[INDONESIA-L] Penderitaan Rakyat Ti

From: apakabar@Radix.Net
Date: Sun Jan 31 1999 - 12:27:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Sun Jan 31 16:25:47 1999
Date: Sun, 31 Jan 1999 14:26:26 -0700 (MST)
Message-Id: <199901312126.OAA08568@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] Penderitaan Rakyat Timor
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Date: Sun, 31 Jan 1999 08:09:31 -0800 (PST)
From: pengusahapribumi islam <garments_exporter@yahoo.com>
Subject: Penderitaan Rakyat Timor.
To: apakabar@saltmine.radix.net

PENDERITAAN RAKYAT TIMOR YANG TIDAK KUNJUNG AKHIR.
==================================================

Mengikuti perjalanan hidup dan kehidupan Rakyat Timor yang belum
kunjung akhir dari terpaan derita. Saya akan mencoba menganalisanya
dengan membaginya kedalam beberapa tahapan. Analisa ini didasarkan
pada kenyataan yang ada yang saya olah dengan menggunakan nalar
sendiri, jadi bukanlah sepenuhnya merupakan kenyataan sejarah tapi
yang saya anggap paling realistis dan beralasan, SAYA PERSILAHKAN ANDA
UNTUK BERBEDA PENDAPAT ATAU SETUJU DENGAN SEBAGIAN DARI PENDAPAT SAYA
INI.

1. PENDERITAAN DI JAMAN KOLONIALISME OLEH PORTUGIS.

Dimana Sdr kita ini telah mengalami Penderitaan yang lebih panjang
daripada Kita yang berada di Propinsi lain di Indonesia. Meskipun
segala bentuk kekejaman yang dilakukan oleh Kolonial Belanda dan
Jepang tidak dapat disetarakan dengan yang dilakukan oleh Portugis
terhadap rakyat Timor. Tapi selama kurun waktu yang lebih Panjang
mereka telah hidup dibawah bayang-bayang pemerintah Portugis, yang
bukan Saudara mereka tapi Jelas-jelas penjajah. PENJAJAH TIDAK PERNAH
MEMBERIKAN SUATU APAPUN TANPA MENGAMBIL KEUNTUNGAN YANG LEBIH BESAR
DARI PEMBERIAN ITU.

2. DERITA YANG LEBIH PEDIH SETELAH DITINGGAL OLEH PORTUGIS.

Setelah dipandang bahwa Timor sudah tidak lagi mampu memberikan apa
apa untuk mereka bahkan sebaliknya menjadi beban keuangan Negara
penjajah, mereka ditinggalkan begitu saja dalam kondisi yang bukan
saja Miskin, dimana sebagian besar rakyatnya tidak menikmati
pendidikan yang layak, lebih buruk lagi dengan adanya perang Saudara
untuk saling memperebutkan kekuasaan.

Apabila ada kelompok kelompok yang bertikai dengan menggunakan
senjata, siapakah sebenarnya yang paling menderita ?.

Tentu saja Rakyat kebanyakanlah yang harus menderita. Bagi Rakyat
kebanyakan yang tidak ikut berperang tetapi pro terhadap kelompok
tertentu mereka harus merelakan sebagian besar hartanya yang pas-pasan
bahkan terkadang nyawa, sedang bagi yang kontra termasuk yang netral
bahkan tidak tahu apa-apa harus siap dirampok Harta bendanya untuk
membiayai perjuangan kelompok kelompok bersenjata tersebut. tidak ada
pilihan yang enak sebelum pertikaian itu sendiri terselesaikan. apakah
karena kemenangan satu kelompok atas kelompok lainnya ataupun melalui
meja perundingan dan gencatan senjata.

CATATAN : seharusnya Timor dijadikan seperti macau yang masih
memberikan sumbangan yang cukup besar bagi pemerintah Portugis melalui
Gubernur pendudukannya.

Di macau Rakyatnya tidak perlu membayar pajak karena pajak dari Bos
judi yang selalu menyatakan macau adalah miliknya (my macao).
Gubernurnya yang orang Portugis mendapatkan sekian persen dari hasil
judi tersebut. Tapi tetap saja yang namanya dijajah itu tidak enak
buktinya jika kita ke macau dari tour guide dapat kita peroleh
keterangan bahwa sebagian besar rakyat macau merasa diperlakukan tidak
adil (padahal sudah tidak harus bayar pajak), dan lapangan kerja di
dunia judi trbuka lebar dan menjanjikan penghasilan yang cukup besar
bagi yang bersedia kerja lembur.

Sayangnya menurut Portugis Timor tidak memiliki posisi strategis
seperti macau yang dekat dengan hongkong yang kaya dan Cina daratan
yang tidak kurang pula orang kayanya yang gemar mengadu nasib dimeja
judi. Timor hanyalah berdampingan dengan Indonesia yang meskipun
penduduknya besar tapi tidak sekaya hongkong, Sedang Australia yang
lebih lumayan ekonominya yang doyan judi tidak sebanyak Orang
Hongkong atau orang Cina daratan, atau yang datang dari thailand dan
Singapura. (maaf bukan untuk menuduh semua orang cina gila judi-
inikan oknum). sehingga tidak ada pilihan lain daripada
meninggalkannya setelah tidak ada lagi yang bisa diharapkan bahkan
lebih banyak merugikan untuk membiayainya.

3. MASA MENENTUKAN PILIHAN PAHIT UNTUK INTEGRASI YANG BELUM TENTU
MENGHAPUS PENDERITAAN RAKYAT.

Situasi perang saudara seperti yang telah diuraikan diatas, yang
membuat Rakyat kebanyakan menderita tadi membawa pada beberapa pilihan
yang serba pahit dan belum tentu mampu mengakhiri penderitan Rakyat
timor.

a. Apakah meneruskan perang saudara dan membiarkan Rakyat Timor
menderita diantara kelompok-kelompok yang bertikai. tentu saja bukan
pilihan yang baik.

b. Melakukan gencatan senjata untuk berunding dan berdamai. dalam
alternatif ini seharusnya jika ada keinginan referendum dari Rakyat
Timor maka selesai sudah Penderitaan Rakyat Timor, maka tidak perlu
lagi mempertimbangkan alternatif lain. Tapi Pemikiran kearah itu untuk
memecahkan masalah yang ada tidak berhasil karena ada kelompok
kelompok yang tetap ngotot. hingga detik-detik terakhir di tahun 1975

b. Meminta bantuan dari Negara lain untuk menyelesaikan masalah mereka.

Alternatif ini merupakan pilihan yang paling realistis apabila disimak
dari kondisi saat itu, karena kelompok kelompok yang bertikai tidak
mampu menyelesaikan masalah diantara mereka dengan duduk dimeja
perundingan
dan berusaha menyelesaikan masalah apalagi referendum, masing-masing
kelompok percaya lebih mewakili kepentingan mayoritas, dan kepentingan
kelompok merekalah yang harus diutamakan daripada kelompok lainnya.

   - Untuk alternatif c. ini harus dipilih satu diantara tiga pilihan
, Meminta bantuan Portugis enggak mungkin, kan mereka justru hengkang
karena lari dari tanggung jawab, maka ada dua negara saja lagi yaitu
Indonesia yang nempel dengan Timor atau Australia yang lebih kaya Tapi
jauh.

Entah karena alasan apa Indonesialah yang dipilih : mungkin karena
Australia belum tentu bersedia membantu karena tidak enak dengan
portugis, atau Indonesia yang posisinya nempel dengan Timor (biasa
politik), mungkin pula karena dalam situasi itu para pencetus ide
meminta bantuan Negara Asing ini sulit untuk bepergian sampai ke
Australia karena jauh dan banyak makan biaya. atau alasan lainnya.
Tapi yang jelas di masa perang saudara itu puluhan ribu rakyat timor
yang mengungsi kewilayah Indonesia. Karena Indonesialah tetangga
terdekatnya.

Kedatangan para utusan untuk meminta bantuan ini ke Jakarta di tahun
1975, diterima oleh Pemerintahan Soeharto tapi timbul persoalan apa
alasan Indonesia untuk memberikan bantuan militer kepada Timor timur
untuk memerangi kelompok bersenjata yang tetap ngotot ingin menjadi
penguasa meskipun dengan kekuatan senjata.

Militer Indonesia tentu saja tidak boleh turut campur urusan Negara
lain yang bukan wilayah kekuasaan hukumnya.

Harus ada alasan yang kuat agar Indonesia dapat membantu dengan
kekuatan militer ini. yaitu Timor harus dinyatakan secara hukum
sebagai bagian dari wilayah Indonesia. Untuk dinyatakan sebagai
wilayah hukum indonesia setidak tidaknya harus didukung oleh mayoritas
(mayoritas tidak berarti seluruh 100 %)Rakyat Timor. Entah bagaimana
perundingan itu berlangsung yang jelas berbuntut pada dibuatnya
deklarasi bahwa Rakyat Timor menyatakan diri untuk berintegrasi dan
menjadi Bagian dari Indonesia.

Dengan alasan itulah Militer Indonesia punya alasan untuk masuk dan
memerangi Fretelin yang tetap ingin jadi penguasa.

Pertanyaannya apakah deklarasi tersebut sudah mewakili mayoritas
Rakyat Timor. Maka menurut analisa saya meskipun tidak menjadi saksi
langsung terbentuknya deklarasi tersebut dan siapa-siapa saja yang
menandatanganinya, jawabannya adalah benar, deklarasi tersebut
didukung oleh mayoritas rakyat Timor PADA WAKTU ITU.

Mengapa saya sampai pada kesimpulan di atas ?
karena jika disimak dari uraian sebelumnya, Yang berperang itu adalah
kelompok-kelompok kecil sedangkan yang menderita adalah rakyat
kebanyakan (yang justru mayoritas). Niat para pencetus deklarasi
adalah untuk menyelamatkan Rakyat banyak dari akibat kekejaman perang
Saudara, jadi meskipun suara mereka bukan hasil dari referendum tapi
dapat dikatakan sangat aspiratif.
Sekali lagi referendum saat itu adalah hal yang mustahil, karena untuk
mencapai kesepakatan dimeja perundingan saja tidak dapat dilakukan
apalagi referendum.

Jadi jika ada pendapat sementara kalangan yang saat ini menuduh dengan
tanpa argumentasi yang kuat, bahwa Indonesia melakukan Agresi
kewilayah Timor itu adalah fitnah, karena telah melupakan pokok
permasalahan dan alur peristiwa sebenarnya.

Mereka ini tanpa sadar telah termakan Provokasi kelompok yang dulunya
ingin berkuasa.

Saya memiliki pendapat seperti ini bukan dengan maksud untuk
membenarkan Sikap Militer Indonesia Selama ini di Timor. Karena
seperti halnya Abri dengan DOM nya di aceh, telah menyalah gunakan
tugasnya dengan semakin menambah permasalahan baru guna mendapatkan
dana militer yang lebih besar dari pemerintah Pusat (yang akan saya
bahas pada bagian selanjutnya). tapi semata mata karena memang itulah
kenyataan sejarah, yang benar harus kita katakan sebagai kebenaran,
meskipun kemudian disalah gunakan tidak berarti didasari alasan yang
salah.

CATATAN :
Yang mengecewakan saya kepada pemerintah Indonesia adalah : Mengapa
CNN yang dengan jelas memberitakan secara terus menerus Anexasi Timor
oleh Indonesia diberitakan sebagai Agresi, demikian pula majalah
Reader's digest yang selalu menampilkan berita sepihak yang mereka
peroleh dari sumber-sumber yang anti terhadap Pemerintah Indonesia
tidak dituntut sebagai pencemaran Nama baik Bangsa Indonesia. atau
setidak tidaknya dihimbau melalui jalur diplomatik untuk tidak
memperkeruh suasana dengan pemberitaannya yang pincang.

saya informasikan kepada anda, jika anda membaca berita
yang disuguhkan oleh reader's digest ini sebagai bangsa Indonesia anda
akan sangat Gusar.

Reader's digest yang diterbitkan di dalam beberapa bahasa yang untuk
edisi bahasa inggrisnya sendiri tidak kurang dari 40 juta eksemplar,
belum termasuk bahasa lainnya. memberitakan kekejaman yang bisa
memualkan perut anda jika anda bukan orang indonesia dan tidak tahu
apa-apa tentang Indonesia, wajar saja jika banyak orang barat yang
mengecam Indonesia sebagai Manusia tidak beradab setelah membaca
berita tersebut.

pemberitaan itu sendiri didahului dengan berita bohong bahwa.
Indonesia melakukan agresi ke wilayah timor karena ingin menguasai
kandungan minyak yang melimpah di Timor

ini jelas tuduhan tidak berdasar dan dengan alasan yang diciptakan
sendiri. Kalau Portugis tau adanya minyak yang melimpah kok
ditinggalkan begitu saja tanpa upaya untuk menambangnya. masalah
kemungkinan adanya tambang minyak itu kan baru diketahui belakangan
hari setelah Integrasi.

selama pendudukan Timor oleh indonesia Ummat kristen dibantai dengan
kejam tanpa perlu ada alasan, pokoknya ummat Kristen disiksa dan
dibantai dengan cara penyiksaan yang kejam.

memangnya yang bangun gereja yang megah itu Portugis apa ?.

Wanita kristen dijadikan pemuas nafsu bejat militer Indonesia, mereka
diculiki dari gereja-gereja saat sedang melakukan misa untuk dijadikan
pemuas nafsu bejat militer Indonesia kemudian dikembalikan kegereja
atau ditinggalkan begitu saja di jalan. tidak pandang bulu termasuk
gadis-gadis dibawah umur. untuk mendukung berita itu ia memasukkan
hasil wawancara seorang wanita Timor yang berhasil melarikan diri dari
Timor dengan meminta perlindungan kedutaan Negara Asing. Wanita ini
bersaksi bahwa ia telah diperkosa ratusan kali oleh puluhan militer
secara berganti ganti. setiap kali ia hendak dipakai ia akan diambil
dengan paksa dari Gereja pada saat sedang kegereja dihadapan semua
orang yang sedang berada di Gereja tersebut, katanya ini juga berlaku
bagi gadis-gadis lainnya, sehingga ia seringkali berusaha bunuh diri
tapi takut.

Anak-anak dipukuli dan disiksa tanpa alasan dan bahkan Disertai satu
photo seorang anak perempuan yang pipinya sedang berdarah darah sambil
menangis.

Berita berita lainnya sangat tidak enak untuk didengar sehingga pada
saat membaca itu seumpama saya tempatkan diri sebagai orang barat yang
tidak pernah tau tentang Indonesia atau tahu tentang Indonesia tapi
tidak pernah ke Timor timur akan sangat membenci tindakan militer
tersebut dan yang lebih lagi terbentuk opini yang anti Agama
Kristen/katolik.

4. PENDERITAAN RAKYAT TIMOR SEMASA INTEGRASI DENGAN INDONESIA SELAMA
INI TERNYATA JUGA BELUM BERAKHIR.

Selama masa Integrasi Penderitaan Rakyat Timor disebabkan oleh dua
kelompok yang berbeda kepentingan :

a. Kelompok ABRI yang dengan sengaja merekayasa keadaan yang tidak
stabil dengan melakukan tindakan sehingga tampak situasi di Timor
masih memerlukan keberadaan ABRI, ini tidak beda jauh dengan PROYEK
D.O.M Abri di aceh. Motivasi mereka sudah jelas sama yaitu anggaran
militer yang lebih besar dan itu selalu mereka peroleh Anggaran biaya
militer selalu 3 kali lebih besar dari daerah lainnya. Rekayasa ini
jelas meresahkan sebagian hidup rakyat Timor, karena sewaktu waktu
bisa dijadikan sasaran dengan tuduhan membantu Gerilyawan Fretilin.

b. Tapi sebenarnya Penderitaan ini lebih diperparah lagi oleh ulah
para provokator yang dikomandoi Ramos Horta dan para antek-antek
pendukungnya yang saat ini relatif muda-muda, yang sekarang
mendukungnya karena melihat ketidak adilan di bidang Ekonomi, mereka
melihat bahwa sebagian besar dana yang disalurkan Pemerintah Pusat
lebih banyak dinikmati oleh Pendatang, dan pejabat tertentu saja.
Kondisi yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan propinsi lain di
Indonesia.

bahkan ada diantara yang mendukung gerakan Ramos Horta ini mengatakan
"saya tidak dilahirkan di Timor timur tapi Ibu saya seorang Timor dari
Ayah seorang ABRI berpangkat", tetapi setelah melihat kehidupan Rakyat
Timor yang Miskin jika dia bandingkan dengan wilayah lain di Indonesia
ia merasa sedih dan merasa bahwa pemerintah Indonesia telah bertindak
tidak adil, sehinga ia mendukung gerakan Untuk Timor Merdeka. (soalnya
yang dilihat mungkin bukan daerah miskin di Indonesia- dan tidak tau
bahwa Dana pembangunan Timor bukan dihasilkan dari bumi Timor
sendiri-lebih tidak tau lagi apa yang ditinggalkan Portugis).

Sikap seperti ini mungkin tidak patut disalahkan karena sebagai
seorang yang merasakan penderitaan sesamanya ia terketuk untuk
memperjuangkan nasibnya. Cuma masalahnya apakah dengan jalan mendukung
gerakan Ramos Horta yang didukung oleh Portugis yang telah menjajah
dan yang paling berjasa dalam memiskinkan Timor.

Ramos Horta yang tidak pernah merasakan penderitaan rakyat dibawah
Kolonialisme, karena saat berada dibawah Portugis ia menerima Manisnya
Penjajah bukankah ia dapat mengenyam pendidikan di Portugal, jadi
menurut orang ini lebih enak berada dibawah penjajahan Portugis mana
pula ia peduli dengan Rakyat Timor kecuali mempertebal kantongnya
dengan bantuan kemanusiaan dari negara-negara yang bersimpathy
terhadap gerakannya.

Dimana pula uskup Belo saat terjadinya perang saudara di Timor?, ia
sedang berada di macau guna memperdalam ajaran Agamanya, Ia sulit
dapat dikategorikan sebagai orang yang mengerti penderitaan dibawah
penjajah karena disaat orang lain menderita karena kemiskinan ia hidup
berkecukupan dan berkesempatan mendapat pendidikan Tinggi. meskipun ia
pasti lebih baik dari Ramos Horta yang sebentar lagi akan mulai kecewa
karena sumber nafkahnya hilang jika Timor sudah merdeka, sekarang ia
tentunya sedang menyusun strategy baru untuk mencari cara agar sumber
nafkahnya tidak putus.

Gerakan RAmos Horta ini sudah sangat memperburuk Citra Indonesia di
mata Internasional, karena ia tidak segan segan menghimbau agar
pemerintah negara Asing memutus bantuan Ekonomi kepada Indonesia
bahkan melakukan Embargo ekonomi. dan selama kurun waktu ini sudah
banyak biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk berdiplomasi guna
meyakinkan Negara Asing untuk tetap memberikan bantuannya, benarlah
apa kata Ginanjar "East Timor is very, very costly for Indonesia".
bukan hanya dari segi biaya yang harus dikeluarkan untuk diplomasi,
untuk pembiayaan pembangunan dan ABRI di Timor tapi yang paling parah
adalah berupa kerusakan image Indonesia dimata Internasional.

Bukan omong kosong jika Pemerintahan Habibie sudah fed up dengan
masalah Timor.

Justru akibat adanya Gerakan Orang-oangnya Ramos Horta ini Rakyat
timor lebih menderita lagi karena yang tidak Pro gerakan mereka
terintimidasi, belum lagi akibat upaya Ramos Horta untuk
menjelek-jelekkan Nama Pemerintah Indonesia lebih mempersulit kita
secara Ekonomi, Portugal misalnya yang sebenarnya merupakan pasar
ekpor produk Indonesia yang cukup baik mereka melakukan embargo
terhadap produk Indonesia, Produk Indonesia yang berhasil masuk kesana
kebanyakan dire-ekspor dari Negara perantara. Mempersulit Indonesia
sekaligus berdampak pada Rakyat Timor pula.

AKANKAH PENDERITAAN INI SEGERA BERAKHIR DENGAN KEMERDEKAAN TIMOR ?.
==============================================

Jalan menuju kemerdekaan Timor sudah tinggal setapak lagi.

Jika Terjadi kebuntuan dalam perundingan mengenai otonomi husus dan
luas bagi Timor yang sedang berlangsung saat ini maka hampir dapat
dipastikan bahwa Timor akan dilepaskan dari Indonesia.

Mengapa saya berani memastikan bahwa Timor akan di lepas dari
Indonesia jika usul otonomi husus tidak dapat diterima?.

Ali alatas mengatakan bahwa nasib Timor akan ditentukan oleh MPR/DPR
hasil pemilu yang akan datang, karena dulupun sewaktu Integrasi
melalui keputusan MPR/DPR. Apabila MPR/DPR yang akan datang merupakan
hasil pemilu yang lebih jurdil, maka berarti MPR/DPR akan aspiratif.
sehingga akan menghasilkan keputusan yang aspiratif pula.

Saya berani memastikan bahwa mayoritas aspirasi rakyat Indonesia akan
mendukung kemerdekaan Timor. Meskipun dengan alasan berbeda-beda tapi
kebanyakan Rakyat indonesia akan lebih mendukung kemerdekaan Timor.
mungkin karena Menaruh sympathy akan penderitaan rakyat Timor akibat
tekanan ABRI, mungkin pula karena alasan bahwa orang Timor berhak
untuk menentukan nasib sendiri, bisa juga karena alasan cemburu kepada
propinsi termuda ini yang selalu mendapat fasilitas yang lebih baik
dari propinsi lainnya, bahkan mungkin karena membenci masyarakat
Timor yang mendukung gerakan Ramos Horta yang telah banyak memojokkan
Indonesia dimata Internasional. ataupun alasan lainnya. Apapun
alasannya tapi yang pasti mayoritas mendukung Timor merdeka.

Jadi bagi masyarakat Timor yang telah lama mengimpikan kemerdekaan
anda hanya perlu berdoa agar perundingan tripartit yang sekarang
sedang berlangsung itu menemui jalan buntu dan gagal, maka kemerdekaan
adalah milik Anda. Jika perlu selain berdoa anda bisa pula berusaha
mempengaruhi pihak-pihak yang sedang bersidang supaya lebih pasti lagi
kegagalannya. Selamat berdoa dan berjuang !.

Bagi Pemerintah Indonesia ini merupakan upaya terakhir yang terbaik
untuk Indonesia dan untuk Rakyat Timor, dan bila tidak terjadi
kesepakatan maka hanya satu pilihan yang terbaik bagi Indonesia (tapi
sayangnya belum tentu terbaik bagi Rakyat Timor-masih tanda tanya yang
besar).

MENGAPA PEMERINTAH INDONESIA TIDAK PERNAH MAU MENERIMA ALTERNATIF
PENYELESAIAN DENGAN MELALUI REFERENDUM YANG LEBIH DEMOKRATIS ?.
======================================================

Ide Referendum menurut saya hanya dihembuskan oleh Ramos Horta dan
antek-anteknya guna lebih mendiskreditkan pemerintah Indonesia, dengan
mempengaruhi pemikiran orang orang yang naif tentang referendum yang
katanya demokratis tadi.

mari kita analisa apakah referendum ini benar-benar mampu
menyelesaikan masalah yang ada.

Jika Referendum dilakukan dan terjadi pada saat sebelum integrasinya
Timor dengan Indonesia, mungkin mampu menyelesaikan masalah tapi
sayangnya tidak terjadi.

Referendum semasa Timor menjadi bagian Indonesia hanya akan
memperburuk citra Indonesia di mata Internasional. mengapa ?.

a. Jika usulan referendum di terima maka pada saat itu juga Indonesia
telah diartikan mengakui tuduhan melakukan agresi, kewilayah Timor.
karena itu sama halnya dengan mengakui bahwa masuknya Indonesia ke
Timor timur tanpa didukung oleh suara Rakyat Timor. Ini akan
memberikan angin bagi Ramos Horta untuk lebih leluasa menginjak-injak
kedaulatan Indonesia di Dunia Internasional.

b. Misalkan Indonesia menerima usulan referendum dengan jaminan PBB
bahwa penerimaan atas referendum tersebut tidak akan dianggap sebagai
pengakuan Indonesia telah melakukan Integrasi tapi lebih disebabkan
perlunya mengetahui pilihan sebenarnya Rakyat Timor karena dulu tidak
sempat dilakukan referendum sewaktu Integrasi. dan Indonesia ternyata
kalah dari hasil referendum ini maka bukankah sama artinya Indonesia
menunjukkan borok sendiri ke dunia Internasional, semakin memperbesar
keyakinan dunia Internasional bahwa Indonesia adalah Negara agresor,
Kalau Indonesia itu Iraq dan Timor itu Kuwait masih mending karena
Indonesia akan banyak dapat keuntungan. Padahal sebaliknya Indonesia
dibagian yang selama ini merugi.

yang lebih buruk lagi jika karena itu Indonesia harus bukan saja
memberikan ganti rugi atas semua kesalahannya, dan kemudian dikucilkan
dari Dunia Internasional dan harus memulai lagi dari awal untuk
memperbaiki Hubungan Internasionalnya, yang menderita adalah seluruh
rakyat Indonesia, pantaskah 200 juta Rakyat Indonesia menanggung
akibat atas perbuatan yang tidak pernah dilakukannya. Sudah jatuh
tertimpa tangga pula.

Jadi bagi orang Indonesia yang peduli terhadap nasib Rakyat Indonesia
lainnya tidak seharusnya menerima ide ini. Karena ide itu hanya
demokratis menurut pandangan orang orang seperti Ramos Horta, Rakyat
Indonesia yang juga punya hak azasi bagaimana ?.

c. Jika Indonesia menang tipis ataupun menang mutlak, meskipun jika
referendum itu diawasi oleh pihak PBB Siapa yang berani menjamin Ramos
Horta mau menerima begitu saja kekalahannya. Apakah tuduhan bahwa
Indonesia telah melakukan kecurangan atas hasil referendum itu pasti
tidak akan muncul.

d. belum lagi kerusakan akibat Kerusuhan, intimidasi sebelum
dilaksanakan referendum yang sulit untuk dapat dihindari dari kelompok
yang berbeda kepentingan.

Jadi kalah atau menang Indonesia akan berada di posisi yang terhujat,
dan sama sekali tidak menyelesaikan masalah, bahkan lebih memperparah
situasi di Timor.

Terlalu naif jika mengatakan Indonesia takut kalah kalau referendum,
karena Indonesia juga tidak melihat keuntungannya jika menang. dan
Rakyat Indonesialah yang harus menanggung akibat negatifnya (baik
kalah maupun menang), Orang Indonesia yang mencari nafkah di Luar
Negeri mungkin tidak peduli dengan hal ini karena ia tidak akan
merasakan dampak buruknya bagi mereka.

Sebagai Seorang Indonesia saya dari dulu tidak pernah mendukung
CARA-CARA PERJUANAN RAMOS HORTA, bukan tidak mendukung keinginan
Rakyat timor untuk memperoleh kesempatan Merdeka dan menentukan
pilihan yang terbaik bagi diri mereka sendiri.

Seharusnya Ramos Horta dan antek-anteknya lebih banyak mengadakan
pendekatan dengan LSM di Indonesia guna menyerang kebijaksanaan
Pemerintah mengenai Timor, terlebih setelah tumbangnya rezim Soeharto.
Bukan dengan jalan mempengaruhi Pihak Asing apalagi berkawan dengan
bekas Penjajah untuk menyudutkan Pemerintah Indonesia yang jelas jelas
akan menyengsarakan Rakyat Indonesia yang 200 juta jiwa, untuk
kepentingan kelompoknya yang bahkan tidak mewakili mayoritas Rakyat
Timor.

Terlebih lagi usulan referendum dilaksanakan setelah otonomi luas
dijalankan selama 5 ,10 atau 15 tahun.

- Seperti kata Ali Alatas siapa yang menjamin bahwa Ramos Horta dan
antek-anteknya tidak mencoba melakukan pembusukan pembusukan sehingga
pemerintah harus terus menerus memanjakan propinsi ini agar tidak
kalah dalam referendum nantinya. Enak amat kata propinsi lain di
Indonesia kami juga mau diperlakukan seperti itu.

- Kita lihat maluku dengan RMSnya yang sudah berusia puluhan tahun
kita lihat, Aceh. Semua tidak menjamin bahwa setelah sekian tahun
dimanjakan terus Rakyatnya otomatis akan 100 % memilih tetap menjadi
bagian Suatu negara.

- Bagaimana dampaknya bagi Propinsi lain yang tentunya ingin pula
melakukan referendum. Apakah masih bersedia jadi bagian dari
Indonesia, semua pasti berebutan ingin referendum.

Karena Indonesia belum memiliki Ekonomi sekuat Amerika, untuk
meyakinkan bahwa menjadi bagian daripada Amerika itu lebih
menguntungkan daripada melepaskan diri.

karena Indonesia belum sekuat Negara negara EEC yang mampu meyakinkan
anggotanya untuk menggabungkan mata uangnya karena dengan bersatu
mereka akan menjadi lebih kuat.

Referendum Bukan saja tidak menghasilkan penyelesaian tapi akan
menciptakan persoalan, persoalan baru bagi Indonesia.

Mungkin kita berpikir kenapa sih dulu Pemerintah Indonesia sok jadi
pahlawan mau membantu orang lain yang sebenarnya tidak butuh dan tidak
mau dibantu. Alasan kemanusian mungkin sulit diterima pihak Barat,
jadi saya berusaha menelaah dari segi politik. Timor seperti kita
ketahui lokasinya nempel dengan Indonesia dan terletak hampir
ditengah-tengah wilayah Indonesia. posisi yang sangat strategis bagi
Negara lain untuk membuat pangkalan militernya jika Timor yang kacau
itu lantas diambil alih oleh Australia, dan dijadikan basis untuk
sewaktu waktu menyerang Indonesia jika terjadi perselisihan senjata.
mungkin alasan ini cukup masuk akal disamping alasan kemanusiaan.

Referendum seharusnya dilakukan dulu dulu sebelum dilepas dari tangan
Portugis jika Portugis yang sekarang sok pahlawan itu benar-benar
memperhatikan kepentingan Rakyat Timor (jangan-jangan mereka berubah
jadi tertarik kepada Timor lagi setelah sekarang mengetahui celah
Timor diperkirakan memiliki cadangan minyak, yang ternyata isunya
setelah dilakukan pengeboran oleh Australia bekerja-sama dengan pihak
Indonesia diperkirakan tidak layak untuk ditambang karenacadangannya
kecil), Referendum dapat juga dilakukan sewaktu masih perang saudara.

LUPAKAN REFERENDUM SONGSONGLAH KEMERDEKAAN ATAU OTONOMI HUSUS.
==========================================

Untuk Rakyat Timor yang selama ini telah banyak menderita, sekarang
ini, hendaknya anda persetan dengan segala referendum, Pemerintah
sudah menjanjikan kemerdekaan Jika ditemui jalan buntu dalam
perundingan tripartit, bukankah Tujuan utama para penggagas referendum
itu adalah untuk membuktikan bahwa Rakyat Timor lebih memilih merdeka
daripada menjadi bagian dari Indonesia. tidak perlu melalui referendum
jika ingin merdeka pemerintah Indonesia sudah menjanjikan
kemerdekaann dan hanya tinggal sejengkal lagi didepan mata.

Ada orang yang mengatakan biarpun harus melarat kenapa takut selama
kita menjalaninya sebagai orang yang merdeka, daripada bergelimang
harta tapi hidup dibawah tekanan.

Jika Kalian menganggap Pilihan sebagai Negara merdeka lebih baik
daripada otonomi luas, bersuaralah jangan biarkan orang lain yang
menentukan nasibmu.

Sudah hampir 500 tahun kalian menderita saatnya menentukan pilihan
terbaik yang bukan hanya janji kosong.

Jika anda memilih otonomi Luas marilah kita bergandengan tangan
berbagi penderitaan dan kesenangan.

Jika anda memilih Merdeka Kami ucapkan selamat berjuang. Timor merdeka
bisa minta konpensasi dari bekas Penjajah Portugis, guna membiayai
pembangunan awal Negara yang baru.

Pilihlah yang terbaik sekarang untuk mengahiri Derita yang telah lama
dialami Rakyat Timor.

Selamat berjuang !.