[INDONESIA-L] Hampir Semua Orang In

From: apakabar@Radix.Net
Date: Wed Mar 17 1999 - 10:42:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Wed Mar 17 14:34:20 1999
Date: Wed, 17 Mar 1999 12:32:59 -0700 (MST)
Message-Id: <199903171932.MAA13719@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] Hampir Semua Orang Indonesia Adalah Keturunan
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

From: "Sinar Surya" <sinarmatahari@hotmail.com>
To: apakabar@radix.net
Subject: Fwd: Hampir Semua Orang Indonesia Adalah Keturunan
Date: Tue, 16 Mar 1999 22:59:25 PST

>From: "Sinar Surya" <sinarmatahari@hotmail.com>
>To: sinarmatahari@hotmail.com
>Subject: Hampir Semua Orang Indonesia Adalah Keturunan
>Date: Sun, 28 Feb 1999 23:45:23 PST
>
>Sekali lagi mengenai Warga Negara Indonesia Keturunan Cina/Tionghoa.
>Tidak lama berselang setelah Habibie dilantik menjadi Presiden, HBB
>berpidato disamping menteri Muhammad Yunus dan Akbar Tanjung dan
>disiarkan dihampir semua saluran TV, bahwa mulai sekarang tidak ada
lagi
>istilah WNI keturunan Cina atau WNI keturunan Tionghoa dan pribumi.
Yang
>ada adalah orang "Indonesia". Bahkan HBB menambahkan bahkan jika ada
>yang mengaku pribumi tetapi tindak tanduknya bertentangan dengan
>Pancasila dan UUD 1945 dan melanggar HAM, maka orang inilah yang berhak
>disebut penghianat negara dan "Bukan orang Indonesia". Tetapi belum
>genap satu tahun ia menjabat sebagai Presiden RI yang ke III dan belum
>genap satu tahun berpidato, semua media masa/koran, TV dan bahkan milis
>apakabar selalu saja mengatakan dan memakai istilah Warga Negara
>Keturunan Cina/Tionghoa.
>
>Begini, saya mau menjelaskan bahwa hampir semua orang Indonesia itu
>adalah Keturunan, karena dahulunya pulau Jawa, dll itu kosong dan
>Indonesia didatangi oleh para pendatang dari India, Cina, Vietnam,
>Mongol, Arab, Negara2 Persia dan negara2 Asia lainnya, dan juga
termasuk
>bangsa Portugis, Belanda dan Jepang.
>Yang paling banyak adalah India dan Cina dan yang pertama masuk adalah
>India lewat arus lalu lintas perdagangan dari para musafir India. Hal
>ini bisa dibuktikan bahwa kerajaan pertama di Indonesia yaitu Kutai di
>Kalimantan dan Tarumanegara dengan rajanya Purnawarman di Jawa adalah
>kerajaan dengan pola Hindhu dan agama Hindhu yang berasal dari India.
>Lalu ada kerajaan Sriwijaya, kerajaan Pajajaran/Sunda dan Singosari,
>Majapahit dan lain2 yang juga beragama Hindhu, barulah pada akhirnya
>karena pengaruh para pedagang Islam dari Gujarat/India, maka masuklah
>kebudayaan Islam/agama Islam ke Indonesia. Kerajaan Majapahit juga jadi
>Islam setelah ditaklukan oleh kerajaan Demak/Raden Patah. Agama Islam
>masuk ke Indonesia, bukan langsung dari Tanah Persia atau jazirah Arab
>tetapi dari Gujarat/India. Mereka para orang2 India, Mongol, Cina, dan
>bangsa Asia lainnya anak beranak disini dan menghasilkan orang
>Indonesia.
>Bahkan orang Menado masih banyak yang keturunan Portugis dan Belanda.
>Sedangkan orang Sunda yang dulunya berasal dari Kerajaan
Pajajaran/Sunda
>sudah pasti banyak dipengaruhi oleh darah India, Cina, dll.
>
>Bangsa pribumi/asli Indonesia ini disebut Austronesia atau Austral-Asia
>dan bentuk fisik serta warna kulitnya mirip dengan penduduk asli
>Australia (sukubangsa Aborigin) dan New Zealand (yaitu Maori). Bentuk
>fisiknya ditandai dengan rambut keriting/ikal dan warna kulit yang
>gelap.
>Nah bagi anda para orang Indonesia yang mengaku ngaku pribumi tetapi
>tidak memiliki ciri2 tersebut diatas, berarti anda bukan pribumi asli
>tetapi anda juga KETURUNAN, bahkan mayoritas adalah keturunan India dan
>Cina serta Mongol. Ciri2 yang saya sebutkan diatas bagi pribumi asli
>Indonesia bisa ditemui pada orang2 Flores!
>Nah bagi anda, apalagi yang lahir di Jawa janganlah mengaku Pribumi!
>Karena anda juga merupakan produk dari bangsa2 lainnya di Asia ini
>ditambah dengan Arab, bahkan mungkin ditambah lagi dengan sedikit
>Belanda, Portugis dan Jepang.
>
>Akhir kata saya sangat setuju dengan posting Yellow Ribbon tanggal 26
>Februari yang pada kalimat tengah ada kata2 "Lantas keduanya
>menyimpulkan, "Kalau begitu tidak perlu ada sebutan cina dan pribumi,
>cukup orang indonesia saja."
>Nah ini baru demokratis dan ditulis pula oleh seorang independen
>demokrat di milis apakabar ini dan "salut" serta "nilai 100" untuk mas
>Yellow Ribbon.
>
>Lalu, bagaimana dinegara Indonesia yang katanya negara Demokrasi
>Pancasila dan negara yang menjunjung nilai2 budaya serta HAM dan
>merupakan negara Hukum yang ber Bhinneka Tunggal Ika dan berlandaskan
>UUD 1945 masih saja meng-kotak2-kan rakyatnya dengan sebutan Warga
>Negara Indonesia keturunan Cina, Arab, India, dll.
>
>Setahu saya dinegara demokrasi yang rakyatnya sudah terdidik dan
>terpelajar walaupun tidak mengenal Pancasila, maka setiap Warga Negara
>mempunyai Hak dan Kedudukan yang sama didepan Hukum, misal orang Negro
>di Amerika adalah orang Amerika dan bukan Warga Negara Amerika
keturunan
>salah satu negara Afrika, dll.
>
>Kesimpulannya, Negara Indonesia ini masih jauh dari kata2 Demokrasi,
>Reformasi apalagi Pancasila. Memangnya cuma orang Indonesia saja yang
>menghayati Pancasila??
>Apakah orang Swedia, Malaysia, Australia, dll tidakkah lebih menghayati
>norma2 dan melaksanakan Pancasila yang sesungguhnya?
>Oh Indonesia, masih jauh nian kau menuju Demokrasi Pancasila!
>
>Salam,
>