[INDONESIA-NEWS] Berita SERAMBI 12 Feb 2000

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Fri Feb 11 2000 - 14:40:17 MST


X-URL: http://www.indomedia.com/serambi/image/200212.htm

   Update: 00.30 Wib Sabtu, 12 Februari 2000
   
   Dua Korban Pembunuhan Ditemukan dalam Sawah
   Serambi-Tapaktuan
   Dua sosok mayat laki-laki ditemukan dalam sawah tepi jalan raya Desa
   Keudee Paya Kecamatan Blangpidie, Aceh Selatan, Jumat (11/2) pagi
   kemarin. Kedua mayat dipastikan korban pembunuhan, karena mengalami
   luka-luka cukup mengenaskan.
   Mayat-mayat tanpa identitas itu ditemukan warga yang melintasi jalan
   negara tanpa penghuni itu sekitar pukul 06.00 WIB. Lokasi temuan hanya
   beberapa puluh meter dari bangunan Kilang Kacang AA atau 2 Km dari
   Kota Blangpidie.
   Tak lama kemudian lokasi temuan dikerumuni warga, terutama untuk
   mengenali kedua korban. Tapi tidak seorangpun warga mengaku
   mengenalinya. Setelah diberitahukan kepada pihak kecamatan, sekitar
   pukul 07.30 WIB, Kepala Puskesmas Blangpidie, dr Mawardi turun ke
   lokasi untuk mengevakuasi kedua mayat tersebut bersama beberapa
   paramedis setempat.
   Setiba di Puskesmas Blangpidie, arus warga yang melihat korban terus
   mengalir, tapi tidak seorangpun mengenalinya. "Besar kemungkinan kedua
   jenazah itu bukan warga sini (Blangpidie-red)," kata seorang warga
   setempat setelah melihat jenazah tersebut. Kedua jenazah tak dikenal
   itu divisum, lalu dibawa ke RSU Yulidin Away Tapaktuan.
   Menurut keterangan yang dikumpulkan Serambi pada saat ditemukan kedua
   jenazah masih dibaluti pakaian, meski tidak lengkap. Mayat pertama
   yang ditaksir berumur antara 28-32 tahun memakai celana training warna
   biru tua merek USA dan celana dalam warna merah jambu (celana karet
   pendek).
   Sedangkan mayat kedua yang diperkirakan berumur 35-40 tahun memakai
   kain sarung motif kotak warna hijau tua dan celana dalam warna putih
   merek Rec Sony dan baju bergaris melintang warna biru hitam merek
   Pollozo.
   Direktur RSU Yulidin Away Tapaktuan, dr TM Thaib SPA yang dihubungi
   menjelaskan kedua mayat dari Blangpidie itu tiba di rumah sakit
   sekitar pukul 9.30 WIB. Hasil visum menunjukkan mayat pertama berumur
   antara 28-32 tahun, tinggi badan 170 cm. Ibu jari kiri putus (hilang)
   dan telapak patah terbuka, dan jari tengah patah. Tangan kiri tepatnya
   pada siku patah tampak tulang dan bengkak.
   Dari hidung dan telinga kiri dan kanan mengeluarkan darah, bibir dalam
   pecah, dagu kanan lecet, bahu kanan lembam, memar dan lecet serta dada
   kiri memar. Ciri-ciri fisik, rambut lurus hitam panjang 6 Cm, kumis
   hitam jarang panjang 1 Cm, muka oval, kulit sawo matang, dan hidung
   mancung.
   Sedangkan mayat kedua yang diperkirakan berumur antara 35-40 tahun
   mengalami luka-luka sangat serius di bagian kepala. Tengkorak kepala
   belakang hancur tidak beraturan sehingga mengeluarkan otak, dada kanan
   luka tembus, kepala bocor dari belakang. Di samping itu bibir atas
   begian dalam pecah dan bagian punggung bengkak dan membiru.
   Ciri-ciri fisik, rambut keriting, kening luas, kumis pendek (0,5 Cm),
   jenggot pendek (1 Cm), kulit putih, muka bulat, hidung mancung. Kedua
   mayat diperkirakan meninggal sekitar 3-4 jam sebelum ditemukan.
   Menurut dr TM Thaib, kedua jenazah telah dimandikan dan sampai sampai
   pukul 16.00 WIB, kemarin masih berada di kamar jenazah. Sejumlah warga
   yang datang melihat tak seorangpun mengenali korban. Pihaknya tengah
   berkoordinasi dengan pihak kecamatan tentang kemungkinan kedua mayat
   tanpa identitas itu dikebumikan sebagai mayat tak dikenal.
   Warga Ulee Jalan
   Sementara itu, dua mayat laki-laki tanpa identitas yang dikuburkan di
   pemakaman umum Kelurahan Hilir Tapaktuan, Kamis (10/2) siang akhirnya
   dikenali sebagai warga Ulee Jalan, Kecamatan Beutong Ateuh, Aceh
   Barat. Identitas kedua korban terungkap setelah beberapa warga dari
   Ulee Jalan mendatangi RSU Tapaktuan, tak berapa lama setelah kedua
   jenazah itu dikebumikan.
   Menurut Direktur RSU Tapaktuan, dr TM Thaib SPA yang didampingi
   sejumlah parapemdis setempat warga tersebut dapat mengenali kedua
   jenazah itu setelah melihat pakaian dan sandal jenis lily ukuran 11
   milik salah satu korban. Terlebih lagi setelah melihat barang lain
   yaitu bungkusan plastik yang berisikan daun rokok pucuk, tembakau dan
   mancis warna biru.
   "Benar ini milik orangtua saya," kata seorang di antara mereka sambil
   menitik air mata. Kedua korban menurut warga yang datang itu
   masing-masing bernama, Nyak Malem (55) dan M Yusuf (30). Lebih
   mengharukan kedua korban tidak lain merupakan ayah dan anak. Kedua
   korban diambil di rumahnya, Minggu (6/2) malam oleh orang tak dikenal
   yang menggunakan kendaraan pribadi.
   Menurut keterangan anggota keluarga Nyak Malem dan M Yusuf, setelah
   melapor ke Polres Aceh Selatan, kembali ke Ulee Jalan, Aceh Barat,
   guna memberitahukan kabar itu ke sana, termasuk kemungkinan menggali
   kembali kuburan kedua korban di Tapaktuan.(tim)
     _________________________________________________________________
   
   Meneg HAM Lakukan Pertemuan Rahasia
   Serambi-Banda Aceh
   Menteri Negara Urusan HAM Dr Hasballah M Saad dalam kunjungan dua hari
   di Banda Aceh, Kamis dan Jumat, telah melakukan pertemuaan dengan
   kalangan kampus dan orang-orang penting lainnya dalam upaya
   menyelesaikan kasus Aceh.
   Di antara orang penting itu, menurut Hasballah, adalah mereka yang
   mempunyai akses ke kelompok GAM. Pertemuan yang terakhir itu
   berlangsung secara rahasia di sebuah tempat masih dalam Propinsi Aceh,
   Kamis malam (10/2). Bagaimana hasil pertemuan itu, ikuti wawancara
   Serambi dengan Hasballah di Bandara Sultan Iskandar Muda sesaat
   sebelum ia terbang kembali ke Jakarta, kemarin (11/2) pagi.
   Kabarnya Anda bertemu tokoh GAM membicarakan masalah Aceh?
   Saya memang sudah menemui beberapa orang. Saya tidak bisa mengatakan
   orang itu GAM atau bukan GAM, tapi kami berbicara penyelesaian masalah
   Aceh. Ada satu pemahaman baru bahwa Aceh ini tidak bisa selesai dengan
   jalan kekerasan. Karena itu, semua pihak sekarang sadar harus dicari
   formula nonkekerasan. Apalagi keadaan di lapangan menurut laporan
   mereka semakin keras.
   Apa yang Anda harapkan?
   Saya berharap pada kawan-kawan saya tadi malam (Kamis malam-red), yang
   kita bicara ini supaya bisa ditindaklanjuti di lapangan. Pihak GAM
   saya imbau supaya mengurangi tindakan-tindakan yang menyesangrakan
   rakyat. Demikian juga kepada TNI, saya akan berbicara langsung dengan
   Panglima Laksamana Widodo AS agar melakukan langkah serupa.
   Selanjutnya segera bersama Pak Gubernur selaku pimpinan daerah di
   sini, mempercepat proses penyembuhan ekonomi. Jadi rakyat yang
   menderita itu harus segera dibantu. Yakni memulihkan ekonominya
   sehingga penderitaan bisa secara bertahap kita kurangi. Dengan
   demikian, kerja-kerja politikpun akan mudah dilakukan, apabila soal
   keamanan mulai membaik. Semuanya harus sejalan, harus ada koordinasi
   yang sangat intensif dan harus ada kemauan yang kuat.
   Di mana Anda bertemu dengan tokoh-tokoh tersebut?
   Di suatu tempat. (Hasballah tidak mau menyebutkan secara jelas).
   Apa yang mereka sampaikan kepada Anda?
   Memang ada keinginan dari mereka untuk menyelesaikan masalah ini. Ya
   artinya sudah ada suatu pemahaman baru bahwa kita sama-sama sadari
   persolan Aceh tidak akan bisa selesai dengan kekerasan.
   Apakah mereka bisa disebut mewakili GAM?
   Jangan, mereka belum tentu GAM, tapi orang-orang yang setiap saat bisa
   berkomunikasi dengan pihak GAM. Tapi mereka bukan GAM, dan saya tidak
   peduli apakan GAM atau bukan, yang penting ada arah pemikiran dan
   pemikiran itu bisa disosisialisasikan. Saya juga akan berkonsultasi
   dengan pimpinan TNI/Polri supaya pemikiran yang sudah muncul ini bisa
   dikembangkan di kalangan TNI dan Polri. Jangan sampai, kita minta GAM
   menghentikan kekerasan, tapi TNI/ Polri masih tembak-tembak terus. Tak
   bisa juga kita hentikan TNI/Polri, sebab GAM masih melakukan. Itu
   tidak bisa, tapi dua-duanya harus menahan diri.
   Apakah Anda yakin dalam waktu dekat ini persoalan Aceh akan selesai?
   Dalam waktu singkat nggak. Sebab masalah ini seumpama benang kusut 23
   tahun kita ingin selesaikan dalam waktu dua hari, 'kan tidak mungkin.
   Tapi setiap yang kita lakukan jangan menambah kusut. Paling tidak,
   secara berlahan mengurangi kekusutan, tapi ada juga yang mau dicari
   model penyelesaian tapi bertambah kusut. kalau tembak-tembak terus ya
   tambah kusut baik dari sini mamupun dari sana. Tapi kalau bisa dengan
   kepala dingin dan jernih, ita coba cari solusi. Saya kira pasti bisa.
   Bagaimana sebenarnya model penyelesaian yang diinginkan Jakarta?
   Pemerintah ingin menyelesaikan secara politik lewat dialog-dialog.
   Dalam setiap sidang kabinet, para menteri selalu mengarah kepada
   persolan Aceh agar bisa diseleasaikan dengan sebaik- baiknya.(tim)
     _________________________________________________________________
   
   250.000 Buruh Nganggur
   Serambi-Banda Aceh
   Situasi Aceh yang tak kondusif selama ini telah memaksa puluhan
   perusahaan besar menutup usahanya yang mengakibatkan hampir 250.000
   tenaga kerjanya menjadi penganggur. Dan ini, dipastikan menjadi
   masalah baru yang juga sangat serius bagi Aceh.
   Kakanwil Depnaker Aceh Manan Ganto kepada Serambi, Jumat (11/2),
   mengatakan, sampai 10 Februari 2000, pihaknya telah mencatat
   penambahan angka pengangguran sebanyak 234.330 orang. Ia mengaku
   munculnya pengangguran baru itu sebagai dampak ditutupnya bagitu
   banyak perusahaan besar di Aceh.
   "Perusahaan yang merumahkan karyawannya hampir semua beralasan
   diintimidasi, bahkan ada yang dibakar, sehingga mereka tidak bisa
   beraktivitas. Produksi terpaksa dihentikan," kata Kakanwil tanpa
   merinci perusahaan mana saja yang sudah tutup.
   Data itu, katanya, belum termasuk yang diekspose BKPMD bahwa sebanyak
   15 perusahaan PMDN berhenti beroperasi dengan tenaga kerja yang
   menggangur sebanyak 8.700 orang.
   Jika ditambah dengan jumlah pekerja yang menganggur versi BKPMD
   sebanyak 8.700 tidak termasuk PT Socfindo dan PT Budi Tri Sakti yang
   saat ini menurut Depnaker masih beroperasi, maka jumlah tenaga kerja
   yang menganggur sudah mencapai 243.042 orang.
   Menyinggung masalah PT Wira Lanao Aceh Timur, Manan mengungkapkan,
   pihaknya kemarin (11/2) baru menerima laporan dari Kandepnaker Aceh
   Timur yang menyatakan bahwa pembayaran pinjaman upah telah dilaksakana
   pada tanggal 7 dan 8 Februari sebanyak Rp 50.000 per orang. Sedangkan
   untuk pesangon dan biaya lainnya, saat ini masih dibahas oleh pimpinan
   PT WL bersama Depnaker dan Pemda setempat.
   Menurut rencana pembayaran upah, katanya, akan dilakukan pada tanggal
   23 Februari mendatang. Hanya saja jumlahnya belum dipastikan,
   kemungkinan tetap mengikuti peraturan Depnaker.
   Begitupun, karena pihaknya belum berhasil bertemu dengan manajemen PT
   WL, belum diketahui persis rencana tersebut dan hal-hal lain yang
   menyangkut hubungan kerja.
   Khusus PT SAI, katanya, berdasarkan ekspose Gubernur Syamsuddin
   Mahmud, dalam waktu dekat dipastikan akan segera beroperasi kembali.
   Jika hal itu benar, perekonomian Aceh terutama sektor industri dapat
   tumbuh kembali.
   Saat ini sektor yang masih memberikan harapan terhadap tumbuhnya
   perekonomian adalah sektor industri pengolahan, namun dengan
   berhentinya operasi PT SAI akan berakibat buruk bagi pertumbuhan
   ekonomi Aceh.
   Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Nasir Syarbaini
   melihat dampak langsung dari lesunya kegiatan ekonomi yaitu
   meningkatnya angka pengangguran. Peningkatan itu disebabkan oleh
   masuknya angkatan kerja baru dan juga pekerja yang telah kehilangan
   pekerjaannya. Kemungkinan lain adalah masuknya anak-anak usia sekolah
   yang terpaksa berhenti sekolah dan beralih ke pasar kerja.
   Indikasi ini terlihat dari meningkatnya tingkat pengangguran terbuka
   penduduk 10 tahun ke atas dari sekitar 7 persen pada tahun 1998
   menjadi 17 persen tahun 1999. Gejala lain juga terlihat adanya
   pergeseran lapangan usaha ke sektor tradisional terutama pertanian
   yang mengalami peningkatan. Ini bisa dimaklumi karena untuk beberapa
   dati II, terutama daerah penghasil komoditi ekspor seperti kopi,
   minyak nilam, udang kondisi krisis ini membawa berkah tersendiri,
   karena membaiknya harga komoditi tersebut
   Ia berharap, pengangguran di Aceh yang semakin tak terbendung
   banyaknya itu dapat segera memperoleh kesempatan kerja dan peluang
   dari proyek-proyek yang bakal diluncurkan di Aceh. "Tahun anggaran
   ini, dana pembangunan di Aceh terutama untuk tk II semakin banyak, itu
   artinya proyek di daerah juga bertambah, ini peluang untuk mereka agar
   dapat kembali memperoleh pekerjaan," katanya. (ema)
     _________________________________________________________________
   
   Depdiknas Edarkan 10.000 Angket
   Serambi-Sigli
   Libur sekolah pada hari Jumat kini menjadi bahan "pertengkaran" di
   Kabupaten Pidie, karena ada sebagian besar yang tetap menginginkan
   sekolah pada hari Ahad. Karena itu, pihak Kandepdiknas setempat
   terpaksa mengedarkan sekitar 10.000 angket untuk diisi responden yang
   terdiri dari pelajar/siswa, guru, dan tokoh masyarakat.
   Pihak pimpinan pengelola pendidikan di daerah tersebut, kini agak
   kewalahan dalam mengambil keputusan. Karena pro kontra tentang libur
   Jumat sudah diperdebatkan berbagai kalangan. Bahkan ada siswa dan
   dewan guru yang minta supaya liburan tetap pada hari Ahad, tapi ada
   juga yang mempertahankan supaya tetap pada hari Jumat. "Kami bingung
   sekarang," kata Kakandepdiknas Pidie, Drs Salman Ishak Msi menjawab
   Serambi, Kamis (10/2).
   Supaya keputusannya lebih demokratis dan liburan tetap serentak pada
   satu hari yang sama, kata Salman, pihaknya terpaksa mengedarkan
   sekitar 10.000 angket untuk diisi responden. Responden sebanyak itu
   yang bakal mengisi angket untuk mimilih libur pada hari Jumat atau
   Ahad, dinilai sudah mencukupi dan layak.
   Sejak dua pekan lalu, tambah Salman, pihaknya sudah mulai mengedarkan
   angket pemilihan hari libur sekolah. Karena, pihaknya tak menginginkan
   libur tidak serentak. Artinya, ada sekolah yang tetap libur Jumat dan
   ada juga yang meminta supaya libur pada hari Ahad. "Kami tak ingin
   seperti di daerah lain, liburnya cala malom (tidak teratur),"
   ungkapnya.
   Angket yang sudah diedarkan lewat kepala sekolah, menurut Salman, akan
   diisi para pelajar/siswa. Setiap sekolah tingkat SLTP/SMUN akan
   diwakili oleh 30 siswanya. Sedangkan tingkat SD/MI akan diwakili
   sekitar 20 responden. Sedangkan kepada sekolah dan dewan guru tetap
   mengisinya.
   Selain itu, tambah Salman, pihaknya juga meminta supaya para tokoh
   informal dapat diikutsertakan dalam pengisian angket tersebut.
   Sehingga ada kelompok pengisi angket yang dapat mewakili masyarakat
   banyak. "Saya menginginkan, penepatan libur sekolah betul-betul
   demokratis," tambahnya.
   Tim dari Kandepdikbud, menurut Salman, sudah mulai bekerja sejak dua
   pekan terakhir. Bahkan ada sekolah yang sudah mengembalikan angket
   yang sudah diedarkan beberapa waktu lalu. Salman memperkirakan sekitar
   bulan Maret 2000, sudah ada sebuah keputusan tentang penetapan hari
   libur sekolah di Pidie.
   Uji coba libur pada hari Jumat, menurut Salman, baru berlangsung
   sekitar sebulan terakhir. Sebelum angket terkumpulkan dan hasilnya
   belum final, sementara tetap diberlakukan libur pada hari Jumat.
   Sedangkan untuk selanjutnya tergantung dari hasil pengisian angket.
   "Kami tidak bisa mengambil keputusan sendiri, kalau hasil angket
   banyak yang menginginkan Jumat, liburnya tetap hari itu, begitu juga
   sebaliknya," tambah Salman.
   Laporan dari berbagai pihak yang diterima Serambi menyebutkan, karena
   hari libur sudah ditetapkan Jumat, maka ada pelajar/siswa yang meminta
   libur selama dua ahri dalam sepekan, yaitu Jumat dan Ahad. Bahkan, ada
   sekolah yang siswa sudah mendatangi kepala sekolah untuk minta libur
   dua hari.
   Ketika persoalan itu dikonfirmasi dengan Salman Ishak, ia mengakatan
   tidak mungkin libur sekolah dua hari dalam sepekan, karena akan
   mengurangi jam pelajaran. Karena adanya persoalan dan permintaan yang
   beraneka ragam dari siswa dan dewan guru, maka pihaknya terpaksa
   mengeluarkan angket.
   Sejumlah tokoh pendidik di Pidie mengatakan, mereka lebih sependapat
   libur sekolah tetap pada hari Ahad. Apalagi dalam upaya menyambut
   Syariat Islam di Aceh. Setiap hari Jumat pelajar/siswa disajikan
   pelajaran agama sepenuhnya dan berbagai praktek shalat. Siangnya siswa
   bersama guru melaksanakn shalat Jumat. "Saya kira lebih baik begitu,"
   kata Ketua PD PGRI Pidie, Drs M Yusuf Ishak.(tu)
     _________________________________________________________________
   
   Peradilan HAM AcehSebaiknya di Medan
   Serambi-Banda Aceh
   Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, H Sukarno Yusuf SH, mengusulkan
   agar peradilan terhadap pelanggaran HAM di Aceh digelar di Medan.
   Usulan itu akan disampaikan Kajati secara resmi dalam pertemuan dengan
   Menteri Hukum dan Perundang-undangan, Jaksa Agung, Kapolri, dan
   unsur-unsur Mahkamah Agung dalam perteman Jumat (18/2) di Jakarta.
   "Di Medan akan lebih aman. Kita menghindari hal-hal yang tidak
   diinginkan yang bakal terjadi di Aceh nanti, sehingga saya akan
   usulkan itu sebagai alternatif pertama," kata Sukarno yang ditemui
   Serambi, di ruang kerjanya, Jumat (11/2).
   Ketika ditanya apa itu tidak jadi kendala bagi saksi yang dominan
   kalangan bawah, Sukarno akan membicarakan masalah itu di Jakarta.
   Ditanya dampak kaburnya tersangka utama, Letkol Sudjono, Kajati
   mengatakan 11 tersangka lainnya masih ditahan di Medan, jadi tidak
   akan terjadinya pengunduran sidang. "Pokoknya sepulang saya dari
   Jakarta, pasti sudah jelas, di mana dan kapan tempat pastinya," ungkap
   Sukarno.
   Disebutkan Sukarno, hingga saat ini kesiapan Kejati untuk proses
   peradilan HAM tinggal menunggu kapan jadwal sidang itu dilaksanakan.
   Meski demikian dari sejumlah kasus, hingga saat ini ia baru menerima
   satu berkas, yaitu kasus Tgk Bantaqiah. "Dan itu juga baru saya
   pelajari.
   Sementara, empat orang jaksa sudah dipersiapkan untuk dilibatkan
   peradilan tersebut, masing-masing Nur Aini As, Kasi Tindak Pidana (TP)
   Kamtibum (Keamanan Negara Ketertiban Umum) Kajati Aceh. Munir SH, Kasi
   TP Suversi Kejati Aceh, Husni Thamrin SH, Kajari Meulaboh, dan Riza
   Fahdeli, Kajari Lhokseumawe.
   Diakui Sukarno, sebenarnya bukan tidak layak kalau tempat persidangan
   itu digelar di Banda Aceh, tapi banyak perhitungan yang harus
   dipikirkan. Dan tempat persidangan itu sebenarnya bisa saja dipindahan
   seusai pasal 85 KUHAP.
   Meskipun sekarang disebut-sebut tempat persidangan itu bakal digelar
   di Sabang, tapi menurut Sukarno itu kurang baik, karena mengingat kota
   Sabang sedang membangun. Masyarakat Sabang sendiri sudah menolaknya.
   Sementara itu, sebagaimana yang dilansir harian ini kemarin, Menteri
   Negara HAM Hasballah M Saad menegaskan bahwa peradilan terhadap para
   pelanggar HAM di Aceh akan digelar bulan ini meskipun tersangka
   utamanya, Letkol Sudjono, belum juga ditemukan. (n)
     _________________________________________________________________
   
   Truk Militer Diserang Di Meulaboh
   Serambi-Meulaboh
   Truk militer yang sedang berpatroli, Jumat (11/2) kemarin sekitar
   pukul 16.00 Wib sore diserang kelompok bersejata dikawasan Meulaboh II
   Penyaring. Dalam insiden itu, dua anggota TNI Yonif 131/BRS mengalami
   luka ringan masing-masing Pratu Warowo dan Prada Zulkipanur. Sedangkan
   Prada Irianto terkilir paha kiri saat lomcat dari truk untuk
   memberikan perlawanan.
   Dandim 0105/Aceh Barat Letkol Inf Widhagdo didampingi Dan Unit
   Intel-nya Letda Inf Agus Supomo kepada Serambi tadi malam menjelaskan,
   truk meliter saat berpatroli yang dipimpin Sertu Hendrik itu, dihadang
   oleh kelompok bersejata di kawasan semak-semak Meulaboh II Penyaring.
   Insiden yang akhirnya terjadi kontak senjata beberapa menit itu, belum
   diketahui adanya korban dari pihak kelompok bersenjata itu. Letda Inf
   Agus Supomo menjelaskan, dua anggota Yonif 131/BRS yang kena tembakan
   itu adalah Pratu Warowo hanya menderita luka ringan bagian kelingking
   kaki kiri, dan Prada Zulkipanur mengalami luka tembak tembus bagian
   tangan kirinya. Sedangkan Prada Feri Irianto hanya terkilir paha kiri
   ketika meloncat dari truk untuk memberikan perlawanan.
   Menurut Letda Inf Agus Supomo, kelompok bersenjata itu diperkirakan
   berjumlah sekitar 6 atau 7 orang. Namun, setelah menyerang anggota
   TNI, mereka melarikan diri ke semak-semak hutan. Saat itu, pasukan TNI
   yang beranggotakan sebanyak 11 orang itu setelah memberikan melakukan
   penyerangan balasan beberapa menit akhirnya langsung menuju Meulaboh
   sambil melarikan korban untuk mendapat perawatan ke rumah sakit Kesdim
   0105/Aceh Barat.
   Meskipun pasukan TNI mendapat serangan dari kelompok bersenjata, pihak
   aparat tidak melakukan penyisiran. Kecuali hanya melakukan pengejaran
   mencari kelompok bersenjata. Namun, dalam pengejaran itu tidak
   diperoleh data tentang adanya korban dari pihak kelompok bersenjata,
   ujar Agus Supomo.(tim)

---
INDONESIA-L - <http://www.indopubs.com/archives>
INDONESIA-NEWS - <http://www.indopubs.com/parchives>
INDONESIA-VIEWS - <http://www.indopubs.com/varchives>
---