Gulingkan Soeharto Segera

From: apakabar@clark.net
Date: Fri May 29 1998 - 13:20:00 EDT


Forwarded message:
From merdeka@rad.net.id Tue May 19 20:51:08 1998
Message-ID: <3561F02D.84BF83FB@rad.net.id>
Date: Tue, 19 May 1998 20:48:45 +0000
From: merdeka <merdeka@rad.net.id>
X-Mailer: Mozilla 4.04 [en] (WinNT; I)
MIME-Version: 1.0
To: apakabar@clark.net
Subject: Gulingkan Soeharto Segera
Content-Type: text/plain; charset=us-ascii
Content-Transfer-Encoding: 7bit
 

------- Presiden Suharto Si Penghianat Bangsa Harus Segera Digulingkan
-------
 
 
Para pembaca yang budiman saya merasa mendapatkan kesempatan yang
sangat mulia di forum ini untuk menyampaikan rasa kesalutan dan
penghargaan
yang setinggi-tingginya dari isi hati pribadi yang paling dalam terhadap
 
perjuangan adik-adik mahasiswa yang pantang mundur melawan kepemimpinan
rezim Soeharto yang bermoral binatang. Mudah-mudahan kalian para pejuang
 
muda selalu dilindungi Tuhan, dan sukses dalam menggulingkan Soeharto
dan
para jongos-jongosnya demi menegakkan aspirasi suci yang sejalan dengan
nafas integritas bangsa. Bagi diantara mereka yang korban akibat
keberingasan
ABRI (kelompok bajing-bajing piaraan Soeharto) semoga mendapatkan tempat
 
yang sangat tinggi di sisi Tuhan, amin.
 
Hal yang sangat disesalkan atas "Tragedi 12 Mei 1998" yang brutal ini
adalah
sikap sang bromocorah Soeharto sebagai kepala negara yang sekaligus
dianggap orang yang paling bertanggung jawab akan kejadian semua ini
tidak
megeluarkan pernyataan resmi penyesalan atau permintaan maaf. Malahan si
 
binatang yang bermuka manusia ini diam seribu kata di tempat
persembunyiannya. Para pejabat tinggi dan tertinggi negara, serta para
kelompok bajingan ABRI juga tidak bersuara. Hal ini suatu indikasi yang
jelas
bahwa sistem pemerintahan di negara Indonesia memang dipegang sama
orang-orang yang bermoral bejat, hanya mau cari selamatnya saja demi si
tua
bangsat Soeharto; mereka semuanya hanyalah sebagai rangkaian network
yang
sedemikian rapi yang Soeharto bentuk. Ini juga suatu indikasi bahwa
demokrasi
di negara kita adalah demokrasi terpimpin, sistim peradilan di Indonesia
sudah
sakit.
 
Kita semua rakyat yang sudah dipimpinnya selama 32 tahun sudah banyak
mengetahui akan kekejaman, kelicikan, dan keserakahannya. Apa yang
rakyat
tuntut yang seperti terjadi sekarang adalah ketidaktahanan rakyat yang
sudah
mencapai klimaks terhadap tingkah si bejat Soeharto dan konco-konconya.
Oleh
karenannya Soeharto beserta jongos-jongosnya harus bertanggung jawab
akan
semua ini walaupun si tua bangka Soeharto sudah turun. Kita harus
menyeret
dia dan jongos-jongosnya ke pengadilan untuk diadili hingga tuntas,
kalau perlu
kita hukum gantung ditengah-tengah rakyat. Ingat saudara-saudaraku
setanah
air bahwa pernyataan Soeharto baru-baru ini yang menyatakan akan turun
janganlah cepat dipercaya; Soeharto adalah ahli strategi yang licik, dia
adalah
ular berwajah manusia, dia mudah sekali berpropaganda putih atau hitam;
kalau
kita lengah, maka dia akan membelitnya dan memakannya. Kita harus
waspada
terhadap Soeharto si penjahat politik. Kita juga tidak boleh melupakan
peristiwa-
peristiwa silam akibat kekejaman yang dia lakukan seperti peristiwa
Tanjung
Priok, dimana banyak massa dibantai dan dilindas hidup-hidup sama
tank-tank
militer arteleri sepertinya dia bersama para bajingan ABRI yang pantas
hidup;
sayangnya kejadian ini tidak banyak wartawan, kalaupun ada mereka
dikejar
dan kameranya dihancurin.
 
Soeharto ini adalah orang yang mempunyai network yang sangat kuat yang
beranggotakan terutama dari kalangan ABRI. kalangan kelompok ini
merupakan
kalangan kelompok elit. Makanya Soeharto melahirkan konsep Dwi-Fungsi,
yang
tidak lain cuma dijadikan sebagai bajing-bajing piaraan Soeharto. Tidak
cuma itu
Soeharto juga memelihara orang-orang mursal seperti Harmoko, Murdiono,
dll,
sebagai ujung tombak penghubung dengan rakyat. Orang-orang semacam ini
tukang bikin propaganda seperti misalnya "Soeharto adalah sebagai bapak
pembangunan", "bikin buku tentang Pak Harto" dll. Sekali lagi ingat
saudara-
saudaraku jangan percaya sama sekali kepada Soeharto dan
jongos-jongosnya.
Kita harus menolak semua predikat-predikat semacam yang kita sebutkan
diatas, karena semua itu datangnya dari jongos-jongos yang sudah
dikenyangin
sama harta, pangkat dan jabatan. Kemajuan Indonesia yang selama ini di
pimpin
hanyalah semu, kita rakyat terutama yang hidup didaerah tidak menikmati.
 
Kekayaan minyak yang melimpah ruah cuman jatuh ketangan keluarga
Soeharto
yang serakah. Semua kepentingan keluarganya dilindungi dan didukung sama
 
KAPRES (Kepentingan Anak-anak Presiden), walaupun anak-anaknya tidak ada
 
yang profesional; lihat saja si Tutut membrangkutkan Perigrim,
perusahaan yang
memberi pinjaman 2/3 dari sahamnya ke Tutut dan kemudian hancur. Dasar
tingkah bapak dan ibunya yang sudah jadi bangkai bejat, maling besar,
akibatnya anak-anaknya idiot.
 
Mari kita bahu-membahu untuk meneruskan perjuangan menumbangkan rezim
Soeharto dan para bajingan ABRI serta jongos-jongosnya hingga tuntas.
 
 
Salam kemerdekaan
 
Merah-putih