[INDONESIA-L] Peristiwa Aceh & Oper

From: apakabar@access.digex.net
Date: Sun Jun 28 1998 - 17:04:00 EDT


----- Forwarded message from apakabar@clark.net -----

From owner-indonesia-l@indopubs.com Sun Jun 28 20:03:05 1998
>From owner-indonesia-l@indopubs.com Sun Jun 28 20:03:05 1998
Received: from server2.indopubs.com (server2.indopubs.com [192.41.57.37])
        by pony-2.mail.digex.net (8.8.8/8.8.8) with ESMTP id UAA22995
        for <apakabar@access.digex.net>; Sun, 28 Jun 1998 20:03:04 -0400 (EDT)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64]) by server2.indopubs.com (8.8.5) id SAA28792; Sun, 28 Jun 1998 18:02:43 -0600 (MDT)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id SAA06337; Sun, 28 Jun 1998 18:02:42 -0600 (MDT)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Sun, 28 Jun 1998 18:02:41 -0600
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id SAA06289; Sun, 28 Jun 1998 18:02:31 -0600 (MDT)
Date: Sun, 28 Jun 1998 18:02:31 -0600 (MDT)
Message-Id: <199806290002.SAA06289@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Peristiwa Aceh & Operasi Militer
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Date: Sat, 27 Jun 1998 05:28:23 -0700 (PDT)
From: glee id <belazz@yahoo.com>
Subject: Peristiwa Aceh & Operasi Militer
To: apakabar@clark.net

Kepada para Pembaca yang terhomat ini bukan fitnah dan bukan
lelucon……!!!

Aceh merupakan salah satu propinsi yang diberikan keistimewaan oleh
pemerintah Republik Indonesia sejak zaman Soekarno hingga sekarang
yang status tersebut hanya namanya saja. Pada tahun 1990/91/92/93
Aceh pernah ramai dengan gejolak pemberontakan kemerdekaan Aceh atau
Aceh Merdeka (AM) dimana angkatan perjuangan kemerdekaan Aceh ingin
menentukan nasib diri sendiri untuk meperjuangkan kemerdekaannya.
Disaat Aceh sedang rawan dengan kasus tersebut lantas pemerintah pusat
mengirim sebanyak 12 ribu pasukan bangsat (ABRI)jari luar Aceh
tujuannya untuk memusnahkan gerakan ini. Setibanya ABRI di Aceh yang
masing masing melaksanakan tugasnya sesuai dengan ajaran Pancasila
baik menurut perentah atasan maupun menurut perentah sendiri.
Selama Angkatan bangsat(ABRI) tersebut bertugas di Aceh mereka sudah
mempraktekkan lima azas KEZALIMAN dari Pancasila yang telah
disumpahkan kepadanya diwaktu mengambil sumpah jabatan. Lima sila
tersebut yaitu:

v Kekejaman,
v Kekerasan,
v Kebangsatan,
v Kebiadaban,
v Dan Kemunafikan,

Sungguh semua tindakan - tindakan angkatan bangsat ini mempraktekkan
untuk penduduk sipil Aceh, kebanyakan dari penduduk sipil yang tidak
bedosa, sudah dianianyi sama ABRI. Penganianyaan yang dilakukan al:

v Membakar alat kelamin dengan puntung rokok gudang garam dan cabut
kuku dengan tang.
v Menyetrum dengan tegangan tinggi sampai tidak sanggup berdiri lagi
dan sampai yang disetrum tidak bisa mengeluarkan suara lagi.
v Meletakan posisi kaki meja atau kursi di jempol kaki tertuduh lantas
babi-babi gemuk dan bangsat ini duduk di atas meja dan kursi tersebut.
v Pemerkosaan gadis di depan orang tuanya dan pemerkosaan istri di
depan suaminya. Dan pemerkosaan gadis secara bergilir. Sehabis babi -
babi ini pulang dari tugas.
v Menjepit alat kelamin dengan tang dan memasukkan kawat ukuran 1mm
kedalam alat kelamin yang membuat jeritan dan pekikan yang luar biasa.
v Memasukkan kedalam kolam kotoran manuasia sampai lebih dari 24 jam
yang dalamnya sampai ke leher.
v Dan penyiksaan dalam bentuk lain yang membuat tertuduh mengalami
muntah darah dan kencing darah.
v Tembak di tempat atau didepan orang ramai supaya orang jangan
mendukung gerakan tersebut padahal yang di tembak tidak mempunyai
bukti yang lengkap.
v Menembak wanita hamil didepan khalayak ramai karna suaminya tetuduh
pengikut AM.
v Manyat yang masih berdarah di ikat di belakang Truk dan di bawa-bawa
seharian.
v Membawa manyat yang di bunuh atau meletakkan di pinggir jalan dan
pasar - pasar yang manyat tersebut berasal dari kabupaten yang lain,
jadi orang local susah mengidentifikasikan.

Kejadian hari - hari selama PKI (ABRI) di Aceh juga memaksakan dan
mengancam orang - orang di desa untuk mengambil kesempatan melakukan
seenaknya seperti: mengeledah rumah dengan alasan mencari senjata api
yang di simpan oleh AM tetapi kalau senjata tidak diketemukan lantas
yang lainnya yang jadi sasaran, mengambil barang berharga seperti emas
dll. Orang-orang Aceh yang tinggal dipedesaan walupun mereka bukan
orang kaya tetapi merka selalu mempunyai sedikit logam mulia yang di
simpan sebagai kegunaan di waktu darurat, tetapi diwaktu PKI bangsat
ini menggeledah rumah lantas menguras semua barang berharga tersebut.
Bukan saja barang berharga yang di ambil Ayampun yang sedang ngeramin
juga di sikat, kalau punya motor PKI bangsat ini minta pinjam dan
sekalian mimta duit untuk bensin, setelah itu mereka akan mengederai
motor dengan boncengan tiga orang. Setelah motor di pakai tidak di
antarlagi ke pemiliknya tetapi pemiliknya sendiri yang harus
mengambilnya di markas mereka, resiko rusak tanggung jelas sendiri.
Tidak lupa setiap hari mereka makan gratis di Restoran dan minta duit
sehabis makan, hari - hari pasukan bangsat ini makan minum dan rokok
gratis inilah Aangkatan Bangsat Republik Indonesia(ABRI). Saat itu
tidak ada orang di Aceh yang berani menegor karna takut di tuduh AM
(GPK) sebab kalau sudah tertuduh GPK maka anda siap dibawa untuk
interogasi dan menerima siksaan, setidak tidaknya keluarga siap
menyediakan kain putih untuk manyat.

Disaat peristiwa ini di Aceh tidak ada mass media yang memberitakan
kasus ini dan tidak ada pers asing yang bisa masuk ke Aceh dan sangat
rahasia sekali di mana pemerentah daerah juga merasa takut dan tidak
berani kerkoar apa lagi ada pemimpin - pemimpin Aceh juga tidak
bertanggung jawab karna terlalu sibuk dengan KKN dan takut pecah
periuk nasi, padahal rakyat seluruh Aceh sedang trauma dan tersiksa
lahir batin yang luar biasa. Yang ada waktu itu hanya fitnah dari ABRI
mengataka orang AM membakar sekolah dan kampus Univesitas padahal yang
membuat itu adalah Abri sendiri untuk memancing kebencian orang
terhadap AM.

Setelah pasukan bangsat dan biadab ini meninggalkan Aceh maka lebih
dari 3000 orang Aceh yang hilang dan tinggallaah anak yatim piatu dan
wanita janda. Siapakah yang bertanggung jawab atas semua kejadian ini
di mana saat itu Dictator super polpot binatang Soeharto sebagai
presiden RI dan Try Soetrisno sebagai Pangab. Apa lagi sekarang ini
krisis moneter ibu-ibu janda di Aceh yang harus menanggung resiko
untuk memberi makan anak yatim tersebut yang rasanya tiada pernah
habis derita yang di alaminya semenjak pasukan munafik ABRI melakukan
aksi yang tidak bertanggung jawab tehadap rakyat yang semestinya di
lindungi malah di khianati. Inilah tipe dari ABRI Indonesia yang
kebanyakan mereka mendapat didikan yang mantap hanya untuk memusnahkan
rakyat sipil. ABRI Indonesia sangat picik sekali pikirannnya dan tidak
luas wawasan memeimpin jadinya keidupan mereka seperjti anjing yang
kelaparan sanggup memakan mulai dari bangkai hingga ke kotoran
manusia. Jumlah aggota Aceh Merdeka hanya belasan orang saja tetapi
yang terbunuh lebih dari 3000 sipil di Aceh wktu itu. Sungguh tidak
pantas, bertahun-tahun latihan memegang senjata yang di bunuh adalah
rakyat sipil.

Sekali lagi saya ingin meyakinkan saudara pembaca ini adalah peristiwa
sebenarnya yang terjadi di ACEH pada 1990/91/92/93 kalau anda merasa
ragu orang orang yang teraniaya ini sebagian basih hidup dan sanggup
memberikan semua fakta - fakta dan alasan. Dan kalau anda mengetaui
yang namanya Dedi Sukirman dia seorang militer yang pernah bertugas di
kabupaten Aceh Utara Rancong detention camp. Dedi penah menyiksa dan
memperkosa banyak gadis Aceh di tahanan tersebut. Atau tanyalah sama
kerabat dan saudara anda yang militer pernah bertugas di Aceh pada
tahun itu adakah dia menyiksa, dan membunuh orang sipil yang tidak
berdosa di Aceh kalau tidak syukurlah, tetapi kalau ada mengaku tidak
inilah super munafik yang paling bangsat dan biadap tidak bertanggung
jawab.

Seharusnya anjing-anjing Abri yang bertugas di Aceh waktu itu harus
meminta maaf kepada anak - anak yatim tersebut yang sedang menyambung
kehidupannya di zaman trasisi ekonomi sekarang ini. Dan apabila hal
seperti ini tertimpa atas dirimu bagaimana rasanya……? Tolong renungkan
wahai pembunuh disaat Tuhan berikan kamu satu hari dalam kesusahan
pasti kamu mengeluh bagaimana dengan derita kami yang sepanjamg hidup……?

Semoga seluruh pencinta reformasi jangan sampai memberikan kesempatan
kepada ABRI atau Golkar kalau mau hidup dengan hukum yang tegak dan
damai. Regime Soeharto menggunakan hukum rimba………!!!

Tiada maaf bagimu ABRI sungguh kejam tindakankanmu yang meberikan
derita sepanjang hidupku, semoga Tuhan lah yang tau dan mengadili
semua power yang sudah kamu gunakan untuk memusnahkan keluarga dan
masa depan kami.

Nb: laporan selengkapnya lihat Shock Therapy keluaran akhir 1993

DTO
Glezz

----- End of forwarded message from glee id -----

----- End of forwarded message from apakabar@clark.net -----