[INDONESIA-L] Mulia Group - Penjara

From: apakabar@clark.net
Date: Wed May 27 1998 - 12:09:00 EDT


Forwarded message:
From apakabar@clark.net Wed May 27 15:09:05 1998
Date: Wed, 27 May 1998 13:07:15 -0600 (MDT)
Message-Id: <199805271907.NAA21799@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Mulia Group - Penjarahan Tanah Negara
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
 

From: "josef jinara" <kudakuda@hotmail.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: MULIA GROUP - MULIA GROUP - Penjarahan Tanah Negara
Date: Wed, 27 May 1998 01:56:25 PDT
 
MULIA GROUP - PENJARAHAN TANAH NEGARA !!
  
Perlu pengusutan tuntas atas tanah-tanah negara dan tanah rakyat
termasuk tanah-tanah departemen pemerintahan yang banyak dikuasai oleh
Mulia Group. Perlu disimak bahwa dua bersaudara Sdr. Joko Tjandra dan
Sdr. Eka Tjandra bersaudara pemilik Mulia Group sudah terang-terangan
berkolusi dengan Putra Putri Cendana dengan memanfaatkan jendral-jendral
di ABRI dan Pejabat Setneg serta Boss-boss Bank Pemerintah untuk
penciptaan kredit mancet dan penjarahan asset nasional klhususnya yang
berada disegitiga emas untuk property-property yang dikelolanya.
Sebagai contoh : Mall Taman Anggrek yang dulunya merupakan asset Partai
Persatuan Pembangunan ( pada waktu itu H. Naro ) direkayasa sedemikian
rupa sehingga menjadi Tanah dalam penguasaan Mabes ABRI (pada waktu itu
Pangab Hartono) dan akhirnya yang sekarang kita saksikan bersama-sama
Mbak Tutut Mulia Group mendirikan Mall Taman Anggrek...kemana lagi
bunga-bunga Anggrek disekitarnya dan Hotel Orchidnya Yayasan Kartika Eka
Paksi ??? . Inilah salah satu bentuk KKN yang nampak dengan mata
telanjang.
Contoh lain bagaimana mudahnya Mulia Group menggunakan Tanah yayasan
Gelora Senayan dengan meminjam tangan Moerdiono Setneg, kemudian Wismoyo
Arismunandar dan keluarga Cendana sehingga saat ini berdiri dengan
megahnya Hotel Mulia Senayan, Pembangunannya dengan suatu rekayasa
status emergency penyediaan hotel atlit untuk fasilitas PON dimana
pembiayaan hotel dimaksud dibantu dengan mulus melalui kredit suatu Bank
Pemerintah.
Bagaimana dengan Tanah GKBI di bundaran Semanggi, dan tanah BRI ??
Bagaimana pula dengan Gedung-gedung Mulia group di Jalan HR Rasuna Said
dan Gedung Mulia yang saat ini sedang dalam masa pembangunan di Jl.
Gatot Subroto ????? (sebelah Gedung Jamsostek). Semudah itulah cara
berbisnis dengan menggunakan KKN.
Sebagai kesimpulan bahwa pada hakekatnya tanah negara dari uang rakyat
itu dapat seenaknya disulap oleh Mulia Group menjadi mesin penghasil
jutaan dollar untuk keuntungan sekelompok orang tertentu.
sedangkan oknum-oknum pejabat pemerintah hanya mendapatkan gaji buta dan
upeti setiap bulan asal tutup mulut.
Perlu kiranya suatu klarifikasi total atas penjarahan tanah-tanah
dimaksud agar etika bisnis dalam masa reformasi ini dapat benar-benar
ditegakan.
  
  
    
  
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com