[INDONESIA-L] KMP - Dewan Ekonomi N

From: apakabar@Radix.Net
Date: Mon Nov 01 1999 - 16:03:00 EST


----- Forwarded message from apakabar@Radix.Net -----

From owner-indonesia-l@indopubs.com Mon Nov 1 20:00:59 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [207.192.128.31])
        by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id UAA00315
        for <apakabar@saltmail.radix.net>; Mon, 1 Nov 1999 20:00:58 -0500 (EST)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
        by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id UAA28334
        for <apakabar@saltmine.radix.net>; Mon, 1 Nov 1999 20:00:59 -0500 (EST)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id SAA06685; Mon, 1 Nov 1999 18:00:40 -0700 (MST)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Mon, 1 Nov 1999 18:00:37 -0700
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id SAA06583; Mon, 1 Nov 1999 18:00:18 -0700 (MST)
Date: Mon, 1 Nov 1999 18:00:18 -0700 (MST)
Message-Id: <199911020100.SAA06583@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] KMP - Dewan Ekonomi Nasional tidak Diperlukan
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9911/02/utama/dewa11.htm

   Selasa, 2 November 1999
   Dewan Ekonomi Nasional tidak Diperlukan
   Medan, Kompas
   
   Pembentukan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang rencananya bertugas
   menyusun kebijakan ekonomi makro atau kebijakan strategis lainnya,
   tidak diperlukan. Pembentukan DEN hanyalah tindakan mubazir yang
   menghabiskan waktu dan uang negara. Justru yang harus diperkuat adalah
   staf atau pembantu para menteri, terutama pemikir untuk Menko
   Ekuin."Dalam susunan kabinet saat ini tak ada partai oposisi," kata
   pengamat ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) John Tafbu Ritonga
   MEc, dalam acara diskusi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan,
   Senin (1/11). Sehari setelah Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terpilih
   jadi presiden, ia memanggil lima ekonom sehubungan dengan pembentukan
   DEN.
   
   Menurut Ritonga, kebijakan pembentukan DEN ditinggalkan saja karena
   merupakan warisan Orde Baru. Pembentukan DEN di masa lalu, diperlukan
   karena situasi saat itu memang membutuhkan penanganan ekonomi,
   terutama dari masa peralihan ekonomi komunis kepada ekonomi pasar
   (liberal). Saat itu, pemerintah memerlukan para ekonom yang merupakan
   alumni dari berbagai universitas di Amerika Serikat, sebagai juru lobi
   ke negara barat.
   
   "Pemerintah saat ini 'kan tidak ditolak oleh pasar. Malah, duet Gus
   Dur dan Megawati dapat didukung dan diterima oleh pasar. Kenapa harus
   ada DEN," kata Ritonga yang juga Pembantu Rektor III USU itu.
   
   Hal yang mendesak, kata Ritonga, memperkuat jajaran menteri-menteri
   ekonominya. Caranya, para menteri diberi kewenangan penuh dalam
   melakukan tugas dan fungsinya. Dengan catatan, setiap kebijakan dan
   langkah-langkah yang diambil dilakukan secara transparan, terbuka,
   jujur dan adil.
   
   "Sebagai pembantu presiden, menteri cukup mengkoordinasikan saja, agar
   kebijakan yang diambilnya tidak dicampuri terlalu jauh. Syaratnya,
   para menteri itu harus jujur, terbuka dan tidak korupsi. Itu saja,"
   ungkapnya.
   
   Untuk mengontrolnya, kata Ritonga, presiden bisa memanfaatkan
   perguruan tinggi atau akademisi dalam melihat dan menganalisis
   kebijakan para menterinya. Jika ada yang menyimpang atau melenceng
   dari cita-cita reformasi tentu presiden harus berani bertindak tegas
   untuk mengganti atau mencopot jabatannya. "Apalagi sekarang ini 'kan
   orang bebas memberi pendapat. Itu bisa dijadikan sebagai kekuatan,"
   tegasnya. (smn)
   

----- End of forwarded message from John A MacDougall -----

----- End of forwarded message from apakabar@Radix.Net -----