[INDONESIA-L] Tragedi Aceh 99

From: apakabar@Radix.Net
Date: Fri Jan 15 1999 - 09:43:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Fri Jan 15 13:39:28 1999
Date: Fri, 15 Jan 1999 11:39:49 -0700 (MST)
Message-Id: <199901151839.LAA15749@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] Tragedi Aceh 99
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Date: Thu, 14 Jan 1999 20:26:51 -0800 (PST)
From: muji anto <muji_anto@yahoo.com>
Subject: tragedi aceh99
To: apakabar@saltmine.radix.net

 TRAGEDI ACEH-99 agar jadi kajian Perwira Alengka

 Amouk Aceh adalah suatu peristiwa besar yang pernah terjadi di
 bumi Aceh pada masa perang Aceh vs Belanda, dimana situasi saat itu
 pertempuran sudah hampir-hampir dimenangkan oleh Belanda
 karena banyak pimpinan-pimpinan perang Aceh yang ditangkap Belanda.
 Dalam kondisi terjepit seperti itu, untuk mempertahankan daerahnya
 maka setiap warga Aceh keluar dari rumah masing-masing setelah se
 belumnya melakukan mandi suci, mereka berharap pulang menjadi mayat,
 pergi ke medan tempur mencari tentara Belanda untuk ditusuk dengan
 rencong, padahal mereka sangat sadar bahwa mereka pasti akan tertembak.
 Dan memang peristiwa tragis tersebut telah memakan ribuan korban jiwa
 rakyat Aceh, dan di pihak Belanda-pun tidak kalah hancur, selain harus
 lari terbirit-birit meninggalkan daerah Aceh, mereka juga meninggalkan
 ribuan mayat prajurit dan mayat seorang jenderal (pimpinan perang).

 Jika dulu Amouk Aceh timbul karena kebencian kapada penjajah, maka
 tidak mustahil akan muncul Amouk Aceh pata tahun 1999 ini karena
 sikap dan perilaku Abri yang sadis selama hampir 10 tahun (masa
 DOM), dan pada masa itu pula rakyat aceh merasa terjajah baik moral
 maupun material, karena semua rakyat Aceh sadar bahwa di daerahnya
 berdiri sebuah kilang LNG terbesar di Dunia, sementara mereka tidak
 merasakan hasil pembangunan yang adil, dan bahkan tragisnya...mereka
 hidup dalam ketakutan dan trauma kepada Abri dan Pemerintah (PEMDA)
 yang KORUP, serta hidup dalam kemewahan.

 Dan kini dengan sedikit harapan baru, DOM telah dicabut, semangat
 masyarakat yang mulai pulih, Abri buat tingkah lagi dengan digelarnya
 Operasi Wibawa 1999 yang telah memakan korban meningggal 25 orang,
semua
 rakyat jelata, usia mereka yang paling muda 1,3 bulan (diberondong
dalam
 gendongan ibunya), 4 orang dibawah usia 17 tahun, selebihnya adalah
 beberapa anak muda dan opak-opak dan omak-omak penjemur teri
dipinggiran
 lokasi kerusuhan. Memang jenazah yang terdaftar di RSU sekitar 15
orang,
 namun tidak sedikit yang tidak tega membawa mayat anaknya, suaminya,
 istrinya dan neneknya yang rata-rata hancur dibagian kepala bagian
 belakang. Ironisnya, dikoran-koran seperti Jawa Pos, Republika
 ditulis berdasarkan informasi dari Dandrem 011, bahwa mereka ditembak
 dari belakang oleh gerombolan GPK, karena katanya (masih menurut
 Dandrem 011) gerombolan GPK dalam pertempuran tersebut membentengi
 diri dengan ibu-ibu, anak-anak dan masyarakat setempat. Padahal
 mereka semua dalam perjalan untuk melaksakan protes menuju Gedung Mewah
 Pendopo(bak istana raja)karena di daerah mereka Desa PUSONG telah
dibangun
 posko tentara operasi wibawa99, mereka takut, berdasarkan refrensi
psiko
 logis yang mereka cerna selama masa DOM, bahwa posko tentara banyak
 membawa bencana terhadap lingkungan sekitar, seperti yang ditulis
 dalam buku "Aceh Bersimbah Darah".
 Secara sosiologis, masyarakat Pusong adalah sebuah desa nelayan yang
 bertemperamen sangat keras dan kasar, namun mempunyai ikatan sosial
 yang sangat tinggi. Dan boleh percaya boleh tidak (coba telphon Albert
 Hasibuan), mereka benar-benar hidup dalam kemiskinan yang "MASIF",
 mereka tidur dalam rumah-rumah panggung yang dibawahnya mengalir air
 berwarna hitam kental (campur sampah), sangat berbau. Gubuk-gubuknya
 sangat sederhana, bila ditendang dengan kaki kambing, diding rumahnya
 pasti roboh, karena dari tepas dan triplek tua, bahkan ada juga dari
 kardus. Jumlah masyarakatnya ribuan, dan mereka terhimpit dalam kemis
 kinan struktural demikian rupa sejak dahulu kala,
 bertahun-tahun..... hingga ada LNG.... ada, pabrik pupuk ada,
 Zona Industrisampai kini....sampai saat terjadinya pembantaian,
 mereka tetap dalam kemiskinan....(jarak perkampungan kumuh Pusong
dengan
 markas kepatihan/pendopo sekitar 500 m).
 Mereka melihat keberadaan posko operasi wibawa di desa Mereka akan
 menjadi bencana, bukankan diAceh Dom sudah dicabut ? Lantas kenapa
 tentara masuk ke desa mereka dengan cara-cara sangat kasar….. maka
 mereka pun sepakat untuk melakukan unjuk rasa, protes, menuju
pendopo,
 tetapi dalam perjalanan...... mereka diberondong dan diberondong....
hingga
 lebih dari 40 orang terkapar dan menggeliat di aspal-aspal, lebih keji
 lagi pada saat itu ada seorang pemilik toko yang melihat dari atas
 rukonya orang-orang yang menggelepar itu.... secara instingtif ia turun
 menghidupkan mobil kijang yang ia parkir di dekat situ, ia angkati satu
 persatu mayat-mayat itu, bergegas ia menuju RSU, ya ALLAH, ia-pun
 diberondong..... walau cuma ban mobilnya, ke empat-empatnya! ia
memaksa ju
 ga berjalan dengan pelak (geleduk....geleduk.....) menuju RS, ia
 berhasil keluar dari ladang pembantaian dengan 'stress' berat dengan
 beberapa mayat-mayat yang remuk, banyak anak-anak, Nauzulbuillah.

 (saya harus tercenung... ketika dalam sebuah pertemuan internasional
 dengan rekan-rekan army negara lain, kita saling cerita tentang
 jumlah tanda jasa yang menggantung di dada, semua kawan-kawan
 dari AS dan Eropa menunjukkan tanda perhargaan yang ia peroleh ketika
 dikirim invasi ke luar negeri; mereka bilang sambil nunjuk .......
 ini.. nih dari zambia,... ini dari gurun sinai, ini dari afrika dan
 banyak lagi. Giliran saya, gilan tentara kita....kami tunjuk, ini
 dari timtim, ini dari aceh...sambil enggak berani bangga, karena
 tentara dari AS nyelutuk.... jadi diberi penghargaan untuk membunuh
 bangsa sendiri ?.... saya tersenyum kecut...dan menggangguk sambil
 sedikit membela diri... mereka itu pemberontak yang merongrong negara,
 ooo.... sahut mereka sambil meninggalkan saya).

 Di desa Pusong itupula (menurut Dandrem 011) ditangkapi beberapa orang
 yang dituduh anggota GAM dari sebuah Mesjid yang (masih menurut Dandrem
 011) telah dijadikan posko gerakan GAM yang dipimpin Ahmad Kandang,
kare
 na dalam mesjid ditemukan beberapa dokumen GAM. Padahal yang saya
tahu..
 ... mereka yang tangkap itu adalah bilal mesjid...muazzin, dan para
 pengurus mesjid yang tak tahu apa-apa.
 Mungkin jika saat ini tidak dirikan POSKO MAHASISWA ACEH yang secara
khu
 sus datang dari Banda Aceh tepat di depan mesjid itu, maka ugal-ugalan
 tentara terhadap warga pusong belum berhenti.
 
 Kepada para netter di seluruh dunia, alkhusus kepada PERWIRA ALENGKA,
 apakah salah bila mahasiswa Aceh minta referendum ? Sebenarnya kondisi
 real rakyat Aceh saat ini adalah ibarat rumput kering(istilah Amin
Rais),
 yang akan meledak setiap saat menjadi AMOUK ACEH. Untuk informasi
saja ya,
 pada masa Dom dulu rakyat Aceh yang mati sekitar 8000-an (plus yang
hilang),
 mereka mati dengan cara-cara yang sangat menyedihkan dan biadab
(seperti kata
 Wiranto ketika melihat 7 anggota Abri di bunuh rakyat aceh di
Lhoknibung).
 Nah.. anak-anak mereka(korban Dom) yang mati secara biadab itu kini
jumlahnya
 Ribuan dan rata-rata berumut 14-17 tahun. Contoh, seorang anak yatim
di Desa
 Buloh Blang Ara, Kec. Kota Makmur bernama Zulkifli pada saat ayahnya
dibunuh
 di depan matanya(melihat langsung) dengan cara dikupas kulit
kepala-nya oleh
 TNI, ia berusia 6-7 tahun. Tragedi pahit itu ia saksikan tahun 1989.
Berapa
 umurnya sekarang, dan adakah yang menjamin ia tidak dendam kepada
Indonesia
 saat ini ? Ini satu kasus, dan buanyak….. lagi anak-anak lain, di
sigli,
 di peurelak dan lain-lain(kalau mau lihat lengkap baca buku Aceh
bersimbah
 darah, merupakan hasil investigasi FPHAM pada masa aceh belum dicabut
DOM,
 artinya : mereka pada saat itu benar-benar ‘berani mati’ karena tidak
takut
 dibunuh kopassus yang sangat kejam di Aceh, khusus untuk para pejuang
FPHAM
 saya sangat bangga dan salut)
 Jadi dengan luka-luka yang masih menganga…. itu-lah rakyat Aceh
menyaksikan
 mayat-mayat tak bersalah bergelimpangan, termasuk menyerang 40 orang
tawanan
 yang mengakibatkan 4 mati kontan, kritis 4, luka berat 20.
 Salahkahjika mahasiswa aceh minta referendum ? Salahkan bila Amouk Aceh
 Akan digelar oleh : (1) anak-anak yatim yang ribuan jumlahnya, (2)
omak-omak
 dan opak-opak kebetulan anaknya mati pada masa Dom, (3) rakyat
semesta Aceh
 yang hidupnya 80% dibawah garis kemiskinan, (4) dan para rakyat desa
pusong dan
 desa meunasah blang (yang dituduh abri, markas AHMAD KANDANG), yang
selama
 operasi wibawa telah memakan anak-anak mereka, cucu-cucu mereka, opa
dan oma
 mereka…… yang memang TIDAK BERSALAH. Salahkah………?
 Tolong Perwira Alengka Jawab ?
 Tolong Perwira Alengka tulis tesis, kasi bos-New-TDA-mu.
 Tolong Perwira Alengka Catat….Catat…. tahun 1999-2000 pasti ada
beberapa
 Gelombang Amouk Aceh…. pasti…..! kecuali Allah yang bilang tidak!
Semoga saja tidak, kasihan mereka para 'peng-amouk'!