GATUTKACA, KAMI DIREKTUR,
STAF DAN SELURUH KARYAWAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM SEMARANG, MENGUCAPKAN
RASA DUKA CITA YANG SEDALAM-DALAMNYA.
  
KAMI YAKIN BAHWA PENGORBANAN YANG TELAH DILAKUKAN BUKAN UNTUK
MENYURUTKAN SEMANGAT REFORMASI, AKAN TETAPI JUSTRU MENJADIKAN SEBAGAI
TITIK TOLAK ATAS SEMANGAT JUANG DAN MILITANSI SELURUH KELOMPOK GERAKAN
PRO DEMOKRASI DAN GERAKAN REFORMASI.
 
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 08:54:35 +0700
From: soemario <"otp@pacific.net.id"@pacific.net.id>
To: Apakabar@clark.net
Subject: Kerusuhan Yang terjadi di Kota
 
Kami Turut berduka cita atas meninggalnya 6 Pahlawan Reformasi.
Pengorbananmu tak akan sia-sia dan kami meneruskan perjuangan ini. Rabu
tanggal 13 Mei 1998 merupakan hari kelabu tetapi banyak yang mengambil
kesempatan di dalam kesempitan ini. Dimalam hari Kerusuhan di timbulkan
dimana-mana, perampokan atau perampasan, pembakaran dsb. Sepanjang jalan
Daan Mogot, Jalan Jembatan Lima, Jalan Gajah Mada, Jalan Perniagaan
(Toko Tiga), Tanah Pasir dll terjadi Pembakaran serta perampokan. Siapa
yang bertanggung jawab dalam hal ini. Apakah Mahasiswa ? ataukah
Masyarakat ? Kita menjadi khawatir dengan keadaan sekarang ini.
 
***
 
From: "Rusmin Nuryadin" <abu_afifah@hotmail.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: KAMI MENDUKUNG!!!
Date: Wed, 13 May 1998 19:42:42 PDT
  
Kami, para karyawan di kantor-kantor se-Indonesia, TURUT BERDUKA CITA
atas gugurnya 6 pahlawan reformasi di Usakti. Semoga arwah kalian di
terima di sisi-Nya. Dan kami... TURUT MENDUKUNG !! apa yang kalian
perjuangkan. Dan saya yakin semua rakyat MENDUKUNG !! kalian.
Kami para karyawan pun punya jeritan hati yang sama dengan kalian. Kami
bisa bayangkan, bagaimana nasib para karyawan yang terkena PHK.
Sedangkan kami yang BELUM di PHK pun sudah merasakan betapa jahatnya
Rezim negeri ini dalam MEMBUNUH DENGAN PERLAHAN JUTAAN RAKYATNYA.
Jangan salahkan para perampok, penjarah atau apapun itu... yang
merupakan segelintir kecil korban yang tak mampu berbuat yang lain untuk
mengisi perutnya. Sementara Sang Babe dan konco-konconya dengan
nikmatnya menikmati hasil rampokan mereka yang MILYARAN DOLLAR. Kita
dirampok !! Ya... kita dirampok!!!habis-habisan oleh mereka.
Sudah saatnya bagi kita untuk mengadili para PERAMPOK itu !! Mari.. kita
galang persatuan dan kesatuan nasional !!!
Wahai para PERAMPOK... nantikan ajal kalian....!
  
Salam Reformasi !!
CN Group '98
 
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 09:46:33 +0700 (JAVT)
To: apakabar@clark.net
From: Universitas Gunadarma <gdarma1@rad.net.id>
Subject: TURUT BERDUKA CITA
  
Status: OR
 
                                        Depok, 14 Mei 1998
  
KAMI SEGENAP STAFF DAN CIVITAS AKADEMIKA UNIVERSITAS GUNADARMA DENGAN INI
MENYATAKAN TURUT BERDUKA-CITA SEDALAM DALAMNYA ATAS GUGURNYA REKAN-REKAN
MAHASISWA UNIVERSITAS TRISAKTI JAKARTA PADA INSIDEN 12 MEI 1998 DI JAKARTA,
SEMOGA ARWAH PEJUANG REFORMASI TERSEBUT DITERIMA DISISI ALLAH SWT.
  
  
                                                TTD,
  
  
                                        UNIVERSITAS GUNADARMA
 
***
 
To: apakabar@clark.net
Date: Wed, 13 May 1998 19:50:06 -0700
From: "jaka budi" <jaka.budi@eudoramail.com>
Subject: KEJAMNYA APARAT pd Mahasiswa Farmasi UGM
 
        Kronologi Peristiwa 13 mei 1998 Farmasi UGM
 
Sekitar pukul 17.15 beberapa mahasiswa farmasi yang baru melaukan
praktikum merasa kebingungan untuk pulang karena demonstrasi yang semakin
memanas dan tindakan aparat yang semakin represif dengan menembakan
senjata kepada beberapa mahasiswa atas desaka n beberapa orang akhirnya
mahasiswa putri itu pulang dan akhirnya selamat sekitar pukul 17.25 aparat
memulai daerah farmasi, beberapa mahasiswa yang belum pulang berusaha
menyelamatkan kendaraannya masing-masing. Sekitar pukul 17.35 para
mahasiswa tadi melakukan sholat maghrib berjamaah di masjid dan beberapa
berjaga diluar kalau terjadi pengrusakan . Disinilah kebiadaban aparat
terjadi beberapa mahasiswa yang sholat tadi dibilang BAJINGAN dan PKI
karena dikira sh olat bohongan padahal waktu itu benar-benar melakukan
sholat.Kemudian terjadi pengrusakan oleh aparat terhadap alat-alat masjid
serta teman-teman yang melakukan sholat ada yang seret keluar yang
kemudian dipukul dengan pentungan rotan . Ketika tiu ada mah asiswa yang
sholat sunat diseret oleh aparat sambil mengatakan "KALIAN SHOLAT APA LAGI
WONG SUDAH SUDAH SHOLAT MAGHRIB TIGA RAKAAT". Untuk menghindari semakin
represifnya aparat ,beberapa mahasiswa menunjukkan KTM-nya dan akhirnya
situasi agak reda namun masih ada mahasiswa yang masih disiksa hingga ada
yang mengalami patah tulang hidung hingga perlu dilarikan ke RSUP Dr.
Sardjito. Dua orang yang saat itu diseret dan dipukul oleh aparat sampai
pukul 18.45 sampai sekarang belum diketahui nasibnya dan akhir nya pukul
19.30 dikeahui bahwa satu mahasiswa Farmasi sudah keluar dari RS. Panti
Rapih namun setelah dicek dikostnya belum pulang.
  
  
FARMASI, dilaporkan oleh mahasiswa FARMASI UGM
 
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 10:18:26 +0700
From: ilma <ilma@mailcity.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: ABRI NGAWUR, MASYARAKAT MARAH. UGM RUSUH
 
Terlebih dahulu kami civitas mahasiswa akademika UGM, menyampaikan
BELASUNGKAWA YANG SEDALAM-DALAMNYA ATAS MENINGGALNYA PAHLAWAN REFORMASI
DITRISAKTI JAKARTA. DAN MENGUTUK TINDAKAN REPRESIF DAN ANARKIS DARI
APARAT YANG TELAH MELAKUKAN PENEMBAKKAN DARI BELAKANG
(pengecut....belajar dong dari koboi)
TANGGAL 13 MEI 1998 BENAR-BENAR SIAL, DI JOGJA TERUTAMA DI JALAN
KALIURANG KHUSUSNYA KAMPUS UGM, terjadi aksi perusakan AKIBAT DARI
APARAT KEAMANAN YANG BETUL-BETUL BRUTAL DGN MENEMBAKKAN GAS AIR MATA DAN
PELURU KARET BERULANG-ULANG YG MEMBUAT RAKYAT PANIK.
PADA SAAT ITU SAYA BERADA DI RUMAH SAKIT MENYAKSIKKAN KORBAN YANG
TERTEMBAK ADA DI MATA, BETIS, DAN BAGIAN PERUT DIMANA KATA KORBAN
DIINJAK-INJAK SAMA PETUGAS.
DAN YANG PALING MEMALUKAN TINDAKAN APARAT YG MEMASUKI KAMPUS DENGAN
MOTOR TRAIL & SENJATA M-16 YG PEMBELIAANNYA DI DANAI OLEH PAJAK RAKYAT.
DAN SAMPAI MEMASUKI PERPUSTAKAAN KAMI & ADA JUGA YANG MENENDANG
MOTOR-MOTOR DI PARKIRAN, SAMPAI-SAMPAI TEMAN-TEMAN KAMI TIDAK BERANI
MENGAMBIL MOTOR DIPARKIRAN KAMPUS.
PADA SAAT ITU ADA PETUGAS YANG MENYEBUTKKAN BAHWA "TIDAK ADA SEJENGKAL
TANAH DI KAMPUS INI YANG BEBAS DARI ABRI" (kami maklum karena aparat IQ
nya rendah,tahunya cuma PUSH UP dan latihan otot bukan otak)
ADA JUGA YANG MASUK KE KOMPLEKS PERUMAHAN DOSEN DENGAN ALASAN MENCARI
MAHASISWA DEMONSTRAN DENGAN KATA-KATA YANG JIJIK DAN TIDAK MENCERMINKAN
SAPTA MARGA ABRI & DWIFUNGSI "SAYA TIDAK PEDULI INI RUMAH DOSEN ATAU
BUKAN, SEMUA ANAK KOST DI DALAM AKAN SAYA HABISI" (HEI ABRI DIMANA HATI
NURANIMU)
DEMIKIAN, UNGKAPAN KEPRIHATINAN INI KAMI SAMPAIKAN DENGAN HARAPAN
MAHASISWA TETAP BERJUANG SAMPAI TUJUAN REFORMASI DAPAT TERJADI!
  
GANTUNG-GANTUNG GANTUNG SOEHARTO
GANTUNG SOEHARTO DISILANG MONAS
(lagu: bertanam padi)
 
***
 
Date: Wed, 13 May 1998 20:02:14 -0700 (PDT)
From: wong alit <w_alit@yahoo.com>
Subject: anjing-anjing piaraan
To: apakabar@clark.net
 
salam reformasi,
  
Terharu mendengar berita tentang gugurnya 6 'pahlawan reformasi' kita
dalam peristiwa berdarah 12 mei dan yang kini telah terbenam tertelan
perut ibu pertiwi, mereka adalah sebagian dari kita si ' penagih
utang ' atas hak-hak kita yang telah dirampas oleh
majikan-majikan pencoleng yang tidak tahu malu.
  
wahai anjing-anjing piaraan ketahuilah bahwa majikan kamu adalah
segerombolan pencoleng yang telah menjarah hak-hak kami, hak-hak
rakyat untuk mendapat kehidupan yang layak .
kami sungguh menyesal atas perbuatanmu yang telah membunuh dan
menyakiti sebagian dari kami kaum kecil yang menagih utang atas
hak-hak kami.
  
wahai kamu para pencoleng , bayar utang kalian y/ kembalikan hak-hak
kami, kembalikan kehidupan kami, belum puaskah kalian selama ini yang
telah bergelimang dengan harta,kekuasaan,jabatan,dsb. belum sadarkah
kalian bahwa yang kalian nikmati selama ini adalah hasil jarahan dari
kami.
  
wahai rekan-rekan sebangsa dan setanah air pro reformasi berjuang
terus demi kebenaran untuk mengembalikan hak-hak kita yang telah
dirampas.
  
wassalam
wong alit si penagih utang
    
***
 
 
To: apakabar@clark.net
Date: Wed, 13 May 1998 20:02:22 -0700
From: "jaka budi" <jaka.budi@eudoramail.com>
Subject: PERNYASTAAN SIKAP MHS FA UGM
 
 
PERNYATAAN SIKAP MAHASISWA FARMASI TERHADAP TRAGEDI 13 MEI DI MASJID
FARMASI ealh terjadi tindak pelanggaran hak azasi manusia berupa
kesewenang-wenangan dilingkungan masjid fakultas farmasi UGM. Tindakan
yang selai membuat luka atas sejumlah mahasiswa juga telah mengganggu
aktivitas ritual peribadatan. beberapa perlakuan yang dit ujukan kepada
sejumlah mahasuswa yang melakukan jamaah sholat maghrib baik yang berupa
cacian makian bentakan dan penganiayayaan oleh aparat keamanan yang
menginjak masjid dengan pakaian dinas lengkap dengan sepatu baik pada
waktu sholat masih berlangsung ataupun setelah sholat berhenti.
 
Melihat fakta yang terjadi, yaitu :
 
1. Bahwa kami benar-benar melakukan sholat dengan sepenuhnya tanpa
kepura-puraan untuk menghindari kejaran petugas yang seperti mereka
tuduhkan.
 
2. Bahwa kedaulatan kampus elah dilanggar oleh aparat keamanan.
 
3. Bahwa telah terjadi pelanggaran HAM yaitu kebebasan melakukan ibadah
yang juga menginjak-injak masjid sebagai tempat yang suci.
  
MAKA KAMI MENGELUARKAN SIKAP:
 
1. Mengutuk keras tindakan dan menyesalkan terjadinya tragedi 13 Mei 1998
di Masjid FA oleh aparat Keamanan.
 
2. Menuntut PANGAB/KAPOLRI untuk meminta maaf dan mengusut lebih lanjut
tindakan LIAR aparat keamanan
  
  
KELUARGA MUSLIM MAHASISWA FARMASI UGM
 
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 03:38:02
From: "MITRANDA R." <mitranda@usa.net>
To: apakabar@clark.net
Subject: Jakarta In Rush
 
Jakarta, 14 Mei 1998
  
Netters,
  
Turut Belasungkawa atas meninggalnya 10 rekan mahasiswa/i Universitas
Trisakti Jakarta. (menurut kabar terakhir yg saya terima dari rekan2 dan
secara tersirat diberitakan oleh media elektronik.)
  
Sangat disesalkan Petugas Keamanan menembak Mahasiswa yg dengan tertib
menuntut reformasi pada tanggal 12 Mei 1998. dan mendiamkan kejadian
pengrusakan, perampokan, perampasan, penjarahan, pembongkaran dan
pembakaran rumah, toko serta kendaraan bermotor p ada hari Rabu tanggal 13
Mei 1998 yang terjadi di
 
        - Grogol dan sekitarnya,
        - Jl.Daan Mogot,
        - Perumahan Green Garden dan Sunrise Garden.
        - Jl.Pangeran Tubagus Angke, Pesing dan sekitarnya
        - Perumahan Taman Harapan Indah, Jelambar
        - Jl.Jembatan Lima/ KH.Mas Mansyur
        - Pertokoan Roxy Mas, Jl.KH Hasyim Ashari
        - Jl.Gajah Mada dan Hayam Wuruk
        - Jl. Bandengan Utara dan Bandengan Selatan
        - Jl.Jembatan Tiga
        - Perumahan Citra 2 (Citra Garden 2)
        - Mampang Praptan
        - dan lainnya yang belum dilaporkan
  
Dengan kejadian ini, pantaskan kematian rekan2 mahasiswa dengan tertembus
peluru tajam sedangkan perampok dan sekawanannya hanya didiamkan dan
sewaktu kejadian dilaporkan petugas yg ada dalam keadaan terbatas diam dan
hanya mengamankan perempatan jalan, d imana pasukan pengaman lainnya?
apakah ini reaksi dari diusutnya rekan2 yg bertugas saat kejadian berdarah
Trisakti 12 Mei 1998? atau dimana mereka berada sewaktu kejadian2 yg
diluar kehendak rakyat dan mahasiswa itu terjadi?
  
Yang Pasti kejadian2 yg terakhir ini bukan mahasiswa dan tidak ada
mahasiswa yg terlibat didalamnya. Mahasiswa punya keprihatinan yg sama dan
tidak pernah akan merusak hasil pembangunan dan mempunyai visi yg jelas
untuk kemajuan bangsa. Dengan pengrusakan tidak akan mencapai sasaran.
  
Dimana kemampuan analisa dan membuat keputusan yg strategis serta tepat
sasaran yg selama ini didengung-dengungkan ABRI selama ini?
  
  
Siti Hardiyanti Rukmana Apakah betul yg bersangkutan alumnus Trisakti
seperti yg terpampang wawancara di televisi pada tanggal 13 Mei 1998? atau
ybs pernah kuliah dan Drop Out? Apakah ini merupakan cara untuk menarik
simpati mahasiswa pada umumnya dan Trisakti pada khususnya?
  
Adakah netters yg dapat menjawab kearah mana bangsa dan negara ini akan
dibawa?
  
Yang sedang prihatin,
Mitranda
seorang Anak Bangsa
 
***
 
Date: Wed, 13 May 1998 20:47:10 -0700 (PDT)
From: imam bastori <imbast@rocketmail.com>
Subject: PERNYATAAN SIKAP ALUMNI UGM
To: apakabar@clark.net
 
Pernyataan Sikap Alumni UGM di Jakarata
  
Kami para ulimni UGM di Jakarta sangat menyesalkan penangkapan para
mahasiswa oleh aparat keamanan dalam aksi demonstrasi tanggal 13 Mei
1998. Fakta ini menunjukan bahwa di negeri ini aparat keamanan masih
mengagangap orang berdemo sebagai musuh negara. Kesenjangan penafsiran
hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dengan semangat hukum
itu sendiri terlalu jauh. Hukum telah ditafsirkan seenaknya sendiri
oleh para penegak hukum untuk menjebloskan orang yang kritis dalam
penjara. Hak-hak warga negara dalam mengemukakan pendapat kurang
dihormati oleh aparat keamanan sehingga yang terjadi adalah
penangkapan pada orang-orang yang sedang menyampaikan aspirasinya.
Sikap pihak keamanan seperti ini tidak bisa dipertahankan terus
menerus sebab yang akan terjadi bukanlah aksi damai tetapi malah
kerusuhan massa.
Menimbang bahwa aksi unjuk rasa adalah hak setiap warga negara maka
dengan ini kami para alumni UGM yang ada di Jakarta menyerukan pada
aparat keamanan :
1. segera melepaskan para mahasiswa yang telah ditangkap
2. menghentikan segala macam provokasi dan intimidasi pada mahasiswa
3. menghormati aksi mahasiswa sebagai hak warga negara untuk
menyampaikan pendapat yang telah dijamin dalam UUD'45 pasal 28.
4. menghentikan penculikan dan penganiayaan terhadap mahasiswa
5. pihak keamanan tidak berhak untuk memblokir mahasiswa yang akan
turun jalan.
6. pihak keamanan hanya diboleh mengamankan aksi turun ke jalan bukan
  menahan aksi turun ke jalan.
  
Pada adik-adik Mahasiswa lanjutkan perjuangan anda sampai reformasi
yang diinginkan rakyat tercapai. Kami selalu mendukung dan
berpatisipasi atas reformasi total.
  
Imam Bastori
Didin Nasirudin
Nirwan A. Arsuka
Ismet
Saikhu
Imam Sumedi
Rudi Hermawan
Yulianto D.
Bambang Sularso
Julwan Purba
  
  
===
I think everybody must believe that The God is only one, Allah
  
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 10:59:45 +0700
From: Unggul J <unggul.j@usa.net>
To: apakabar@clark.net
Subject: APARAT KEAMANAN MASUK KE KAMPUS UGM
 
Pada hari Rabu 13 Mei 1998 terjadi lagi unjuk rasa besar-besaran di UGM.
Unjuk rasa ini, pada pukul 15:30 WIB, berubah menjadi kerusuhan di Jl.
kaliurang yang membelah UGM menjadi kampus Timur dan Barat. Pada pukul
18:00 WIB, aparat yang pada mulanya hanya mengusir massa yang berada di
Jl. Kaliurang, mulai merangsek masuk ke dalam kampus UGM yang berada di
sisi kanan-kiri Jl. Kaliurang. Mereka sempat melepaskan tembakan tiga
kali ketika masuk ke dalam areal fakultas kami, Fakultas kedokteran UGM.
Anak-anak kami yang tidak ikut demonstrasi menjadi ketakutan dan lari
masuk ke dalam perpustakaan serta masjid Ibnu Sina FK UGM. Aparat dengan
beringas dan mengeluarkan kata-kata umpatan hendak memburu mahasiswa
kami. Alhamdulillah, petugas perpustakaan FK UGM menolong kami dengan
mengatakan bahwa tidak ada mahasiswa yang ikut demo di perpustakaan.
Aparat kemudian beralih sasaran masuk ke Fakultas Farmasi (di belakang
FK UGM). Di sana mereka memukuli mahasiswa yang ada di sana dengan
membabibuta. Sebuah motor mahasiswa hancur. Puluhan mahasiswa ditangkap.
Ratusan lainnya luka-luka kena pukul.
Korban dari aksi unjuk rasa di UGM ini :
- 3 orang kena tembakan aparat, termasuk seorang satpam dan pegawai
perpustakaan pusat UGM.
- lebih dari 100 orang mahasiswa ditahan di mapolda
- ratusan mahasiswa, terutama yang ada di fakultas mipa dan farmasi
serta di sekitar auditorium graha sabha pramana luka-luka kena
pentungan.
 
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 04:29:05
From: RICOREA SMYTHE <ricorea.smythe@usa.net>
To: apakabar@clark.net
Subject: Anjing!
 
dear friends,
  
firstly, i want to say to you, ANJING!
hamami anjing! ali alatas anjing, habibie anjing!
tanggal 20 mei aku pasti turun dan siap mati.
teman yang mati kemarin nantikan aku di pintu surga!
  
sekarang kukenakan 'badge' hitam untuk memperingati kematian kalian, wahai
sahabatku. ali, aku sempat 'respect' terhadap engkau. tapi karena
peristiwa semalam (13 mei 1998, laporan khusus kunjungan presiden ke
cairo) aku jadi tidak perlu lagi menghormatim u. kawanku mati bukan
menjarah dan melakukan aksi perusakan. mereka mati di dalam kampus.
moedanton, bagus, sekarang kau beri akses buat mahasiswa buat bergerak.
terbukti mereka tidak takut ancaman DO mu itu. dukung mereka 100%. saya
juga begitu. tanggal 20 mei nanti aku tidak akan kerja. aku akan turun dan
bergerak. akan ku bacakan sajak 'kematian'.
  
habibie, dulu kau kecewakan aku dengan peristiwa gunung puntang. Firdha
Panggabean ku mati tragis, kau bilang itu 'human error' padahal belum ada
penyelidikan.
  
hamami, nggak mungkin temanku mati jika, pasukan keparatmu itu menembak
keatas. jangan memberikan komentar jika belum ada penelidikan khusus. kau
sama gilanya dengan habibie.
  
soeharto, bagus kau mundur. beras boleh naik, tapi kau turun, anjing!
  
best regards,
  
Ricorea Smythe
{ricorea.smythe@usa.net}
 
***
 
Date: Wed, 13 May 1998 21:35:09 -0700 (PDT)
From: Upiek Sumanti <upieks@yahoo.com>
Subject: UGM rusuh...
To: apakabar@clark.net
 
Assalamu'alaikum...
  
Kemaren, Rabu tgl 13 Mei mulai pukul 14.00 WIB di kampus UGM terjadi
demonstrasi yang kemudian berlanjut dengan bentrokan fisik aparat
dengan mahasiswa. Mulai pukul 17.00 an aparat mulai memasuki wilayah
kampus, dengan gas air matanya dan tembakannya oleh pasukan Gegana.
  
Yang saya sangat sesalkan adalah diserangnya masjid Fakultas farmasi
dimana mahasiswa yang sedang solat usai mereka praktikum dipukuli
sewaktu mereka menjalankan ibadah, dipopori bahkan kemudian diangkut
oleh aparat entah kemana.
Sedang mahasiswa kedokteran sendiri juga dikejar sampai ke
perpustakaan Fak.Kedokteran dimana aparat tidak diperkenankan memasuki
oleh petugas perpus, Pak Tri.
Aksi pengejaran dilanjutkan hingga ke perkampunngan di sekitar kampus,
di Sendowo maupun di daerah sekitar Jalan Kaliurang; hingga masyarakat
sekitar sebagian mematikan penerangannya dan keadaan gelap gulita.
Dari data yang ada, Bernas 14 Mei 1998, korban tertembak 4 orang,
yaitu di bagian kaki, punggung dan katanya ada juga yang tertembak di
pelipisnya. Bahkan teman saya sendiri sempat terserempet oleh peluru
di lengan atasnya.Puluhan yang luka-luka, dan juga ratusan mahasiswa
diamankan/diciduk.Gas air mata juga masuk ke perkampungan, beberapa
teman mengeluh terkena sampai tenggorokannya sakit dan muntah-muntah.
  
Cukup sudah rasanya semua kekerasan yang selama ini sudah banyak
menelan banyak korban.
Saya sangat berharap Suharto mau mengundurkan diri dan mau mengganti
semua kerugian rakyat selama lebih 30 tahun baik jiwa maupun raga yang
tidak bisa terukur, dan tidak terganti bahkan oleh kekayaanmu dan
semua anggota keluarga mu bahkan sampai cucu-cucumu .
Jiwa dan raga rakyat begitu amat berharga kalau hanya dikorbankan demi
keluargamu semata.
  
Kepada teman-teman semua baik mahasiswa maupun semua lapisan rakyat,
saya menyerukan agar kita bersatu, jangan mudah terpancing oleh isu
SARA maupun pri-nonpri yang sebetulnya sengaja dihembuskan oleh
antek-antek suharto dan keluarganya untuk memecah belah, mengadu domba
dan untuk berebut kekuasaan.
  
Yang kita butuhkan adalah pemerintahan yang mampu mengemban amanat
penderitaan rakyat, yang jujur dan berperikemanusiaan.
  
Karena itu, mari kita bersatu, singsingkan lengan baju anda semua, tak
peduli siapa,darimana anda...
  
WUJUDKAN REFORMASI UNTUK SEGALANYA
KEMBALIKAN KEKUASAAN PADA RAKYAT
  
Wassalamu'alaikum wr wb
  
" see ya..and don't forget to keep smile !! :)"
  
Pogung Dalangan SIA XVII/VII/02 Yogyakarta 55284
phone 0274-566355
  
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 11:44:28 +0700
To: apakabar@clark.net
From: PUTER Indonesia <puter@indo.net.id>
Subject: Ungkapan bela sungkawa
 
Sekretariat PUTER Indonesia
Jl. Puter Nr. 8 Bogor 16161 INDONESIA
  
Innalillahi Wa'inalillaihi Raji'un,
  
Mengungkapkan rasa duka cita kami sedalam-dalamnya atas gugurnya para
pejuang muda tanggal 12 Mei 1998. Kami yakin mereka gugur tidak sia-sia.
Ini akan menjadi landasan bersama pergerakan seluruh masyarakat Indonesia
untuk menuntut turunnya Soeharto beserta segenap jajaran bawahannya, serta
perubahan mendasar bagi Indonesia. Semoga keluarga yang ditinggalkan
berbesar hati melepaskan kepergian mereka.
  
Amin.
  
Ketua
  
B. Eko Budi Yanto
  
Tim PUTER Indonesia:
Rezal Ashari
Denny Boy M.
Eka Tresnawan
Arief Wicaksono
 
***
 
To: Reformasi Indonesia <reformindo@hotmail.com>
From: Gerakan Sarjana Jakarta <GSJ@thepentagon.com>
Subject: GSJ - Trisakti's Killed, Injured, & MISSING Students
Date: 14 May 1998 11:58:46 +0700
  
===================================================================
KIBARKAN MERAH PUTIH 1/2 TIANG SAMPAI SUKSESI KEPEMIMPINAN NASIONAL
===================================================================
  
BLOODY MAY
Students Killed, Injured, Missing
from Trisakti University Campus, May 12, 1998
(Casualties of Soeharto's Killing Troops)
  
  
STATUS: FATALLY SHOT (as of May 13, 04.30 a.m.)
----------------------------------------------------------------------
No. Name Departement
----------------------------------------------------------------------
1. Elang Mulya Architecture '96 (+)
2. Hafidhin Royan Civil Engineering '95 (+)
3. Hendriawan Lesmana Economic-Management (+)
4. Hery Hartanto Machinery '95 (+)
5. Idin Rochidin Unknown (+)
6. Vero Unknown (+)
7. Unidentified (+) (as May 13, 17.00)
8. Unidentified (+) (as May 13, 17.00)
  
STATUS: INJURED (as of May 13, 04.30 a.m.)
----------------------------------------------------------------------
No. Name Departement Status
----------------------------------------------------------------------
1. Bulotammu Accountancy '96
2. Firman Rifai Unknown
3. Fransiskus Unknown
4. Hendra Gunawan Unknown
5. Jajang Nurdiansyah Unknown
6. Jonathan Environment '95
7. Muh. Ali Rahmad Civil Engineering '96 Injured
8. Samsul Badri Unknown Injured
9. Sofyan Rahman Unknown Injured
10. Sulastono Unknown Injured
11. Vera Vasetya Civil Engineering '95 Injured
12. Yansen Unknown Injured
13. Yanuar Accountancy '94 Injured
14. Yudi Renaldo Unknown Injured
15. Yudo Yulianto Machinery '94 Injured
16. Ade Rizka Lubis Economic-Management Injured-tear gas
17. Arianto Economics '93 Injured-tear gas
18. Elang Sugianto Not a student Injured-tear gas
19. Fero A. Economics-Management Injured-tear gas
20. Mico Law '97 Injured-tear gas
21. Poltak Silalahi Law School Injured-tear gas
22. Riga Machinery '93 Injured-tear gas
23. Yose Noviardi Management '94 Injured-tear gas
24. Hendro Economics '93 Shot & tear gas
25. Alfan Economics '96 Shot-injured
26. Alfis Economics '94 Shot-injured
27. Boy Harry Budiman Economics '95 Shot-injured
28. Disyon Industrial Technology Shot-injured
  
STATUS: MISSING (as of May 13, 04.30 a.m.)
----------------------------------------------------------------------
No. Name Departement
----------------------------------------------------------------------
1. Adi Badil Machinery '94
2. Ardo Geology '97
3. Badai Machinery '96
4. Bram Machinery '97
5. Buha Edison Geology '93
6. Charles Economics '95
7. Daniel Noviandi Machinery '92
8. Eko Prakoso Law '90
9. Fany Ajiwibowo Architecture '95
10. Ferri Walad Machinery '95
11. Garet Architecture '92
12. Hamdan Sulistyo Architecture '92
13. I Made Adiwijaya Architecture '95
14. Ivan Affandi Machinery '94
15. Lulu Architecture '92
16. Mono Machinery '94
17. Nouvarro Machinery '95
18. Paul Kadarisman Jakarta Arts Institute-Photography
19. Rahmat Accountancy '94
20. Rifki Machinery '94
21. Rio Economics '95
22. Saprin Accountancy '94
23. Uyung Machinery '94
24. Waluyo Priambodo Geology '97
25. Yaseer Geology '97
26. Yuki Cipta Architecture '95
27. Zaki Accountancy '94
  
Source:
Trisakti University Crisis Centre
  
NB.
Diperoleh informasi 38 mahasiswa Sekolah Tinggi Theologia Jakarta hilang.
  
GERAKAN SARJANA JAKARTA
mailto:GSJ@thepentagon.com
  
**************************************************************************
Bagi yang merasa kehilangan kawan atau sanak keluarganya harap melaporkan
ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Jl. Borobudur No. 74
mailto:ylbhi@ylbhi.org
**************************************************************************
  
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 01:50:11 -0500 (CDT)
From: Permias Columbia <inacafe@www.students.missouri.edu>
To: apakabar@clark.net
Subject: Pernyataan Belasungkawa
 
Kami, Mahasiswa Indonesia, yang tergabung dalam PERMIAS Columbia,
Missouri, di Amerika Serikat, menyatakan dengan ini:
  
1. Belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga dan sahabat-sahabat
   dari rekan kami, korban tembak di Kampus Universitas Trisakti: Hafidin
   Royan, Elang Mulya Lesmana, Hendriawan Lesmana, dan Alan Mulyadi.
   Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dalam
   menghadapi cobaan ini dan semoga arwah korban diterima di sisi Tuhan YME.
   Kami yakin bahwa kepergian mereka tidak akan sia-sia!
  
2. Menuntut tindakan pemerintah untuk mengusut secara jujur, jelas
   dan tuntas atas peristiwa penembakan terhadap rekan mahasiswa Trisakti
   sehingga peristiwa yang betul-betul melecehkan hak asasi manusia ini
   tidak terulang lagi.
  
3. Mengutuk dengan keras perbuatan sewenang-wenang terhadap generasi
   pemuda penerus bangsa yang sedang menuntut REFORMASI bagi negara kita.
  
4. Menghendaki diadakan REFORMASI menyeluruh dan mendukung
   perjuangan rekan-rekan mahasiswa di seluruh tanah air terutama mereka
   yang telah mengorbankan jiwanya demi terlaksananya REFORMASI dan masa
   depan negara Republik Indonesia yang berdaulat, berdasarkan hukum dan
   Pancasila tanpa adanya pelecehan hukum dan hak asasi manusia oleh
   aparat pemerintah.
  
  
  
Tertanda,
  
PERMIAS COLUMBIA, MISSOURI, USA
   
***
  
From: div@gmx.net
Date: Thu, 14 May 1998 09:07:02 +0200 (MEST)
To: apakabar@clark.net
Subject: Duka Cita dan Belasungkawa
 
 
German - Indonesian Society
of the ASEAN - Institute e. V.
P.O. Box 10 1226 . D-69002 Heidelberg . Germany
=======================================
  
Sahabat - sahabat kami rakyat Indonesia!
  
Atas nama Pengurus dan seluruh Anggota Lembaga Persahabatan
Jerman - Indonesia, bersama ini kami menyampaikan rasa prihatin
dan duka-cita kami kepada segenap sanak saudara korban-korban
kekerasan pada akhir-akhir ini di Indonesia.
  
Meski Lembaga kami tidak ikut campur dalam persoalan politik
di Indonesia, kami sebagai sahabat rakyat Indonesia, mempunyai
simpati terhadap perjuangan rakyat Indonesia untuk mengadakan
Reformasi secara damai. Simpati kami kepada seluruh rakyat Indonesia, tidak pandang kesukuan,tidak pandang agama, tidak pandang kulit!
  
Perjuangan seluruh rakyat Indonesia yang mendambakan demokrasi,
reformasi secara damai, kami dukung sepenuh hati!
  
A. n. sahabat-sahabat rakyat Indonesia di Jerman.
  
  
Dr. Willy R. Wirantaprawira, LL.M., Ph.D.
 
***
 
From: "azwar hamid" <chamfly@hotmail.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: laporan pandangan mata demo mahasiswa 13 mei di ugm
Date: Thu, 14 May 1998 00:19:48 PDT
 
mahasiwa mulai berkumpul sekitar jam 09 wib. penanggung jawab demo ini
adalah kprp (komite perjuangan rakyat untuk perubahan). saya datang
kelokasi kejadian sekitar jam 11 siang. sekitar jam tersebut mahasiswa
sudah berhadapan dengan aparat polisi. sekitar jam 11.15 terjadi dorong
mendorong antara mahasiswa dan aparat polisi. oh ya pesewrta demo
diperkirakan sekitar 15.000 orang. pada saat terjadi dorong mendorong
tersebut polisi terdesak mundur sekitar 4 langkah. setelah itu aman
lagi. lalu mahasiswa melanjutkan orasinya. oh ya batas antara mahasiswa
dan aparat sekitar 10 centi. jadi antara mahasiswa dan aparat tidak ada
batas lagi. pada orasi tersebut mahasiswa juga menyanyi lagi anak2x yang
diplesetkan menjadi gantung, gantung. gantung suharto, gantung suharto
disilang monas. dan mahasiswa juga memplesetkan sembako menjadi SEMangat
BAkar toKO. dan terhadap keberangkatan pak harto ke mesir diplesetkan
menjadi supersemar SUharto PERgi Seperti MARcos. setelah orasi itu lalu
pimpinan meminta kepada mahasiswa apakah akan maju atau tetap bertahan
dan massa menjawab maju lalu terjadi saling dorong antara mahasiswa dan
aparat lagi. dan dalam hal ini mahasiswa merasa terdesak. lalu sekitar
jam 1 siang aparat meminta kepada massa untuk membubarkan diri. tapi
massa tetap saja ada. dan sekitar jam 1.45 terjadi dorong mendorong dan
disini aparat sudah menggunakan pentungan untuk memukuli massa. setelah
itu datang pasukan militer yang menggunakan senjata api. lalu sekitar
jam 2 siang terjadi penembakan massa lari dan setelah itu terjadi
lemparan batu dari massa ke aparat. massa banyak terkonsentrasi di jalan
dan di fakultas kedokteran. aparat menembakkan gas airmata ke kerumunan
massa dan ada beberapa massa yang langsung muntah2x dan ada mata merah
sekali. setelah itu masih terjadi lemparan batu oleh massa dan aparat
mengejar mahasiswa lagi. dan mahasiswa bertahan didalam kampus. pada
saat ribut2x ini tim gegana sudah didepan. oh ya, untuk informasi saja.
tim gegana adalah tim khusus didalam abri yang khusus menangani teroris.
jadi apa logikanya tim gegana ada di demonstrasi mahasiswa. apakah
mahasiswa ini teroris?
sekitar jam 3 mahasiswa meminta aparat mundur 300 meter. dan aparat
bersedia mundur. dan mahasiswa mundur dan mereka masuk ke boulevard ugm.
disana mahasiswa sedang orasi lalu ada beberapa massa yang ingin
memblokir jalan agar para pengguna jalan tidak kena peluru nyasar tapi
dilarang oleh polisi. polisi dan pihak keamanan yang lain masih di depan
mirota sekitar 200 meter dari boulevard. sementara polisi yang berjaga
di boulevard hanya 4 orang. karena massa dilarang seperti itu maka massa
marah dan mereka mengejar 4 orang polisi tersebut. dan polisi lari kocar
kacir. lalu pasukan gegana datang dengan sepeda motornya langsung
mengeluarkan tembakan. semua massa masuk ke ugm. lalu mereka
mengeluarkan tembakan datar bukan tembakan keatas. disini ada beberapa
mahasiswa yang ditangkap. mereka yang ditangkap karena terjebak mereka
masuk kantorpos yang di ugm. menurut penglihatan saya yang ditangkap di
kantorpos ugm sekitar 25 orang. lalu aparat memprokasi mahasiswa untuk
maju. massa tidak terpancing sama sekali. ditengah2x polisi memprovokasi
massa, aparat menembakkan gas airmata ketengah2x massa. massa lari
kocar-kacir. setelah itu aparat mundur. sekitar jam 5 sore massa diminta
bubar oleh panitia demo. kebanyakan massa bubar. tapi ada sebagian massa
yang masih ada disana. sekitar jam 6 atau 7 malam massa menutup jalan
dengan pohon2x dan membakar pohon2x ditengah jalan. sekitar jam 8 malam
seributan terjadi di babarsari (universitas atmajaya) sekitar 4
kilometer dari ugm. massa membakar gardu telepon. sekitar jam 10 malam
kampus ugm sepi. ada isu jam 11 malam kostrad akan masuk kampus. kostrad
yaitu koman cadangan strategis angkatan darat. kostrad biasanya akan
diturun dalam keadaan perang ketika militer kekurangan personil. jadi
apa haknya kostrad turun? dalam perang saja mereka kalau keadaan sangat
genting baru boleh memakai pasukan ini. sekarang kostrad sudah
diturunkan di medan dan sekarang di yogya. mau apa militer kita ini? apa
sih kekuatan real fisik mahasiswa ini?
oke itu aja dulu. kalau ada yang ikut kemarin mungkin bisa menambahkan
informasi ini sehingga teman2x yang lain bisa mengetahui kejadian di ugm
tgl tersebut. oh ya dalam kejadian ini, 2 orang tertembak, 79 masuk
rumah sakit dan ada beberapa yang belum kembali kerumah.
 
rencananya tanggal 20 mei akan ada demonstrasi besar-besaran di yogya.
karena rencananya sultan yogya akan ikut demo pada hari tersebut. sultan
telah mengundang beberapa orang perguruan tinggi di yogya untuk ikut
demonstrasi pada tanggal tersebut.
 
oke sekian dulu,
 
byeee and salam merdeka
 
nb: buat teman2x semua. sampai saat ini saya masih hidup dan belum
ditangkap. teman jangan cemas.
 
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 00:20:35 -0700 (PDT)
From: Parlin Tea <pejabat@yahoo.com>
Subject: Belasungkawa
To: apakabar@clark.net
 
Kami mewakili masyarat Indonesia di Amerika, khususnya California
Selatan menyatakan turut berduka dan belasungkawa atas meninggalnya
para mahasiswa pejuang reformasi di tanah air semoga perjuangannya
dapat diteruskan oleh seluruh mahasiswa, rakyat Indonesia agar
reformasi segera terlaksana. Kami di Amerika akan terus berjuang dan
berusaha dengan cara kami untuk memberi masukan dan informasi kepada
Kongres Amerika, agar tidak mendukung/membantu Soeharto seperti yang
telah dilakukan selama ini bersama dengan organisasi-2 yang ada di
Amerika. Bersama ini kami mengutuk tindakan sewenang-wenang dari ABRI
sehingga menimbulkan korban, untuk ini kami menuntut agar Pangab dapat
mengumumkan hasil penyelidikan dalam waktu dekat. Kepada seluruh
organisasi dan seluruh prodemo di Amerika mari kita galang dan
tingkatkan perjuangan kita dengan meningkatkan koordinasi kerja.
Kepada para mahasiswa di Amerika yang tergabung dalam PERMIAS mana
kegiatan aksinya selama ini kami menunggu tapi tidak pernah ada ,
tidak seperti mahasiswa di Eropah dan Australia .
Salam
 
pejabat (peranakan jawa batak)
 
***
 
To: apakabar@clark.net
Date: Thu, 14 May 1998 00:32:20 -0700
From: "Gimbal Rasta" <a_py@mailcity.com>
Subject: REFORMASI BUNG !!
 
               
                       APY
               AKSI PELAJAR YOGYAKARTA
             -----------------------------
  
Dengan Mengharap Ridho Tuhan yang Kuasa
Salam Reformasi
 
 Dari pembicaraan sehari-hari rakyat,terlihat disana adanya
praktek-praktek penindasan dan ketidakadilan,dan melihat hal itu kemudian
ada sebagian kelompok masyarakat yang bergerak dan melawan,seperti supir
dan buruh yang mogok ataupaun maraknya aksi-aksi mahasiswa.
 Namun terjadi hal aneh,para wakil rakyat hanya diam saja,pemerintah tetap
sombong,angkuh tidak mau mendengarkan penderitaan rakyat dan disana-sini
terlihat perilaku tentara dan polisi yang memukuli mahasiswa maupaun
rakyat banyak.
 Rakyat yang bergerak dan melawan semakin meluas tidak hanya
mahasiswa,buruh,supir tetapi di ikuti pula oleh pelajar.Ya,memang
meluasnya peserta aksi memang suatu kebutuhan untuk memperkuat kekuatan
rakyat,maka dari itu kami pelajar-pelajar mencoba menghi mpun diri di
bawah APY (Aksi Pelajar Yogyakarta) untuk melawan ketidakadilan,mengajak
berbuat baik dan mencegah yang mungkar dengan apa yang kami bisa,misal
saja ikut serta dalam aksi-aksi,diskusi kemudian membuat aksi sendiri
ataupun menerbitkan Newslett er yang bernama ROBAH.
 Maka dengan ini kami mengeluarkan siaran pers agar bisa di publikasikan
lebih lanjut agar muncul kemauan rekan-rekan pelajar untuk bergabung dalam
setiap aksi-aksi menuntut perbaikan dengan cara yang baik pula.Semoga
kerja kita mendapat Ridho dari-Nya da n atas perhatiannya kami ucapkan
terima kasih
 
Yogyakarta,14 Mei 1998
 
APY
(Aksi Pelajar Yogyakarta)
   
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 15:27:40 +0700
From: Ana <suciana1@rocketmail.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: Malang Meradang
 
Hari ini Kamis 14 Mei 98 Mahasiswa dan Rakyat Malang Meradang,
Jika kami dihentikan kami menerjang
Seluruh mahasiswa bergabung turun kejalan dan berorasi di depan TMP Jl.
Veteran
Nggak ada kekerasan dan kebencian, semuanya berjalan damai.
 
Dengarkan kami
Tung-tung To
Gantung Suharto
 
Merdeka "kami haus Reformasi"
 
***
 
From: "Jimbo Jones" <brotherjimbo@hotmail.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: Mahasiswa, Demonstrasi & Perampokan
Date: Thu, 14 May 1998 03:10:12 PDT
  
Melihat berita-berita mengenai meninggalnya mahasiswa-mahasiswa Trisakti
beberapa hari lalu sangat menyedihkan hati. Tercatat di luar negeri
bahwa sekitar 7 mahasiswa telah meninggal sejak Selasa lalu. Tetapi apa
yg tidak diberitakan secara gamblang adalah adanya korban jiwa yg
jumlahnya tidak sedikit di pihak WNI keturunan yg disebabkan oleh
keganasan para perampok yg tega mencari kesempatan dalam kesempitan.
Para perampok ini (yg sebagian adalah remaja tanggung) tidak hanya
merampok, tetapi juga membunuh sesama rakyat Indonesia.
  
Apakah mereka sadar bahwa nyawa manusia itu berharga? Mereka menuntut
keadilan dari pemerintah, tapi lihat apa yg mereka perbuat, apakah itu
adil?? Di manakah hati nurani mereka? Di manakah para mahasiswa yg konon
giat memperjuangkan nasib rakyat? Apakah warga keturunan bukanlah rakyat
Indonesia pula? Tidak semua dari mereka kaya. Tidak semua dari mereka
mendapat fasilitas dari pemerintah. Saya yakin mereka juga mendukung
aksi demonstrasi yg dijalankan mahasiswa, tetapi mereka pula yg akhirnya
menjadi korban. Pihak ABRI sudah tidak perduli lagi akan nasib mereka,
para mahasiswa juga sudah tak perduli akan jeritan dan tangisan mereka.
  
Hal ini sungguh amat memalukan, terutama pihak luar negeri sedang
rajin-rajinnya menyorot masalah hak asasi manusia di Indonesia. Pihak
militer sudah tidak memiliki wibawa sama sekali. Mahasiswa tidak sadar
bahwa aksi-aksi mereka membuat rakyat minoritas menjadi kambing hitam.
  
Hai para mahasiswa, jangan lupakan bahwa kalian membela rakyat secara
keseluruhan. Jadi jangan lupakan bahwa kalian juga harus membela warga
keturunan dari kekejian yg dilakukan kelompok-kelompok yg tak
bertanggung jawab.
  
Hai para pejabat militer, mahasiswa bukanlah musuhmu. Mereka hanyalah
penyambung lidah rakyat. Tangkap, kalau perlu tembaklah para perampok yg
mendompleng demonstrasi mahasiswa.
  
Hai para perampok (kalau ada yg bisa/sempat baca, karena semua
uneducated dan lagi sibuk ngerampok), jangan kalian pikir dengan apa yg
kalian lakukan reformasi akan tercapai. Dan jangan mengatasnamakan ISLAM
sebagai dasar perbuatan kalian, karena agama Islam tidak mengajarkan
kita untuk merampok sesama kita.
  
Salam reformasi yg sesungguhnya...
Ttd.
Muslim yg tidak ngerampok.
   
***
 
From: "Mahasiswa Jember" <reformasi_jember@hotmail.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: Pembentukan Jaringan Informasi Reformasi
Date: Thu, 14 May 1998 04:05:27 PDT
  
Pernyataan Mahasiswa Jember atas Peristiwa Pembunuhan 12 Mei 1998 :
  
1. Menyatakan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya
rekan-rekan Mahasiswa Universitas Trisakti pada hari Selasa 12 Mei 1998.
2. Menuntut Soeharto sebagai Panglima Tertinggi ABRI untuk bertanggung
jawab atas kejadian pembunuhan brutal ini dan segera mundur dari
jabatannya.
  
  
Dan pada hari ini Kamis 14 Mei 1998 telah diadakan apel besar Gerakan
Reformasi di Kampus Universitas Jember yang diikuti ribuan mahasiswa
serta seluruh civitas akademika untuk menyikapi tindakan brutal ABRI
ini. Aksi dibuka oleh Rektor Prof. Dr. Kabul Santoso, MSc dan
berlangsung dengan damai dengan orasi dari para dosen dan mahasiswa.
Walaupn pihak keamanan memprovokasi mahasiswa melalui preman-preman
bayaran, tetapi mahasiswa tetap tidak terpancing dan melanjutkan aksinya
dengan damai.
  
Mari kita rapatkan barisan agar gerakan reformasi ini makin efektif.
Salah satu caranya yaitu dengan membuat simpul-simpul jaringan informasi
yang ada di tiap kota dan universitas. Diharapkan simpul-simpul ini
meneruskanainformasi kepada para pejuang reformasi.
Dan untuk Jember-Universitas Jember simpulnya adalah :
reformasi_jember@hotmail.com
  
Berikut ini beberapa simpul yang dapat digunakan :
"KdPNet" kdpnet@activist.com;
"Siar" siar@mole.gn.apc.org;
"Universitas Trisakti" webmaster@trisakti.ac.id;
"Gerakan Sarjana Jakarta"gsj@thepenthagon.com;
"Universitas Indonesia" proui@mailcity.com;
"Universitas Tarumanegara" buaya_kapuas@mailcity.com;
"Universitas Widya Mandala Surabaya" smuwm@bimamail.com;
"Mahasiswa di Canberra Australia" mahasiswa_canberra@yahoo.com;
"Reformasi Medan" kepesera@medan.wasantara.net.id;
"Reformasi Bengkulu" isus@bengkulu.wasantara.net.id;
"Universitas Padjajaran-Bandung" kam-unpad@mailcity.com;
"Reformasi Samarinda" reformasi@bimamail.com
  
Mohon diinformasikan simpul-simpul dari kota yang lainnya.
  
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 14:18:50 -0700 (PDT)
From: Antonius Budianto <indopolitic@yahoo.com>
Subject: Kampus STTS mulai bergerak
To: apakabar@clark.net
 
Tanggal 12 Mei adalah hari berkabung nasional dan untuk seluruh
civitas akademika. Kampus Sekolah Tinggi Teknik Surabaya yang selama
ini menahan diri karena merasa sebagai minoritas Cina, beragama
Kristen / Katolik, dan golongan mampu, tidak dapat menahan emosi lagi.
Mulai tanggal 13 Mei, secara resmi STTS mengadakan aksi keprihatinan
setiap hari. Tanggal 14 Mei, STTS bersama-sama Unair, Ubaya, ITS, UPN,
dan lainnya melakukan aksi turun ke jalan untuk menemui DPRD II
Surabaya. Namun, karena tidak berhasil, semua anggota mengundurkan
diri secara sukarela dan damai, bukan paksaan aparat keamanan.
 
Kita tunggu tanggal 20 Mei untuk pergerakan seluruh mahasiswa Indonesia.
 
HIDUP REFORMASI.
 
***
 
Date: Fri, 15 May 1998 03:02:05 +0700
From: Wahyu Abdillah <why042@indosat.net.id>
To: apakabar@clark.net
Subject: IDEALISME, STRATEGI DAN WASPADA
 
IDEALISME, STRATEGI DAN WASPADA
 
Assalamu 'alaikum Wr.Wb.
Sebelumnya, atas nama pribadi saya turut merasa duka cita atas musibah
yang menimpa keluarga besar Universitas Trisakti, yaitu rekan-rekan
seperjuangan dalam menuntut reformasi.
 
Sangat di sayangkan, kenapa hal itu mesti terjadi. Akibat dari yang
namanya
emosi dan ketidak sabaran pihak ABRI dalam menanggapi aksi mahasiswa.
Perintah dari atasan untuk bertindak persuasif dan tegas disalah artikan
 
oknum-oknum ABRI, dan yang seharusnya hanya menggunakan gas air mata
dan peluru karet itupun kalau dalam keadaan terdesak ternyata
menggunakan
peluru tajam.
 
Setelah saya amati dari berbagai kejadian setelah aksi mahasiswa baik di
Medan sampai di Jakarta maupun di tempat-tempat lainnya, ada indikasi
bahwa ABRI yang pro pemerintah (ingat, ABRI ada yang pro pemerintah dan
ada yang pro reformasi, kita harus bisa bedakan itu) dengan sengaja
memancing kerusuhan. Seperti :
 
1. Di Medan, mahasiswa dari beberapa PTN dan PTS bentrok dengan petugas
setelah mereka melihat sendiri peristiwa pelecehan seksual terhadap rekan
wanita mereka, pemukulan mahasiswa oleh petugas dengan alasan yang tidak
jelas. Sedangkan pada pihak mahasiswa ada segelintir orang yang mempunyai
maksud dan tujuan tertentu menghasut untuk mengadakan perusakan. Sehingga
perjuangan murni mahasiswa menuntut reformasi bisa tercoreng apabila hal
ini telus berlanjut. 2. Di Jakarta, Univ. Trisakti, terjadi penembakan
mahasiswa dengan peluru tajam justru setelah mahasiswa berada di dalam
kampus. Sepertinya skenario tahun 1965/1966 terulang kembali, dimana
mahasiswa dikorbankan oleh pihak tertentu untuk melicinkan pengalihan
kekuasaan secepatnya (P. Soekarno ke P. Soeharto). Setelah itu mahasiswa
justru dilupakan dan dipersempit ruang geraknya. Contohnya : 1. Aturan
main PTN dan PTS, yaitu melarang segala jenis organisasi extrakurikuler
dalam kampus. 2. Organisasi Politik dilarang di dalam kampus 3. Melarang
Politik praktis dalam kampus 4. Dsb
 
Kemudian corong mahasiswa pada waktu itu seperti Abdul Gafur, Cosmas
Batubara, Harmoko naik ke pemerintahan. Namun apa yang terjadi pada mereka
? Yang dulunya menyuarakan mahasiswa ternyata sekarang adalah
pro-pemerintah, benalu masyarakat.
 
Jadi rekan-rekan seperjuangan, dengan melihat skenario tahun 1965/1966,
saya harapkan :
1. Kewaspadaannya terhadap kemungkinan ini, supaya di kemudian mahasiswa
tidak dibungkamkan lagi.
2. Mempertanyakan idealisme dari diri masing-masing, akankah seperti
Abdul Gafur, Cosmas Batubara, dan Harmoko ?
 
Sewaktu kuliah dulu, saya pernah menduduki jabatan di suatu jabatan pada
Senat Mahasiswa. Pada waktu pelantikan rektor saya memberikan kata
sambutannya. Ada cuplikan kalimat yang sangat menarik, bisa dijadikan
bahan renungan dan ada kaitannya dengan idealisme,
yaitu :
  "Bolehlah saudara-saudara sekarang menyuarakan dan mengatakan
saudara-saudara adalah idealis. Tetapi saya tantang saudara-saudara,
bisakah dan bagaimanakah saudara
mempertahankan idealis saudara setelah saudara tamat dan terjun ke dunia
nyata
atau menduduki jabatan tertentu."
 
3. Dan yang paling sangat disayangkan, kenapa kita mesti bentrok dengan
ABRI ? Kenapa tidak diajak untuk bekerjasama dalam mewujudkan reformasi ?
Apakah dari jajaran ABRI banyak yang menjadi anjing-anjingnya Soeharto ?
Tetapi dari semua pertanyaan itu, kalau bisa saya beri usul untuk mencari
dan mendata anggota ABRI yang bisa diajak kerjasama dan pro reformasi.
Diantara sekian banyak yang pro Soeharto, pasti ada yang pro reformasi.
Cari data-datanya dan hubungi dengan segera, apalagi tanggal main
pergerakan kita semakin dekat.
 
Selain itu, kita hargai perjuangan Soeharto dalam memberantas komunis,
karena kita tahu komunis adalah musuh setiap orang yang merasa beragama.
Tetapi, apakah mesti keluarganya hingga 7 keturunan disingkirkan dari
masyarakat ? Kita sama tahu dosa bapak ditanggung bapak, dosa anak
ditanggung anak. Tetapi doktrin dari pemerintah dan sikap masyarakat
membuat mereka tersingkir dari segenap kehidupan bermasyarakat. Dan
akibatnya, keturunan mereka tidak ada pilihan lain selain mengambil jalan
sama dengan orang tuanya alias balas dendam. Bukti-bukti sudah ada,
bahkan sudah memasuki dunia Cyber (Internet). Contonya : tulisan-tulisan
yang mendukung PKI DN.Aidit dan Kol. Latief pada INDONESIA-L, dari Sobron
Aidit (anak DN Aidit, mungkin) dan dari Berlandia@aol.net, tanggal 3 Mei
1998.
 
Untuk itu saya himbau kepada rekan mahasiswa seperjuangan untuk waspada
terhadap hal yang satu ini, supaya perjuangan rekan-rekan dalam menuntut
reformasi tetap murni dan tidak disusupi pihak-pihak yang berkepentingan.
 
Tetapi yang pasti kita mesti tetap menuntut reformasi dan mengadili
Soeharto (baca DOSA-DOSA Presiden $oeharto), serta mencegah antek-anteknya
yang sudah cuci tangan dan pura-pura jadi pahlawan menjadi pemimpin supaya
skenario tahun 1965/1966 tidak terulang kembali.
 
Satu hal lagi yang perlu diwaspadai adalah antek-antek Soeharto yang cuci
tangan setelah peristiwa berdarah di Universitas Trisakti. Mereka bisa
saja pura-pura menjadi pahlawan dalam arti lain buru-buru ambil sikap
supaya posisi mereka tidak terancam pada pemerintahan berikut (sekiranya
terjadi pengalihan kekuasaan) dan supaya tidak dimusuhi oleh mahasiswa.
Contohnya : Baru-baru ini Ketua-Ketua DPRD dari berbagai daerah telah
mengambil sikap yaitu mendukung reformasi. Padahal sebelumnya mereka telah
pilih orang yang sudah tidak layak lagi hidup di dunia menjadi pemimpin
negeri ini.
 
 
Oh ya, Saya dengar isu bahwa keluarga "raja" telah berada di luar negeri
dan P.Soeharto masih berada di CAIRO, Apa sepertinya mereka telah
mengetahui apa yang akan terjadi di Indonesia ............???,
jangan-jangan dia lari ke luar negeri karena (saya dengar isu lagi ...)
dia sudah mendapat suaka di Canada. Bagaimana langkah selanjutnya....?,
kita tidak akan puas sebelum mereka diadili dan dirampas kekayaannya untuk
menutupi devisa negara yang telah mereka curi.
 
 
Sekian saja dahulu, kalau mau disebar, sebarkan saja. Saya rasa baik
untuk
pemikiran rekan-rekan seperjuangan.
 
 
MATI $UHARTO .....!!!!
HIDUP MAHASISWA ....!!!!
HIDUP RAKYAT .........!!!!
HIDUP DEMOKRASI .......!!!
HIDUP REFORMASI ........!!!!
MERDEKA ................!!!!
 
 
 
Tertanda
 
Dari Yang Pernah Mahasiswa
 
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 14:02:30 -0500
From: Demokrasi Bersih Di Indonesia <krisis@bimamail.com>
To: <apakabar@clark.net>
Subject: Rektor Univ Andalas :"Saya anak Tukang gerobak, tidak takut dipecat....."
 
Pada tanggal 14 Mei 1998, jam 10.00 Wib s/d 12.30 WIB Senat Perguruan
Tinggi Mahasiswa Universitas Andalas kembali menggelar mimbar bebas yang
sangat didikung oleh Civitas Akademika Univ Andalas. Yang bertempat
Lapangan Upacara Universitas Andalas kampus Limau Manih Padang. Pada
mimbar bebas yang diikuti oleh ribuan mahasiswa Universitas Andalas ini,
dihadiri oleh Rektor dan dosen-dosen di Universitas Andalas. Pada
kesempatan pertama yang memberikan orasi adalah dosen yang bernama bpk
Tarmizi Husein dari Fakultas Hukum. Pada kesempatan kedua ibu Rani dari
fakultas FISIP Univ Andalas memberikan orasinya : Dalam orasi ini ibu
Rani mengatakan"bahwa penguasa sekarang masih keras kepala, sehingga
mengadu rakyat dengan aparat(ABRI). Kemudian pada kesempatan ke tiga bpk
dosen Rizal Fahmi, dengan memberikan orasi : Kita berjuang dengan jalan
Allah, Pemimpin kita saat ini telah salah arah. Karena pada mereka tidak
ditanamkannya keagamaan. Cai, mahasiswa sastra pada aksi mimbar bebas
yang bertemakan "kabung atas kepergian saudara kita dari univ tri sakti
ini" membacakan puisi " Dosa selasa Robot-robot bernyawa berlari laksana
kuda Memenuhi perintah sang kusir kereta Membutakan mata memekakan telinga
mengingkari nurani Pancasila
 
Peluru dan seragam itu
Tak dapat menghentikan rakyat mu
 
Langit tanah air ku, kembali kelabu
Ibu bangsapun terharu
Menangis pilu
Api reformasi masih akan terus berkobar dan berseru
 
Mata air pasti akan mengikis kepala batu
Selamat jalan saudaraku
Langkah mu tak'kan pernah berhenti
Semangatmu akan selalu menyertai Detak nadi bangsa ini.
 
Do'a masal yang dipimpin oleh bpk dosen Irza Arman, yang dipanjatkan untuk
kepergian saudara-saudara kita dari Universitas Tri Sakti. Tak
ketinggalan para karyawan Universitas Andalas pun memberikan orasinya
tentang hal demonstrasi yang akhir-akhir ini dilakukan oleh mahasiswa.
Kemudian bpk Saldi Isra dari fakultas hukum mengatakan : Beliau mengutuk
aksi yang dilakukan oleh aparat(ABRI) pada saudara-saudara kita. Hal ini
adalah melanggar HAM. Satu-satunya jalan untuk memperbaiki suasana dan
keadaan saat ini adalah sidang istimewa MPR. Pada saat PEMILU mendatang,
kita jangan lagi memilih GOLKAR. Karena keadaan saat ini adalah tanggung
jawab GOLKAR Kemudian pada aksi ini juga tampil "PIMPINAN TERTINGGI
UNIVERSITAS ANDALAS" rektor Universitas Andalas, bpk Prof.Dr.Marlis
Rachman.Msc. bpk rektor saat memberikan orasinya mengatakan bahwa :
CIVITAS AKADEMIKA BAIK NEGERI ATAUPUN SWASTA DI INDONESIA SANGAT MENGUTUK
ATAS KEJADIAN YANG MENIMPA MAHASISWA UNIVERSITAS TRI SAKTI. APARAT YANG
MAIN TEMBAK SAJA, SEHINGGA MENGAKIBATKAN KORBAN. dan pada saat bpk Rektor
ini memberikan orasinya, ada seorang mahasiswa menanyakan hal yang
berkaitan dengan pernyataan bpk rektor ini. Yang mendukung sepenuhnya
semua aksi yang diadakan oleh mahasiswanya, selagi aksi ini tidak ada
unsur penjarahan atau yang berabu sara. Mahasiswa tersebut menanayakan :
"APAKAH BAPAK TIDAK TAKUT MENGELUARKAN PERNYATAAN BAPAK TERSBUT ??? KALAU
SEANDAINYA BAPAK MENDAPAT RESIKO DI PECAT OLEH WIRANTO, KARENA
MENGELUARKAN SIKAP TERSEBUT ??? DENGAN TENANG bpk rektor menjawab, "SAYA
INI DULUNYA ANAK TUKANG GEROBAK, SAYA SUDAH TERBIASA SUSAH. SAYA TIDAK
TAKUT DI PECAT". DAN SAYA SEBAGAI REKTOR, MENDUKUNG DEMONSTRASI DAN
AKSI-AKSI PARA MAHASISWA UNIVERSITAS ANDALAS, SELAMA HAL-HAL YANG
DILAKUKAN TIDAK BERBAU PENJARAHAN DAN SARA. Para ribuan mahasiswa yang
menghadiri aksi mimbar bebas dan sekaligus berkabung ini memberikan tempuk
tangan dan teriakan "HIDUP REKTOR" Pada acara ini, keadaan di kampus
dalam keadaan hujan, tetapi Rektor, dosen, dan mahasiswa yang meninggalkan
lokasi mimbar bebas dan Aksi Berkabung ini. Malahan bpk Rektor ketika
diberika Payung, malah menolak menerima payung tersebut. Dan semua peserta
aksi berkabung dan mimbar bebas ini berhujan-hujanan.
 
Kemudian dosen dari FMIPA yang bernama Dr.Ardinis Arbain memberika
orasinya : Beliau mengajak mahasiswa untuk menuntut reforamasi dan sangat
mendukung aksi-aksi mahasiswanya. Setelah itu Dekan Fakultas Ekonomi,
Prof.Safrizal.MA memberikan orasinya : "Perjuang Mahasiswa adalah
Perjuangan Rakyat. Kita harus menghapuskan KKN(Korupsi, Kolusi, dan
Nepotisme). Saya juga mengucapkan bela sungkawa atas musibah yang menimpa
mahasiswa Universitas Tri Sakti. Dan saya sangat mendukuung seluruh aksi
mahasiswa, dan khususnya mahasiswa Universitas Andalas. Dan Akhir kata
saya ingin mengucapkan "Lanjutkanlah perjuangan Reforamasi ini".
 
Pada akhir acara ini para peserta "BERKABUNG DAN MIMBAR BEBAS " ini
menyanyikan lagu gugur bunga yang dipersembahkan untuk para pejuang
reforamasi yang telah meninggal(MAHASISWA TRI SAKTI).
Dan kemudian mengadakan sholat Ghaib(jenazah) serta mendoakan para
pejuang reformasi yang telah meninggalkan kita semua.
 
 
Kirimkan berita demo, saran serta kritikan anda ke
 "TEAM PEMBERITAAN KAMI"
krisis@bimamail.com
kampuang@bimamail.com
 
Dan kunjungi Homepage kami(dalam pembangunana)
http://members.tripod.com/~ProDemokrasi
 
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 14:00:35 -0500
From: Demokrasi Bersih Di Indonesia <krisis@bimamail.com>
To: <apakabar@clark.net>
Subject: AKSI BERKABUNG DAN MIMBAR BEBAS MAHASISWA UNIVERSITAS ANDALAS
 
        PERNYATAAN SIKAP
                        MAHASISWA UNIVERSITAS ANDALAS
                TENTANG MUSIBAH TRI SAKTI DAN KESIMPULAN ISU-ISU
 
Dengan semakin meningkatnya dinamika mahasiswa dalam menyuarakan
agenda REFORMASI dan respon pemerintah yang tidak sedikitpun
menunjukkan tanda-tanda diakomodirnya keinginan rakyat tersebut malah
organsi kekuasaan semakin jelas dipertontonkan sehingga menghasilkan
akses-akses yang tidak diinginkan oleh semua pihak.
Ekses negatif yang timbul tidak saja dalam bentuk material tapi juga
telah banyak memakan korban jiwa seperti musibah yang menimpa kawan-
kawan kita di Univ Tri Sakti Jakarta, apakah ini pertanda semakin
suramnya kehidupan demokrasi di Indonesia ??
Perlu dipertegas kembali bahwa semua lapisan masyarakat sudah mulai
bergabung dengan mahasiswa untuk menegakkan apa yg menjadi hak mereka
dengan kata lain gerakan mahasiswa sudah mendapat simpati masyarakat
luas.
Mencermati hal-hal diatas maka kami mahasiswa Universitas Andalas
menyatakan sikap :
1. Ikut berduka cita dan belasungkawa atas gugurnya saudara-saudara
kami mahasiswa Univ Tri Sakti.
2.Mengecam dan mengutuk perlakuan aparat keamanan dalam menangani
Aksi Keprihatinan mahasiswa Univ Tri Sakti tanggal 12 Mei 1998,
sehingga mengakibatkan gugurnya beberapa mahasiswa Univ Tri Sakti.
3. Mendesak pihak-pihak yang berwenang untuk mengusut dan mengungkap
kasus ini scr tuntas dan transparan.
4. Menghimbau kepada rekan-rekan mahasiswa untuk tetap melanjutkan
perjuangan menegakkan kedaulatan rakyat dan kebenaran.
5. Menghimbau kepada masyarakat luas untuk tidak terpancing isu-isu
dan kegiatan-kegiatan yang menmanfaatkan aksi-aksi mahasiswa untuk
kepentingan tertentu.
 
Kirimkan berita demo, saran serta kritikan anda ke
 "TEAM PEMBERITAAN KAMI"
krisis@bimamail.com
kampuang@bimamail.com
 
Dan kunjungi Homepage kami(dalam pembangunana)
http://members.tripod.com/~ProDemokrasi
 
***
 
From: kmpprl@iname.com
Date: Thu, 14 May 1998 14:52:26 -0400 (EDT)
To: apakabar@clark.net
 
KRONOLOGIS AKSI YANG DIPELOPORI OLEH KMPPRL TERGABUNG BERBAGAI KAMPUS DARI
UNILA, UBL, AMIK, IAIN RADEN INTAN, ABA-YUNISLA, A2L, STIE, UML, UMM,
STIMIK, AMIK DARMA JAYA dan lain-lain
 
Aksi keprihatinan atas gugurnya 6 Mahasiswa Universitas Trisakti di
Jakarta dan aksi turunkan Soeharto, kembali digelar di Lampung. Aksi yang
diikuti sekitar 20.000 massa telah memblokade Jl. Zainal Abidin Pagar
Alam. Seperti biasa militer telah siaga di setiap suduk kota, bahkan di
pusat pertokoan telah diletakan pasukan dari batalyon Candimas, dan
Batalyon kompi senapan A Gedungtatan serta pasukan Marinir. Pasukan dari
Brimob yang telah siaga sejak pukul 08.40 wib telah diletakan di depan
kampus UBL dan
 didepan kampus Unila yang dibantu dari pasukan baret hijau Korem 043
Garuda Hitam yang bersenjata lengkap ditambah dengan 2 buah mobil pemadam
kebakaran. Aksi yang berlangsung ditengah guyuran hujan telah menduduki
jalan Zainal Abidin Pagar Alam selama 5
 jam. Uangkapan belasungkawa bukan hanya dari mahasiswa, tetapi dikampus
UBL datang dari para dosen, satpam serta staff yang langsung turun
memberikan aksi dan menjaga keamanan seperti Dosen; Yusuf Sulfarano, Drs.
Dadang Priya! tna,Ms.i, Hendri Dunan, SE, Ir. Junardi, Ir. Imam, dll.
sedangkan di kampus Unila ikut memberikan orasi yang telah membentuk wadah
dosen yang bernama Dosen Pendukung Aksi Mahasiswa untuk Reformasi yang
berjumlah 21 dosen. Sedangkan dari Pedagang, pelajar dan pemuda juga
bergabung mengikuti aksi belasungkawa, dan menuntut SoehartoTurun.Aksi
massa yang semapt menduduki jalan raya selama 5 jalam dengan pembakaran
ban-ban bekas dan satu buah meja didepan kampus UBL. Pasukan militer dari
berbagai kesatuan mulai tegang melihat asap mengepul diudara bahkan
saat-saat aksi seorang perwira militer dari kepolisian menatang Ketua
Senat Mahasiswa UBL Muhammad Fuad "hai, kamu kalau mau bakar-bakaran,
perang atau pertumpahan da rah ayo kita mulai" ujar perwira polisi
tersebut. Demikian ungkapan seorang polisi yang disinyalir Kapolda
Lampung. Kolonel Gendro. Tapi mahasiswa tidak terpancing oleh omongan
orang sinting tersebut. Bahkan ada yang mengejek-ejek kepada PHH yang
telah b erlapis-lapis sekitar 10 lapis.
 
Disaat aksi dorong-dorongan didepan kampus UBL salah seorang peserta aksi
dari Unila Fak. Pertanian terjatuh dan pecah kepala belakang, langsung
muntah-muntah ditempat.
 
Pukul: 9.00
Aksi secara serempak dibuka di masing-masing kampus di Bandar Lampung;
 
· Aksi Keluarga mahasiswa UBL mengelar aksinya di lapangan gedung E (Fak.
Teknik UBL).
· Aksi keluarga mahasiswa Unila dibuka di halaman Fisip
· Aksi keluarga mahasiswa IAIN Raden Intan Lampung dibuka di perapatan
jalan antara fak. Tarbiyah dan Fak Ushuluddin.
· Aksi Keluarga Mahasiswa A2L dan STIEL Lampung menmbuka aksi di kampus nya.
· Aksi Keluar ga Mahasiswa ABA
· Aksi Keluarga Mahasiswa AMIK Mitra Lampung.
· dan lain-lain,
 
Dimasing-masing kampus seperti biasanya diisi orasi, pembacaan pusi dan
menyanyikan lagu-lagi perjuangan serta yal-yal Perjuangan dan Tuntutan.
lagu-lagu
 
· Lagu Indonesia Raya
· Lagu darah juang
 Lagu Gugur Bunga
 Yel-yel
· Lagu Maju Tak Gentar
· Hidup Rakyat, hidup Mahasiswa
· Hidup Reformasi
· Reformasi atau Mati
· Hidup Pahlawan Reformasi
· Turunkan Soeharto
· Gantung Soeharto
· Turunkan Harga
· Pemilu Ulang
 
Pukul 9.24
 
Kampus Universitas Muhammadiyah Lampung yang berseberangan dengan kampus
UBL mulai berdatangan bergabung yang diikuti oleh massa rakyat masuk
kedalam kampus UBL yang sedang melakukan aksi.kedatangan mahasiswa UML dan
rakyat disambut massa dari kampus UBL dengan teriakan ‘TURUNKAN SOEHARTO",
"REFORMASI ATAU MATI",
 
Pukul 9.57
 
Massa Aksi telah berkumpul tumpah di jalan raya - Jalan Zaenal Abidin
Pagar Alam- jalan utama yang menhubungkan Tanjung Karang dan Raja basa.
Massa yang demikian banyak sekitar 5000 memadati setiap ruas jalan.
sedangkan pasukan anti huru hara telah memblo kade jalan raya tepat
didepan SMA Kartini yang bersebelahan dengan kampus UBL.Disaat aksi sedang
dimemanas datang dan turut bergabung 200 masa Aksi dari kampus A2L dan
STIE yang melakukan Long March dari kampus A2L dan STIE menuju kampus UBL.
Mahasiswa ST IE dan A2L juga disambut massa dengan yel-yel Turunkan
Soeharto. Dengan demikian masa bertambah banyak, jadi sekitar 5200 masa
berkumpul berbaur di ruas jalan Utama - Persis di depan Kampus
UBL.penagaan semakin ketat. bahkan militer telah menyiagakan sem ua
peralatan untuk membubarkan massa Kian banyak masa Aksi dan kian panas dan
semangat, sehingga teriakan mega pon hampir-hampir tidak terdengar,
Yel-tel perjuangan dan Tuntutan terus diterikan. Lagu Gugur Bunga,
mengawali aksi dan membuat haru massa aksi yang telah siap bentrok dengan
pasuk an antihuru hara yang meblokade jalan raya.
 
Pukul 10,00
 
Massa Aksi telah siap untuk berangkat melakukan Long March menuju kampus
Unila untuk menjemput massa Aksi yang ada di Unila -tetapi terhadap oleh
pasukan anti huru-hara, akhirnya terjadi dorong-dorongan antara peserta
aksi dengan PHH, karena bentrokan/do rong-dorongan terjadi menarik
perhatian masyarakat, massa semakin meningkat menjadi sekitar 7000.
Setelah menjebol blokade militer peserta aksi bersorak sorai langsung
menuju kampus Unila untuk bergabung dengan berbagai Mahasiswa termasuk
mahasiswa UMM (U niversitas Muhamadiyyah Metro) yang telah menunggu. Masa
Aksi Long march ini sekitar 7000 masa melakukan perjalanan Long march
f=dan semakin membengkak terutama dari mahasiswa STIMIK, mahasiswa DCC dan
juga masa rakyat pemuda dan pelajar yang menunggu di pingir jalan utama
(Jalan Zaenal Abidin). Selama dalam perjalan Long March ini dikawal ketat
oleh aparat keamanan yang lengkap dengan tameng, pentingan dan sejata yang
berlaras panjang.
 
Pukul 10.18
 
turun Hujan - Hujan ini cukup deras dan lama - tapi tida membuyarkan masa
Aksi. Masa Aksi tetap berjalan sesuai komando- satu Aksi satu komando.
puluhan ribu massa yang telah tumpah dijalan terus meneriakan Turunkan
Soeharto, "Rakyat bersatu takan terkala hkan", "mati satu tumbuh seribu"
dll
 
Pukul 10. 30.
 
Masa Aksi dari UBL sampai di perempatan gerbang utama Unila - sementara
Hujan semakin deras - masa Aksi berhenti. Sebagian mahasiswa - tim
negosiasi menuju kampus Unila untuk negosiasi dengan Masa Aksi Yang ada di
Unila. Sementara Masa Aksi yang dari Unila sedang menuju gerbang utama
unila atau jalan utama - Jl Zaenal Abidin. sedangkan pasukan keamanan
telah siaga didepan museum lampung. dan memasang padar kawat pembatas
peserta aksi tetapi pagar kawat militer diangkat d an dibuang dalam
selokan oleh massa. peserta aksi yang dari kampus UBL yang paling terdepan
telah memasuki gerbang kampus sendangkan massa yang dibelakang masih
memadati jalan raya.
 
Pukul 10. 40
 
Massa Aksi bertemu dan berbaur menjadi satu di gerbang utama atau di
perempatan Unila antara massa Aksi dari UBL dengan Massa Aksi dari Unila.
Massa Aksi dari Unila ini berjumlah lebih dari 10.000 masa. Dengan
bersatunya massa aksi maka, kini massa Aksi b erjumlah sekitar 11.500.
Yel-yel perjuangan dan tuntutan terus diteriakan. Semetara ratusan aparat
keamanan dari berbagai satuan telah memblokir kedua jalur jalan. Disini
terjadi dorong-dorongan dengan antara massa aksi dengan aparat yang
kemudian terjadilan negosiasi yang hasilnya dapat disepakati bahwa masa
aksi boleh Long March menuju UBL kembali. Massa kemabli kekampus UBL
setelah militer kocar kacir ditembus massa.
 
 
Pukul 11.00
 
Masa aksi balik lagi melakukan Long March menuju UBL dengan mengunakan
jalur jalan sebelah kanan, jadi massa yang tadinya berada dibelakang
berubah arah menjadi massa yang terdepan dengan mengunakan jalur yang
sama. Seluruh jalan hanya di penuhi massa aks i, karena kendaraan umum
maupun kendaraan pribadi tidak ada yang berani masuk - disamping juga di
larang Aparat keamanan. karena di peremaptan Jl. Sultan Agung telah
dibokir militer serta jalan di terminal Rajabasa. Sementara hujan tambah
semakin deras tidak membuat mahasiswa mahasiswi serta rakyat yang
bergabung mundur, ditengah hujan deras massa semakin berani. Dalam
perjalan Long March ini yel-yel yang diteriakan adalah Turunkan Soeharto
dan Gantung Soeharto.
   
 
Pukul 11.30
Masa Aksi tiba di depan kampus UBL dan sementara aparat keamanan telah memblokir kedua jalur jalan menuju Tanjung Karang. Pagar betis Aparat ini sekitar 10 lapis dari satuan Brimob dan ditambah satuan-satuan lain yang siaga dengan senjatanya yang laras p
 
anjang. Sehingga masa Aksi terhenti pas di depan kampus UBL.bahkan selama perjalannan massa semakin banyak bergabung.
 
Pukul 11.35
 
Datang masa aksi dari Mahasiswa IAIN Raden Intan Lampung sekitar 300
orang. Mahasiswa IAIN ini sebelumnya melaksanakan Sholat Jenajah (Gaib)
bagi para pahlawab Reformasi di Kampus IAIN Sukarame. Sholat Jenajah yang
diimami oleh Bary Mursyid (dosen Fak. Syari’ah) dan khotib Agung M. Iqbal
(Mhs. fak Ushuluddin). Setelah melakukan S holat Gaib, Mahasiswa IAIN
berangkat ke Labuhan Ratu dan selanjutnya bergabung dengan masa Aksi di
UBL.
 
Pukul 11. 40
 
Tiba bergabung ratusan masa Aksi dari mahsiswa AMIK Mitra Lampung.
Seperti biasa sebelum bergabung masa aksi ini menggelar Mimbar Bebas di
kampus AMIK. Dan untuk menuju UBL yang jaraknya sekitar 1 Km mahasiswa
AMIK melakukan Long March.
 
Pukul 11.45
 
Ada bergabung juga ratusan masa Aksi dari Mahasiswa ABA-YUNISLA.
Kedatangan Masa Aksi dari berbagai kampus ini membuat Aksi semakin meriah
dan hangat walaupun hujan tetap belum reda. Mimbar bebas dengan berbagai
orasi dan yel-yel terus diberikan dan diteriakan. sedangkan massa yng
terdepan telah melakukan dorong-dorong an dengan militer, bentrok fisik
tidak terhindari lagi, bahkan salah satu mahasiswa Unila Fak.Pertanian
terjatuh keaspal dan pecah kepala belakang. Sementara tim negosiasi
melakukan negosiasi dengan parat keamanan agar diberikan jalan keluar
untuk menuju Gedung DPR. tetepai militer tetap bertahan dan tidak
memberikan jalan sedikitpun.
 
Pukul 12.00
 
Tim negosiasi mendapat janji bahwa aparat keamanan siap mendatangkan
anggota DPR ke arena Aksi.
 
Pukul 12.30 Anggota DPR Kadarsyah Ikhsan (Ketua Komisi E) dan Edi Sutrisno
tiba di lokasi Aksi dan selanjutnya Edi Sutrisno memberikan Orasi. namun
orasinya tidak disambut hangat oleh peserta Aksi, bahkan peserta aksi
tidak simpati kepada anggota DPR tersebut.bahkan massa meneriakan
"bubarkan DPR"
 
Pukul 01.06 Ada pembacaan Sumpah Rakyat yang diikuti oleh semua Peserta
Aksi. yel-yel Gantung Soeharto terus diteriakan. Ada mengheningkan cipta
untuk para Pahlawan Reformasi yang dibarengi dengan lagu Gugur Bunga.
 
Pukul 01.27 Aksi secara resmi di tutup. Namun masa yang ribuan tersebut
tidak juga membubarkan diri begitu juga aparat keamanan. Masa Aksi duduku
di trotoar jalan dan begitu juga aparat. Dan ada sekali-kali massa Aksi
mencemooh aparat dengan teriakan. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh masa
Aksi Mahasiswa IAIN Raden Intan untuk berkumpul kembali dan menuruskan
dengan Aksi Tahlillan untuk para Pahlawan Reformasi. Tahlillan ini
digelar dihalaman Kantor Pusat (Rektorat) IAIN Radem Intan yang
bersampingangan dengan kampus UBL. Terlihat ratusan mahasiswa IAIN dan
ada masa Aksi lainnya yang turut bergabung melakukan tahlillan dengan
khusu. Prosesi ini dimulai dengan pembacaan Khadarah, pembacaan surat Al
Fatehah dan diteruskan dengan pembacaan surat-surat pendek lainnya serta
tidak ketingglan pembacaan ayat Kursi. Kemudian diakhiri dengan do’a bagi
Almarhum dan keluarganya. selanjutnya ditutup dengan Hamdallah (pukul
14.30)
  
Pukul 13.40 Massa yang masih berkumpul didepan kampus UBL dijalan Zaenal
Abidin yang diduduki selama 5 jam tersebut sempat membakar beberapa ban
bekas dan satu meja, yang menimbulkan asap hitam mengepul keangkasa.
karena massa tidak ingin bubar sebelum militer mundur . Tapi karena
demikian banyaknya masa maka massa tetap saja banyak yang masih berkumpul
di trotoar jalan dan ada sebagian masuk ke Kampus UBL.
 
Pukul 14.58 Massa telah hampir sepi dan sekitar 1000 aparat baru
mengudurkan diri dengan masing-masing satuanya. Kemudian masa pun bubar
dari jalanan.
 
Pukul 15.00
Baru jalan sepi dan kendaraan baru mulai masuk mengangkut penumpang.
 
NB:
Dengan adanya aksi ini otomatis jalur Tanjung Karang - Raja Basa macet total, bahkan tidak satu pun terlihat kendaraan baik kedaraan umum maupun kendaraan pribadi. Kejadian ini belanhsung sikitar 5 jam dari pukul 10.00 s/d 15.00. dipusat pertokan di Banda
 
r lampung seluruhnya tutup karena mereka takut terjadi kerusuhan.
 
Dan selamat berjumpa diaksi-aksi selanjutnya.
 
***
 
From: "Erwin" <win2041@bdg.centrin.net.id>
To: apakabar@clark.net
Subject: ParaHyangan Stop Press, 15 Mei 1998
Date: Fri, 15 May 1998 01:47:58 +0700
 
===============================================
ParaHyangan Stop Press
http://student.unpar.ac.id/parahyangan-online/
===============================================
Edisi 15 Mei 1998
-----------------------------------------------
 
Long March Mahasiswa Unpar, 14 Mei 1998
SUKSES, AMAN, DAN SIMPATIK
----------------------------------------------------------------------------
 
 
Pertama kali dalam sejarah, ribuan mahasiswa Unpar sukses menggelar Long
March.
----------------------------------------------------------------------------
 
 
 
Adanya anggapan bila aksi mahasiswa turun ke jalan akan memicu kerusuhan
dan memakan korban, ternyata dibantah oleh ribuan mahasiswa Unpar. Mereka
membuktikannya kemarin sore, usai menghadiri mimbar akbar mahasiswa di
halaman Gedung Sate. Mereka mulai berjalan dengan membentuk barisan
sepanjang 100 meter. Tujuannya tak tanggung-tanggung, pulang ke Kampus
Ciumbuleuit yang kurang lebih 5 km jaraknya.
 
Dengan kawalan ketat dari satgas, mahasiswa Unpar dan beberapa personil
Dalmas Polwiltabes Bandung, rombongan long march melewati beberapa jalan
utama di Bandung. Seperti Jl. Surapati, Jl. Juanda (Dago), Jalan Siliwangi
hingga Jl. Ciumbuleuit.
 
Meski sempat menimbulkan kemacetan, rombongan long march tidak mengundang
kerusuhan sedikit pun. Malah, rombongan mendapat simpati dan sambutan yang
hangat dari masyarakat baik yang menonton dari pinggir jalan maupun yang
sedang berkendara. Sambutannya berupa kepalan tangan ke atas dan meniru
sorakan reformasi yang didengungkan rombongan. Banyaknya simpati dan
sambutan itu setidaknya mengobati rombongan long march – diikuti juga oleh
beberapa dosen Unpar – yang mulai kelelahan di sepanjang Jl. Siliwangi dan
Jl. Ciumbuleuit.
 
Sebelum melakukan long march, pagi jam 10:00 WIB dilakukan penggalangan
massa mahasiswa oleh satgas aksi di Kampus Ciumbuleuit, tepatnya di
lapangan parkir rektorat. Namun selama setengah jam, satgas aksi masih
sibuk mengajak mahasiswa yang masih "berteduh" di plaza dan di gedung
kampus agar bergabung dengan massa aksi yang masih puluhan orang walau
harus berjemur ria. Namun hal itu tidak mengganggu orasi yang diberikan
beberapa mahasiswa dan dosen. Malah seorang mahasiswi berseru, "Jangan
pikir bisa jadi sarjana kalau reformasi belum ada."
 
Namun massa mulai membludak begitu Sabam Sirait - anggota PDI Perjuangan –
tiba dan tak lama kemudian memberi orasi selama 45 menit yang didengar
antusias oleh massa. Lalu, Pak Dede – mantan penjual pisang keju yang
merasakan getirnya krisis ekonomi – yang menggugah massa. Ia merasa bahwa
rakyat seperti dia dipinggirkan oleh pemerintah. "Saya merasa takut sekali
ketika mendaftar sekolah ditanya ‘punya uang berapa?’ Selalu ditanya uang.
Tidak ada uang, tidak sekolah. Lalu kapan mau pintar?" keluhnya.
 
Selanjutnya seorang mahasiswa Fakultas Filsafat dan seorang mahasiswa ITB
mendapat sambutan gemuruh ketika masing-masing membacakan "Panca Dosa" dan
"Proklamasi Kedua". Setelah itu tepat jam 12:00 WIB diadakan hening cipta
disertai raungan sirene selama 5 menit mengenang korban-korban reformasi
(terakhir di Tri Sakti) yang gugur di medan aksi. Selama orasi, nampak
tidak satupun aparat keamanan yang beseragam berjaga-jaga di sekitar
kampus.
 
Setelah sebagian massa yang muslim mengadakan sholat di lapangan parkir
rektorat, maka massa mulai bersiap-siap bergabung dengan mimbar akbar
mahasiswa di halaman Gedung Sate. Dengan diangkut 8 truk dan 2 bus dari
aparat keamanan, 20 mobil angkot ditambah beberapa mobil pribadi dan sepeda
motor dengan kawalan beberapa aparat, maka massa mahasiswa Unpar yang sudah
mencapai ribuan mulai bergerak ke halaman Gedung Sate jam 13:20 WIB.
 
Selama perjalanan, sambil menyanyikan lagu perjuangan dan pekikan reformasi
– termasuk pekikan gantung Soeharto – rombongan mendapat aplaus dan
sambutan yang hangat dari masyarakat di pinggir jalan. Lima belas menit
kemudian rombongan turun di sebelah gedung Pertamina dan secara tertib
bergerak ke lapangan Gasibu - berseberangan dengan halaman Gedung Sate yang
sudah penuh sesak oleh puluhan ribu massa dari berbagai perguruan tinggi di
Bandung.
 
Selama satu setengah jam massa Unpar bergabung dengan massa universitas
lain di lapangan Gasibu. Walau sempat diguyur hujan selama 10 menit, namun
tidak membubarkan rombongan Unpar. Tepat jam 15:00 WIB, rombongan Unpar
didaulat untuk "berparade" di halaman Gedung Sate yang disambut sangat
meriah oleh massa yang sudah berkumpul di situ. Di sebelah Gedung Sate
terdapat Gedung DPRD yang telah "diduduki" mahasiswa sampai di atas genteng
sejak 2 hari terakhir.
 
Setengah jam kemudian, rombongan Unpar meninggalkan lokasi dan bergerak
kembali ke kampus. Setelah terjadi negosiasi dengan aparat keamanan – yang
berubah 180o menjadi kooperatif dan simpatik – maka rombongan Unpar
diijinkan melakukan long march yang bersejarah itu. Dengan tertib mereka
tak kenal lelah berjalan sambil bernyanyi sesekali memekikan teriakan
"Hidup Reformasi". Beberapa polisi yang mengawal mereka tampak selalu
tersenyum setiap digoda dan setiap polisi yang dijumpai, berjabat tangan
sembari menerima pemberian bunga dari rombongan.
 
Ketika melewati Jl. Siliwangi sempat terbetik kabar bahwa Soeharto sudah
turun. Kontan isu tersebut diterima emosional oleh rombongan. Akibatnya
lagu "Sorak Sorai Bergembira" kembali dilantunkan secara lantang. Beberapa
mahasiswa bahkan terlanjur memberitahukan kabar yang belum tentu benar itu
kepada pengemudi-pengemudi kendaraan yang melewati mereka.
 
Jam 17:00 WIB rombongan mulai memasuki Kampus Ciumbuleuit dan segera
mendatangi wartel dan pos satpam yang mempunyai TV untuk memastikan
kebenaran isu tersebut dari siaran berita AN-teve dan SCTV. Di lapangan
parkir rektorat juga tersedia TV yang disiapkan oleh satgas. Namun ketika
isu tersebut belum benar, timbul kekecewaan dari beberapa mahasiswa.
Sehingga lucunya, salam reformasi yang biasa didengungkan mahasiswa ketika
bertemu dengan temannya mendadak berubah menjadi "Salam Gantung". (Shita,
Erwin, Renee/rra)
-------------------------------------------------
 
 
Sabam Sirait
TIDAK PERCAYA SEBELUM SOEHARTO BENAR-BENAR TURUN
-------------------------------------------------
Tidak percuma bila ia dielu-elukan massa mahasiswa Unpar sejak
kedatangannya di Kampus Ciumbuleuit. Mantan anggota DPR ini dalam orasinya
menyatakan, bahwa ia identik dengan Thomas (salah satu murid Yesus).
"Karena saya baru percaya dia (Soeharto) mundur, kalau dia betul-betul
mundur jadi presiden," tegasnya yang disambut meriah oleh massa. Ia merasa
tidak yakin karena pada tahun 1988 Soeharto di depan SU-MPR ia menyatakan
inilah terakhir kalinya dilantik sebagai presiden. "Itu tahun 1988,
sekarang tahun berapa?" tanyanya yang disambut gelak tawa mahasiswa. "Ada
yang mengatakan dia tidak akan mundur, (jadi) dia harus dimundurkan dari
kursi presiden," lanjutnya.
 
Kemudian pendukung PDI Perjuangan (Megawati) itu percaya bahwa dari 200
juta rakyat Indonesia pasti ada presiden yang lebih baik dari Soekarno dan
Soeharto. Akhirnya menurutnya tidak rasional bila presiden sampai menjabat
lebih dari 30 tahun karena dianggapnya sudah tidak kreatif. "Orang yang
menjadi direktur rumah sakit pun tidak boleh lebih dari 10 tahun, bahkan
menjadi rektor unpar pun tidak boleh terlalu lama," tegasnya yang langsung
"di-iyakan" oleh massa. Menurutnya para founding fathers seperti Bung Karno
dan Bung Hatta pun tidak ingin berlama-lama menjadi presiden.
 
Mengenai tindakan represif dan sadis dari aparat keamanan dalam hal ini
ABRI, Sabam melihatnya sebagai suatu hal yang bertentangan dengan esensi
terbentuknya ABRI yang berjanji melindungi rakyat, termasuk mahasiswa."
Kalau ABRI tidak melindungi rakyat, berarti menghianati sejarah berdirinya
ABRI,"tegasnya.
 
Ketika diminta komentarnya oleh reporter ParaHyangan tentang pernyataan
Habibie bila MPR mengadakan sidang umum istimewa berarti melecehkan
demokrasi,"Barangkali dia (Habibie) nggak ngerti demokrasi itu apa. Dia
harus belajar penjelasan UUD’45, sama seperti Bob Hasan," jelasnya. (rra)
 
----------------------------------------------------------------------------
 
 
 
Seluruh Pengurus Majalah ParaHyangan Menyampaikan Bela Sungkawa dan
Keprihatinan Mendalam atas Meninggalnya Sejumlah Mahasiswa dalam Insiden di
Trisakti, 12 Mei 1998.
----------------------------------------------------------------------------
 
 
 
---------------------------------------------------
ParaHyangan Stop Press diterbitkan oleh:
ParaHyangan - Komunikasi Intelektualitas Mahasiswa
---------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------
Dari redaksi:
Sedianya, berita pada edisi telah dapat hadir di site ParaHyangan Online,
namun, karena masalah teknis, maka berita ini baru akan hadir di
ParaHyangan Online paling cepat sore hari ini, dengan foto-foto bila
memungkinkan. Sedangkan berita ParaHyangan Stop Press edisi-edisi
sebelumnya dapat dilihat melalui
http://student.unpar.ac.id/parahyangan-online/.
--------------------------------------------------------------------------
 
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 13:02:17 -0500
From: Demokrasi Bersih Di Indonesia <krisis@bimamail.com>
To: <apakabar@clark.net>
Subject: Aksi mogok Makan Mahasiswa Univ Andalas
 
Mahasiswa Universitas Andalas angakatan 92
yang bernama :RINOLD THAMRIN
Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi, mengadakan aksi mogok makan,
setelah mendengarkan kejadiaan pada tanggal 12 Mei 1998. Yang
menewaskan mahasiswa Universitas Tri Sakti.
Dengan Misi:
1. Minta Statmen dan jaminan Menhankam/Pangab bahwa , Aksi-aksi
mahasiswa Indonesia dalam menyuarakan aspirasi rakyat tdk akan
ditanggapi dengan aksi penembakan dan sadisme.
2. Meminta ABRI menghargai Mahasiswa dan HAM
3. Mengutuk sedalam-dalamnya aksi-aksi aparat yang tidak manusiawi
4. turut bela sungkawa atas gugurnya suhada bangsa, kawan-kawan di
Univ Tri Sakti.
 
Kirimkan berita demo, saran serta kritikan anda ke
 "TEAM PEMBERITAAN KAMI"
krisis@bimamail.com
kampuang@bimamail.com
 
Dan kunjungi Homepage kami(dalam pembangunana)
http://members.tripod.com/~ProDemokrasi
 
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 21:20:40 +0700
To: apakabar@clark.net
From: "Prof. M. Sadli" <sadli@pacific.net.id>
Subject: Pernyataan Staf Pengajar UI
 
 
                       PERNYATAAN BERKABUNG
 
Kami para Staf Pengajar Universitas Indonesia mengutuk penembakan oleh
anggota ABRI yang telah mengakibatkan tewasnya 6 orang mahasiswa
Universitas Trisakti dan mengakibatkan lebih dari 10 orang luka-luka pada
peristewa unjuk rasa damai hari Selasa 12 Mei 1998.
 
Beban tanggungjawab atas kematian para mahasiswa ini berada di tangan
seluruh jajaran ABRI dan pemerintah. Kami menuntut pimpinan ABRI dan
pemerintah untuk membentuk KOMISI PENYELIDIK INDEPENDEN yang terdiri dari
unsur ABRI, Universitas Trisakti, KOMNASHAM, DPR dan LSM untuk melakukan
penyidikan menyeluruh dan tuntas terhadap fakta terjadinya pelanggaran
hukum dan hak azasi manusia. Hasil penyidikan harus disebarluaskan secara
jujur dan transparan kepada masyarakat luas.
 
Kami juga menuntut dikenakannya sanksi yang setimpal kepada pelaku maupun
jajaran komando yang memimpin operasi pengamanan di kampus Trisakti.
 
Dengan dukacita yang mendalam kami menyatakan HARI BERKABUNG selama tiga
hari sejak 14 Mei 1998 sampai 16 Mei 1998. Selama masa berkabung tersebut
kami tidak akan melakukan perkuliahan.
 
Kami Staf Pengajar Universitas Indonesia tetap mendukung aksi dan gerakan
mahasiswa yang memperjuangkan demokrasi di Indonesia. gerakan ini
merupakan gerakan yang murni, membawakan aspirasi rakyat dan konstitusional.
 
 
Staf Pengajar Universitas Indonesia.
 
=====================
 
                      PERNYATAAN 14 MEI 1998
 
Setelah memperhatikan aspirasi rakyat serta mengingat situasi yang semakin
memburuk dan tidak terkendalikan lagi, maka kami para Staf Pengajar
Universitas Indonesia dengan ini menyatakan:
 
1. Menyambut baik kesediaan Soeharto untuk mengundurkan diri dari jabatan
Presiden dan mendesak agar dilaksanakan dalam waktu sesingkat-singkatnya.
 
2. Demi persatuan dan kesatuan bangsa agar kita semua menegakkan
ketenteraman dan ketertiban.
 
Jakarta, 14 Mei 1998
 
Atas Nama Staf Pengajar Universitas Indonesia.
 
=============================================
 
           PEMBENTUKAN DAN SERUAN MAJELIS AMANAT RAKYAT
 
Memperhatikan perkembangan di seluruh tanah air yang semakin memprihatinkan
dengan terjadinya letupan-letupan protes dan kemarahan masal terhadap
keadaan dan khususnya terhadap pemerintah sehingga menyebabkan jatuhnya
korban jiwa dan harta benda, maka pada tanggal 14 Mei 1998 pukul 18.00
w.i.b. telah dibentuk MAJELIS AMANAT RAKYAT.
 
MAJELIS AMANAT RAKYAT dengan ini:
 
1. Menghimbau kepada mahasiswa, generasi muda dan rakyat pada umumnya untuk
secara sungguh-sungguh dan secepat-cepatnya menciptakan situasi yang
memungkinkan kehidupan masyarakat secara wajar dapat dipulihkan segera.
 
2. Menyerukan kepada aparat keamanan untuk menghindarkan diri dari segala
bentuk penggunaan kekerasan kepada rakyat sehingga keadaan yang lebih buruk
dapat dicegah;
 
3. Menyerukan kepada Presiden Suharto untuk mengundurkan diri dengan
kebesaran jiwa dan kehormatan demi kepentingan bangsa, agar seluruh proses
reformasi untuk demokrasi dapat berjalan dengan lancar dan damai.
 
Jakarta, 14 Mei 1998
 
(Catatan Sadli: undangan untuk berkumpul dan membetuk Majelis ini
ditandatangani oleh Amien Rais, Goenawan Mohamad dab Toeti Herati Roosseno.
 Berkumpul di rumah Ibu Tuti Herati di Galeri Cemara di Jalan Cokroaminoto.
 Banyak yang tidak bisa datang karena keadaan dan lalu lintas kota Jakarta
yang pada waktu itu tidak memungkinkan. Tetapi Emil Salim sempat hadir)
 
***
 
From: "move ment" <movement56@hotmail.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: Kepada para demonstran
Date: Thu, 14 May 1998 06:33:07 PDT
 
Setelah saya mendengar apa yg terjadi di Medan dan di Jakarta, saya
sangat kecewa terhadap perbuatan yg dilakukan para demonstran tsb.
Pertama kali, demonstrasi yg dilakukan para mahasiswa itu memang
sangatlah baik dan saya mendukung sekali. Tapi, sekarang koq menjadi
penjarahan dan perusakan rumah-rumah dan toko-toko? Dan terlebih para
lagi koq sasarannya org-org WNI keturunan lagi (Chinese).
 
Apa ini yg dinamakan demonstrasi? Ini bisa dikategorikan sebagai
perbuatan pemberontakan. Coba lihat demonstrasi yg dilakukan oleh negara
lain. Seperti baru-baru ini di Australia, demonstrasi para pekerja
pelabuhan. Mereka sangatlah teratur dan mereka tidak melakukan segala
perusakan seperti yg dilakukan para demonstran di Indonesia. Cara mereka
melakukan demonstrasi adalah dgn membuat pagar manusia. Cobalah
mahasiswa Indonesia membuat pgar manusia di gedung-gedung pemerintah.
Ini adalah salah satu contoh demonstrasi yg baik atau bisa juga dengan
Hunger Strike. Cobalah melakukan demonstrasi yg lebih baik dan teratur.
Janganlah selalu berarah ke yg seperti perusakan, pembakaran,
penghancuran ,dan hal lain yg bersifat negatif.
 
Dan yg lebih parah lagi, sasarannya selalu org-org Chinese. Keadaan ini
sungguh sangat mengherankan. Sasaran kalian, para demonstran sasaran
kalian yg sebenarnya kan pemerintah, koq bisa berahlih ke org lain?
Selain itu perbuatan kalian juga mengundang SARA. Perbuatan perusakan
dan pembakaran itu mungkin bisa dijadikan alasan oleh pemerintah untuk
membuka tembakan. Soalnya alasan itu bisa dijadikan kedok sebagai
pemberontakan dan pengacau stabilitas nasional.
 
Sekarang ini harapan saya sudah musnah total. Apa yg dilakukan para
demonstran ini adalah perbuatan yg sangat rendah. Dari sumber yg saya
dengar, ada yg sampai menjurus ke perkosaan segala. GIMANA DENGAN KALIAN
INI PARA MAHASISWA ??????
COBALAH HENTIKAN KEKACAUAN INI! PAKAILAH CARA DEMONSTRASI YG BAIK DAN
TERATUR !
 
***
 
Date: Thu, 14 May 98 20:46:30 -0700
From: TTC <ttc@po.pacific.net.sg>
To: apakabar@clark.net
Subject: pernyataan sikap
 
PERSATUAN PEMUDA DAN MAHASISWA INDONESIA DI SINGAPURA
=====================================================
 
Menyikapi persoalan yang tengah terjadi di Indonesia, dengan ini kami para
pemuda dan mahasiswa Indonesia di Singapura menyatakan:
 
1. Mendukung perjuangan reformasi yang dilakukan mahasiswa di seluruh
tanah air.
 
2. Ikut berduka cita atas terjadinya Tragedi 12 Mei 1998 yang telah
merengut korban jiwa.
 
3. Menyesalkan tindakan oknum aparat keamanan yang telah dengan sengaja
melakukan pembunuhan kepada para mahasiswa.
 
4. Menyesalkan kondisi MPR/DPR yang sama sekali tidak menjalankan
fungsinya sebagai wakil rakyat dan lembaga tertinggi negara.
 
5. Menyesalkan tindakan yang telah diambil oleh sejumlah perusuh yang
mencoreng perjuangan reformasi dengan melakukan perusakan, perampokan,
pembakaran dan penjarahan.
 
6. Menyambut serta menghargai itikad baik Bapak Presiden untuk
mengundurkan diri demi kepentingan bangsa Indonesia.
 
 
 
Berkenaan dengan itu kami menyerukan dan mendesak:
 
1. MPR/DPR untuk dengan sungguh-sungguh memperhatikan suara rakyat dalam
tuntutan reformasi demi masa depan bangsa Indonesia.
 
2. MPR/DPR untuk segera mengambil tindakan konkrit sehubungan dengan
itikad baik Bapak Presiden untuk bersedia mengundurkan diri demi
keselamatan bangsa.
 
3. Apabila MPR/DPR tidak mampu menjalankan fungsinya, agar dengan
kebesaran hati bersedia mengundurkan diri daripada mempermalukan bangsa.
 
4. Rekan-rekan mahasiswa di tanah air untuk terus melanjutkan
perjuangannya dengan bijaksana agar tidak dimanfaatkan oleh para oportunis
dan perusuh yang ingin mencoreng perjuangan kita demi kepentingan sendiri.
 
5. Pihak keamanan (ABRI) untuk mendukung perjuangan mahasiswa serta
menindak tegas para perusuh yang sedang memancing di air keruh.
 
6. Kepada seluruh pimpinan negara serta rakyat Indonesia untuk melakukan pertobatan
serta mencari dan melakukan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.
 
 
 
Singapura, 14 Mei 1998
 
Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia di Singapura,
 
 
Ketua: Andreas Jonathan (andrejo13@hotmail.com)
Sekretaris: Petrus Budi Setyawan (psetyawan@hotmail.com)
 
***
 
From: <vocal_news@hotmail.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: brutal
Date: Thu, 14 May 1998 06:15:16 PDT
 
Pada tulisan ini saya mengajak seluruh masyarakat dan mahasiswa untuk
melihat kondisi yang penting saat ini harus dibereskan yaitu adanya
gerakan untuk menjamin stabilitas keamanan sehingga reformasi dapat
dijalankan tanpa dinodai dengan perbuatan - perbuatan buruk dari
sebagian masyarakat. Saya juga mengajak para mahasiswa untuk menyadari
bahwa teman - teman kita yang telah berkorban dengan tetesan darah tidak
menghendaki adanya penjarahan, perusakan , dan penghancuran negara kita
tercinta yang telah dibangun oleh putra - putra bangsa. Saudara -
saudara kita menginginkan dan terus memperjuangkan reformasi untuk
mendukung para pemimpin kita yang telah menghadap ke DPR seperti staf
dari UI. Janganlah perjuangan reformasi yang telah dirintis oleh
saudara - saudara kita dinodai oleh tangan - tangan yang tidak
bertanggung jawab. Marilah kita bersama - sama dimanapun kita berada
kita menyatukan persepsi dan mempercayakan reformasi kepada kita sebagai
mahasiswa yang telah berkorban untuk rakyat.
 
***
 
From: "Anwar Susanto" <anwarsusanto@usa.net>
To: <apakabar@clark.net>
Subject: Pikir baik-baik dan renungkan !
Date: Fri, 15 May 1998 07:46:11 +0700
 
 
Para netter yang terhormat,
 
saya sangat sedih sekali dengan keadaan Jakarta yang kacau balau, hancur =
lebur ini.
 
Apakah para perusuh tidak melihat dampak dari kegiatan yang dilakukannya =
?
1. dengan adanya peristiwa penjarahan, pembakaran, dan penghancuran, =
penggerebekan di Jakarta akan mematikan kegiatan dan perekonomian =
Jakarta dalam jangka waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, dan =
untuk mengembalikannya mermerlukan waktu dalam jangka waktu tahunan.Ini =
mengakibatkan negara kita tambah krisis, tambah susah cari makanan dan =
barang-barang kebutuhan hidup.
2. dengan adanya perusakan kantor-kantor, pabrik-pabrik maka makin =
banyak aje pengangguran dan PHK, dan makin miskin aje mereke-mereke. Dan =
apabila itu terus dilakukan apakah negara kita apa ngak lebih miskin =
daripade ehiopie.=20
3. para investor khan makin takut nanamin saham dan usahanye ke =
indonesia. (dia bilang ih indonesia kayak gitu, namanin usaha dan saham =
sama aje buang duit, tenage, pikiren gue !!!!)
 
** saya mohon yang baca jelasin dong sama kawan-kawan kite yang buat =
kerusuhan itu lho !, ya kalau lu orang benci sama pemerintahan jangan =
mengancam sesama rakyat ancamlah kaum penguasa !
 
kepada mahasiswa/i teman-teman seperjuanganku teruskan usaha reformasi, =
tapi sekarang saya rasa usaha reformasi kita harus dirubah arahnya, saya =
rasa kita sekarang harus membantu indonesia dalam menjaga keamanan, =
karena setiap aksi-aksi kita, yah walaupun memang aksi-aksi yang kita =
laksanakan memang juga untuk dia orang agar ngak tambah susah ya tapi =
dia orang malah cari-cari kesempatan ngejarahin barang orang.
kita mungkin harus melakukan aksi-aksi kita yang lebih transparan dengan =
membantu para ABRI/polisi (maksud saya aparat keamanan ) untuk menjaga =
keamanan kita dengan membantu menertibkan jakarta dahulu. Saya juga ikut =
berduka cita atas wafatnya 6 pahlawan reformasi kita, tapi apakah =
almarhum senang apabila dengan adanya reformasi ini menghancurkkan =
jakarta.
Saya tahu mungkin waktu itu aparat keamanan keterlaluan, tapi dalam =
situasi seperti ini tidak ada waktu untuk balas dendam. setelah situasi =
tenang baru kita menuntut dan "menghakimi " mereka. !
 
saya mohon mulai sekarang kita melakukan reformasi lewat kegiatan kita =
menertibkan jakarta, terima kasih dan tolong dipikirkan !!!
 
 
 
SALAM, MAHASISWA PENDUKUNG REFORMASI !!!!~!!!!!!!!!!!
 
***
 
From: "mahasiswa indonesia" <fkmsb@hotmail.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: Aksi Belasungkawa di Padang 13 Mei 1998
Date: Thu, 14 May 1998 19:00:51 PDT
  
Status: OR
 
Jenis : Berkabung
Peserta : puluhan ribu ( lk 25.000 Mahasiswa + Rakyat dan pelajar)
Tempat : Lap.Basket Fak. Teknik UNAND Air Tawar
Kronologis :
  
Dimulai pada pukul 09.00 WIB, mahasiswa mulai berkumpul di depan Lap.
Basket Fak. Teknik UNAND
dan Di Lap. Bola Kaki IKIP Padang (Letaknya bersebelahan). Para
mahasiswa melakukan aksi berkabung
yang terpisah selama lk 1 jam menyampaikan orasi untuk mengumpulkan
mahasiswa.
  
10.00 WIB, Para Mahasiswa yang berada berada di IKIP Padang dan Fak.
Teknik UNAND bergabung.
Mereka menyampaikan Orasi Bersama.
  
11.30 WIB, Mahasiswa dari Perguruan tinggi lain lain ( YPTK Padang,
Univ. Eka Sakti, AKBP,dll) berdatangan dengan jumlah yang cukup besar
dan melewati jalan didepan Lap. Basket yang langsung mengelilingi YONIF
133. Sebagian massa yang berada
di dalam lap. Basket keluar untuk bergabung. Tuntutan mereka turunkan
bendera setengah tiang.
Setelah bernegosiasi dengan wakil mahasiswa, akhirnya wakil aparat
menyatakan
" kami memahami tuntutan adik-adik, tapi dengan banyak maaf, bendera
belum bisa
diturunkan. Saya mohon adik-adik mengerti".
Setelah beberapa lama akhirnya, massa kembali ke dalam lap. Basket.
  
Penyampaian orasi dilanjutkan. Aksi di hentikan sementara untuk
melaksanakan sholat zuhur di
mesjid Al-Azhar yang letaknya bersebelahan.Setelah sholat zuhur,
dilanjutkan dengan Sholat Ghaib.
setelah itu aksi dilanjutkan.
   
1.00 WIB, Rombongan Mahasiswa yang sebelumnya mengadakan aksi
belasungkawa di Muhammadiah Padang,
Datang dengan jumlah yang Besar yang mengulang kejadian seperti yang
dilakukan sebelumnya, mengelilingi YONIF 133.
aksi ini dapat di kendalikan dan massa bergabung dengan yang telah ada
di lap.Basket.
Aksi dilanjutkan dengan mengeluarkan pernyataan sikap mahasiswa Sumatera
Barat atas tragedi TRISAKTI 12 Mei .
  
Hujan Mulai turun dan menjadi deras, namun massa masih tetap melakukan
aksi. Karena semakin derasnya hujan, beberapa kelompok
massa kembali mengepung YONIF, dan lebih sulit dikendalikan. Namun
akhirnya massa ini bisa di kendalikan, sebagian turun ke jalan
dan sebagian kembali ke Lap. Basket. Massa yang turun ke jalan ini,
kemudian bisa di ajak kembali ke dalam kampus.
  
***
 
To: apakabar@clark.net
Date: Thu, 14 May 1998 19:08:46 -0700
From: "reformasi mahasiswa indonesia" <mhs-ind@mailexcite.com>
Subject: berita dari jogja
 
 
kemarin tgl 14 mei berlangsung aksi keprihatinan di sejumlah kampus di
jogjakarta. aksi longmarch berhasil dilakukan para mahasiswa denagn
dikawal oleh kesatuan aparat ,aksi ini dilkukan mahasiswa STIE kerjasama
yang terletak di jalan parangtritis menuju kampus hukum UII di jalan taman
siswa. aksi longmarach ini uga menyebabkab ruas jalan macet dan kendaraan
yang lewat memebri dukungan pada mahasiswa. selain itu aksi keprihatinan
juga terjadi di kampus duta wacana(UKDW) yang terletak di jalan
wahidin,tetapi aksi berjalan damai.aparat tamapk berjaga-jaga di
persimpangan rahayu dan galleria saja.
  
  
REFORMASI ATAU MATI
SUHARTO HARUS KEMBALIKAN MANDAT PADA MPR/DPR.
  
***
 
Date: Fri, 15 May 1998 09:26:56 +0000 (GMT)
From: Muizzudin <muis@unix.umm.ac.id>
To: apakabar@clark.net
Subject: Belasungkawa
 
Seluruh jajaran sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang,
mengucapkan Belasungkawa atas gugurnya Pahlawan Reformasi
Di Universitas Trisakti Jakarta, pada 12 Mei 1998.
Semoga Allah menerima segala amal kebajikan mereka.
  
Innaillah Wainnaillahi Roji'un
  
***
 
From: kmmmugm@earthling.net
Date: Thu, 14 May 1998 23:35:54 -0400 (EDT)
To: apakabar@clark.net
Subject: pernyataan sikap
  
Dear Netter,
 
Dengan terjadinya peristiwa 12 mei berdarah, yang meminta korban
rekan-rekan saudara satu perjuangan kami mahasiswa universitas Tri Sakti,
yang meninggal sebanyak 6 orang gugur sebagai pejuang reformasi, maka Kami
atas nama keluarga mahasiswa Magister Man agement Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta, dengan ini mengeluarkan pernyataan sikap untuk mencermati
keadaan yang sudah tidak rasional yang dilakukan oleh pihak militer
melalui "sniper-sniper" handalnya. Pernyataan ini berdasarkan atas semakin
arogansiny a pihak militer dengan tindakan yang sangat represip terhadap
gerakan mahasiswa yang bertujuan untuk memperbaiki keadaan bangsa dan
negara yang sangat kita cintai ini. Atas dasar tersebut kami menuangkan
Pernyataan sikap sebagai berikut :
 
1. Turut berduka cita atas tewasnya para korban aksi-aksi keprihatinan di
Indonesia. 2. Mengecam keras tindakan militer yang cenderung semakin
brutal dan tidak berperikemanusian terhadap bangsanya sendiri. 3. Segera
bentuk tim investigasi yang independen dengan melibatkan berbagai unsur.
4. Meminta perhatian serius dunia internasional terhadap pelanggaran HAM
di Indonesia. 5. Menuntut komisi nasional hak asasi manusia (komnas HAM)
untuk bertindak lebih proaktif dan tegas. 6. Hentikan segera segala
bentuk provokasi "militer"
 
Demikianlah pernyataan sikap KM MM-UGM menghadapi kondisi yang semakin
memprihatinkan ini. Dan juga kami meminta kepada semua pihak yang membaca
surat ini untuk dapat kiranya memberikan informasi lebih lanjut.
Tertanggal : 13 mei 1998 KELUARGA MAHASISWA MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS
GADJAH MADA.
 
***
 
Date: Thu, 14 May 1998 20:52:39 -0700 (PDT)
From: sindu subroto <cahaya1@yahoo.com>
Subject: SURAT UNTUK TITIK PUSPA,IWAN FALS,FRANKY S,S DJODI,BIMBO DLL
To: apakabar@clark.net
 
MBAK TITIK PUSPA,IWAN FALS,FRANKY S,S DJODI,BIMBO,DLL
  
Setelah menyaksikan sendiri penembakan 6 mahasiswa trisakti lewat
berbagai media saya sebagai anggota masyarakat biasa, luar biasa sakit
hatinya,juga sedih,dll bercampur aduk ingin rasanya membuat suatu lagu
untuk mereka yg telah di diangkat menjadi pahlawan reformasi oleh
rakyat, tapi saya enggak bisa karena saya enggak punya bakat, Saya
menghimbau mbak Titik dkk untuk membuatkan sebuah lagu untuk adik-adik
mahasiswa tsb yg juga adalah anak-anaknya mbak Titik dkk, yg telah
menjadi Pahlawan reformasi tsb(sampai sekarang saya belum mendengar
musisi kita mendukung reformasi kecuali mas harry roesli) inilah
saatnya mbak titik dkk menunjukan darma bakti yg tulus untuk rakyat yg
sedang berjuang.
  
TERIMA KASIH
  
***
 
From: "ariya" <ariya@mitra.net.id>
To: <apakabar@clark.net>
Subject: rencana tgl. 20 mei 1998
Date: Fri, 15 May 1998 11:33:27 +0700
 
Dari pejuang reformasi Indonesia
  
Salam reformasi…..
 Hari Ini, Jum'at 15 mei 1998, kami dari
forum aliansi pelajar pejuang reformasi
Indonesia dengan sandi F2.pada pukul
12.45 bbwi akan mengadakan aksi dan
rapat akbar di bundaran ITS, juga untuk
mempersiapkan demonstrasi akbar pada
tanggal 20 mei 1998 dengan tujuan akhir
menduduki gedung DPR dan grahadi
ataupun rumah dinas gubernur.Hal ini
dimaksudkan agar para pemimpin bangsa
di jakarta memperhitungkan suara hati
kami .Selain itu KAMI juga
menyampaikan anjuran supaya rekan -
rekan tidak hanya "kakehan cangkem"
saja, ikutilah aksi - aksi kami. DEMI
reformasi total di INDONESIA. Ayo
rekan semua mari bergabung dengan
kami pada tanggal 20 mei. Ingat, semua
pelajar, PNS, swasta, akan turun ke jalan
pada hari itu untuk menggulingkan
kabinet suharto.HIDUP REFORMASI ,
GANYANG DINASTI SUHARTO,
RESHUFFLE KABINET. ANGKAT
KABINET BARU.
Dari arek pro reformasi surabaya
 
 
***
 
Date: Fri, 16 May 1997 01:23:48 -0700
From: soedarmo <soedarmo@mlg.ywcn.or.id>
To: apakabar@clark.net
Subject: PERNYATAAN SIKAP INSIDEN MEI BERDARAH
 
PENYATAAN SIKAP INSIDEN PADA BULAN 12 MEI 1998 DI UNIVERSITAS TRISAKTI
FORUM KOMUNIKASI SENAT MAHASISWA PERGURUAN TINGGI SE-MALANG.
  
1. Menyatakan turut berdukabelasungkawa sedalam-dalamnya atas
gugurnya rekan-rekan mahsiswa universitas TriSsakti Jakarta pada
tanggal 12 Mei 1998, yang memperjuangkan reformasi di Indonesia.
  
2. Mengimbau kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa se Indoneisa
untuk seterusnya pada tanggal 12 mei di peringati sebagai hari
berkabung Nasional.
  
3. Mengecam tindakan over represif aparat keamanan terhadap aksi -
aksi mahasiswa untuk meneriakkan reformasi dengan melakukan
penembakan-penembakan, pembunuhan dan model-model shok terapy.
  
4. Menuntut pertanggung jawaban panglima Tertinggi ABRI atas insiden
12 mei 1998 di Universitas Trisakti Jakarta.
  
5. Mengimbau kepada seluruh Mahasiswa Indonesia untuk tidak
melalkukan tindakan -tindakan ANARKIS dalam bentuk apapun.
  
6. Mendesak kepada pemerintah untuk segerah mencabut Kepres,tentang
kenaikan harga BBM, DTL, dan meninjau kembali keputusan-keputusan
pemerintah lainnya yang memberatkan dan menyengsarakan rakyat semua.
  
7. Mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia untuk dapat menahan diri
dengan tidak melakukan tindakan-tindakan brutal ( anarkis).
  
8. Mengingat reformasi saait ini sudah semakin urgent maka kami
mendesak kepada pemerintah untuk segera melakukan percepatan
reformasi dalam segala bidang.
  
Beranjak dari pernyataan diatas kami FK-SMPT Se-Malang menyerukan kepada
seluruh mahasiswa dan rakyat Indoneisa untuk terus konsisten dalam
menyuarakan perubahan dengan berbagai bentuk yang damai dan terus
menerus yang dilandaskan pada kemurnian hati nurani.
  
Malang. 14 Mei 1998
Tindasan :
Kepada semua pihak yang bertanggung jawab terhadap keutuhan kehidupan
bangsa dan bernegara.
 
***
 
From: "Ronny C. Manuel" <cabe35@hotmail.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: Momentum Perjuangan !!
Date: Fri, 15 May 1998 00:03:19 PDT
  
  
To all netters !
   
MOMENTUM PERJUANGAN MAHASISWA ! Salam Perjuangan ! Kerusuhan , pembakaran
pembakaran mal mal dan ruko ruko seperti juga penjarahan pemukiman
penduduk di Jakarta memenuhi siaran siaran t.v. nasional dan internasional
seperti juga semua komentar komentar dan tanggapan pakar pakar politik di
seluruh dunia yang memenuhi surat surat kabar sedunia. Apakah hikmah dari
kejadian kejadian yang sangat menyedihkan untuk kita yang percaya akan
kemurnian tekad mahasiswas dan kelompok kelompok masyrakat yang
menghendaki bahwa reformasi ini dapat secepatnya direalisasi ?
   
1.Kejadian kejadian ini akan melumpuhkan momentum tekad mahasiswas yang
telah kita pelihara selama bulan bulan yang berlalu ini , secara tehnispun
adalah sesuatu hal yang sangat sulit untuk mengadakan unjuk unjuk rasa
dengan jumlah massa yang memadai di Jakarta saat ini. Perhatian kita
disaat ini ditujukan kepada keselamatan keluarga kita dan juga keselamatan
tempat bekerja serta harta benda kita semua.
   
2.Dalam hal ini adalah satu satunya pertanyaan yang harus kita buat adalah
bagaimana dapatkah suatu musibah seperti yang kita alami sejak 12. Mai ini
dapat terjadi di Ibu Kota Tanah Air Indonesia yang selalu menjadi
barometer keadaan dan kesejahteraan Ibu Pertiwi kita . Keamanan dan
kesejahteraan di Ibu Kota adalah prioritas pertama dalam konsep ABRI
antara lain untuk mempertahankan pusat pemerintahan Indonesia dan menjaga
citra Indonesia dimata press international dan dengan itu pula pengaruh
dan pendapat negara negara sahabat dan terutama citra Indonesia di Amerika
Serikat.Dalam keadaan yang biasa itu tak mungkin dapat terjadi . ABRI akan
selalu sanggup menghadapi dan mengantisipasi hal hal seperti ini , seperti
yang kita alami dalam unjuk unjuk rasa mahasiswa.
   
3. Salah satu kemungkinan yang harus kita pertimbangkan adalah bahwa
setelah gugurnya pahlawan pahlawan revolusi di Universitas Trisakti pada
tanggal 12.Mai 1998 komando struktur ABRI sangat lamban untuk berani
memberikan perintah yang tegas terhadap chaos yang terjadi pada tanggal
13. Mei 1998. Perajurit perajurit di lapanganpun tak berani mengambil
keputusan tentang apa yang mereka harus tindakkan untuk mengendalikan
kakacauan yang terjadi ini. Menurut pemikiran yang logis adalah soal yang
tak sulit untuk mengendalikan chaos ini bila ada tindakan yang jelas dan
tegas pada mula chaos ini terjadi , ABRI mempunyai intelijen yang cukup
canggih untuk mengantisipasi kejadian seperti ini dan menaggulanginya
sebelum keadaan menjadi separah seperti ini.
   
4. Semua ini membuat kitapun menggambil kesimpulan bahwa :
   
a. Pembunuhan pahlawan pahlawan kita di Universitas Trisakti itu adalah
salah satu scene dari skenario yang dibuat untuk menjaga dan memelihara
status quo didalam Tanah Air kita.
 
b.Citra ABRI yang pada tanggal 13. Mei 1998 sangat buruk ini akan dengan
cepatnya berubah karena sekarang ABRI dapat berdiri sebagai penyelamat
rakyat dan penegak keamanan didalam chaos yang terjadi , terutama bila
kita atau masyarakat dapat diyakinkan bahwa chaos ini hanya dapat terjadi
karena aksi aksi mahasiswa telah dibuat diluar kampus. Dengarlah dengan
teliti komentar komentar dan imbauan yang diberikan oleh tokoh tokoh
politis/ABRI kita . Pertanyaan yang timbul adalah : " Mengapa ini dapat
terjadi , mengapa ABRI memerlukan 24 jam untuk memberikan perintah yang
tegas untuk megendalikan keadaan chaotis ini ?? ( Lihatlah perintah harian
Mayor Jendral Syamsoedin pada malam tanggal 14 Mei )
   
c.!4 Mai 1998 : Pak Harto tiba kembali di Indonesia dan dapat denggan lega
hati mengambil kembali kekuasaannya yang mutlak dalam menggadakan
ketertiban dan keamanan di Tanah Air , tekad mahasiswa untuk mengadakan
reformasi disaat ini tak lagi menjadi issue yang simpatis dan menarik lagi
untuk seluruh lapisan masyarakat .Tak ada lagi alasan yang tepat untuk
mengubah status quo yang telah dipelihara selama masa pemerinttahan orde
baru secara cepat dan tepat.
   
d. Suasana yang memprihatinkan ini akan menghindarkan banyak lapisan
masyarakat yang mulanya sangat antusias dengan idee dan pemikiran
reformasi secepatnya dengan penggantian pimpinan nasioanal dan pemilihan
mpr/dpr secara demokratis. Tak lagi peduli akan aspirasi mahsiswa dan
masyarakat yang menghendaki terjadinya reformasi secara tuntas untuk
memungkinkan bangsa Indonesia membentuk pemerintahan yang bebas dari
nepotism , korrupsi dan cronyism.
   
e.Tumbal tumbal ini dihalalkan demi pemeliharaan keadaan status quo,
perpecahan didalam masyrakat dan bangsa Indonesia adalah salah satu dasar
pemrintahan regime yang saat ini berkuasa . Harga apapun tampaknya akan
dibayar untuk memelihara status quo yang berarti membunuh jiwa reformasi
yang baru saja berkembang dan belum dapat di realisasikan selama ini.
  
5. SEBAB ITU : Bangsa Indonesia !! Janganlah dibuai oleh keadaan yang
memang sangat memprihatinkan ini , tetaplah berani dalam memperjuangkan
dan merealisasikan reformasi yang berarti suatu kesempatan baru untuk
bangsa dan negara Indonesia untuk membentuk pemerintahan demokrasi yang
murni didasarkan UUD 45 dan dijiwai Panca Sila. Janganlah kita lalai dalam
merealisasikan aspirasi aspirasi rakyat ini. Berjuanglah terus dan
peliharalah momentum yang kita capai dengan aksi aksi kita selama in ,
kesempatan seperti ini akan sangat lama tidak timbul kembali bila kita
sekarang lalai dan hanya mementingkan kekayaan dan harta benda kita.
Janganlah membiarkan pengorbanan pahlawan pahlawan revolusi kita menjadi
sia sia belaka , jadikanlah cita cita mereka sebagai pemicu semangat kita
dalam merealisasikan aspirasi aspirasi kita . Janganlah kita beristirahat
sebelum aspirasi aspira
 
***
 
From: vicaarip@rad.net.id
Date: Fri, 15 May 1998 20:16:16 +0700
To: SiaR@mole.gn.apc.org
CC: apakabar@clark.net
 
PRESS RELEASE
  
Kepada
Rekan-rekan Wartawan
  
Mencermati kondisi aksi massa di Surabaya yang semakin anarkis dengan
melakukan perusakan dan penjarahan. Maka kami "Arek Pro Reformasi (APR)
dan "Arek Suroboyo Pro Reformasi (ASPR) menyatakan bahwa untuk sementara
--hari Sabtu dan Minggu-kami akan Kembali ke Kampus dan Kantong
masing-masing.
  
Keputusan ini bertujuan menghindari patahnya bangunan perjuangan dengan
cara damai yang selama ini terbangun. Karena kami yakin, perlawanan
rakyat dengan cara damai akan terpatahkan jika kerusuhan-kerusuhan itu
merata.
  
Lalu, kepada Pemerintah dan ABRI, aksi kembali ke kampus ini kami
lakukan sambil menunggu keseriusan aparat untuk menindak pelaku
kerusuhan.
   
Kemudian, Kepada MPR/DPR untuk segera menggelar Sidang Istimewa yang
merupakan tuntutan seluruh rakyat. Karena jika dengan aksi damai Sidang
Istimewa tidak dilakukan, maka kerusuhan massa tidak akan bisa dibendung
lagi. Dan kami tidak akan berusaha meredam lagi. Artinya aksi damai
Surabaya selesai, dan berganti dengan aksi kekerasan.
  
"Rakyat Pasti Menang. Menang Tanpa Kerusuhan, Karena Kerusuhan Akhirnya
Merugikan Rakyat Juga".
  
Surabaya, Jumat 15 Mei 1998
Pukul 18.00 WIB
Arek Pro Reformasi
Dan
Arek Suroboyo Pro Reformasi
 
***
Date: Fri, 15 May 1998 17:29:43 +0700
From: PUSKOMUII <PUSKOMUII@YOGYA.WASANTARA.NET.ID>
To: apakabar@clark.net
Subject: GERAKAN REFORMASI UII YOGYAKARTA
 
Nomor :
590/B.IIV/1998
14 Mei 1998
Hal : UNDANGAN UNTUK DUKUNGAN REFORMASI
  
Kepada Yth
Seluruh Pimpinan, Dosen dan Pegawai
Di lingkungan Ull
Yogyakarta
  
  
  
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
  
Dengan ini kami sampaikan bahwa Universitas Islam Indonesia
(UII) Yogyakarta, MEMBERIKAN DUKUNGAN
SEPENUHNYA atas gerakan reformasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan
semua pecinta hukum, demokrasi dan keadilan di Indonesia.
  
Untuk itu Pimpinan Universitas akan membacakan sikap resmi dalam acara
"AKSI DAMAI MASYARAKAT UNTUK PERUBAHAN" yang diselengarakan di
Kampus UII, Jl, Cik Di Tiro 1 Yogyakarta, pada:
  
Hari, tanggal : Jum'at, 15 Mei 1998
Waktu : Jam 08.30 WIB
Tempat : Halaman Kampus Pusat UII, Jl. Cik Di Tiro 1 Yogyakarta
  
Saudara-saudara diminta untuk hadir memberikan dukungan moral bagi
gerakan yang sangat mulia ini, semoga Tuhan memberi jalan bagi reformasi
secara damai dan selamat.
  
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
  
  
REKTOR
  
Prof.H.Zaini Dahlan, MA.
  
***
 
From: "Surya-Margautama Husein" <surya_margautama@hotmail.com>
To: apakabar@clark.net
Date: Fri, 15 May 1998 02:49:50 PDT
  
 
Kepada Teman2 dan Saudara2 Mahasiswa yang berada di tanah air!
  
Setelah melihat apa yang terjadi di Jakarta pada tgl. 14. Mai 1998 saya
sangat bersedih, karena saya melihat Indonesia mulai hancur secara
pelan2.
  
Saya mengerti perasaan teman2 setelah apa yang telah dilakukan oleh
Regime Soeharto selama 32 Tahun. Namun saudara2 yang termasuk kalangan
berpendidikan saya himbau agar mencoba utk. tidak menjuruskan Indonesia
kedalam kesengsaraan yang lebih mendalam! Karena kalau dengan cara
Protes yang tidak benar kita sama halnya seperti Pak Harto akan
menghancurkan tanah air kita sendiri!
Apakah itu yang kita inginkan? Apakah kemerosotan nama baik Indonesia
yang kita inginkan?
  
Cara protes yang tidak benar hanya akan menjerumuskan bangsa Indonesia
menuju suatu negara yang terbelakang. Perekonomian kita sekarang aja
udah hancur tak karuan. Meski saya bukan ahli perekonomian, namun saya
memperkirakan, bahwa untuk membangun suatu bangsa Indonesia, dengan
kemajuan seperti dulu, kita akan memerlukan sekitar 15 Tahun!!!! (Itupun
kalau pemerintahannya cukup pintar dalam mengatasi segala situasi yang
sudah sangat susah!)
Kalau memang Pak Harto nantinya sudah turun tahta, Indonesia bakalan
akan (atau bahkan sudah!!!!!) menjadi negara termiskin di daerah Asia
Tenggara, meski kita mungkin kaya akan kekayaaan alam! Namun kalau ti-
dak ada orang yang sanggup untuk mengatasi situasi kacau di Indonesia
saat ini, kita tidak bakalan bisa mencapai posisi sewaktu Krisis Mone-
ter belum terjadi.
  
Kita semua senasib dalam hal ini. Baik kaya maupun miskin! Orang kaya,
tapi kalau nggak bisa beli apa2, sama halnya akan orang2 yang miskin!
Kita sebagai golongan yang terpelajar mesti mulai mengerti akan situasi
ini. Bukannya saya cuman hendak besar mulut dan tanpa melakukan tindakan
apa2 terhadapnya, tapi saya yang berada di luar negeri tidak bisa
berbuat banyak, kecuali menghimbau agar supaya perbuatan menghancurkan
bangsa Indonesia oleh kita sendiri dihentikan. Dan saya yakin bahwa
setiap orang yang mengerti ttg. perekonomian ataupun tiap orang yang
punya kemampuan untuk berfikir sedikitpun akan setuju dengan apa yang
telah saya katakan!
  
Saya juga menghimbau kepada teman2 dan saudara2 yang berada dimanapun
di dunia, bahwa tidak ada gunanya kalau kita menyalahkan minoritas2
yang berada di Indonesia! (Contoh: orang2 tionghoa, ataupun yang bera-
sal dari luar pulau Jawa.) Karena musuh utamanya bukanlah mereka! Mereka
tidak bisa apa2 kalau mereka dilahirkan sebagai minoritas di Indonesia!
Saya mengerti bahwa memang mereka juga banyak memperlakukan suku2 bangsa
yang lain dengan tidak hormat! Namun tidak semuanya seperti itu! Dan itu
merupakan tindakan yang tidak adil kalau mereka digolongkan menjadi satu
karena mungkin perbuatan yanng pernah dilakukan oleh satu maupun dua
orang.
Apakah kita tidak melihat apa yang telah dilakukan oleh Nazi2 di perang
dunia II??? Apakah kita mau kalau cap yang sudah menempel pada bangsa
Jerman bahwa mereka rasis itu juga melekat di bangsa Indonesia?
(Dan cap itu tetap menempel pada bangsa Jerman meski sudah 53 tahun
lebih kejadian itu terjadi!)
Ataupun seperti bangsa Cina yang mencemarkan nama mereka setelah keja-
dian di Lapangan Tiannanmen!
Janganlah hal itu sampai terjadi! Kita mesti menunjukkan bahwa bangsa
Indonesia tidak seperti bangsa2 yang lain di dunia! Bahwa kita merupa-
kan bangsa yang ramah dan penuh toleransi!
Bukankah salah satu kekayaan bangsa Indonesia juga merupakan keaneka-
ragaman bangsa dan budaya? Yang juga berarti bangsa dan budaya minori-
tas di seluruh pelosok Indonesia????
Baru kalau kita bisa saling menghormati di dalam negara kita sendiri,
baru kita akan bisa menunjukkannya ke negara2 lain di luar Indonesia!
  
Janganlah saudara2 terpancing oleh rasa Amarah! Karena kita tidak bisa
berfikir dengan tenang kalau kita lagi Emosi! Dalam menghadapi musuh
besar kita, kita harus bisa berfikir dengan tenang supaya kita tidak
terpancing oleh isu2 yang (mungkin) telah disebarkan oleh pemerintahan
Indonesia untuk memecah-belah perjuangan kita! Karena pemerintahan In-
donesia sangat pintar untuk mengadu-domba rakyat Indonesia!
  
             "Bersatu kita kuat, bercerai kita runtuh!"
  
Saya menulis surat ini karena saya anggap semua yang bisa membaca surat
ini termasuk golongan yang terpelajar! (Perkecualian terdapat dimana2!)
Mari kita, sebagai kelompok yang terpelajar, memimpin rakyat Indonesia
menuju ke jalan yang benar! Kita mesti punya susunan yang teratur
sebelom kita menghadapi musuh besar kita! Karena kalau kita tidak
teratur, akan banyak terdapat kelemahan2 dalam struktur perjuangan kita!
Kitalah yang semestinya memimpin rakyat Indonesia menuju suatu bangsa
Indonesia yang politik maupun perekonomiannya stabil!
  
Saya bukan hendak bersok-tahu dan tidak melakukan tindakan apa2 dalam
mengatasi situasi yang terjadi di Indonesia saat ini. Justru karena saya
melihat makin gawatnya situasi di Indonesia saat ini saya menulis
surat ini! Karena ini merupakan salah satu tindakan yang bisa saya la-
kukan dalam menuju suatu perjuangan yang damai untuk mencapai tujuan
kita semua! Karena sayapun tidak senang melihat apa yang telah
berlangsung selama 32 tahun ini!
Saya bukan tipe orang yang bisanya cuman mengadu-domba antar bangsa
Indonesia sendiri, tapi ingin membantu mencari penyelesaian dari masalah
ini, dimana semua bisa menerima penyelesaian tersebut!
  
Semoga yang Maha Esa beserta dengan kita semua yang berjuang untuk
mencapai suatu tujuan yang mulia!
  
  
Surya Margautama Husein - seorang Mahasiswa yang ikut turut prihatin!
e.M@il: surya-m.husein@usa.net
  
***
 
Date: Fri, 15 May 1998 04:32:55 -0700 (PDT)
From: "mr.x buster" <xkorg@yahoo.com>
Subject: SERAHKAN KEADAAN PADA MAHASISWA
To: apakabar@clark.net
 
Ini pertamakali saya masuk di rubik ini.
saya seorang Mahasiswa si PT Jakarta. Saya sangat menyesalkan
peristiwa yg trejadi di Jakarta.Menurut saya. ABRI telah salah langkah
dalam pada tanggal 12 mei. Kalau saja ABRI menuruti kehendak para
mahasiswa, tentu kerusuhan tidak pernah akan terjadi, karena massa
yakin bahwa asprirasi masyarakat telah dibawa oleh mahasiswa.
Kerusuhan yang terjadi dikarenakan adalah bukti nyata bahwa masyarakat
/ rakyat yang telah lapar tidak dapat mengandalkan para kaum
Intelektual ( Mahasiswa).
  
Untuk itu bagi aparat pemerintah yang membaca Surat saya ini. Saya
imbau untuk menerima dan melaksanakan tuntutan Mahasiswa karena
aspirasi Mahasiswa adalah suara hati nurani rakyat.
  
Juga sebagai Imbauan pribadi saya. Bagi mereka yang sengaja mengail di
air Keruh baik kaum rakyat jelata dan kaum intelektual yang jahat agar
menyadari kesulitan rakyat. Jangan ditambah lagi pendiretiaan rakyat.
Merdeka !!!!
Hidup Mahasiswa !!!!!!!!!!!!
Hidup RAkyat !!!!!!!!!!!!!!!!!
Hidup Reformasi !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
  
***
 
Date: Fri, 15 May 1998 17:55:31 +0700 (JAVT)
From: Budianto <jebe@students.itb.ac.id>
To: itb@itb.ac.id, apakabar@clark.net, merdeka-users@itb.ac.id
Subject: Mahasiswa KUNCI peredam kerusuhan
 
        Salam Reformasi
        Kenapa harus mahasiswa ?
        1. Mahasiswa yang memulai aksi-aksi, dan sudah kita ketahui
           bahwa lambat laun aksi-aksi ini akan menimbulkan kerusuhan
           Tapi itu adalah resikonya. Kita harus berani mengambil resiko
           bila memang manfaatnya lebih buanyuak.
           Nah karena resiko itu sekarang terjadi, maka saya sebagai
           mahasiswa merasa sedikit banyak ikut BERTANGGUNG JAWAB juga
           terhadap munculnya kerusuhan-kerusuhan itu.
  
        2. Masyarakat lebih simpatik kepada mahasiswa dibanding Militer.
           Jadi kalo mahasiswa bikin barisan pengaman hasil-2 pembangunan
           bersama abri (ini kesempatan kita utk menyatukan abri dgn
           mahasiswa), saya yakin masyarakat akan lebih berpikir dua kali
           untuk memukuli mahasiswa yg tergabung dalam barisan penyelamat
           asset rakyat. Mahasiswa lebih dekat dgn rakyat, saya nggak tahu
           kenapa abri sekarang bagaikan musuh, oleh karena itu mari kita
           tenangkan rakyat dan mari kita rangkul abri, abri bukan musuh
           kita. Anda sudah tahu semua, siapa sih musuh kita sebenarnya.
           Dan anda ingat baeik-baeik, abri yg anda hadapi adalah para
           bawahan .. bisa apa sih mreka ? Hadapi tuh petinggi-2nya,
           jangan yg keroco .. bayangin kalo ANDA jadi keroco-2 kayak
           mereka ?
  
        Pertanyaan selanjutnya, apakah salah rakyat yg berbuat kerusuhan
        kayak gitu ?
        Jawabannya, sekarang ini bukan saatnya lagi mencari siapa yg
        salah maupun yg benar Tapi bagaimana resiko yg kita ambil tersebut
        dapat kita redam.
        Mereka adalah produk pemerintahan yg suka menjarah uang rakyat,
        dan mereka juga tahu semua betapa kayanya indonesia ini dan betapa
        dia tidak mampu menikmatinya, jadi wajarkah kalo mereka kesal ?
        Wajarkah kalo mereka pengin ikut menikmati kayanya indonesia ?
  
        Memang sepintas mereka seperti nggak bermoral, tapi itu gara-gara
        pemerintahnya yg nggak bisa mendidik mereka shg mereka bermoral.
        Terus harus kita akui, karena kerusuhan-2 itulah akhirnya
        pemerintah sekarang panik dan tidak bisa berbuat apa-apa diserang
        oleh banyak pihak . Bayangkan kalo situasi tenang-2 saja, apakah
        pemerintah akan sekalang kabut seperti sekarang ini ? Mereka masih
        enak-2 aja neriakin "Oee mahasiswa jangan politik praktis dll deh"
  
        Kesimpulannya, tindakan yg baik adalah :
        1. Mahasiswa harus ikut bertanggung jawab dan mulai bergabung
           dengan ABRI utk mengamankan situasi di tiap kotanya.
           (Gerakan ini sekaligus penggabungan abri dan mhsw, alangkah
            indahnya kalo kita bisa bersatu)
        2. Militer harus bertindak tegas (menangkapi para penjarah dan
           perusuh) supaya masyarakat tahu, bahwa itu adalah tindakan yg
           illegal... liat aja sekarang karena dibiarin, mereka manggangap
           perampasan adalah hal-2 yg wajar .. dan akhirnya siapa yg tak
           tergiur utk merampas tanpa resiko ?
           Meskipun yg ditangkapin itu nantinya dikembalikan lagi ke
           masayarakat setelah situasi reda, tapi ini cukup utk memberi
           tahu masy, bahwa tindakan itu tidak dibenarkan.
        3. Media massa harus mensensor gambar-2 perampasan tersebut.
           Hal ini utk mencegah supaya kota-kota laen tidak terpicu.
  
        Sekian pendapat saya.
        Salah satu kunci dalam bertindak adalah "Tempatkan diri anda
        pada kedua belah pihak sehingga anda dengan mudah menyelami
        permasalahan !"
  
        Salam Reformasi Damai
  
                -=JeBe=-
        ITB, Teknik Elektro 13293060
  
***
 
Date: Fri, 15 May 1998 15:30:30 +0700
To: apakabar@clark.net
From: Mahasiswa Indonesia <mahasiswa@eudoramail.com>
Subject: Situs Mahasiswa Nusantara
 
Salam Reformasi,
  
  
*************************************************
  
                   Dalam Kenangan:
  
     6 Mahasiswa Usakti - Pahlawan Reformasi
  
dan korban lainnya yang mendukung aksi mahasiswa
  
Semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT, amin!
  
*************************************************
  
  
Mari bersama-sama kita kikis batu yang menghalangi cita-cita kita!!
  
Buktikan bahwa kita ingin KEADILAN, PERTANGGUNGJAWABAN (dari para
sniper),
  
PERDAMAIAN (dari bentrokan dengan pemerintah - kapankah selesainya?), dan
  
REFORMASI !!!!
  
  
Tuangkan aspirasi, keinginan, dan cita-cita dari hati nurani kamu
  
(mahasiswa, masyarakat) ke email: mahasiswa@eudoramail.com
  
  
Kami akan memuatnya di Situs Mahasiswa Nusantara:
  
http://www.anakmedan.or.id/vegatech/reformasi/
  
  
Di situs itu juga terdapat informasi-informasi mengenai situasi saat
ini.
  
(semampu yang kami cari/terima) termasuk <bold>Deklarasi Trisakti</bold>
yang insya Allah
  
akan dimuat besok.
  
  
Mahasiswa Indonesia
  
http://www.anakmedan.or.id/vegatech/reformasi/
  
** Hidup Mahasiswa.. Hidup Reformasi **
  
** Patah Satu Tumbuh Seribu !!!!!!!! **
  
***
 
From: Hence Tungkagi <Hence_Tungkagi@fmi.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: Aksi Mahasiswa SULUT
Date: Sat, 16 May 1998 07:17:19 +0900
 
RIBUAN MAHASISWA SULUT AKSI TURUN JALAN
  
pukul 9.30 wita
Ratusan mahasiswa dan sejumlah dosen Fisip mengadakan upacara berkabung atas
insiden Tri Sakti dengan menurunkan bendera setengah tiang di depan gedung
Fisip Unsrat.
  
pukul 10.00 wita
Massa yang sudah berkumpul di lantai dasar beranjak menuju lantai III untuk
mengikuti diskusi panel yang diadakan oleh Fisip Unsrat. Tema diskusinya
adalah tentang reformasi politik, ekonomi dan hukum dengan menghadirkan
panelis dari berbagai perguruan tinggi se-Sulut. Diantaranya Rektor
UKI-Tomohon, Guru besar/mantan rektor IKIP Manado di Tondano Prof.Dr.
Sinolungan, mantan Rektor Unsrat Prof.Dr. Waworuntu, Prof.Ir. Lucky
Sondakh (ketua Isei), Dekan Fisip Drs. J.J. Lontaan, pengamat politik Ishak
Pulukadang, dan Ir. M. Rondo (PR III).
  
pukul 10.10 wita
Dalam orasinya Prof.Waworuntu, Msc sangat menyesalkan keberadaan Golkar.
sementara itu memasuki panelis berikutnya sempat terjadi protes dari para
mahasiswa yang menanyakan ketidakhadiran Rektor Unsrat. Diduga
ketidakhadiran Rektor berkenaan dengan statmentnya di harian Manado Post
(13/5/98) "akan memecat dosen/ mahasiswa yang mengadakan aksi reformasi".
  
pukul 10.25 wita
Suasana di dalam ruangan semakin gaduh oleh teriakan massa yang menginginkan
agar diskusi ini dilanjutkan di lantai dasar dalam bentuk mimbar bebas.
Namun permintaan ini tidak dikabulkan oleh penyelenggara dengan alasan yang
tidak jelas. Dalam suasana tegang massa memutuskan untuk walk out menuju
halaman Fisip dan melakukan mimbar bebas.
  
pukul 10.30 wita
massa dari fakultas lain mulai berdatangan termasuk dari berbagai perguruan
tinggi di Sulut (IKIP,UKIT, STAIN,STIE dan ITM Tomohon) untuk bergabung
dalam mimbar bebas. Dalam aksi ini diisi juga oleh orasi berbagai dosen yang
intinya mengutuk insiden 12 Mei 1998. Diantara dosen itu adalah Drs. S.U.
Marundu (Fak. Sastra), Drs. Reiner E. Oentue (Fak.Sastra).
  
pukul 11.00 wita
Massa aksi tetap meneriakkan para panelis untuk bergabung. Namun karena
tidak ada yang menyambut, mimbar bebas ini tetap dilanjutkan dengan orasi
dari berbagai mahasiswa secara bergantian.
  
pukul 11.30.
Massa memutuskan untuk aksi relly keliling Unsrat dengan rute mulai Fisip,
melewati Fak.Hukum terus menuju Fak. Teknik hingga menuju ke Rektorat.
Disetiap fakultas massa berhenti sejenak untuk melakukan orasi dan mengajak
para mahasiswa untuk bergabung. Sehingga jumlah massa semakin bertambah
dari ratusan orang hingga rimbuan mahasiswa.
  
pukul 12.00 wita
Massa berhenti direktorat dan meneriakkan agar rektor keluar dari ruangannya
dalam waktu lima menit untuk mempertanggung jawabkan statmentnya. Sementara
itu teriakkan "turunkan rektor" tidak henti-hentinya bergemuruh.
Ditengah-tengah orasi dan yel-yel seorang putra Ambon naik ke atas kursi
untuk membacakan sumpah mahasiswa yang diikuti oleh seluruh peserta aksi.
Setelah lebih dari lima menit berlalu, dan rektor tidak muncul maka massa
memutuskan untuk terus bergerak.
  
pukul 12.15 wita
Di depan gedung rektorat ribuan massa membuat lingkaran mengadakan upacara
penurunan bendera setengah tiang dan menyanyikan lagu gugur bunga kepada
para pahlawan reformasi. Suasana haru dan isak tangis tidak terbendung
diantara para peserta, bahkan ada beberapa orang yang pingsan karena
keharuannya.
  
pukul 12.30 wita
Massa mulai bergerak lagi menuju Fak.Peternakan untuk mengajak massa lainnya
sekaligus untuk menurunkan bendera setengah tiang. Jumlah massa terus
bertambah hingga memadati ruas jalan kampus.
  
pukul 12.45 wita
Massa terus melanjutkan relly menuju Fakultas pertanian dan mengajak para
mahasiswa lainnya untuk bergabung.
  
pukul 13.00 wita
Jumlah massa aksi yang terus bertambah memutuskan melanjutkan relly menuju
gedung DPRD I Sulut. Untuk mengantisipasi ada penyusupan, massa membuat
barikade disisi kiri dan kanan barisan.Ketika massa mulai bergerak keluar
kampus menuju DPRD I, ratusan aparat keamanan anti huru-hara dari Polda
Sulut, Yonif 712, dan Korem wirabuana menghadang massa. Massa yang terus
bergerak mendekati barikade aparat. Sementara tim negosiasi yang diwakili
oleh Kordinator KAM Sulut Endri Tandjung sedang bernegosiasi dengan
Kapoplresta Manado Letkol. Donal Aer, massa yang tidak sabar menunggu
mendesak hingga saling dorong-mendorong. Akhirnya pihak aparat mengalah
dengan kesepakatan sepanjang menuju DPRD I yang berjarak 1 Km aparat akan
mengawal aksi.
  
pukul 14.00 wita
Massa memasuki gedung DPRD I yang disambut oleh ketua DPRD I Rolly Tanos,
dan terjadi perdebatan karena pihak DPRD menginginkan masuk ruangan dengan
sistem delegasi. Namun secara tegas massa menolak dan mengajak dialog
anggota DPRD di halaman gedung. Akhirnya dialog disepakti di halaman gedung
ditengah guyuran hujan lebat.
  
Sebelum dialog massa meminta untuk mengadakan upacara berkabung dengan
menurunkan bendera setengah tiang. Dalam keadaan hujan lebat tak satu pun
massa yang beranjak dari barisan bahkan suasana haru dan isak tangis
menyelimuti massa aksi.
  
pukul 14.30 wita
Dialog dimulai yang ditandai dengan penyampaian tuntutan dari seorang
srikandi KAM Sulut (Ulfah) yang isinya meminta kepada para anggota DPRD
untuk menurunkan Rektor Unsrat. Kemudian dari mahasiswa kedokteran Dadang
Nugroho, menuntut agar reformasi secepatnya dilakukan karena harga-harga
obat semakin tak terjangkau. Dari Sastra Fahrul, menyampaikan tuntutan
tentang otonomi daerah. Dan disaat terjadi penyampaian tuntutan, walikota
Manado L. Korah sambil berpayung ria memasuki pelataran gedung DPRD yang
disambut massa dengan teriakkan "lepaskan payung dan rasakan penderitaan
rakyat". Dengan terpaksa walikota ikut terguyur hujan.
  
Ketika walikota diberi kesempatan untuk berbicara, dia ingin mempengaruhi
massa dengan mengatakan "hidup persma". Saat itu juga massa marah dan
menggoblok-goblokkan walikota termasuk meneriakkan "disini tidak ada persma
yang ada reformasi". Maka pengeras suara langsung direbut dari tangan
walikota oleh Fadli (FISIP) sambil meneriakkan "turunkan Suharto" yang
disambut dengan histeris oleh massa.
  
pukul 15.30 wita
Sebelum massa membubarkan diri, massa menekankan kembali tuntutan aksi, yang
pertama, turunkan suharto, kedua turunkan Paruntu (Rektor Unsrat), ketiga
turunkan harga BBM dan obat, empat usut sampai tuntas insiden Tri sakti dan
insiden 20 April di Unsrat dan kelima segera reformasi menyeluruh dilakukan.
  
Akhirnya massa membubarkan diri setelah mengatakan akan kembali tanggal 20
Mei 1998 untuk menagih janji anggota dewan.
  
=========================================
Catatan info
  
- Aksi ribuan mahasiswa Unsrat kali ini adalah yang terbesar dan melumpuhkan
kota
  Manado.
- Pusat pertokoan di pasar 45, dan Karombasan tutup
- Sepanjang jalan menuju DPRD I diblokir aparat hingga banyak penumpang
terlantar
- para petinggi militer ikut mengiringi aksi
  
  
VIVA REFORMASI,
  
MAHASISWA BERASAL DARI RAKYAT, HARUS MENGABDI KEPADA RAKYAT (DR. SAM RATULANGI)
  
NAOMI DAMANIK
KAM-SULUT
 
***
 
From: FORDEMIAS <FORDEMIAS@aol.com>
Date: Fri, 15 May 1998 21:12:45 EDT
To: apakabar@clark.net
Subject: FORDEMIAS: Pernyataan Bela Sungkawa
 
 
    FORDEMIAS
Forum Demokrasi Indonesia di Amerika Serikat
Indonesian Forum for Democracy in United State of America
________________________________________________________________
  
PERNYATAN BELA SUNGKAWA
  
Rekan-rekan pejuang Pro-Demokrasi,
  
Kami rekan-rekanmu di Perantauan tidak akan melupakan apa yang rekan-rekan
Pejuang Muda di tanah air untuk melakukan tuntutan Reformasi di segala bidang
di bawah Rejim Soeharto. Sifat Arogan dan Otoriter penguasa menyebabkan
timbulnya korban di dalam aksi damai Mahasiswa Universitas Trisakti Jakarta.
  
Kami turut berduka cita dari lubuk hati yang sangat dalam dengan gugurnya
Pejuang Muda, Rasa hormat dan salut kepada:
   
1.Elang Mulia Lesmana (Fakultas TeknikSipil&Perencanaan,Jurusan Arsitektur'96)
2.Alan Mulyadi (Fakultas Ekonomi'96)
3.Heri Heryanto (Fakultas Teknik Industri,Jurusan Mesin'95)
4.Hendriawan (Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen'96)
5.Vero (Fakultas Ekonomi'96)
6.Hafidi Alifidin (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Jurusan Sipil '95)
7.Hari Sion Royadi (Fakutas ?)
  
Kami tidak akan pernah melupakan Mu wahai Pahlawan Muda, Namamu akan tetap
terkenang dilubuk hati dan sanubari Bangsa Indonesia. Kalian merupakan bukti
sejarah di dalam kekerasan dan kekejaman Pemerintahan Orde Baru yang Otoriter.
Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga tabah menerima cobaan ini.
Semoga amal dan perbuatan Para Pahlawan Muda di terima di sisi Yang Maha
Kuasa.
  
Hormat kami,
  
  
  
FORDEMIAS
FORDEMIAS@AOL.com
 
***
 
Date: Sat, 16 May 1998 08:35:50 +0700 (JAVT)
From: Budianto <jebe@students.itb.ac.id>
To: itb@itb.ac.id, apakabar@clark.net
Subject: IA ITB kayak pemerintah
  
        Para alumni sekalian, koq kalian kayak pemerintah ?
        Elo udah tahu semua bahwa cacuk nggak mau bicara masalah politik,
        padahal udah rahasia umum alumni pada pengin IA ngambil sikap
        politik.
        Berarti udah nggak bisa mewakili almuni (Analog dgn presiden yg
        udah tdk dikehendaki lagi), terus kalian minta presiden ganti
        tapi elo ndiri nggak pernah minta ketua IA ganti.
        Jadi apa bedanya kalian sama mereka ?
        Kalian minta sidang istimewa dpr, terus koq kalian mengganggap
        sekarang ini bukan waktunya kita minta sidang istimewa konggres
        IA ITB juga ?
  
        Apa kalian rela alumni-2 kita berjuang tanpa ada koordinasi ?
        Apa kalian rela kalo kita-kita yg bergerak sendiri-2 tanpa
        koordinasi ini membikin runcing suasana ? Apa kalian nggak
        menyadari bahwa ada usaha-2 utk menTARUNGkan antara UI dan ITB
        oleh pihak-2 tertentu ?(Liat aja perlakuan thd jakarta dan
        bandung dan pernyataan-2 kawan kita yang sudah mulai sinis
        terhadap itb yang tidak mereka dengar kabarnya ,itb hanya gencar
        terdengar di radio ganesha bandung. Politik mereka mulai
        menampakkan hasilnya tuh, mereka udah pada benci ama itb)
  
        Sadar teman, karena rektor disini nggak bisa nyatuin kita dgn
        PT yang lain, aku berharap IA yang mewakilinya.
        Satukan kami sebagai suatu gerakan nasional, hai IA ITB !!!!!!!
        Kami tidak ingin diadu dengan bangsa sendiri !!!!!!
  
        Hoee para pengurus IA ITB dimana saja, JAWAB KAMI
        Jangan diem aja elo ! Hey Meilono, jawab gue dong !
        hayo pengurus tiap kota , jawab juga kalo emang kalian peduli
        ama nasib ITB ! Ato kalian cuman mau nongkrongin si ganesha aja ?
        Makanya jawab kami dan beri kami bukti !
        Dari perkembangan terakhir, "PERJUANGAN MASIH PANJANG BUNG"
  
        Banyak agenda yg bisa dipermudah kalo kalian bangkit.
        Misal :kita pengin pengadaaan pemancar radio SW biar bisa
        seluruh INA, dan kalo bisa kita bikin banyak dan dikasih
        gratis ke tiap kota biar bisa saling nyiarin berita tiap detik
        ke seluruh rakyat indo.
        Nah bisa jadi elo bisa masukin komponen-2 dll .. sekarang toko
        tutup semua .. kagak ada yg berani buka !
        Kunci perjuangan sekarang : "HARUS MENGUASAI MEDIA MASSA"
          
                -=JeBe=-
        ITB, Teknik Elektro 13293060
  
***
 
Date: 15 May 1998 23:43:19 -0000
From: Secret Squirrel <anon@squirrel.owl.de>
Subject: non-pri vs pri
To: apakabar@clark.net
 
Saya sangat kecewa sekali atas apa yang telah terjadi di beberapa
kota besar di Indonesia. Demonstrasi melawan ketidak adilan sih suatu
yang saya dukung, tetapi penjarahan dan kekerasan adalah sesuatu yang
tidak patut. Kita, yang mengaku sebagai manusia, seharusnya sadar bah
wa perebutan atau pun peralihan kekuasaan kekuasaan tidaklah harus di
lakukan lewat kekerasan. Tingkah laku kekerasan hanya untuk binatang
yang untuk mempertahankan wilayah saling berkelahi atau membunuh. Apa
kalian sadar bahwa dengan tidakan kekerasan, berarti telah meninggal
kan sifat manusia dan turun setingkat dengan hewan.
Hal Lain yang patut dikecewakan adalah sebagai manusia kita bisa tahu
bahwa sesuatu adalah milik orang lain, dan merebut secara tidak sela-
yaknya adalah bukan tindakan manusia.
  
Kita bersama tahu tentang tindakan semena-mena pemerintah. Apa masih
masih layak bagi kita untuk menentang itu semua, kalau kita juga mela
kukan hal itu terhadap saudara kita hayanya karena warna kulit yang
sedikit berbeda.
  
Mengenai warna kulit. Setahu saya yang ada di dunia ini adalah jenis
Kaukasoid (eropa), negroid (afrika) dan monggoloid (asia). Saya belum
pernah mendengar adanya ras Java-noid atau cina-noid seperti yang ka
lian semua permasalahkan. Lebih jauh lagi, kita tengok sejarah Indone
sia masa lalu. Menurut sejarah yang saya tahu, nenek moyang kita ada
lah campuran antara orang Indonesia (yang benar benar asli) dan penda
tang dari Yunan (cina). Lalu siapa mereka yang mengaku warga pribumi
, yang berani mengatakan bahwa di darah mereka sama sekali tidak ada
setetespun darah orang cina ? Jadi, menurut saya yang membedakan apa
yang kalian sebut pri dan non pri adalah seberapa besar kandungan da
rah yang ada di dalam tubuh kalian, yang mana menurut saya bukan hal
yang layak dibesar-besarkan.
  
Kalau anda semua merasa heran mengapa golongan cina-minoritas dapat me
nguasai mayoritas posisi ekonomi di Indonesia, saya katakan bahwa kita
semualah yang menciptakan itu semua. Menurut konstitusi, yang bisa men
jadi adalah orang Indonesia asli (pribumi). Dalam praktek, hampir tak
mungkin bagi warga non-pri untuk masuk dalam percaturan politik, menja
di pegawai negeri ataupun aktif di dalam politik. Lalu apa yang masih
tertinggal ? BISNIS. Hanya bisnis yang bisa non-pri kerjakan, dan bis
nis berarti uang. Kita tinjau hal yang lebih universal. Mengapa jepang
bisa menyaingi Amerika padahal setelah PDII mereka telah hancur total?
Jawabannya adalah : BISNIS. Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani
setelah PDII, Jepang tidak boleh membuat suatu angkatan bersenjata. Ar
tinya semua uang mereka masuk ke dalam dunia bisnis, sedangkan 40% ang
garan belanja amerika adalah untuk persenjataan.
  
Akhirnya, saya ingin menayakan beberapa pertanyaan lagi. Apakah "Bhi
neka Tunggal Eka" yang ada di kaki Garuda sudah harus diganti ? Apakah
Sila kedua dari Pancasila harus diganti ? Apakah pembukaan UUD45 harus
diganti ? Ataukah negara kita sudah sedemikian bobrok sehingga harus
di rombak total, ternasuk dasar negara, UUD, lambang negara, nama nega
ra ? Apakah kekerasan oleh golongan yang kuat (mayoritas) terhadap go
longan monoritas tidak termasuk salah satu ciri tindakan diktator ?