[INDONESIA-NEWS] KMP - Ratusan Tokoh Maluku Rujuk Sosial di Atas KRI

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Mon Apr 24 2000 - 19:27:33 EDT


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0004/25/nasional/ratu06.htm

   Selasa, 25 April 2000
   Ratusan Tokoh Maluku Rujuk Sosial di atas KRI
   Makassar, Kompas
   
   Sedikitnya 900 orang, yang terdiri dari elite lokal, pemuka agama, dan
   tokoh masyarakat, akan melakukan rujuk sosial di atas kapal perang KRI
   Multatuli dan KRI Arun milik TNI AL, di Maluku. Rujuk sosial ini
   diharapkan dapat mengembalikan tatanan sosial, budaya, politik,
   ekonomi, maupun keagamaan di Maluku yang porak-poranda akibat
   pertikaian antarkedua kelompok.
   
   "Saya sependapat dengan Komnas HAM dalam menyelesaikan konflik di
   Maluku, selain melibatkan koordinator lapangan, juga elite lokal,
   pemuka agama, dan tokoh masyarakat," ujar Kepala Staf TNI Angkatan
   Laut (KSAL) Laksamana Achmad Sutjipto di Bandara Hasanuddin, Makassar,
   Senin (24/4).
   
   Menurut Sutjipto, rujuk sosial di atas kapal perang itu, merupakan
   salah satu bentuk dari kepedulian pihak TNI AL. "Mudah-mudahan rujuk
   sosial di atas kapal perang milik TNI AL ini efektif sesuai harapan
   kita bersama," ujarnya.
   
   Bakti sosial Surya Bhaskara Jaya (SBJ) TNI AL yang melibatkan 1.500
   personel TNI AL, termasuk marinir, tim dokter, dan beberapa lembaga
   swadaya masyarakat (LSM), akan dibuka oleh Wakil Presiden Megawati
   Soekarnoputri, Selasa ini, di Maluku.
   
   Sebelum membuka SBJ berskala besar ini, Megawati akan meninjau Masjid
   An Nur dan Gereja Silo, di Ambon. Usai melakukan peninjauan di kedua
   tempat ibadah itu, Megawati bersilaturahmi dengan masyarakat Maluku,
   di Lapangan Merdeka Ambon.
   
   Selama kunjungan kerja di Maluku, Megawati direncanakan menginap di
   KRI Arun. Sedangkan untuk kegiatan turun ke lapangan, ia akan
   menggunakan KRI Ajak, KRI Kerapu, KRI Multatuli, KRI Singa, dan KRI
   Barakuda, selain menggunakan pesawat Hercules C-130 TNI AU.
   
   Terkendali
   
   Secara terpisah, Pangdam XVI/Pattimura Brigjen Max Tamaela menyatakan,
   keadaan di Masohi, ibu kota Kabupaten Maluku Tengah, sudah terkendali.
   Namun, untuk memperkuat pengamanan di Masohi, telah dikirim satu kompi
   pasukan, Senin. Aparat diperintahkan terus melakukan razia senjata
   tajam, bahan peledak dan lainnya di rumah-rumah penduduk.
   
   "Saya tegaskan, keadaan di Masohi sudah terkendali," tegas Pangdam
   pada siaran khusus TVRI Ambon, Senin.
   
   Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Besar Muslim Hatuhaha, Kasim
   Marasabessy menuturkan, hari Minggu pagi, Jusuf dan adiknya Umar serta
   Jakfar Latuconsina pergi ke sebuah kebun di sekitar hutan, satu km
   dari Kota Masohi. "Sekitar pukul 13.00, saat mereka di kebun terdengar
   tembakan. Dan, tanpa diduga-duga tiba-tiba datang sekelompok orang
   yang langsung menyergap Yusuf dan Umar," tulis Kasim dalam suratnya
   kepada Pangdam, Senin.
   
   Jakfar, kata Kasim, langsung lari dari lokasi dan melaporkan kepada
   masyarakat kampungnya serta kepada aparat keamanan Kostrad 611. "Lima
   petugas bersama keluarga Yusuf menuju tempat kejadian. Yusuf ditemukan
   tewas, sedangkan adiknya, Umar, belum ditemukan. Kami meminta Pangdam
   untuk membentuk satu tim khusus guna menyelidiki dan mengungkap secara
   transparan kejadian di Masohi," kata Kasim.
   
   Menurut Pangdam, timbulnya aksi kekerasan di tengah upaya rekonsiliasi
   seperti di Ambon dan Masohi, karena ada sebagian masyarakat yang tak
   menginginkan Maluku aman. (tif/mba)

---
RETURN TO Mailing List Center - <http://www.indopubs.com>
---