MEDIA MASSA UNTUK DEMOKRATISASI

From: apakabar@access.digex.net
Date: Fri Aug 07 1998 - 06:23:00 EDT


----- Forwarded message from Gandhi Moehammad -----

From gandhimoehammad@hotmail.com Thu Aug 6 22:28:56 1998
>From gandhimoehammad@hotmail.com Thu Aug 6 22:28:56 1998
Received: from loas.clark.net (mail.clark.net [168.143.0.10])
        by pony-1.mail.digex.net (8.8.8/8.8.8) with ESMTP id WAA12170
        for <apakabar@access.digex.net>; Thu, 6 Aug 1998 22:28:56 -0400 (EDT)
Received: from hotmail.com (f214.hotmail.com [207.82.251.105])
        by loas.clark.net (8.8.8/8.8.8) with SMTP id WAA29863
        for <apakabar@clark.net>; Thu, 6 Aug 1998 22:30:06 -0400 (EDT)
Received: (qmail 21517 invoked by uid 0); 7 Aug 1998 02:28:23 -0000
Message-ID: <19980807022823.21516.qmail@hotmail.com>
Received: from 202.135.5.233 by www.hotmail.com with HTTP;
        Thu, 06 Aug 1998 19:27:57 PDT
X-Originating-IP: [202.135.5.233]
From: "Gandhi Moehammad" <gandhimoehammad@hotmail.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: MEDIA MASSA UNTUK DEMOKRATISASI
Content-Type: text/plain
Date: Thu, 06 Aug 1998 19:27:57 PDT

PERAN SPANDUK, MEDIA CETAK, RADIO & TV
DALAM DEMOKRATISASI

Patung Tani di persimpangan jalan Menteng Raya & Kwitang, pernah
dipasang sebuah spanduk bertuliskan RAKYAT BERSAMA ABRI AKAN BERHADAPAN
DENGAN PEMECAH BELAH PERSATUAN & KESATUAN.

Entah ditujukan kepada siapa spanduk ini. Kepada rakyat Papua, Maubere,
atau Aceh? Mereka sekarang memang giat menyerukan kemerdekaan. Spanduk
ini jelas tidak ditujukan kepada Amien Rais, Megawati atau Budiman
Sujatmiko, karena mereka sedang memperbaiki sistem penyelenggaraan
negara dengan mengusir "tikus-tikus" yang berada di posisi penting di
sistem pengelolaan negara.

Rakyat yang bersama ABRI dalam spanduk ini juga tidak jelas yang mana.
Apakah mereka yang menjadi wakil rakyat di gedung MPR/DPR itu? Pasti
tidak! Karena lebih dari 50% diangkat oleh bekas presiden korup,
Suharto. Sisanya tidak mewakili daerah atau rakyat manapun.

Sedangkan ABRI dalam spanduk itu, yang mana? Apakah Kopassus yang
melakukan aktivitas penculikan dan penganiyaan itu juga termasuk ABRI
yang akan bersama rakyat? Atau pejabat pemerintah yang dulu kerap
menggonggong mengancam media massa untuk merangkak? Jika dibawah spanduk
itu dipasang spanduk baru bertuliskan: PELAKU KKN, PENCULIKAN,
KERUSUHAN, PEMERKOSAAN ADALAH PEMECAHBELAH PERSATUAN & KESATUAN. Maka
arti spanduk di atasnya akan berubah. Perang spanduk sebenarnya mudah
saja dilakukan....

Spanduk tidak bisa digunakan untuk membentuk opini masyarakat karena
materi tulisannya yang terlalu sedikit dan artinya yang gampang kabur.
Spanduk itu mungkin sedikit menghasilkan teror bagi gerakan
demokratisasi.

Cara paling baik menghadapi spanduk liar ini adalah dengan memberikan
pendidikan politik kepada rakyat melalui media massa. Syukur kepada
Tuhan, media massa kini tidak lagi menerima ancaman breidel. Sehingga
bisa disebut porsi materi yang mendukung gerakan demokratisasi dan
gerakan anti demokratisasi cukup seimbang. Meski lambat, dengan situasi
ini, demokratisasi akan tercapai dalam beberapa tahun mendatang.

Namun untuk merangsang percepatan gerakan demokratisasi, pendidikan
politik perlu dilakukan dengan memanfaatkan seluruh media massa, baik
cetak, maupun radio & TV. Dana tentu mungkin didapatkan jika gerakan
demokratisasi ini mendahulukan persoalan substansial yang bersandar pada
rasionalitas & moralitas.

Meski kegiatan untuk mendapatkan dana ini akan berhadapan dengan
pandangan yang menyatakan bahwa yang penting sekarang ini adalah sembako
atau bagaimana mengatasi langkanya pekerjaan. Tentu counter argument-nya
adalah, kegiatan mencari dana & kampanye politik adalah gerakan jangka
panjang yang bertujuan menjamin kehidupan rakyat yang layak secara
berkelangsungan. Program ini berjangka panjang, tidak seperti program
operasi pasar atau pembagian sembako sebulan sekali. Bukankah rakyat
butuh sembako tidak sebulan sekali, tetapi setiap hari. Lagi pula
kebutuhan rakyat bukan hanya sembako, yang tidak dapat dipenuhi hari ini
saja, tetapi rakyat juga butuh pendidikan, pekerjaan, atau masa depan
yang cerah & pasti. Kebutuhan ini hanya bisa dipenuhi di masa mendatang
melalui sistem pengelolaan negara yang baik.

Tujuan gerakan demokratisasi, dan kemampuan meyakinkan rakyat akan
menjadi kunci sukses untuk mendapatkan dukungan dana dari rakyat.
Beberapa tokoh masyarakat seperti Romo Mangun misalnya berpendapat, yang
substansial sekarang ini adalah bagaimana menyusun orang-orang yang
dapat mewakili rakyat satu komunitas. Mereka di gedung DPR/MPR lalu
bersidang untuk menyusun aturan-aturan baru dalam penyelenggaraan
negara. Perdebatan Habibie sebagai sah atau tidak sah adalah perdebatan
mengenai hal-hal yang tidak substansial sebelum terbentuk perwakilan
rakyat baru.

Perdebatan yang dilakukan sebelum itu akan terjebak dalam penggunaan
acuan yang berasal dari pemerintahan sebelumnya yang seolah-olah sah
atau konstitusional. Padahal bagaimana bisa konstitusional jika
sesungguhnya rakyat tidak pernah memberi legitimasi bagi pemerintahan
itu.

Jika demokratisasi dilakukan pada level yang substansial ini, tentu
hasilnya dapat dicapai dengan lebih cepat. Rakyat pun lebih mudah untuk
mendukung gerakan demokratisasi. Sehingga kemudian persoalan ekonomi
dapat dipecahkan tanpa hambatan hukum & politik. Tidak seperti sekarang
ini, di mana rakyat lebih percaya pada kekerasan daripada hukum dalam
penyelesaian persoalan mereka. Itu sebabnya rakyat begitu mudah terjebak
pada gerakan perusakan, pembakaran dan penjarahan.

Memperbaiki sikap sesat rakyat ini membutuhkan waktu yang panjang dan
dengan memberikan contoh pelaksanaan hukum yang obyektif. Bukan dengan
menembaki rakyat, sementara itu tidak memproses penjahat negara yang
berstatus pengusaha atau pejabat pemerintah.

GERAKAN PENYADARAN MELALUI MEDIA TV

Gerakan penyadaran melalui media cetak mungkin hanya tepat bagi kaum
terdidik yang gemar membaca. Sedang radio mungkin hanya dinikmati di
kendaraan saat menuju dan kembali dari tempat beraktivitas sehari-hari.
Sedangkan media audio visual, TV, adalah media yang paling ampuh
mempengaruhi opini masyarakat. Pada beberapa pembagian waktu terdapat
profile pemirsa yang sangat segmented. Misalnya wanita dominan pada
18:00-19:00. Sedangkan kelas ekonomi atas, dominan pada jam 23:00 ke
atas. Segmentasi pemirsa ini diperlukan untuk menentukan peletakan
program-program penyadaran di TV.

Satu contoh acara TV yang telah menjadi media pencerdasan atau
penyadaran dari satu kelompok orang adalah DIALOG AKTUAL di Indosiar.
Acara ini sangat bagus dalam membangun opini publik jika dibandingkan
dengan acara sejenis lainnya di stasiun lain.

Kita mungkin sudah melihat bagaimana gerakan mahasiswa di gedung DPR
pada bulan Mei lalu mendapat dukungan dana dari masyarakat. Bantuan
mengalir dengan mudah. Sebaliknya, pada saat sekarang dan nanti kita
terus berhadapan dengan orang-orang dari masa Suharto dengan segala cara
hidupnya yang anti demokrasi, disadari atau tidak. Gawatnya, Suharto dan
kawan-kawannya masih didukung dengan dana yang besar. Dengan dana yang
besar itu, tentu banyak sekali yang bisa mereka buat.

Pengumpulan dana tentu bukan untuk menyamakan kekuatan dana dari gerakan
demokratisasi dengan yang anti demokratisasi. Atau menjerumuskan diri ke
dalam money politics. Tetapi gerakan demokratisasi membutuhkan
ruang-ruang bermain di media massa, terutama TV, untuk mengkomunikasikan
gagasannya kepada rakyat. Ruang di media massa itu harus dibiayai dengan
dana yang tidak kecil.

Rakyat, kebudayaan atau peradaban Indonesia telah terlalu lama
terkontaminasi dengan kesesatan pikiran satu orang, Suharto. Pikiran
sesatnya telah menjadi bawah sadar seluruh rakyat, menjadi kesadaran
kolektif. Demi Pancasila dan UUD masih terus dikumandangkan. Padahal
Pancasila & UUD telah diselewengkan untuk memberi legitimasi pada
Suharto dan kawan-kawan. Untuk membersihkannya butuh waktu yang lama dan
membutuhkan gerakan yang terorganisir dengan baik. Kampanye atau gerakan
penyadaran melalui media massa adalah hanya satu langkah awal.

Sekian partai yang telah berdiri segera akan menawarkan gagasannya.
Hanya sedikit dari mereka yang akan memperoleh dukungan yang luas, baik
finansial maupun moral. Tanpa kemampuan berkomunikasi yang baik dengan
pendukungnya mereka akan tenggelam kembali. Sementara itu, ancaman money
politics dari Suharto dan kawan-kawan sudah menampakkan sosoknya.
Sehingga dibutuhkan para pekerja partai yang dapat bekerja secara
profesional, terutama yang memahami tentang komunikasi massa dan
perkembangan teknologi media.

gandhimoehammad@hotmail.com

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

----- End of forwarded message from Gandhi Moehammad -----