[INDONESIA-L] WASPADA - Aksi Teror

From: apakabar@Radix.Net
Date: Wed Aug 25 1999 - 08:50:00 EDT


----- Forwarded message from indopubs@iname.com -----

From owner-indonesia-l@indopubs.com Wed Aug 25 11:17:51 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [207.192.128.31])
        by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id LAA00624
        for <apakabar@saltmail.radix.net>; Wed, 25 Aug 1999 11:17:50 -0400 (EDT)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
        by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id LAA15553
        for <apakabar@saltmine.radix.net>; Wed, 25 Aug 1999 11:17:50 -0400 (EDT)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id JAA02798; Wed, 25 Aug 1999 09:15:16 -0600 (MDT)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Wed, 25 Aug 1999 09:15:16 -0600
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id JAA02701; Wed, 25 Aug 1999 09:14:55 -0600 (MDT)
Date: Wed, 25 Aug 1999 09:14:55 -0600 (MDT)
Message-Id: <199908251514.JAA02701@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: indopubs@iname.com
Subject: [INDONESIA-L] WASPADA - Aksi Teror Di Aceh Meningkat
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Date: Tue, 24 Aug 1999 17:08:48 -0400 (EDT)
From: John A MacDougall <apakabar@Radix.Net>

X-URL: http://www.waspada.com/082499/aceh/aceh1.htm

                            BERITA ACEH WASPADA
   
                          SELASA, 24 AGUSTUS 1999
     _________________________________________________________________
   
                       Aksi Teror Di Aceh Meningkat:
                  Unsyiah Akan Dibom, Sekjen SMUR Diancam
   
   BANDA ACEH (Waspada): Aksi teror, sejak terjadi konflik bersenjata di
   Aceh, intensitasnya terus meningkat baik lewat telepon, langsung
   maupun surat-surat tak bertuan. Aksi-aksi ini tak memandang siapa pun
   termasuk wartawan, para medis, guru, para relawan dari LSM, mahasiswa
   dan lembaga independen lainnya.
   
   Sudah banyak medis dan masyarakat menyusul aksi-aksi itu di antaranya
   guru, wartawan, para medis dan masyarakat tak berdosa. Sang peneror,
   terlepas dari pihak manapun, sungguh tidak lagi menghargai nyawa
   manusia demi ambisi pribadi, kelompok atau barangkali, sebuah
   institusi.
   
   Gejala buruk terhadap peradaban manusia di Aceh, kelihatannya,
   semakin terang-terangan. Sehingga dalam hitungan hari, jam, menit,
   bahkan detik saja orang yang meninggal di Aceh. Konflik ini terus
   berlanjut dan memang sulit diramalkan kapan akan berakhir.
   
   Menyusul aksi teror pemboman di kediaman H Sjamsul Kahar, Ketua PWI
   Aceh, ada gerakan teror bersayap yang mengancam nyawa seorang
   pentolan relawan dari Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR).
   Uniknya, Kampus Unsyiah di Darussalam Banda Aceh tak ketinggalan
   mendapat hadiah teror satu paket dengan Aguswandi BR. Barangkali,
   karena mayoritas relawan pejuang kebenaran di Aceh berbasis
   pendidikan di Unsyiah, termasuk Aguswandi masih bermarkas di Fakultas
   Hukum.
   
   Baru-baru ini Aguswandi BR, Sekjen SMUR Aceh, mendapat surat ancaman
   beruntun bahwa ia akan dibunuh oleh kelompok dari Barisan Pemuda Aceh
   Cinta RI (BPA CRI). Bahkan, dalam surat itu, si pengancam akan membom
   Unsyiah karena dianggap telah mendidik manusia-manusia pemberontak
   terhadap pemerintah RI.
   
   "Kami berjuang demi kebenaran, jadi apapun resikonya kami siap dan
   akan jalan terus demi kepentingan rakyat Aceh khususnya," kata
   Aguswandi kepada Waspada, Senin (23/8).
   
   Surat ancaman yang ditujukan kepada Aguswandi itu menggunakan mesin
   ketik sepanjang satu polio dan ditandatangani oleh Husaini Ali,
   mengaku sebagai pimpinan kelompok BPA CRI. Malah, si pengancam
   membuat surat terakhir akan membunuh Aguswandi tepat tanggal 17
   Agustus 1999 lalu.
   
   Bunyi Surat Ancaman
   
   Inilah bunyi surat ancaman yang penempatan tanda baca dan kalimatnya
   kurang beraturan: Kami Generasi Muda Aceh yang terhimpun dalam
   Barisan Pemuda Aceh Cinta Republik Indonesia (BPA CRI) sangat
   menyayangkan pernyataan kelompok binatang yang menyatakan "musuh kami
   adalah ABRI" suatu pernyataan yang berorientasi pada Partai Komunis
   Indonesia, berarti saudara-saudara adalah anakn cucu komunis.
   
   Sebelum saudara menghadapi ABRI, sesuai dengan pernyataan saudara,
   lebih baik kelompok saudara-saudara lebih dulu menghadapi kelompok
   BPA CRI. Kami anjurkan saudara-saudara lebih banyak meratap mohon
   ampun kepada Allah bahwa saudara-saudara kami rencanakan untuk
   dibunuh pada setiap ada peluang, untuk mengambil nyawa saudara dengan
   sebilah rencong dan kuburan saudara sudah kami siapkan.
   
   Ada berapa kekuatan saudara kami siap hadapi dengan bopm-bom rakit
   sendiri dengan sasaran Unsyiah akan kami bom dan kami bakar karena
   Unsyiah tempat dididik manusia-manusia pemberontak pada republik yang
   tercinta.
   
   Unsyiah tempat pendidikan cara komunis, tempat dididik kelompok
   intelektual yang berbadan manusia, berotak babi. Untuk saudara
   ketahui, kekuatan kami BPA CRI ada 173 orang dan siap menghadapi
   saudara-saudara kelompok komunis baru di Aceh, sikap kami tidak ada
   lain sebagai putra Aceh sejati yang pro RI.
   
   Kelompok kami sudah siap mengatur strategi untuk menerkam nyawa
   saudara dan tidak akan kami kuburkan akan kami buang menjadi makanan
   biawak dan kami menyatakan siap mati membeka Negara RI dengan
   kekuatan-kekuatan lain yang pro republik.
   
   Saudara Agus kami dapat berita dari kelompok kami bahwa saudara
   adalah provokator peristiwa simpang KKA Aceh Utara sebab saudara
   beberapa hari ada/terlihat berada hilir mudik di beberapa desa yang
   saudara provokasi, menurut masyarakat salah satu desa tersebut
   saudara gembar-gemborkan dan mengajak masyarakat untuk melawan ABRI.
   
   Maka kelompok kami mencari saudara untuk mempertanggungjawabkan
   perbuatan saudara dan kami bersumpah kepada Allah akan menghabisi
   nyawa saudara karena banyak rakyat yang korban akibat provokasi
   saudara. Kami BPA CRI tidak mau damai dengan saudara karena saudara
   berideologi komunis mode baru. Pimpinan Kelompok BPA CRI Husaini Ali.
   
   Membaca dan mengamati isi surat itu Aguswandi menilai ada indikasi
   yang menunjukkan kondisi Aceh semakin buruk. "Keamanan rakyat sedang
   menjadi terancam dan mengapa tidak ada jaminan keamanan untuk itu.
   Anehnya, terancamnya masyarakat justru karena kehadiran militer dalam
   jumlah yang cukup besar".(b04)
     _________________________________________________________________

----- End of forwarded message from John A MacDougall -----

----- End of forwarded message from indopubs@iname.com -----