[INDONESIA-NEWS] KMP - Defisit APBN 2003 Ditargetkan Satu Persen

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Tue May 30 2000 - 18:18:30 EDT


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/31/ekonomi/defi13.htm

   Rabu, 31 Mei 2000
   Defisit APBN 2003 Ditargetkan Satu Persen
   Jakarta, Kompas
   
   Pemerintah mengharapkan dengan kebijakan fiskal yang sehat, kredibel,
   dan berkesinambungan, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN)
   dapat ditekan menjadi satu hingga dua persen dari Produk Domestik
   Bruto (PDB) pada tahun 2003. Ini bisa terjadi bila penerimaan dalam
   negeri meningkat dan ketergantungan pada pinjaman luar negeri
   berkurang.
   
   "Salah satu kunci keberhasilan dari kebijakan fiskal terletak pada
   kemampuan meningkatkan penerimaan dalam negeri," kata Menteri Keuangan
   Bambang Sudibyo ketika menyam-paikan penjelasan Pemerintah tentang
   Rancangan Undang-Undang (RUU) Perpajakan pada Rapat Paripurna DPR di
   Jakar-ta, Selasa (30/5).
   
   Ditambahkan, posisi fiskal yang sehat juga ditentukan oleh
   keberhasilan pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap
   pinjaman luar negeri serta upaya menekan pengeluaran negara.
   
   Defisit dalam APBN 2000 masih mencapai 4,8 persen dari PDB. Dalam APBN
   itu, pendapatan negara mencapai Rp 152,9 trilyun, sedangkan belanja
   negara mencapai Rp 197,03 trilyun atau defisit Rp 44,13 trilyun,
   sementara PDB mencapai Rp 910,43 trilyun.
   
   Pendapatan negara pada APBN yang hanya 16,8 persen dari PDB, kata
   Menkeu, diharapkan dapat meningkat menjadi 17,9 persen dari PDB pada
   tahun anggaran 2004.
   
   "Langkah penting untuk mencapai itu adalah meningkatkan penerimaan
   pajak dari 11,1 persen dari PDB pada tahun 2000 menjadi 16 persen pada
   tahun 2004," ujarnya. Untuk itu perlu dilakukan penyempurnaan
   undang-undang perpajakan.
   
   Pinjaman IMF
   
   Lebih lanjut Menkeu juga mengatakan, Pemerintah optimis Dana Moneter
   International (IMF) segera mencairkan bantuan 400 dollar AS pada awal
   Juni. "Saya optimis pencairan itu akan terjadi karena pelaksanaan
   letter of intent (LoI) cukup baik," ujarnya.
   
   Menurut dia, semua target yang harus diselesaikan pada Mei 2000 sudah
   terlaksana dengan baik.
   
   Secara terpisah, Kepala Biro Hukum dan Humas Depkeu Hadiyanto
   mengatakan kepada wartawan di Jakarta, Selasa, hingga saat ini
   Indonesia secara kumulatif telah menerima pinjaman dari Islamic
   Development Bank (IDB) lebih dari 1 milyar dollar AS.
   
   Pada umumnya pinjaman tersebut dipakai untuk proyek-proyek di bidang
   kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi baik pemerintah maupun
   swas-ta. "Skim IDB tersebut secara garis besar terdiri atas two-step
   loan, leasing dan instalment sale untuk perdagangan luar negeri, serta
   equity dan profit sharing untuk investasi," katanya. (gun/mar/Antara)

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---