[INDONESIA-L] Maluku Report 15 (fwd

From: apakabar@Radix.Net
Date: Wed Dec 29 1999 - 11:47:00 EST


----- Forwarded message from apakabar@Radix.Net -----

From owner-indonesia-l@indopubs.com Wed Dec 29 15:46:51 1999
Return-Path: <owner-indonesia-l@indopubs.com>
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [207.192.128.31])
        by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id PAA23304
        for <apakabar@saltmail.radix.net>; Wed, 29 Dec 1999 15:46:51 -0500 (EST)
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64])
        by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id PAA25759
        for <apakabar@saltmine.radix.net>; Wed, 29 Dec 1999 15:46:51 -0500 (EST)
Received: from localhost (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id NAA17401; Wed, 29 Dec 1999 13:45:01 -0700 (MST)
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Wed, 29 Dec 1999 13:45:01 -0700
Received: (indopubs@localhost) by indopubs.com (8.8.5) id NAA17366; Wed, 29 Dec 1999 13:44:56 -0700 (MST)
Date: Wed, 29 Dec 1999 13:44:56 -0700 (MST)
Message-Id: <199912292044.NAA17366@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] Maluku Report 15
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

From: "SAGU" <ever@Indosat.net.id>
To: apakabar@radix.net dll
Subject: Maluku-net: Maluku Report 15: Ambon teduh dan berjaga
Date: Thu, 30 Dec 1999 03:22:57 +0700

  1.. Laporan Situasi Kota Ambon

Sejak pemberlakuan pengalihan Kodal [komando pengamanan] dari Kapolda ke
Pangdam XVI Pattimura pukul 06.00 WIT, kota ambon memulai berangsur
tenang. Paling tidak perubahan ini menyebabkan aparat miulai mengurangi
tembakannya dan menembak secara terarah. E feknya ialah agak penurunan
suhu konflik yang tadinya sangat mencekam. Sekitar pukul 16.00 WIT, bala
bantuan pasukan untuk Ambon telah tiba. Sejauh yang diketahui ialah
kesatuan 509 dari Jember sedangkan besok direncanakan datangnya kesatuan
405 (Jateng?) ke Kota Ambon. Kedua kesatuan ini didatangkan sebagai
Bantuan Militer (BANMIL). Kemudian, Yon 303 Kostrad Siliwangi yang oleh
warga Kristen dianggap berpihak pada kaum Muslim, rencananya akan disebar
di daerah kerusuhan di luar Pulau Ambon.Pada pukul 18. 00 WIT, lewat
siaran RRI dan di TVRI Stasiun Ambon pada pukul 19.30 WIT. Ambon, Pangdam
Max. Tamaela memberikan pernyataan tentang situasi Ambon yang kurang lebih
berintikan:

  1.. Aparat keamanan yang bertugas di Gereja SILO harus
mempertanggung-jawabkan peristiwa kebakaran gereja Silo.

  2.. Akan diberlakukan jam malam terbatas kepada warga yang keluar malam.

  3.. Akan dilakukan Sweeping senjata tajam di rumah-rumah penduduk.

  4.. Persoalan hukum akan diserahkan kepada POLRI.

  5.. Banyak sniper di atas gedung-gedung bertingkat merupakan faktor
kendala pengamanan aparat yang memungkinkan gereja Silo berhasil dibakar
massa.

II. Pembelaan Pihak Marinir

Diinformasikan bahwa salah satu langkah Kodal Pangdam Pattimura ialah
penarikan pasukan dari jalan-jalan untuk direposisikan kembali ke dalam
pos-pos pengamanan. Walaupun demikian, tragedi Silo telah mencoreng citra
buruk marinir di mata warga Kristen. Ma rinir dipersalahkan dalam tragedi
Silo dan oleh sebab itu mereka ditarik dari kawasan Silo-tugu Trikora.
Adanya sikap antipati masyarakat terhadap mereka sangat disadari pihak
marinir dan oleh sebab itu mereka berupaya meminta maaf dan membuat
klarifikasi terhadap sejumlah tundingan warga Kristen a.l:

    1.. Tidak benar bahwa yang mengemudikan panser adalah dari kalangan
marinir sebab ada indikasi oknum yang menggunakan baju marinir dalam
insiden Silo.

    2.. Tidak benar adanya 6 aparat marinir yang hilang dalam insiden
Silo.

    3.. Kesatuan marinir merupakan salah satu dari sejumlah kesatuan TNI
yang bertugas mengamankan SILO. Banyak barikade yang tadinya dibangun oleh
marinir, dibuka oleh aparat kesatuan yang lain. Artinya kontrol pengamanan
Silo tidak sepenuhnya berada dib awah kendali marinir dan jatuhnya Silo
tidak sepenuhnya dosa marinir.

Dalam perkembangan selanjutnya, marinir terus berupaya memperbaiki citra
dirinya dengan mempersuasi masyarakat Kristen di kawasan tapal
Kuda-Airsalobar, tempat tugas mereka yang baru. Mulanya warga menolak
kehadiran marinir sebagai akibat tragedi Silo nam un marinir kemudian
mencoba menunjukkan bahwa mereka serius untuk menjaga wilayah tapal Kuda
itu. Cara yang ditempuh oleh marinir ialah mereka membuat barikade
perlindungan wilayah tapa Kuda dan menambah jumlah tentaranya dalam rangka
mengamankan daerah T apal Kuda dari serangan kelompok massa bantuan yang
mendarat dari dua buah kapal Landen di sekitar kawasan Pohon Mangga
[kawasan Muslim yang tidak jauh dari tapal Kuda].

Upaya lainnya yang juga dilakukan oleh marinir dalam rangka memperbaiki
citra dirinya ialah mempertahankan gedung gereja Betlehem dari serangan
massa Muslim siang tadi, 29 Desember. Informasi terakhir, gedung gereja
kini dijaga oleh pihak Marinir, Brimob dan sejumlah warga Kristen. Gereja
Betlehem kini menjadi merupakan garis depan pertahanan wilayah Kristen
setelah trikora dan jl. A.M Sangaji [Berjarak 200 meter dari betlehem]
dikuasai oleh massa Muslim.

Ternyata bukan cuma pihak marinir yang mencoba membela diri dengan membuat
klarifikasi melainkan juga Pangdam Pattimura. Pangdam membantah tundingan
cerita di kalangan Kristen bahwa ketika terjadi inside pembakaran PLN, 28
Desember lalu, ada sejumlah mass a putih menaiki/ menumpang panser yang
tengah berhadapan dengan massa Merah {Kristen}.Yang sebenarnya menurut
Pangdam ialah panser itu kebetulan diparkir dan massa Muslimpun duduk
diatasnya.

III. Rumah Sakit Terancam

Sempat terancamnya rumah sakit GPM di jalan Anthony Rhebok menyebabkan
para pasien dari pengungsi dipindahkan ke gedung gereja Maranatha sambil
terus menjalani perawatan medis. Terancamnya R.S GPM ini diakibatkan
daerah penyanggah wilayah jalan Anthony Rh ebok, yakni daerah Pardes,
daerah sekitar Jl. Said perintah, daerah jalan Sedap malam dan belakang
toko Nam tidak lagi berfungsi dan bahkan sebagiannya telah dibakar oleh
massa Muslim yang mengamuk akibat terbakarnya sebagian gedung STAIN
{sekolah tinggi Agama Islam Negeri}.

Di lain pihak, Rumah Sakit Umum Dr. Haulusy dikabarkan kehabisan makanan
sebagai akibat melonjaknya pasien. Untuk itu sangat diharapkan adanya
bantuan makanan yang bisa disumbangkan untuk rumah sakit ini dari anda
sekalian.

IV. Barikade Gaya Medan Perang

Informasi yang diterima hingga pukul 22.30 WIB bahwa ada tembakan beruntun
yang dilepaskan dari Kampung Waringin ke arah Bt. Gantung. Tembakan itu
berasal dari kesatuan Marinir dan Zikon yang berpos di Kantor Telkom
Talake. Sementara itu warga batu gantun g sekitar pertigaan gereja
Rehoboth dikabarkan telah membuat barikade tumpukan karung pasir dan
drum-drum, mengantisipasi serangan massa Muslim seperti yang terjadi di
Silo.

V. Seputar Haruku

Informasi yang diterima _ pukul 05.30 WIT, negeri Porto dan Hulaliu telah
menduduki Dusun Waimital. Dalam aksi ini 2 warga Porto meninggal dunia, 1
warga luka dan 2 warga Hulaliu meninggal dunia. Selanjutnya, informasi
yang diterima dari desa Haruku bahwa desa Ruhumoni dan Kabau diserang dan
terjadi kebakaran pada rumah penduduk. Sebagian warga Ruhumoni dan Kabau
terlihat menyeberang laut (menyelamatkan diri) ke Tulehu maupun ke pelau.

VI. Liputan International mengenai Kerusuhan di Maluku

Tragedi Silo rupanya telah menjadi perhatian dunia, terbukti dengan
dijadikannya sebagai headline tayangan CNN International dan BBC World, 29
Desember 1999 . CNN berhasil mendokumentasikan dan menampilkan tayangan
gereja Silo yang terbakar dan sejumlah a ksi kekerasan di lapangan. Yang
tak kalah menarik ialah CNN menulis bahwa militer Indonesia meminta
pemerintah memberlakukan keadaan gawat darurat di Ambon.

YAYASAN SAGU

Solidaritas Anak Negeri Maluku

----- End of forwarded message from SAGU -----

----- End of forwarded message from apakabar@Radix.Net -----