[INDONESIA-L] BALIPOST - Rusuh di H

From: apakabar@Radix.Net
Date: Sun Feb 14 1999 - 16:27:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Sun Feb 14 20:25:42 1999
Date: Sun, 14 Feb 1999 18:24:59 -0700 (MST)
Message-Id: <199902150124.SAA21909@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] BALIPOST - Rusuh di Haruku dan Saparua
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

X-URL: http://www.balipost.co.id/balipostcetak/1999/2/15/nusa3.htm
   
   Senin,15 Februari Pebruari 1999
   
                        Rusuh di Haruku dan Saparua
                                      
                  Tujuh Meninggal, Belasan Rumah Terbakar
                                      
   Ambon (Bali Post) -
   Kerusuhan berdarah antarumat beragama di Ambon pertengahan Januari
   lalu, kini merembes ke Pulau Haruku dan Saparua, Kabupaten Maluku
   Tengah, Minggu (14/2) pagi kemarin, di mana tujuh orang dilaporkan
   meninggal dan 19 orang lainnya luka berat/ringan. Kerusuhan meletus
   lebih awal di Haruku, disusul di Pulau Saparua. Di Saparua sedikitnya
   18 unit rumah dibakar massa.
   
   Keterangan yang diperoleh dari Satkorlak Penanggulangan kerusuhan di
   Ambon, Minggu siang kemarin, tujuh orang meninggal itu tengah
   diidentifikasi di Puskesmas Pelauw, ibu kota Kecamatan Pulau Haruku
   dan 19 orang yang luka berat/ringan dirawat secara intensif.
   
   Danrem 174/Pattimura Ambon Kol. Inf. Karel Ralahalu telah berada di
   TKP bersama sejumlah pasukan yang diangkut dengan dua helikopter
   polisi bantuan Manhankam/Pangab. Camat Pulau Haruku Suwardi Koli
   ketika dimintai konfirmasi menyatakan 30 unit rumah di Desa Kariu
   terbakar. ''Kondisi di Haruku saat ini sangat rentan. Karena itu,
   penambahan personel pasukan diharapkan dalam waktu segera, sehingga
   bisa mengamankan kerusuhan menjelang umat kristiani melaksanakan
   ibadah Minggu,'' katanya.
   
   Berbagai kalangan, baik pimpinan agama maupun masyarakat di Ambon
   sangat menyesalkan pertikaian ini, karena Gubernur Latuconsina dan
   pimpinan agama telah ke Pulau Haruku untuk mengajak masyarakat tidak
   terpancing berbagai isu yang dimainkan provokator. ''Hendaknya
   perintah tembak di tempat itu diberlakukan sesuai prosedur, sehingga
   massa yang bertikai segera diatasi tuntas,'' tutur mereka.
   
   Dalam kerusuhan Ambon dan sejumlah daerah lainnya di Maluku, polisi
   telah menangkap 141 tersangka, 12 di antaranya merupakan penghasut dan
   berita acara pemeriksaan (BAP) tengah dirampungkan guna dilimpahkan ke
   kejaksaan dalam waktu dekat. Kerugian fisik kerusuhan Ambon Rp 500
   milyar, dan korban meninggal lebih dari 100 orang.
   
   Saparua
   
   Kapolsek Saparua Lettu Pol. Tatuh ketika dimintai konfirmasi
   mengatakan, terbakarnya 18 unit rumah tersebut terdiri atas 11 unit di
   kawasan Waisisil dan tujuh unit lainnya di Dusun Ketapang. ''Yang
   pastinya tidak ada korban meninggal maupun luka berat/ringan ketika
   kebakaran, karena penghuninya telah mengungsi ke Masohi, ibu kota
   Kabupaten Maluku Tengah, sejak kerusuhan berdarah Ambon pertengahan
   Januari lalu,'' katanya.
   
   Diakuinya, kerusuhan di Haruku itu membuat masyarakat Saparua menjadi
   panik, karena melihat adanya korban meninggal dan lainnya luka
   berat/ringan di RSU setempat. ''Kami pun agak kewalahan untuk
   menenteramkan massa yang bergejolak, karena desa-desa tersebar luas.
   Namun, kesadaran masyarakat untuk tidak terpancing isu-isu sesat
   maupun pertikaian di daerah lainnya, sehingga untuk sementara Pulau
   Saparua terkendali,'' tutur Kapolsek. (ant)