[INDONESIA-NEWS] KMP - Rp 87,9 Milyar untuk Pengungsi Timtim ...

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Tue May 30 2000 - 18:30:07 EDT


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/31/nasional/peme06.htm

   Rabu, 31 Mei 2000
   Untuk Tahun Anggaran 2000
   Pemerintah Keluarkan Rp 87,9 Milyar untuk Pengungsi Timtim
   Jakarta, Kompas
   
   Untuk tahun anggaran 2000, pemerintah sudah mengeluarkan dana Rp 87,9
   milyar yang menangani pengungsi Timor Timur (Timtim). Jumlah itu di
   luar gaji pegawai negeri sipil (PNS) eks Timtim. Demikian Menteri
   Keuangan Bambang Sudibyo pada jumpa pers usai menghadiri rapat
   konsultasi beberapa menteri dengan Ketua DPR Akbar Tandjung, Senin
   (29/5), di Gedung DPR Jakarta.
   
   Selain Bambang dan Tandjung, rapat konsultasi itu dihadiri pula antara
   lain oleh Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Freddy Numberi,
   Menteri Dalam Negeri Surjadi Soedirdja, dan Menko Kesra dan Taskin
   Basrie Hasanuddin. Rapat konsultasi itu membahas langkah-langkah
   pemerintah dalam menangani pengungsi Timtim, PNS eks Timtim, anggota
   DPRD Timtim, dan aset Pemerintah Indonesia di Timtim.
   
   "Sampai hari ini sudah dikeluarkan Rp 87,9 milyar untuk para pengungsi
   (Timtim) di luar gaji. Ini hanya untuk tahun anggaran 2000. Lebih
   besar lagi kalau termasuk anggaran 1999/2000," kata Bambang.
   
   Sementara, Basrie Hasanuddin menuturkan, jumlah dana yang telah
   dikeluarkan pemerintah untuk menangani pengungsi Timtim per harinya
   mencapai Rp 1.500 plus beras 400 gram dikali sekitar 130 ribu
   pengungsi.
   
   Basrie mengatakan, eksodus yang terjadi di Timtim hingga 1999 meliputi
   284.414 orang. Mengenai penanganan pengungsi Timtim tersebut, Basrie
   menuturkan, pemerintah mengajukan tiga opsi kepada pengungsi.
   "Pertama, kembali ke Timtim untuk membangun negeri Timtim. Kedua,
   menetap sementara di Indonesia sampai Juni mendatang. Ketiga, menjadi
   Warga Negara Indonesia (WNI)," paparnya.
   
   Menurut Basrie, saat ini sedang berlangsung repatriasi pengungsi
   Timtim. "Sejumlah 130 ribu pengungsi, atau 27.125 kepala keluarga,
   saat ini untuk sementara memilih tinggal di Indonesia. Baru pada akhir
   Juni nanti dapat diketahui pasti berapa dari mereka yang memilih
   menjadi WNI," katanya.
   
   Dijelaskan Basrie, masyarakat internasional yang tergabung dalam UNHCR
   (Komite PBB Urusan Pengungsi), UNDP (Komite PBB Urusan Negara
   Berkembang) dan WFP (Program Pangan Dunia) telah sepakat membantu
   penanganan pengungsi Timtim non-TNI, non-Polri, nonmilisi, dan
   non-PNS. Sementara, pengungsi Timtim dari jajaran TNI, Polri, milisi
   dan PNS akan ditangani pemerintah.
   
   "Berkenaan dengan proses pemukiman kembali, pengungsi Timtim non-TNI,
   non-Polri, nonmilisi, dan non-PNS akan ditempatkan di Timor Barat.
   Sementara, untuk pengungsi Timtim dari jajaran TNI, Polri, milisi dan
   PNS akan ditempatkan di luar Timor Barat, tetapi masih di Nusatenggara
   Timur," jelas Basrie.
   
   Sementara itu, Freddy Numberi menjelaskan, dari 11.819 PNS eks Timtim,
   10.171 orang sudah memperoleh surat keputusan (SK) untuk pindah, dan
   1.648 belum menerima SK pindah. Dari sejumlah PNS itu, lanjut Numberi,
   10.144 orang sudah menerima gaji. "Mereka yang belum menerima gaji
   dikarenakan belum melaporkan diri, jadi mereka belum menerima hak-hak
   mereka," tambahnya.
   
   Dikatakan, bagi pensiunan PNS eks Timtim yang kembali ke Timtim,
   pemerintah tidak mempunyai kewajiban untuk membiayai pensiun yang
   bersangkutan. "Undang-Undang No 11/1969 mengatur, pemerintah tidak
   berkewajiban membiayai pensiunnya, jika yang bersangkutan beralih
   kewarganegaraan," kata Numberi. (fey)

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---