[INDONESIA-L] TNI Watch!---NU SUDAH MINTA MAAF, KAPAN GILIRAN TNI?

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Fri Mar 17 2000 - 17:26:14 EST


NU SUDAH MINTA MAAF, KAPAN GILIRAN TNI?

        JAKARTA, (TNI Watch! 15/3/2000). Dalam sebuah acara "Talk Show" di
TVRI kemarin (14/3), Presiden Abdurrachman Wahid secara terbuka menyatakan
permintaan maafnya, atas tindakan pembunuhan sewenang-wenang terhadap
anggota PKI, dan orang-orang yang dianggap komunis. Gus Dur mengakui bahwa
memang orang-orang NU banyak terlibat dalam aksi pembantaian di seputar
tahun 1965-1966. "Saya nggak pernah nutup-nutupi, memang begitu kok,"
tegas Gus Dur.

        Sebagai mantan Ketua Umum NU, yang kebetulan menjadi Presiden,
maka Gus Dur merasa perlu untuk meminta maaf. Menurut Gus Dur, belum tentu
orang-orang yang dituduh komunis semuanya bersalah.

        Lebih dari itu, Gus Dur mengajak masyarakat untuk mendiskusikan
kembali masalah G30S/PKI. "Perdebatan ini akan baik sekali bagi bangsa
Indonesia," tambah Gus Dur.

        Pada saat yang hampir bersamaan, di Gedung DPR terjadi unjuk rasa
oleh sekelompok anak muda dari GPI (Gerakan Pemuda Islam). Mereka menuntut
agar Pemerintah dan DPR tetap waspada terhadap bahaya komunisme. Unjuk
rasa GPIini menunjukkan, bahwa penentang aliran komunisme masih banyak.
Oleh sebab itu, keberanian Gus Dus meminta maaf pada anggota PKI dan
keluarganya, merupakan wujud kebesaran jiwa Gus Dur.

        Pelaku utama pembantaian anggota PKI, sebenarnya adalah tentara,
khususnya Angkatan Darat. Nah, tentara ini memanfaatkan anggota-anggota
Banser, GP Anshor, sebuah organisasi massa pemuda di bawah NU. NU bersedia
membantu tentara, karena terprovokasi oleh tentara, berdasar anggapan
bahwa orang PKI itu atheis, anti Tuhan, dan seterusnya. Padahal semua
anggota PKI beragama, bahkan banyak yang sudah haji. Ideologi komunis
tidak ada kaitannya dengan religiusitas seseorang.

        Setelah NU dengan jiwa besar bersedia minta maaf, kini sedang
ditunggu giliran pihak Angkatan Darat sebagai "dalang" pembantaian, untuk
juga minta maaf. Kita cukup optimis, bahwa pimpinan TNI yang sekarang akan
bersedia minta maaf. Meski tidak dalam waktu dekat.

        Kita pantas bersikap optimis atas kemauan pimpinan Angkatan Darat
untuk minta maaf, berdasar alasan, bahwa yang menjadi pimpinan Angkatan
Darat sekarang ini, boleh dibilang adalah generasi yang tidak terlibat
padapembantaian PKI di masa lalu. Kini orang nomor satu di Angkatan Darat,
adalah Jenderal TNI Tyasno Sudarto, yang lulus dari Akademi Militer tahun
1970. Kalau Tyasno lulus tahun 1970, berarti ia masuk Akmil pada tahun
1967, karena pendidikan di Akmil adalah tiga tahun. Dengan demikian pada
tahun 1965, Tyasno masih duduk di bangku SMA (kini SMU). Demikian juga
halnya dengan pimpinan AD yang lain, seperti Wakil KSAD Letjen TNI
Endriartono Sutarto (lulus 1971), Danjen Kopassus Mayjen Sjahrir MS
(1971), Pangkostrad Mayjen TNI Agus Wirahadikusumah (1973), Pangdam Jaya
Mayjen TNI Ryamizard Ryacudu (1974), Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kiki
Syahnakri (1971), dan lain-lain.

        Lulusan Akmil tahun 1970 dan seterusnya, boleh dikatakan "bersih"
dari serangkaian aksi pembantaian terhadap PKI di masa lalu. Singkatnya,
mereka tidak memiliki beban sejarah atas tragedi 1965, mulai dari G30S,
hingga peristiwa-peristiwa berikutnya.

        Beda halnya dengan yang lulus tahun 1964 sampai 1967, bisa
dipastikan tangan mereka "berlumuran darah", akibat operasi-operasi
pembantaian yang mereka lakukan. Maka ketika Wakil Ketua MPR Letjen TNI
(Purn) Hari Sabarno, sempat memberi peringatan tentang masih adanya bahaya
komunis, tak lama seusai Gus Dur minta maaf, bisa dipahami, karena Hari
Sabarno adalah lulusan tahun 1967, angkatan yang masih sempat "mencicipi"
darah anggota PKI. Bagi perwira yang pernah terlibat dalam pembantaian, di
hati kecil mereka ada semacam ketakutan, jika suatu saat sejarah akan
menggugat mereka.

        Yang paling menyolok adalah perwira Akmil lulusan 1964 dan 1965,
karena setelah lulus, mereka langsung dimobilisasi untuk melakukan
pembantaian. Bagi lulusan 1964 dan 1965 yang telah mencapai strata pati,
bisa dipastikan pangkat jenderal yang mereka sandang, sebagian adalah
karena "jasa" mereka membantai PKI. Jadi bagi lulusan tahun 1964 dan 1965
yang telah mencapai jenderal, mereka harus ingat, bahwa mereka "hutang
darah" pada anggota PKI, yang telah mereka bantai.

        Inilah daftar lulusan Akmil 1964 dan 1965, yang berhasil masuk
strata pati, yang berarti masuk kategori "berhutang darah".

1964: Pieter Sitompul (alm.), Todo Sihombing (BAIS), Soebardi Suar (mantan
Komandan Puster AD), E. Mangindaan (mantan Gubernur Sulut), Surjadi (mantan
Wakil KSAD), FX Sudjasmin (mantan Wakil KSAD), CP Masengi, Tadjus Sobirin
(Ketua Golkar DKI), Wijoto (mantan Aster KSAD), Monang Siburian (BAIS), Hadi
Baroto (mantan JAM Intel), I Gusti K Manila (Sekjen Deppen dalam likuidasi),
M Memet Rachmat (mantan Komandan Puspom), Pranowo (mantan Dirjen Imigrasi).

1965: Arifin Tarigan, Joesman Jutam (mantan Gubernur Akmil), Daniel Toding
(mantan Aslog KSAD), Sofjan Effendi (Sekjen Depdikbud), Budi Sujana (mantan
Danrem Pontianak), Slamet Singgih (mantan Komandan Satgas Intel BIA),
Purwantono (mantan Gubernur Akmil), Muchlis Anwar (mantan Aspers KSAD).
Bambang Soembodo (mantan Aslog Kasum ABRI), Muzani Syukur (mantan Pangdam
III/Siliwangi), Moch Maruf (mantan Kassospol ABRI), Namoeri Anom (mantan
Pangdam VI/Tanjung Pura), Sjamsir Siregar (mantan Ka BIA), Soejono (mantan
Kasum ABRI), Jacob Dasto (mantan Dubes di Malaysia), Tarub (anggota DPA),
Imam Oetomo (Gubernur Jatim), Junus Josfiah (mantan Menpen), Cholid Gozali
(mantan Asops Kasum ABRI), Haris Sudarno (mantan Pangdam V/Brawijaya), Theo
Sjafei (anggota DPR F-PDIP), R Karjono (mantan Pangdam II/Sriwijaya), HR
Garnadi (staf ahli Menko Polkam), Sulatin (mantan Kasdam Udayana), Abdul
Muis Lubis (mantan Aslog KSAD), Kodjin (mantan Aspam KSAD), Jasril Jakub
(mantan Komandan Paspampres), Ilyas jusuf (mantan Gubernur Akmil), Izak Take
(mantan Kababek ABRI), dan Tamlicha Ali (mantan Sekjen Deptrans dan PPH). ***

---
INDONESIA-L - <http://www.indopubs.com/archives>
INDONESIA-NEWS - <http://www.indopubs.com/parchives>
INDONESIA-VIEWS - <http://www.indopubs.com/varchives>
INDONESIA-POLICY - <http://www.indopubs.com/tarchives>
INDONESIA-DOCS - <http://www.indopubs.com/darchives>
SEARCH CURRENT POSTINGS - <http://www.indopubs.com/search.html>
SEARCH OLD POSTINGS - <http://basisdata.esosoft.net>
RETURN TO Mailing List Center - <http://www.indopubs.com>
---