[INDONESIA-L] DETIK - Kasum ABRI Ta

From: apakabar@Radix.Net
Date: Wed Feb 03 1999 - 16:06:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Wed Feb 3 20:01:53 1999
Date: Wed, 3 Feb 1999 18:01:05 -0700 (MST)
Message-Id: <199902040101.SAA25062@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] DETIK - Kasum ABRI Tanggapi Xanana
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

X-URL: http://www.detik.com/berita/199902/990203-1132.html

   Rabu, 3 Februari 1999 [Peta Situs..]
   
     Kasum ABRI Tanggapi Xanana
     
     detikcom. Jakarta. Kasum ABRI Letjen TNI Sugiono menyambut baik
     pernyataan Xanana yang akan menarik orang-orangnya di hutan dan
     melucuti senjata.
     
     "Kalau benar begitu, maka saya dalam hal ini ABRI akan melakukan
     penarikan pasukan dan melepas senjata juga," kata Sugiono di sela
     acara laporan kenaikan pangkat 64 perwira tinggi (Pati) ABRI di
     kantor Dephankam, Rabu (3/2/1999) pukul 9.30 WIB.
     
     "Jangankan Xanana, dengan siapa saja kita bisa berbuat lunak kok.
     Kita ini pada dasarnya tak mau melakukan kontak senjata," jelas
     Kasum yang belum genap sembilan bulan menduduki jabatannya ini.
     
     Seperti diketahui, sehari sebelumnya saat pertemuan dengan Gus Dur,
     tokoh Fretilin Timtim Xanana Gusmao mengatakan bahwa ia mau
     dipindahkan dari LP Cipinang untuk membantu diplomasi pemerintah RI
     dengan Portugal dan PBB untuk masa depan Timtim bila rakyat
     terlatih di Timtim dihapuskan. Kalau Ratih bersih di Timtim, Xanana
     akan mengintruksikan pasukannya yang banyak di hutan untuk
     melakukan perlucutan senjata.
     
     Sugiono kembali menegaskan, ABRI akan serius mengurangi pasukan
     sampai sekecil mungkin dan menghapuskan Kamra (Keamanan Rakyat) -
     Sugiono tak menyebut Ratih - asalkan Fretilin tidak mengacau lagi.
     "Kita tak mau kontak senjata. Tapi karena dia tetap culik aparat,
     tetap curi senjata, jadi senjata lawan senjata lah," kata mantan
     Wakasad dan Pangkostrad ini.
     
     Menurut mantan ajudan Soeharto ini, pada dasarnya ABRI lakukan
     melakukan gerakan di Timtim itu hanyalah karena tindakan reaksi
     dari Fretilin. "Jadi kita melakukan itu atas perlakuan mereka
     terhadap kita, bukan kita yang mendahului," kilahnya.
     
     Kepada semua pihak, Sugiono meminta agar berpikir mengapa kita
     melaksanakan program Kamra. Itu bukan asal dimunculkan begitu saja.
     Tapi ada pertimbangannya, salah satunya adalah dia menganggap
     jumlah tentara di Indonesia itu kecil.
     
     " Enaknya kalau tentara kita besar, dalam segala hal bisa
     profesional. Kalau seperti itu mungkin kita semua senang. Nyatanya
     kan negara tak mampu dengan pola seperti itu. Tentara jumlahnya
     cuma segini, prajuritnya cuma segini. Maka polisi yang bicara soal
     Ratih. Kekuatan dasarnya rakyat, maka rakyat yang perlu dilatih,"
     jelasnya.
     
     Dia menjelaskan ada beberapa bagian Ratih. Antara lain adalah Wanra
     dan kamra. Wanra atau perlawanan rakyat itu adalah untuk menghadapi
     serangan dari luar. Sedangkan untuk melakukan ketertiban dan
     keamanan dalam negeri itu, kata Sugiono, dinamakan Kamra.