Reformasi (Catatan sejarah yang kec

From: apakabar@clark.net
Date: Tue Jun 02 1998 - 10:50:00 EDT


Forwarded message:
From iwan_anita@yahoo.com Fri May 22 05:16:23 1998
Message-ID: <19980522091445.3094.rocketmail@send1b.yahoomail.com>
Date: Fri, 22 May 1998 02:14:45 -0700 (PDT)
From: Iwan Setiawan <iwan_anita@yahoo.com>
Subject: Reformasi (Catatan sejarah yang kecil)
To: apakabar@clark.net
MIME-Version: 1.0
Content-Type: text/plain; charset=us-ascii
 

Para Pecinta Negeri Ini,
Gerakan reformasi..yang disuarakan hampir seluruh lapisan masyarakat
merupakan salah satu bentuk dari upaya menggagas habis bentuk/sistem
birokrasi di republik ini, begitu sangat rentan dan serba
serentak,gerakan mahasiswa ini menimbulkan dampak psikologis bagi
bangsa Indonesia, yang akhirnya kita pun dibawa pada masa
dimana..begitu kita harus menerima dengan hati yang terbuka timbulnya
babak baru dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Siapa saja dan
kapan saja, mau tidak mau, kita harus membiasakan diri untuk
dikoreksi, mengkoreksi dan terus memperbaiki.
Reformasi adalah satu kata yang mengandung arti sangat luas, Karena
perubahan itu tidak hanya di interpretasikan dalam konteks
kepemimpinan atau figur/tokoh saja, namun akan adekwat upaya yang
murni ini jika kita sinergiskan pada segala aspek kehidupan di segala
bidang(Ipoleksosbud-Hankam).Kita tahu bahwa, selama kita tidak
memiliki pretensi sendiri guna mendukung proses reformasi, maka apa
yang selama ini diperjuangkan adalah hal yang sia-sia. Karena
reformasi tidak hanya disyaratkan pada hal-hal makro saja. Turunya
Soeharto dari jabatan kepresidenan membuka jalan bagi arah majunya
perjuangan reformasi, setidaknya untuk membangun semangat dan
memformat bentuk baru dari sistem birokrasi, kepemimpinan, dan
aparaturnya. Namun, sulit untuk mengemukakan alasan yang jelas "apakah
dengan begitu akan menyelesaikan masalah?"
Harus kita sadari bahwa krisis yang terjadi di negara kita ini adalah
tanggung jawab kita bersama, dan menuntut kita menyelesaikan persoalan
ini secara serius dan argumentatif, bertanggung jawab dan berani.
Namun apakah sikap mental pribadi kita, akan memiliki komitmen yang
"sustain" apabila ketika kita berada pada suatu sistem yang katakanlah
perlu di reformasi, atau...contoh kasus..bahwa pernahkah mahasiswa
yang demonstrasi membersihkan lokasi demonstrasinya dari sampah yang
mereka buang..?
Mental seperti ini pun juga harus dipertanyakan untuk mendukung secara
total upaya reformasi tersebut.
Pemimpin Bangsa, Pejabat daerah, ABRI, Mahasiswa dan masyarakat, yang
saya cintai.
Berpegang teguhlah kepada sesuatu yang tetap. Karena sesuatu yang
tetap, membuat kita sedikit tidak akan berubah dari komitmen dasar.
Karena esensi kita adalah tetap dan eksistensi kita adalah sebaliknya.
Berpegang teguh kepada ajaran agama adalah berpegang teguh kepada
sesuatu yang tetap (pasti), selain itu gerbang kehancuran menanti kita.
Berpegang teguhlah kepada komitmen kebenaran..bukan kepada komitmen
kepentingan.
Kekuasaan bukanlah sesuatu yang harus dituju.
Tapi kekuasaan adalah alat untuk mencapai keridlho-an Allah SWT.
Semoga kita masih diberiakn rahmat dan hidayah Nya.
Agar hari esok adalah hari dimana kita senantiasa mentransformasikan
diri kearah yang lebih baik.
 
Wassalam
 
Iwan Setiawan
 
 
 
_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com