[INDONESIA-NEWS] Pembangunan Kembali Masjid dan Gereja di Ambon

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Sun Feb 06 2000 - 16:50:47 MST


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0002/07/utama/diwa11.htm

   Senin, 7 Februari 2000
   Pembangunan Kembali Masjid dan Gereja di Ambon
   Diwarnai Suasana Persaudaraan
   Ambon, Kompas
   
   Dalam suasana penuh persaudaraan ratusan masyarakat Kristiani dan
   Islam Ambon berbaur menjadi satu menyaksikan peletakan batu pertama
   pembangunan kembali Gereja Silo dan Masjid An Nur Kodya Ambon, Minggu
   (6/2). Begitu selesai peletakan batu pertama di Gereja Silo, seperti
   sebuah boyongan, para pejabat Tingkat II Kodya Ambon, maupun Tingkat I
   Propinsi Maluku berjalan bersama-sama dengan umat Islam dan Kristiani
   yang hadir, menuju Masjid An Nur yang letaknya sekitar 50 meter di
   sisi kiri Gereja Silo, di samping Wali Kota Ambon dan Pangdam XVI
   Pattimura.
   
   Suasana kebersamaan itu memunculkan keharuan, bahkan ada beberapa yang
   menitikkan air mata, termasuk istri Gubernur Ny Aisa Latuconsina.
   Kendati hujan mengguyur deras, semua acara berlangsung lancar, tanpa
   gangguan. Satuan aparat keamanan dari Yonif 509, 405, Marinir, dan
   Brimob, berjaga ketat mengamankan jalannya upacara.
   
   Baik di Gereja Silo maupun di Masjid An Nur, hadir para pejabat di
   antaranya, Gubernur Maluku MS Latuconsina, Pangdam XVI Pattimura
   Brigjen Max Tamaela, Ketua DPRD Tingkat I Etty Sahuburua, Wali Kota
   Ambon Chres Tanasale, Kapolda Maluku Brigjen (Pol) Drs Dewa Astika,
   dan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Drs Hasyim Marasabessy SH.
   
   Saling menyumbang
   
   Hadir pula tokoh agama dari kedua belah pihak, Ketua Sinode Gereja
   Protestan Maluku (GPM), Pendeta Sammy Titaley, Ketua MUI Maluku H RR
   Hasanussi, dan Uskup Amboina Mgr PJ Mandagi. Bahkan Ketua Yayasan Al
   Fatah H Abdullah Soulissa selaku sesepuh umat Islam Ambon, ikut
   meletakkan batu pertama di Gereja Silo, di samping Gubernur Maluku,
   Kakanwil Departemen Agama Maluku, dan Wali Kota Ambon. Pendeta Bram
   Saplantila ikut meletakkan batu pertama di Masjid An Nur.
   
   Gereja Silo maupun Masjid An Nur yang sama-sama terbakar pada
   kerusuhan 26 Desember, sama-sama dibangun swadaya umat, selain bantuan
   dari pemerintah daerah maupun pusat. Gereja Silo yang pertama kali
   dibangun tahun 1959, akan dibangun kembali dengan dua lantai dengan
   satu balkon, seluas 620 meter persegi. Sedang Masjid An Nur yang
   seringkali disebut sebagai Masjid Arab, dibangun dengan dana Rp 500
   juta.
   
   Yang menarik dalam acara kemarin adalah, adanya seorang warga muslim
   dari Hitu Lama bernama Abdul Karim yang menyumbang Rp 200.000 untuk
   pembangunan Gereja Silo. Demikian juga warga Gereja Betlehem
   menyumbangkan Rp 1 juta untuk pembangunan Masjid An Nur. "Nilainya
   memang kecil, tetapi teramat besar maknanya, karena ini merupakan
   sebuah ketulusan hati dari umat Muslim," kata Ketua Panitia
   Pembangunan Gereja Silo, Alex Maeluhu.
   
   Ketua MUI Maluku H RR Hasanussi menyatakan, pembangunan dua tempat
   ibadah secara bersama-sama ini, bisa menjadi titik awal rekonsiliasi.
   "Kita harus hilangkan dendam kebencian, sehingga masyarakat Maluku
   bisa kembali seperti sediakala, dalam jalinan hubungan penuh
   persaudaraan," tandasnya. (top)

---
INDONESIA-L - <http://www.indopubs.com/archives>
INDONESIA-NEWS - <http://www.indopubs.com/parchives>
INDONESIA-VIEWS - <http://www.indopubs.com/varchives>
---