[INDONESIA-L] PEWARTA - Tavares: Ge

From: apakabar@Radix.Net
Date: Fri Sep 24 1999 - 13:06:00 EDT


----- Forwarded message from apakabar@Radix.Net -----

From owner-indonesia-l@indopubs.com Fri Sep 24 15:57:47 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [207.192.128.31])
        by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id PAA04127
        for <apakabar@saltmail.radix.net>; Fri, 24 Sep 1999 15:57:46 -0400 (EDT)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
        by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id PAA29325
        for <apakabar@saltmine.radix.net>; Fri, 24 Sep 1999 15:57:46 -0400 (EDT)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id NAA07076; Fri, 24 Sep 1999 13:52:12 -0600 (MDT)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Fri, 24 Sep 1999 13:52:12 -0600
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id NAA07040; Fri, 24 Sep 1999 13:51:59 -0600 (MDT)
Date: Fri, 24 Sep 1999 13:51:59 -0600 (MDT)
Message-Id: <199909241951.NAA07040@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] PEWARTA - Tavares: Gereja Timtim Ikut Bertanggung Jawab
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

From: "Pewarta Kusum"<pewarta@flashmail.com>
To: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Thu, 23 Sep 1999 21:42:56 -800
Subject: TAVARES: PIMPINAN GEREJA DI TIMTIM IKUT BERTANGGUNG JAWAB

Peristiwa perang saudara yang terjadi di Timtim sejak diumumkannya hasil
jajak pendapat Sabtu (4/9) lalu tidak terlepas dari tanggung jawab
pimpinan gereja setempat. "Pemimpin umat di Timtim tidak boleh melarikan
diri, melepaskan tanggung jawab terhadap perang saudara yang kini terjadi.
Mereka dituntut untuk ikut bertanggung jawab atas terjadinya perang
saudara sesama masyarakat Timtim," kata Panglima Perang Pro-Integrasi
Joao da Silva Tavares di Atambua, awal pekan ini. Menurut dia, tuduhan
bahwa yang harus bertanggung jawab terjadinya perang saudara di Timtim
adalah dirinya selaku panglima adalah tidak benar. Sebenarnya ada tiga
pihak yang harus bertanggung jawab terhadap perang saudara yang terjadi di
Timtim. "Ketiga pihak tersebut adalah Portugal, Gereja dan para tokoh
separatisme Timtim," katanya menegaskan. Ketiga pihak itulah, kata
Tavares, yang memicu terjadinya perang sesama masyarakat Timtim, sehingga
tuduhan bahwa milisi pro-integrasi yang bertanggungjawab semata-mata hanya
untuk mengalihkan perhatian saja. Menurut dia, Portugal yang secara tidak
bertanggung jawab meninggalkan Timtim tahun 1975 --setelah menjajah Timtim
hampir 500 tahun-- mencoba untuk mempengaruhi opini dunia dan masyarakat
Timtim diperantauan. Dan kini akibat dari upaya mempengaruhi tersebut
menyebabkan masalah Timtim tidak pernah tuntas. "Demikian halnya dengan
pihak gereja, gereja selama ini tidak bertindak adil terhadap masyarakat
Timtim. Mereka dengan segala pengaruhnya mencoba mempengaruhi masyarakat
Timtim agar menolak memilih Daerah Khusus Otonomi," tambahnya. Akibatnya,
masyarakat tidak bisa bersatu, dan selalu berada dalam permusuhan sebagai
akibat perbedaan politik yang dianut oleh masyarakat Timtim. "Pimpinan
gereja yang berpengaruh di Timtim telah menyimpang dari tugas pokoknya
sebagai gembala, yang seharusnya menggembalakan umatnya ke jalan yang
benar tanpa harus mencampuradukkan dengan kepentingan politik," katanya.
Hal serupa juga diungkapkan Pimpinan eksekutif Front Persatuan Bangsa
(FPB) Domingos MD Soares, SH, MS bahwa dirinya telah berkali-kali meminta
kepada Uskup Diosis Dili Carlos Filipe Ximenes Belo agar menghindari
politik praktis. "Peringatan itu tidak pernah mendapat perhatian beliau,
sehingga setelah kejadian yang sudah diduga akan terjadi, yang
bersangkutan malah meninggalkan umatnya," katanya. Tindakan meninggalkan
umatnya di Timtim menurut dia, sangat disesalkan masyarakat Timtim, karena
sebelumnya yang bersangkutan selalu menyatakan bahwa dirinya akan tetap
bersama-sama rakyat Timtim apa pun hasil jajak pendapat. "Pernyataan itu
tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga sangat menyakitkan rakyat, dan
yang lebih menyakitkan yang bersangkutan 'melarikan' diri ke luar negeri
dengan memakai nama samaran yang menggunakan pesawat UNAMET dari Baucau,"
kata Domingos MD Soares. Sebenarnya, kata dia, masyarakat bisa saja
menyatakan bahwa Uskup mereka masih berdomisili di Timtim. "Yang pergi
meninggalkan Timtim menuju Australia itu adalah tuan Luis Rocheta, karena
yang bersangkutan menggunakan nama samaran tuan Luis Rocheta," katanya.
"Yang lebih menyakitkan hati masyarakat Timtim itu adalah kepergiannya
yang menggunakan nama samaran, sementara rakyat di Timtim hidup menderita
dalam pengungsian," demikian Domingos MD Soares dan Joao da Silva Tavares.

----- End of forwarded message from Pewarta Kusum -----

----- End of forwarded message from apakabar@Radix.Net -----