Kekejaman ABRI di Aceh (Bukti Kasus

From: apakabar@access.digex.net
Date: Thu Aug 20 1998 - 07:16:00 EDT


----- Forwarded message from Citra Desa Indonesia -----

From cdi@aceh.wasantara.net.id Thu Aug 20 05:59:16 1998
>From cdi@aceh.wasantara.net.id Thu Aug 20 05:59:16 1998
Received: from postal.clark.net (postal.clark.net [168.143.0.17])
        by pony-1.mail.digex.net (8.8.8/8.8.8) with ESMTP id FAA09801
        for <apakabar@access.digex.net>; Thu, 20 Aug 1998 05:59:15 -0400 (EDT)
Received: from loas.clark.net (mail.clark.net [168.143.0.10])
        by postal.clark.net (8.9.1/8.9.1) with ESMTP id GAA20727
        for <apakabar@access.digex.net>; Thu, 20 Aug 1998 06:00:07 -0400 (EDT)
Received: from mailgate.wasantara.net.id (mailgate.wasantara.net.id [202.159.65.166])
        by loas.clark.net (8.8.8/8.8.8) with ESMTP id FAA00343
        for <apakabar@clark.net>; Thu, 20 Aug 1998 05:59:55 -0400 (EDT)
Received: from aceh.wasantara.net.id (aceh.wasantara.net.id [202.159.83.163])
        by mailgate.wasantara.net.id (8.8.5/8.8.5) with ESMTP id QAA19617;
        Thu, 20 Aug 1998 16:52:18 +0700 (JAVT)
Received: from ACEH/SpoolDir by aceh.wasantara.net.id (Mercury 1.40);
    20 Aug 98 16:49:13 +0700
Received: from SpoolDir by ACEH (Mercury 1.40); 20 Aug 98 16:44:34 +0700
Received: from aceh.wasantara.net.id (202.159.83.178) by aceh.wasantara.net.id (Mercury 1.40);
    20 Aug 98 16:44:27 +0700
Message-Id: <3.0.32.19980820162949.006a1238@202.159.83.163>
X-Sender: cdi@202.159.83.163
X-Mailer: Windows Eudora Pro Version 3.0 (32)
Date: Thu, 20 Aug 1998 16:31:40 +0700
To: (Recipient list suppressed)
From: Citra Desa Indonesia <cdi@aceh.wasantara.net.id>
Subject: Kekejaman ABRI di Aceh (Bukti Kasus)

 
6. Ajimat dicabut dan disiksa

Ishak Raja Bayan (55) mengalami siksaan pada bulan Maret 1990 di desanya,
Matang Anoh, Seunoddon, Aceh Utara. Pagi hari yang nahas itu ia bermaksud
ke tambak untuk mengambil gajinya yang dibagikan pagi itu. Sewaktu pulang
ia dihadang oleh dua anggota Yonif 125 dan dibawa ke Koramil Seunoddon.
Kemudian disiksa dan ditembak. Tapi, ternyata ia kebal. Lalu ajimatnya
berupa cincin dicabut paksa. Setelah itu ia disiksa sampai memar dan
lunglai. Ia kemudian disuruh pulang tanpa tahu apa sebab ia dikasari begitu.

7. Ditembak, kemudian kuburnya dibongkar

Zainuddin (27) ternyata masih mengalami derita ketika sudah jadi mayat. Itu
terjadi pada suatu hari di bulan Agustus tahun 1991. Warga Ulee Reubek,
Seunuddon, Aceh Uta ra ini berangkat dari Bireuen menuju Pantonlabu (Aceh
Utara) pukul 01.00 dinihari. Para peronda malam menangkapnya setiba di Pos
Cempedak, Jambo Aye. Karena tak merasa bersalah, ia melawan dan sempat
dipukuli. Lalu, para peronda menggelandangnya ke Meunasah Cempedak.
Sebagian yang lainnya memanggil polisi. Polisi datang, tapi korban melawan.
Karena tampak garang, para peronda lalu memanggil anggota Kopassus di Alue
Bili. Saat itu ko rban lari ke kebun.

Anggota Kopassus langsung menembaknya secara membabi buta. Korban jatuh
bersimbah darah. Mayatnya dilemparkan ke parit di dekat balai pasar Ulee
Ruebek Timur, sekira pukul 03.00 dinihari. Kemudian, masyarakat mengambil
dan mengebumikan mayat tersebut .

Esoknya, pukul 11.00 WIB kesatuan ABRI dari Korem Lhokseumawe datang ke TKP
ingin mengambil foto korban. Tapi, karena telanjur dikubur warga,
diperintahkan untuk dibongkar kembali. Setelah memotonya, mereka pulang,
dan warga mengubur Zainuddin kembali.

8. Digebuk, dicampak ke mobil, lalu dikubur massal

M Yusuf Hasan (39), juga mengalami nahas. Warga Paya Tukai Tanah Jambo Aye
ini diambil pada 11 Oktober 1990 di jalanan desanya, Lalu dicampakkan
petugas ke dalam saluran air dan tidak dibenarkan bangkit. Kemudian,
rombongan Kopassus yang memperlakukannya demikian meninggalkan tempat itu
untuk mengambil calon korban yang lain. Tapi, karena sudah menjelang
magrib, M Yusuf Hasan --seperti dikisahkan saudara sepupunya, Kamaluddin
Basyir--ia bermaksud pulang untuk shalat.

Apa lacur, di tengah jalan ia bertemu dengan petugas yang melarangnya
jangan bangkit dari saluran air tadi. Karena, dianggap melanggar
kesepakatan, Yusuf Hasan digebuk tiga kali pada dadanya. Begitu jatuh, ia
pun dilemparkan ke dalam mobil petugas. Lebih enam bulan ia tanpa kabar.
Kemudian, sekitar Februari 1991 seseorang kenalannya melaporkan Yusuf Hasan
sudah dikubur secara massal di Blok BUPT IV dalam kebun kelapa sawit Jambo
Aye, Aceh Utara.

9. Ditembak di depan umum

Imuem Sulaiman (40), mengalami hal yang tak kalah sadisnya. Warga Lueng
Dua, Simpang Ulim, Aceh Timur ini mengalami nahas pada Jumat malam di tahun
1990. Saat itu, seperti dikisahkan adiknya, M Daud (kini 40 tahun) yang
melapor ke Peduli HAM, abangnya yang meninggalkan enam anak itu diambil
petugas sewaktu kenduri di rumah Keuchik setempat. Lalu dibawa ke Pos Lueng
Puet, diinterogasi diikuti pukulan bertubi-tubi.

Setelah itu, hari Minggu korban dibawa ke lapangan bolakaki. Di sini ia
dipukul dan dipertontonkan kepada warga. Lalu, ia ditembak disaksikan
ratusan warga sebanyak dua kali. Tembakan pertama pada kepalanya, dan
tembakan kedua di bahu kirinya. Setelah roboh, petugas berlalu. Dan,
jenazah korban dimandikan dan disembahyangkan secara Islam, lalu
dikebumikan hari itu juga.

10. Diciduk di masjid, dibantai di lapangan

Maddin Ismail (45), juga tewas secara tragis.

Warga Pante Bayeun, Simpang Ulim, Aceh Timur ini menurut istrinya, Asni
(40), diciduk dari masjid setempat pada pukul 10.00 WIB pada suatu Kamis di
tahun 1990. Ia dijemput ke masjid karena setelah dicari ke ruma h, ia tak
ada. Korban dibawa oleh sekitar 15 anggota berseragam loreng dengan truk.
Bersama M addin Ismail, juga ada beberapa warga yang kala itu diboyong
untuk, katanya, diperiksa. Tapi , pada siang hari, Maddin Ismail dibawa ke
lapangan bolakaki, lalu ditembak persis di bawah telin ganya hingga tembus
ke sebelah. Mayat ayah dari enam anak ini dibawa pulang oleh warga kamp ung
pada petang hari, lalu dikebumikan.

----- End of forwarded message from Citra Desa Indonesia -----