[INDONESIA-L] PPP vs PDI-P di Yogya

From: apakabar@Radix.Net
Date: Wed Jun 02 1999 - 15:18:00 EDT


----- Forwarded message from apakabar@Radix.Net -----

From owner-indonesia-l@indopubs.com Wed Jun 2 18:04:02 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [209.48.224.31])
        by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id SAA18531
        for <apakabar@saltmail.radix.net>; Wed, 2 Jun 1999 18:04:01 -0400 (EDT)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
        by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id SAA25420
        for <apakabar@saltmine.radix.net>; Wed, 2 Jun 1999 18:04:01 -0400 (EDT)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id QAA01571; Wed, 2 Jun 1999 16:03:50 -0600 (MDT)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Wed, 2 Jun 1999 16:03:48 -0600
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id QAA01523; Wed, 2 Jun 1999 16:03:32 -0600 (MDT)
Date: Wed, 2 Jun 1999 16:03:32 -0600 (MDT)
Message-Id: <199906022203.QAA01523@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] PPP vs PDI-P di Yogyakarta
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Date: 2 Jun 99 11:26:59 JVT
From: da svi danya <veshinov@netscape.net>
To: apakabar@saltmine.radix.net
Subject: PPP vs PDI-P di yogyakarta

hari ini saya berada di yogyakarta.
'perang' yang terjadi antara PPP dan PDI-P kemarin sudah dapat diduga terjadi.
orang-orang miskin yang sekuler (yg kesulitan memenuhi tuntutan rumit dari
agama) dan fanatik itu berbenturan dengan PPP yang frustrasi dan juga fanatik.
dengan bagus milisia telah bermain dengan mengadu keduanya, dengan menjadi
'provokator' (aha! istilah militer lagi)
milisia telah memaksa beberapa orang chinese-muslim untuk membayar orang-orang
PPP untuk mencabuti bendera PDI-P dan melempari massa mereka.

dungunya, kedua massa yang larut dalam histeria itu mau saja diadu.
benar-benar kita nggak mau belajar dari sejarah. mau saja mereka melibatkan
milisia.
(masyarakat yogya yang katanya cinta sejarah ternyata terbenam dalam
forma-forma masa lalu. spirit dari jawa-kuna yang terbuka thd kebudayaan luar
-sehingga forma kulturalnya eklektik- itu telah membeku, nggak bisa diharap
muncul lagi. feudalisme masih merajalela di sini, sekali pun nggak mau diakui.
tidak hanya di birokrasi yang sudah direbut oleh sultan, namun juga -katanya-
yang di kampus)

kasihan bangsaku, masih saja mereka percaya pada milisia.
(bukankah milisia itu dalam kultur jawa disebut sebagai 'rampog'? lihatlah
adegan baris-berbaris tentara kerajaan yang selalu ditampilkan pada adegan
wayang kulit, yang disebut sebagai adegan 'rampogan'! aku tahu dari buku clara
van groenendael 'dalang di balik wayang')

sementara itu PRD dengan bagus telah melakukan pendidikan politik dengan
menyebarkan pamflet tentang perlunya dihapus dwifungsi ABRI dsb.

kutitipkan harapku pada kalian!

dasvidaniya

----- End of forwarded message from da svi danya -----

----- End of forwarded message from apakabar@Radix.Net -----