[INDONESIA-L] FORTILOS - Milisi Pro

From: apakabar@Radix.Net
Date: Wed Feb 24 1999 - 09:48:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Wed Feb 24 13:36:49 1999
Date: Wed, 24 Feb 1999 11:35:07 -0700 (MST)
Message-Id: <199902241835.LAA18214@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] FORTILOS - Milisi Pro-Otonomi di Kota Dili
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Date: Fri, 19 Feb 1999 15:56:04 +0700 (WIB)
To: warta@pinto.unsyiah.ac.id dll
From: FORTILOS <fortilos@indo.net.id>
Subject: [AcehNet] Up-date: Milisi pro-otonomi bersenjata api bergerak di kota
 Dili

Up-date: Milisi pro-otonomi bersenjata api bergerak di kota Dili

Tindak kekerasan oleh kelompok pro-otonomi masih terus berlanjut. Kali ini
korbannya adalah seorang pedagang sayur berusia 25 tahun, Benendito de
Jesus. Ia tewas ditembak di depan anggota Brimob di depan kompleks Perumnas
Bairro-Pite (kurang lebih 50 meter dari Asrama Brimob A, Dili Barat),
tanggal 14 Februari 1999, pukul 16.15 waktu setempat. Peluru, yang sempat
diidentifikasi bermerk NK-1978, menembus kepala yang mengakibatkan korban
langsung tewas di tempat.

Berikut informasi dan hasil investigasi Yayasan HAK.

Hari minggu (14/2/1999), Francisco Carvalho datang ke rumah salah seorang
kerabatnya di Ailok Laran, desa Motael, Dili. Disebutkan bahwa maksud
kedatangannya adalah untuk menumpang nonton acara pertandingan tinju Oscar
de Lahoya yang disiarkan oleh TV. TV miliknya kebetulan sedang rusak.

Kerabat yang didatanginya tidak menerima dan keberatan atas kedatangan
Francisco Carvalho. Tuan rumah menentang sikap politik Francisco Carvalho
yang pro-otonomi. Terjadi percekcokan diantara mereka. Pada saat itulah
Cancio Carvalho, adik Francisco Carvalho, dan pimpinan milisi pro-otonomi
MAHIDIN, tiba dengan sebuah mobil Pick Up (Kijang) berwarna Merah bersama
beberapa orang. Cancio dan rombongannya baru saja mengunjungi rumah
Francisco Carvalho dan diberitahu bahwa Francisco sedang pergi ke rumah
seorang kerabat. Cancio datang ke tempat itu untuk menyusul Francisco Carvalho.

Tiba ditempat, mendengar percekcokan antara abangnya dengan orang lain,
Cancio Carvalho langsung mengambil senjata laras panjang jenis SKS dan
melepaskan tembakan satu kali ke udara. Penduduk sekitar daerah yang
mendengar suara tembakan senapan ramai datang untuk mengetahui apa yang
sedang terjadi. Melihat orang ramai berdatangan, Cancio Carvalho dan
beberapa orang yang datang bersamanya (diduga anggota MAHIDIN) melarikan
diri dengan mobil mereka. Massa yang semakin banyak berdatangan mengejar
rombongan yang melarikan diri itu.

Anggota kelompok Mahidin melarikan mobil menuju di Asrama Brimob dan masuk
ke dalam. Polisi yang sedang menjalankan tugas jaga dan anggota MAHIDIN
kemudian menghadang penduduk yang mengejar. Sesaat kemudian, terdengar suara
tembakan beberapa kali dari arah Asrama Brimob. Benendito de Jesus, seorang
penjual sayur, yang kebetulan sedang berada di depan Asrama Brimob diterjang
peluru. Sebutir peluru menghantam kepala Bendito de Jesus. Ia mati di tempat.

Jenazah korban sempat diotopsi oleh dokter Virna Maria Gusmao dan dokter
dari Polda Timor Timur. Rumah Sakit Umum Dili, pada tanggal 15 Februari
1999, dari pukul 10.30 sampai 15.00 waktu setempat. Menurut rencana, korban
akan dimakamkan pada tanggal 16 Februari sekitar pukul 08.00 pagi. Dalam
proses otopsi tim dokter memeriksa bagian kepala yang terkena tembakan,
tanpa memeriksa tubuhnya secara keseluruhan.

Seorang warga sipil mati dengan kepala ditembus peluru didepan beberapa
anggota Brimob. Bahwa kejahatan berlangsung dan disaksikan oleh aparat
keamanan tidak membuat kasus itu segera bisa ditangani. Sampai informasi ini
diturunkan, proses hukum yang "wajib" ditegakkan oleh "aparat penegak hukum"
belum dijalankan. Kepolisian menyatakan bahwa sampai saat ini belum
ditemukan siapa pelaku yang melepaskan tembakan yang mengakibatkan tewasnya
Bendito de Jesus.

"TIDAK ADA DEMOKRASI DI INDONESIA TANPA PEMBEBASAN DI TIMOR LESTE"

FORTILOS
Forum Solidaritas Untuk Rakyat Timor Timur
Jl. Siaga II No.31, Pejaten Barat, Jakarta 12510
Telp. (021)79192763
Fax. (021)79192519
e-mail: fortilos@indo.net.id