[INDONESIA-L] GUS DUR - Perbedaan Agama bukan untuk Dipertentangkan

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Sat May 13 2000 - 18:15:47 EDT


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/14/utama/perb11.htm

   Minggu, 14 Mei 2000
   Perbedaan Agama Bukan untuk Dipertentangkan
   Semarang, Kompas
   
   Presiden Abdurrahman Wahid mengimbau semua pihak agar menerapkan sikap
   hormat menghormati antarumat beragama dengan ketulusan dan
   kesungguhan. Umat beragama hendaknya melihat keberagaman sebagai
   kekayaan dan bukan mempertentangkan perbedaan agama satu sama lain.
   
   Presiden mengemukakan hal itu ketika berdialog dengan tokoh agama Jawa
   Tengah dan DI Yogyakarta yang mengikuti seminar sehari "Sumbangan
   Agama-agama dalam Menopang Transformasi Sosial, Ekonomi dan Politik di
   Indonesia" di Gedung Sinode Gereja Kristen Jawa (GKJ) Salatiga, Sabtu
   (13/5). Kegiatan itu diselenggarakan Komunitas Lintas Agama Jateng dan
   DIY. Pada acara itu, Presiden didampingi Ny S Nuriyah Abdurrahman
   Wahid, Mendagri/Menko Polkam ad interim Surjadi Soedirdja.
   
   "Kita harus saling menghargai orang lain. Penghargaan antarsesama
   harus dimulai dengan kesadaran, bahwa kita diciptakan lelaki dan
   perempuan, dibuat berbangsa dan bersuku agar saling mengenal, bukan
   untuk bertengkar," jelas Presiden.
   
   Karena itu Presiden meminta agar masyarakat tidak hanya mengembangkan
   sikap memahami, tetapi juga menghargai kebebasan beragama seperti yang
   diajarkan agama masing-masing.
   
   Presiden mengkritik sikap pejabat pemerintah, yang tidak memiliki
   semangat memahami perbedaan agama lain. Dia mencontohkan, tindakan
   sejumlah pejabat pemerintah yang melarang berdirinya rumah ibadat
   agama tertentu. "Tidak tepat menerapkan secara organisatoris pada satu
   pihak, sementara yang lain dibebaskan. Ini tidak benar, karena agama
   dicampurkan dengan kepentingan dan ambisi pribadi," tandasnya.
   
   Kesalahpahaman seperti itu, kata Presiden, harus segera dihentikan,
   supaya tidak terus menerus menghantui kehidupan masyarakat Indonesia.
   Masalah ini harus dituntaskan. "Kalau mau memakai peraturan, ya harus
   kepada semua. Kalau tidak menggunakan peraturan, semuanya juga harus
   sama," tandasnya.
   
   Presiden juga menegaskan, dialog antaragama sangat penting dilakukan
   saat ini. Namun dialog tersebut hendaknya tidak mengulang seperti pada
   zaman Orde Baru, di mana dialog antaragama hanya sebuah seremonolog.
   
   Kehadiran Presiden di Salatiga, sempat diwarnai aksi sejumlah
   mahasiswa di jalan raya sekitar lokasi kegiatan. Namun aksi yang
   digelar HMI Salatiga, tidak mengganggu kegiatan itu.
   
   Sebelum berdialog dengan tokoh agama, Presiden menghadiri kegiatan
   Halaqah Keulamaan Pesantren dan Masyarakat, yang diselenggarakan Forum
   Silaturahmi Ulama se-Jateng dan DIY (FSU JT-DIY), di Pondok Pesantren
   Edi Mancoro Gedangan, Tuntang, Kabupaten Semarang. Kegiatan tersebut
   merupakan proses dalam mensosialisasikan gagasan terhadap upaya
   penguatan masyarakat melalui pesantren. (son)

--- Please do some searching in our amazing new database containing all
postings (about 100,000) for the _years 1990 through 1999_. You can reach
it by going to http://basisdata.esosoft.net/search-all.html right from
here. Better yet, since there are now 5 'apakabar' lists and 3 'apakabar'
databases on this site, try _always_ to begin your daily viewing with our
current homepage, http://www.indopubs.com . You can reach everything on
the site in one click from there. You will also be seeing some new site
features there in the not too distant future. All this is brought to you
by the great (and friendly) programmers here on Esosoft. Say thank you by
paying them a visit on their homepage http://www.esosoft.net If you find
any of their services interesting, email sales@esosoft.net

---