[INDONESIA-L] Kisah KKN Keluarga Pr (r)

From: apakabar@Radix.Net
Date: Wed Jun 02 1999 - 17:07:00 EDT


----- Forwarded message from apakabar@Radix.Net -----

From owner-indonesia-l@indopubs.com Wed Jun 2 19:51:44 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [209.48.224.31])
        by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id TAA28411
        for <apakabar@saltmail.radix.net>; Wed, 2 Jun 1999 19:51:43 -0400 (EDT)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
        by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id TAA08322
        for <apakabar@saltmine.radix.net>; Wed, 2 Jun 1999 19:51:44 -0400 (EDT)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id RAA11281; Wed, 2 Jun 1999 17:51:32 -0600 (MDT)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Wed, 2 Jun 1999 17:51:32 -0600
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id RAA11251; Wed, 2 Jun 1999 17:51:22 -0600 (MDT)
Date: Wed, 2 Jun 1999 17:51:22 -0600 (MDT)
Message-Id: <199906022351.RAA11251@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] Kisah KKN Keluarga Presiden Habibie (8)
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Assalamu Allaikum Wr.Wb.

Rezim Orde Baru Soeharto dan Rezim Orde Baru Habibie berusaha mengabaikan
kasus - kasus KKN yang dilaporkan oleh Prof.DR.George Aditjondro sebagai
bualan, omong kosong dan fitnah. Kalau anda seorang intelektual, silahkan
anda baca daftar pustaka (referen ce) yang dicantumkan oleh Prof.DR.George
Aditjondro sebagai dasar laporan investigasinya. Hanya orang-orang dungu
seperti Jaksa Penipu: Andi Ghalib yang mengabaikan isi laporan investigasi
ini.

DARI PARE-PARE SAMPAI KE JERMAN: Kisah korupsi, kolusi, dan nepotisme
keluarga besar Habibie (VIII) G. J. Aditjondro

Sebaliknya, penyidikan semacam itu justru dapat menguakkan apa yang selama
dua tiga dasawarsa merupakan kerajaan yang tertutup bagi orang luar, namun
terbuka selebar-lebarnya bagi anggota klannya sendiri, bagaikan suatu
kerajaan Mafia Sicilia.

Untuk itulah saya himbau gerakan anti-korupsi di Indonesia untuk membagi
perhatian pada Habibie, yang tiba-tiba kejatuhan pulung menjadi orang No.
1 di negeri berpenduduk terbesar keempat di dunia.

Saya juga mendukung himbauan berbagai organisasi kepemudaan, yang menuntut
pemerintahan transisi ini segera membeberkan kekayaan para pejabat, serta
asal-usul kekayaan itu.

Di samping itu, saya juga menantang keluarga besar Habibie untuk
mengembalikan sebagian keuntungan hasil "kerja keras" keluarga besarnya,
ke sebuah kas rakyat untuk membantu meringankan beban rakyat. Sekaligus
agar anak-cucu kita terhindar dari kewajiban membayar pokok dan bunga
pinjaman dari IMF, yang perjanjiannya ditandatangani oleh Suharto dan
Ginanjar Kartasasmita, tanpa meminta persetujuan DPR-RI, yang bertentangan
dengan Pasal 23 UUD 1945.

Pengembalian sebagian kekayaan keluarga besar Habibie ini akan
membuktikan, bahwa mereka lebih loyal kepada bangsa Indonesia, ketimbang
kepada bangsa Jerman yang maskapai-maskapai raksasanya telah ikut mereka
untungkan selama dua dasawarsa.

Pendek kata, kini giliran Suharto dan antek-anteknya untuk mengencangkan
ikat pinggang mereka, dengan mengembalikan bermilyar-milyar dollar hasil
jarahan mereka. Janganlah hutang IMF, Bank Dunia, dan entah badan asing
apalagi dibebankan kepada orang kecil, yang dari zaman ke zaman selalu
harus menderita.

Puri Baru, 1 Juli 1998.

Kepustakaan: ------------------ Aditjondro, G.J. (1983). "Pecat dan peras
di belantara Jayapura," Berita Oikoumene , 19 Februari, hal. 25-28.
---------------- (1994). In the shadow of Mount Ramelau: the impact of the
occupation of East Timor. Leiden: INDOC. ---------------- (1995). Bali,
Jakarta's colony: social and ecological impacts of Jakarta-based
conglomerates in Bali's tourism industry. Working Paper No. 58. Perth:
Asia Research Centre, Murdoch University. --------------- (1996a). "Man
with the right mates," The West Australian, 3 Jan. ---------------
(1996b). On the brink of a major constitutional, economic and ecological
disaster: the major implications of Indonesia's nuclear ambitions.
Makalah untuk konferensi International NGO Forum on Indonesian Development
(INFID) dan Greenpeace International di Sydney, Australia, 24 April.
-----------(1996c). "Big carrots used in Indonesia's diplomatic policy on
East Timor," The Nation, Bangkok, Monday, 14 Oktober. -----------(1997a).
"A poisoned 30th birthday present for ASEAN: Suharto's intimate
relationships with the Burmese military junta," dalam Ralpj Bachoe dan
Debbie Stothard (penyunting). From consensus to controversy: ASEAN's
relationship with Burma's SLORC. Bangkok: Alternative Asean Network on
Burma (ALTSEAN-BURMA), hal. 37-47. -----------(1997b). "Suharto and his
family: the looting of East Timor," Green Left Weekly, 3 September.
-----------(1997c). "The globalization of Suharto's East Timor diplomacy:
a political economy perspective," Estafeta , Vol. 3/No. 2, Mei-September,
hal. 46-54. ------------(1998a). "Suharto & sons: crony capitalism,
Suharto style," Washington Post, 25 Januari. ----------(1998b). "Autumn
of the patriarch: the Suharto grip on Indonesia's wealth," Multinational
Monitor , Januari-Februari, pp. 17-20, 34. ----------(1998c). "Soeharto
Inc.," Sydney Morning Herald, 5 Februari. ----------(1998d). "Suharto
Inc.", Weekend Australian , 30-31 Mei. Borsuk, Richard (1992).
"Suharto-linked monopolies face criticism," Asian Wall Street Journal ,
Hong Kong, 26 March. Broek, Martin (ed) (1997). Indonesia: arms trade to a
military regime. Amsterdam: ENAAT (European Network Against Arms Trade).
CISI (1997). Profiles of 800 major non-financial companies in Indonesia,
1997/1998. Jakarta: PT CISI Raya Utama, 538-539, 32A, 58A-59A, 86A, 128A,
164A, 192A, 228A-240A, 254A-258A, 298A-289A, 338A. Cohen, Margot (1996).
"Auction fever: keeping up with the Sudwikatmonos," Wall Street Journal ,
3 Oktober. Company Profile Repindo Panca Group. Jakarta, 1994. Crouch,
Harold (1988). The army and politics in Indonesia. Ithaca: Cornell
University Press. Datatrust, 1986. Reference book on Indonesia's major
business groups. Jakarta: Datatrust Inc. Friedland, Jonathan (1988).
"Jakarta's Rockefellers: Bimantara strives to become a national asset,"
Far Eastern Economic Review , 24 November, hal. 80-82. ---------------
(1989). "Stepping out in public: Indonesia's Bakrie and Brothers to list
holding company," Far Eastern Economic Review , 6 Juli, hal. 50-51,
Hardiyanto, Andik, Anshori, Munir, dan Dadang Trisasongko (1996). Sengkok
cinta tang disa ma'e tembak. Surabaya: Lembaga Bantuan Hukum Surabaya.
Hiscock, Geoff (1998). "All the way with B.J.," The Australian , 24 Maret.
Halloran, Paul dan Mark Hollingsworth, 1995, Thatcher's gold: the life &
times of Mark Thatcher. London: Simon & Schuster. Jones, Steven and
Raphael Pura, 1986. "Suharto-linked monopolies hobble economy," Asian Wall
Street Journal, 24 November. Kompass Indonesia (1988). Indonesia's top
1000 companies. Jakarta: Kompass Indonesia. Lauw, Andreas (1998).
"Perspektif bisnis asuransi tahun 1998," Informasi , Januari, Jakarta:
PDBI, hal. 30-41. Loveard, Keith (1996). "Suharto's son rises," Asiaweek,
April 12, pp. 34-40. Lowry, Robert (1996). The armed forces of Indonesia.
Sydney: Allen & Unwin. Magenda, Burhan (1991). East Kalimantan: the
decline of a commercial aristocracy. Ithaca: Cornell Modern Indonesia
Project. Makka, A. Makmur (1986). Setengah abad Prof. Dr.-Ing. B.J.
Habibie. Jakarta: Biro Hukum dan Humas BPP Teknologi. Manguno, Joseph P.
(1981a). "Suharto choice of reactor supplier angers bidders, government
aides," Asia Wall Street Journal, 12 Agustus. ------------- (1981b).
"Project shows how Jakarta handles bids," Asia Wall Street Journal , 13
Agustus. Mas'oed, M. (1996). "Analisa politik peristiwa Dhanutirto,"
Istiqlal , 4 Januari. May, Brian (1981). The Indonesian tragedy.
Singapore: Graham Brash (Pte) Ltd. McDonald, Hamish (1980). Suharto's
Indonesia. Fontana Books. Pangaribuan, Robinson (1995). The Indonesian
State Secretariat 1945-1993. Perth: Asia Research Centre, Murdoch
University. Panji Masyarakat , 7 Juni 1998. Pour, Julius (1993). Benny
Moerdani: profil prajurit negarawan. Jakarta: Yayasan Kejuangan Panglima
Besar Sudirman. PDBI (1997). Conglomeration Indonesia. Third Edition. Vol.
2. Jakarta: Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI), hal. A-533, A-958-A962.
Prawoto, Agus (ed) (1995). Direktori asuransi (Insurance directory)
Indonesia 1995. Jakarta: Direktorat Asuransi, Direktorat Jenderal Lembaga
Keuangan, Departemen Keuangan, hal. 149. Properti Indonesia , Oct. 1994,
hal. 21-23. Prospek , 15 Juni 1998, hal. 6-9, 38-39. Pura, Raphael,
1990a."Indonesia's Bimantara tries to revamp image," Asian Wall Street
Journal , 17 September. Robie, David (1989). Blood on their banners:
nationalist struggles in the South Pacific. Sydney: Pluto Press. Robinson,
Paul, Sue Hewitt dan Ian Munro (1997). "Casino -- the biggest game in
town," Sunday Age, Melbourne, 6 April. Robison, Richard (1990). Power and
economy in Suharto's Indonesia. Manila and Wollongong: Journal of
Contemporary Asia Publishers. Salam, Solichin (1987). B.J. Habibie,
mutiara dari Timur. Jakarta: PT Inter-masa. Sampson, Anthony (1987). The
money lenders: bankers in a dangerous world. Coronet Books. Selth, Andrew
(1996). Transforming the Tatmadaw: the Burmese armed forces since 1988.
Canberra: Strategic and Defence Studies Centre, Research School of Pacific
and Asian Studies, The Australian National University. Smith, Shannon L.D.
(1996). Developing Batam: Indonesian political economy under the New
Order. Tesis Ph.D. pada ANU di Canberra. -------- (1998). "Habibie in
Soeharto's business shadow," Australian Financial Review , 1 Juni.
Soetriyono, Eddy (1988). Kisah sukses Liem Sioe Liong. Jakarta: Indomedia.
Timmerman, Kenneth R. (1992). The death lobby: how the West armed Iraq.
London: Fourth Estate. Toohey, Brian (1990). "Warren's Indonesian mates,"
The Eye , December Quarter, hal. 6-9. WALHI (1998). Habibie harus
mengembalikan Dana Reboisasi lebih dari 1 trilyun Rupiah. Siaran Pers
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Jakarta, 28 Mei. Walters,
Patrick (1995a). "Suharto family's role in transport project draws fire,"
The Australian , 27 Juni. ----------- (1995b). "Suharto cautions MPs on
funds' use," The Australian , 30-31 Des. 1995. ----------- (1996).
"Indonesia accused of muzzling Muslims," The Australian , Wibisono, Thomas
(1995). "Timsco Group: bisnis Suyatim Abdulrachman Habibie," Informasi,
Januari. Jakarta: PDBI. --------------(1997a). "Profil bisnis ARHA Group,"
Informasi , September. Jakarta: PDBI, hal. 40- -------------- (1997b).
"Profil bisnis Trimitra Upayatama Group," Informasi , September. Jakarta:
PDBI, hal. 45-49. --------------, Christianto (1996). "DSTP, TPN &
Indonesia Inc.," Forum Keadilan , 25 Maret, hal. 56. Williamson, Hugh
(1998). "Habibie nutzt deutsches Image fuer seinen Machtausbau," Die
Tageszeitung , Koeln, 10 Maret. Winters, Jeffrey (1998). Notes on Habibie.
1 Maret. YLBHI (1994). Laporan pendahuluan Kasus Pembunuhan Marsinah.
Jakarta: Tim Pencari Fakta Pembunuhan Marsinah, Yayasan Lembaga Bantuan
Hukum Indonesia (YLBHI).
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lampiran I: Susunan keluarga besar Habibie, yang terlibat dalam berbagai
bisnis keluarga besar Habibie dan Suharto (lihat teks utama)
----------------------------------------------------------------------------------------------------
I. Orangtua BJ Habibie:
----------------------------------------------------------------------------
------------------------ 1. R.A. Tuti Marini Puspowardoyo Habibie (alm.),
Ibu B.J. Habibie.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
II. Saudara-saudara kandung B.J. Habibie:
----------------------------------------------------------------------------
------------------------ 1. Sri Sulaksmi (Titi) Habibie, kakak perempuan
sulung B.J. Habibie. 2. Satoto Moh. Duhri (Toto) Habibie, abang B.J.
Habibie yang tertua. 3. Alwini Karsum (Wenny) Habibie, abang B.J.
Habibie. 4. Junus Effendy (Fanny) Habibie, adik B.J. Habibie. 5. Sri
Rejeki Habibie, adik perempuan B.J. Habibie 6. Sri Rahayu Fatima (Yayuk)
Habibie, adik perempuan bungsu B.J. Habibie.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
III. Isteri B.J. Habibie: dr. Ny. Ainun Bestari-Habibie.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
IV. Anak-anak B.J. Habibie:
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. Dr. Iqbal Akbar Habibie, putra sulung B.J. Habibie. 2. Thariq Kemal
Habibie, putra bungsu B.J. Habibie
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
V. Ipar B.J. Habibie dan ipar saudara B.J. Habibie:
------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. Ir. M.N. Besari, kakak Ny. Ainun Besari-Habibie 2. Isteri Timmy Habibie
(belum diketahui namanya) 3. May.Jen. (Purn.) Subono Mantofani, suami
Titi Habibie. 4. May.Jen. (Purn.) Sudarsono Darmosuwito, suami Sri Rejeki
Habibie 5. drg. Meike Mariam Habibie, isteri Fanny Habibie. 6. Santoso,
adik Meike Mariam Habibie. 7. Muchsin Mochdar, suami Yayuk Habibie. 8.
Aziz Mochdar, abang Muchsin Mochdar 9. May.Jen. (Purn.) Z.A. Maulani
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
VI. Keponakan-keponakan B.J. Habibie:
------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. Dra. Trulyanti ("Truly") Sutrasno, M. Psi., anak sulung Subono
Mantofani. 2. Adrie Nurmianto Subono, putra tertua Subono Mantofani. 3.
Syulie Subono, putri kedua Subono Mantofani. 4. Askar Subono, putra kedua
Subono Mantofani 5. Syani Subono, putra bungsu Subono Mantofani. 6.
Sutjipto Sudarsono, putra Sudarsono Darmosuwito 7. Harry Sudarsono, putra
Sudarsono Darmosuwito 8. Dewi Sri Rejeki, putri Sudarsono Darmosuwito 9.
Nudi Habibie, putra Fanny Habibie 10. Muhammad Syahrullah ("Rully")
Habibie, putra Fanny Habibie 11. Ade Habibie, putra Fanny Habibie
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
VII. Para menantu saudara kandung B.J. Habibie:
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. Moh. Ridwan Sutrasno, suami Truly Subono 2. Eddie Wirija, suami Syulie
Subono.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
VII. Para anak dan menantu Z.A. Maulani:
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. Haryogi Maulani, putra ZA Maulani 2. Olga Maulani, putri ZA Maulani &
isteri Sutjipto Sudarsono 3. Eko .........., menantu ZA Maulani
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lampiran II: Daftar perusahaan keluarga Habibie
---------------------------------------------------------------------------
I. Kelompok Timsco pimpinan Timmy Habibie:
----------------------------------------------------------------------------
No. Nama perusahaan (perusahaan kongsinya)
----------------------------------------------------------------------------
01. Aerogeohydro Infosystem (Citra)
02. Alpha Tanjung Tangki (Salim, Sinar Mas, Panadia)
03. Astaguna Jaya Perkasa
04. AT&T Network System Indonesia (Citra)
05. Bahtera Yasa Cakrawala
06. Balaimas Inti Pratama
07. Baruna Adidharma Perkasa
08. Baruna Adiwisesa Perkasa
09. Batam Aircraft Maintenance (Salim, Humpuss, IPTN, Yayasan Adi Upaya TNI/AU)
10. Batamindo Investment Corp. (Salim, Bimantara)
11. Batamindo Executive Village (Salim, Bimantara)
12. Batamindo Shipping & Warehousing
13. Bauer Pratama Indonesia
14. Bimatama Dharma Perkasa (Bimantara)
15. Bina Citra Mayapada
16. Bina Sumber Kimia (Salim, Sinar Mas)
17. Bintan Perkasa Development (Titiek Prabowo)
18. Buana Bangunsemesta
19. Buana Teledatamas Systemindo
20. Cahaya Aneka Kimia Perkasa (Salim, Sinar Mas, Panadia)
21. Cakratama Mandiri
22. Camatha Sahidya
23. Cendana Buana Jaya
24. Cinta Nusa Indah
25. Citratama Dianmas
26. Citra Harum Manis (Panadia, Bimantara)
27. Citra Telekomunikasi Indonesia (Citra)
28. Dwimas Intiwisesa
29. Engineering Testing & Research Services
30. Firmanjaya Abadi
31. Gawang Mandiri
32. Gema Kreasi
33. Griya Nusa Indah
34. Griya Rekatama Asri
35. Habindo Satria Perkasa (Satoto Habibie)
36. Hercules Mas Indonesia (Salim, Sinar Mas, Panadia)
37. Herwindo Rintis (Salim, Bimantara)
38. Indochlor Prakarsa Industries (Salim, Bimantara)
39. Indoglass Era Citra Industries (Salim, Bimantara)
40. Indokemika Jayatama (Sinar, Panadia)
41. Indolin Power
42. Indopolymer Eracitra
43. Indoterminal Batamindo (Salim)
44. Indoterminal Citra (Salim)
45. Intra Maha Matra
46. Jayagemilang Lestari (Sinar Mas)
47. Karya Citra Fajar
48. Karya Dunia Makmur
49. Lucent Technologies Networks Systems (Citra)
50. Makuta Jaya Sakti
51. Megayasa Intranusa
52. Menarakarsa Gemilang
53. Milas Citrainti (Salim, Panadia)
54. Mitrajaya Wiraniaga (Salim, Bimantara)
55. Nabicon
56. Nuansa Dhuha Salman
57. Nusadata Komunikatama
58. Nusa Piranti Kimia
59. Pacific Indosino
60. Panadia Indah Dirgantara (Panadia)
61. Pelitamas Mekar
62. Perak Timur Permai
63. Perdana Pranata Fisheries
64. Perdana Pranata Sukses
65. Perkasa
66. Pratama Borindo Nuansa
67. Pratama Sejati Guna
68. Pratmanusa Gemilang
69. Pusaka Sukses Makmur
70. Putramas Prima Perkasa (Salim, Sinar Mas)
71. Redeco Petrolin Utama (Bimantara)
72. Rekatama Ardi Yasa
73. Rodamas Makmur Motor (Salim, Rodamas)
74. Rumah Sakit Barelang
75. Saltim (Salim)
76. Sangga Rimba Makmur
77. Sarana Teljaya
78. Satomo Indovyl Monomer (Sumitomo, Salim, Sinar Mas, Panadia, Bimantara)
79. Satomo Indovyl Polymer (idem)
80. Sempurna Caturguna (Salim, Bimantara)
81. Sepatim Batamtama
82. Sigcon Pratama
83. Sigcon Pratama Raya
84. Sinar Culindo Perkasa (Salim, Sinar Mas, Batara Indra)
85. Southlinks Country Club (Batamindo Executive Village)
86. Standard Toyo Polymer (Salim, Sinar Mas, Bimantara)
87. Suhamthabie Utama
88. Sulfindo Adiusaha (= No. 78)
89. Sumitomo Wiring System Batam (Salim, Sumitomo, Bimantara)
90. Syabata Cemerlang
91. Tamayasa Sentramarine
92. Tamsa Rexina Tubulars
93. Taruna Dinamika Citrindo
94. Timsco Agramentari
95. Timsco Barelang
96. Timsco Development Corporation
97. Timsco Indonesia
100. Timsco Indonesia Bandung Mas
101. Timsco Multi Buildscon
102. Timsco Pacific Manunggal
103. Wahana Amerta Perkasa
104. Wahana Citra Permana
105. Wahana Esa Sambadha Sejati
106. Wahanasarana Buana
107. Wahanasarana Buana Raya
108. Waringin Dutagraha
109. Usaha penerbitan Tabloid Adil, Tabloid Gita, Tabloid Muda Musika & Majalah Ummat (Abdi Bangsa)
110. Perusahaan-perusahaan taksi di P. Batam
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
(bersambung)

Demikianlah isi laporan investigasi Prof.DR.George Aditjondro episode VIII.

Wasalamu Allaikum Wr.Wb.

----- End of forwarded message from Haji Muhammad Said -----

----- End of forwarded message from apakabar@Radix.Net -----