[INDONESIA-L] Referendum Aceh Akan

From: apakabar@Radix.Net
Date: Thu May 27 1999 - 13:02:00 EDT


----- Forwarded message from apakabar@Radix.Net -----

From owner-indonesia-l@indopubs.com Thu May 27 15:56:53 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [209.48.224.31])
        by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id PAA00460
        for <apakabar@saltmail.radix.net>; Thu, 27 May 1999 15:56:52 -0400 (EDT)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
        by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id PAA09915
        for <apakabar@saltmine.radix.net>; Thu, 27 May 1999 15:56:52 -0400 (EDT)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id NAA25810; Thu, 27 May 1999 13:56:38 -0600 (MDT)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Thu, 27 May 1999 13:56:38 -0600
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id NAA25784; Thu, 27 May 1999 13:56:31 -0600 (MDT)
Date: Thu, 27 May 1999 13:56:31 -0600 (MDT)
Message-Id: <199905271956.NAA25784@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] Referendum Aceh Akan Gatal
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

To: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Thu, 27 May 1999 16:25:22 +0700
From: "Putra Gersang" <gersang@mailcity.com>
Subject: REFERENDUM ACEH BAKAL GATAL

******* REFERENDUM ACEH AKAN GATAL ************

Ini lagi beberapa info terbaru dari kelompok volunteers manca negara yang
masuk ke meja berkaitan dengan kondisi Aceh yang semakin berdarah. Studi
singkat dari kelompok di atas menyimpulkan bahwa perjuangan *REFERENDUM*
sebagian orang Aceh atau mahasiswa Aceh akan PERCUMA alias GATAL (GAGAL
TOTAL) karena:

1. Perjuangan masih didasarkan pada EMOSI tanpa jelas tujuan yang pasti.
Strategi kampungan dalam memanfaatkan moment yang sebenarnya memiliki kans
untuk mendapatkan dukungan yang lebih besar dari luar Aceh telah gagal
(Kasus debat dengan Habibie atau Gus Dur yang tak berbekas akibat
kekonyolan mahasiwa sendiri yang tak punya taktik politik).

2. Pejuang referendum (mahasiwa dan simpatisannya) akan terbentur tembok
tebal lapisan pertama sebelum berhadapan dengan PUSAT. Tembok tersebut
adalah mereka yang acuh atau tidak mendukung isu referendum yang ternyata
masih memegang kendali pemerintahan daerah Aceh. Mereka ini masih sangat
loyal pada pusat, bahkan secara diam-diam memiliki strategi sendiri
meredam bara Aceh. Taktik pusat menghadapkan anak dengan bapak sendiri
ternyata masih sukses sampai akhirnya mahasiswa kendor akibat putus asa.
3. Ego-nya pejuang referendum yang lemah dalam berdiplomasi, membuat pihak
luar Aceh semakin enggan ikut-ikutan apalagi mendukung perjuang mereka.
Akibatnya, beda dengan kasus Tim-tim, isu referendum Aceh hanya bergema di
kampungnya sendiri. Isu yang dimunculkan untuk mengangkat kepermukaan
perjuangan referendum masih kampungan, karena larut oleh situasi politik
Indonesia umumnya. Suara referendum mahasiswa Aceh baru akan didengar
pihak luar, bila mereka berhasil menjadikannya isu nasional atau kalau
mungkin internasional.

Yang hebat lagi ternyata temuan dilapangan menunjukkan bahwa mahasiswa
Aceh sendiri masih bingung apa yang dimaksud referendum yang mereka
perjuangkan. Hal ini terungkap dari tanya jawab anggota volunteers dengan
beberapa mahasiswa Aceh yang ikut meramaikan demon referendum beberapa
waktu yang lalu.

Ketika ditanya apa arti dan tujuan referendum yang diperjuangkan. Sebagian
besar tidak tahu secara pasti jawabannya, dan beragam jawaban konyol
seperti di bawah ini, muncul dari mulut mereka yang masih muda tapi
terlanjur jadi korban politik praktis.

(Pertanyaan): Hai gam, apa maksud referendum bagi
                mahasiswa Aceh?
(Jawab):
a. Referendum artinya minta ganti rugi harta orang
   Aceh yang dijarah pusat.
b. Referendum artinya maki-maki dan serang pejabat
   yang datang ke Aceh.
c. Referendum artinya melawan aparat atau tentara
   ramai-ramai.
d. Referendum artinya nyoreti jalan ramai-ramai.
e. Referendum artinya, bisa berbuat semau gue.
f. Referendum artinya, ramai-ramai buat posko jaga.
g. Referendum artinya Aceh cuma untuk orang Aceh.
h. Referendum artinya Aceh tetap Serambi Mekkah.
i. Referendum artinya siapa saja boleh nenteng
   senjata.
j. Referendum artinya, kaya tanpa perlu kerja.
k. Referendum artinya, bisa jadi dirut LNG atau
   KRAFT tanpa perlu sekolah.
   ......dan jawaban terakhir sekaligus paling
   banyak adalah:
l. Referendum adalah......lepas dari orang Jawa,
   tahu !!!! (sambil marah).
   Mungkin yang mereka maksud Jawa tsb adalah
   Wiranto.

Kesimpulan pengamat, kalau hanya begini, pantaslah demo referendum di Aceh
cuma akan jadi ajang bagi-bagi peluru sang aparat. Akibat kurangnya
strategi dan gejolak emosi yang tak terkontrol dari pelakunya, referendum
bagi Aceh masih akan menjadi bagian khayalan dari angan-angan kede kupi
sang mahasiswa atau hanya sebatas coretan di jalan yang akan segera hapus
di guyur hujan dan teriknya matahari. Oh Aceh, oh mahasiswa, oh
referendum.
 
****[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]****

*Duka cita kami pada Alm dr. Fauziah

----- End of forwarded message from Putra Gersang -----

----- End of forwarded message from apakabar@Radix.Net -----