[INDONESIA-L] Komunis Masih Ada?

From: apakabar@Radix.Net
Date: Mon Nov 30 1998 - 08:27:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Mon Nov 30 12:25:46 1998
Date: Mon, 30 Nov 1998 10:25:47 -0700 (MST)
Message-Id: <199811301725.KAA29957@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@access.digex.net
Subject: [INDONESIA-L] Komunis Masih Ada?
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

From: "Kadir Jaelani" <merdeka99@hotmail.com>
To: apakabar@saltmine.radix.net
Subject: Komunis masih ada?
Date: Mon, 30 Nov 1998 08:32:12 PST

Berita Harian Surabaya Post TAnggal 30-11-98 Tim investigasi NU Jawa
Timur menyatakan keterlibatan Aparat pemda dan aparat keamanan dalam
kasus santet Banyuwangi dan menyerahkan data kepada Mabes Polri untuk
mengusut.
Coba kita lihat pernyataan-pernyataan dari petinggi kita Jendral Kumis
Feisal Tanjung yang menyatakan adanya gerakan dan bahaya laten komunis
sehubungan dengan kasus Banyuwangi,kenapa para jendral-jendral kita ini
selalu memandang setiap masalah yang rumit ujung-ujungnya selalu
mengkaitkan dengan gerakan komunis??apakah pada waktu mereka sekolah
untuk menjadi perwira tinggi itu selalu dibekali dengan ilmu kata-kata
kalau menemukan masalah yang rumit pakai aja senjata pamungkas yaitu
AWAS BAHAYA LATEN KOMUNIS biar nggak bisa dibantah lagi.Tapi ini anehnya
kenapa kata-kata komunis itu dimakan oleh generasi muda kita
mentah-mentah,yang menyatakan adanya gerakan yang mirip komunis padahal
apakah mereka tahu kejadian tahun 1965?
Kenapa kita nggak mencurigai "mereka" yang menggerakkan seakan-akan
gerakan komunis itu memang ada??Padahal kita tahu paham Komunis di
tempat asalnya Uni Sovyet aja sudah bubar,apalagi Di Indonesia yang
sudah tinggal sisa-sisanya yang sudah tua nggak punya kekuatan lagi
untuk bangkit.
Coba kita lihat pernyataan-pernyataan para petinggi ABRI kita dimulai
dari Si Babe(Suharto), Si Gendut Kumis Feisal Tanjung yang masih
menjabat ,si Hartono yang sudah pensiun dll,semua bekas jaman Orba ,
khan hampir sama pernyataannya tentang bahaya laten Komunis,juga pejabat
pemerintahan,para pemuka agama jaman Orba yang juga menjadi bebek dari
para petinggi Abri kita.Mereka bisa merekayasa suatu kejadian seperti
pesan makanan di restoran,setiap kejadian bisa direkayasa menurut pola
dan rencana mereka,soal berita tentang kejadian gampang bilang aja ada
gerakan balas dendam anak cucunya komunis,padahal kata -kata seperti itu
sudah kuno dan sudah sering dipakai jadi nggak manjur lagi kok masih
dipakai,lha terus yang namanya intel itu kerjaannya apa???Kok mereka
nggak bisa mendeteksi setiap ada gerakan yang berbau politis atau
gerakan yang bisa meresahkan rakyat??Semboyan Abri dari rakyat oleh dan
untuk rakyat apa masih berlaku?apa nggak malahan mereka yang bermain
dibalik setiap kasus yang meresahkan rakyat??untuk memenuhi pesanan dan
ambisi politik atasan mereka??
Jaman memang sudah berubah tapi kalau ngomong mesti hati-hati jangan
dikira sekarang jaman reformasi semuanya sudah berubah.Dengan
beranggapan orang orang pemerintahan dan Abri kita sudah mereformasikan
dirinya,kita akan kecewa,sisa-sisa orang-orang Orba yang berkuasa masih
memainkan peranannya,contohnya ketika akan SI orang-orang Golkar yang
tidak sepaham dan Vokal diganti,Abri kita masih peninggalan Orba dan
orang pemerintahan kita masih dikuasai oleh orang Orba jadi kalau kita
nggak berhati-hati bisa berurusan dengan aparat Orba seperti kejadian Di
Jawa-Timur pengacara Trimoelya yang ngomong soal biang kerok
permasalahan yang dilakukan Abri kita dari unsur AD malah disalahkan
padahal dalam kasus Marsinah Komnas HAM sudah menyatakan adanya
keterlibatan Instasi Abri ,belum lagi kasus Bernas yang sampai sekarang
belum selesai,Abri kita yang satu ini seakan-akan untouchable oleh
hukum, si Syahrir ngomong soal Golkar kena lagi.
Belakangan ini dengan semakin gencarnya tuntutan mahasiswa terhadap
mantan presiden Suharto banyak disusul kejadian aneh dan diarahkan ke
SARA apakah kejadian yang terjadi bukan suatu rekayasa untuk memecahkan
kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia dan mengalihkan perhatian
terhadap tuntutan mahasiswa?siapa dalang semua kejadian berbau SARA
ini?Mereka tidak senang kalau rakyat Indonesia mempunyai satu suara
ADILI DAN USUT HARTA SUHARTO DAN KELUARGANYA serta KRONI-KRONINYA
seperti kejadian MARCOS di Philpina di mana rakyat bersatu menuntut
Marcos diadili.
Wahai rakyat Indonesia bersatulah!! jangan sampai diadu domba oleh
politikus-politikus licik yang memanfaatkan uang mereka guna
melanggengkan dan mengamankan harta mereka dari tuntutan
rakyat.Contohlah negara kecil seperti Philipina di mana rakyatnya bisa
bersatu menjadi kekuatan yang dahsyat,niscaya kita akan cepat keluar
dari krisis yang berlarut-larut melanda kita.
Jangan membuat malu bangsa Indonesia dengan melakukan
kerusuhan-kerusuhan yang dibayar,sehingga bangsa kita di cap oleh negara
lain sebagai bangsa yang bisa dibeli dengan uang.
Wassalam.