[INDONESIA-L] Kejadian-kejadian Akt

From: apakabar@Radix.Net
Date: Mon May 31 1999 - 15:26:00 EDT


----- Forwarded message from apakabar@Radix.Net -----

From owner-indonesia-l@indopubs.com Mon May 31 18:06:39 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [209.48.224.31])
        by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id SAA15428
        for <apakabar@saltmail.radix.net>; Mon, 31 May 1999 18:06:38 -0400 (EDT)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
        by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id SAA22732
        for <apakabar@saltmine.radix.net>; Mon, 31 May 1999 18:06:39 -0400 (EDT)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id QAA11779; Mon, 31 May 1999 16:06:28 -0600 (MDT)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Mon, 31 May 1999 16:06:28 -0600
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id QAA11752; Mon, 31 May 1999 16:06:18 -0600 (MDT)
Date: Mon, 31 May 1999 16:06:18 -0600 (MDT)
Message-Id: <199905312206.QAA11752@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] Kejadian-kejadian Aktual
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

From: "Kadir Jaelani" <merdeka99@hotmail.com>
To: apakabar@saltmine.radix.net
Subject: Kejadian-kejadian Aktual
Date: Mon, 31 May 1999 08:13:37 PDT

Melihat berita di TV sore hari senin ada kejadian yang cukup menggelikan,
terjadinya dorong mendorong mobil antara para aktivis perempuan melawan
orang kejakgung dibantu aparat kepolisian,di mana di dalam mobil kijang ada
aktivis perempuan Wardah Hafids yang akan menyerahkan data-data dugaan
penyalahgunaan Dana JPS oleh Golkar dan PDR.
Orang luar yang tinggal Di Indonesia akan tertawa terbahak-bahak melihat
kejadian tersebut,kok ya bisa terjadi?
Setelah itu Wardah hanya diterima oleh staf umum,dengan rasa kecewa Wardah
tidak jadi menyerahkan data itu dan berharap dengan melaporkan kepada
LPU,tapi apa yang diharapkan ternyata mereka setali tiga uang dengan
mengatakan lembaga tersebut tidak berwenang menindak,terus harus melapor
kemana??sepertinya semua usaha hanya membentur tembok yang sangat kuat.
Yah.. Beginilah birokrasi dalam pemerintahan HBB yang nggak jauh berbeda
dengan ORBA.
Apa jadinya pemerintahan ini,kalau begini terus-menerus?
Apalagi setelah kejadian dimutasinya Jampidsus Antonius Sujata dan Jamintel
Syamsu Jalal,praktis orang-orang di Kejakgung sekarang yang sok reformis
sudah habis,tinggal para ayam betina dan para bebek yang sama-sama bermuka
dan berkulit BADAK dipimpin oleh Andy BADAK Ghaib.Sekarang mereka
takut,khan sudah ada contoh korbannya.
Apalagi dengan perginya Si Andy Badak Ghaib dengan Muladi ke SWISS semakin
BADAk lah si Andy,karena kupingnya tuli alias tidak perduli dengan segala
omongan dan kritikan kepada nya.Karena jawabannya sudah bisa ditebak,tidak
diketemukan 'Uang atas nama eyang' di sana.
Sangat disayangkan Pak MULADI yang dulunya idealis sekarang masuk dalam
lingkaran setan sehingga menjadi IMPOTEN!!Bagaimana PAK! apa sudah lupa
tujuan awal menjadi menteri?TEGAKKAN HUKUM!Kok malah masuk ke dalam
lingkaran setan.Piye toh, Pak Muladi?Eling.eling pak.!
Dalam berita sore juga ada kejadian menarik dengan dikeluarkannya Adi sasono
dari Golkar,karena ambisinya untuk menjadi Presiden,Golkar menganggap AS
sebagai duri dalam daging,AS berdalih bahwa dia sekarang sudah bebas,bisa
melenggang sendiri karena dia merasa asing dalam tubuh Golkar,apalagi dalam
menjawab pertanyaan tuduhan Wardah dia berkilah bahwa mana mungkin PDR yang
baru di deklarasikan bisa membagi uang 6 trilyun dalam waktu singkat,di sini
kelihatan liciknya AS,melalui PER(Pos Perekonomian Rakyat) dia membagi-bagi
uang dulu baru kemudian baru mendirikan PDR sehingga orang yang telah
menerima uang JPS tersebut diwajibkan mendukung PDR dan dia bisa
berkilah,padahal pada waktu PDR dideklarasikan sudah ada namanya untuk
dicalonkan menjadi presiden oleh PDR tapi dia berlagak seperti kura-kura
dalam perahu alias pura-pura tidak mau,sekarang secara diplomatis dia
berkata,itu hak PDR untuk mencalonkan dia sebagai presiden,apalagi gambar AS
dipasang di samping PDR.Di sini kelihatan licin,licik dan berbahayannya
orang ini,sangat ambisius sampai-sampai Partai Golkar yang merupakan partai
tempat dia bernaung di tipunya,rugi banyak Golkar dalam hal ini,sudah berapa
uang yang dia hamburkan untuk kepentingan ambisinya untuk menjadi presiden
dan apa jadinya orang seperti AS kalau jadi presiden?
Melihat banyaknya partai yang berazas Islam mengundang para kyai dan mubaliq
untuk mencoblos partainya,saya jadi bingung sebenarnya tugas mubaliq itu
sebagai jurkam partai atau jurkamnya ALLAH SWT? Terus umat ini harus ikut
kemana?wah..wah...wah ini sih sudah salah kaprah,masing-masing mubaliq dan
kyai merasa paling benar partainya bukannya menjadi jurkamnya ALLAH SWT.
Dosa pak Kyai,inga,inga ALLAH SWT tidak boleh di jual untuk kampanye partai
pak kyai!
Menghadapi putaran terakhir kampanye mohon ketenangan dan kedamaian yang
sudah terjadi selama ini dijaga,apalagi partai-partai akan ngotot all
out,sampai-sampai lupa akan bahaya menyusupnya para provokator,sehingga
kerusuhan akan mudah terjadi,sia-sialah kampanye damai selama ini,karena
para birokrat pemerintahan ini akan ngotot supaya partai yang reformis tidak
bisa menang dengan anggapan mereka bisa digantung dalam artian yang jelas
dijadikan tersangka KKN,baik HBB maupun Eyang Suharto dan
kroni-kroninya,sehingga segala cara boleh dipakai, uang,kekuasaan dll, semua
pakai cap halal,apalah artinya seribu nyawa dibandingkan kursi-kursi yang
empuk?
WASS.

----- End of forwarded message from apakabar@Radix.Net -----