[INDONESIA-VIEWS] EDWIN - Gelar Doktor, Dokter, Doktorandus (lagi)

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Wed May 31 2000 - 17:32:31 EDT


From: "edwin liem" <edwinliem@hotmail.com>
To: apakabar@saltmine.radix.net
Subject: Gelar doktor, dokter, doktorandus (lagi)
Date: Wed, 31 May 2000 14:44:15 GMT

Saya pernah mendengar maupun mengalami bbp peristiwa kecil menyangkut
kerancuan istilah doktor, dokter, dan doktorandus.

Dosen saya pernah naik pesawat dimana gelar "doktor"nya ditulis di tiket.
Dia didatangi oleh pramugari yg mengatakan ada penumpang sakit jantung dan
diminta mengobati. Ada yg menulis gelar doktornya di buku telepon dan
ditelpon orang malam-2 utk diminta mengobati.

Saya bekerja di konsultan dan sering menyelenggarakan open-house kpd
penduduk sebelum mulai pembangunan pabrik. Krn lokasi pabrik biasanya di
luar kota, saya berhubungan dg masyarakat umum. Saya tdk pernah menuliskan
gelar "Dr. atau Ph.D." saya tanpa dibarengi gelar praktek "P.Eng." (mirip dg
"Ir.", namun utk mendapatkannya harus bekerja di bidangnya selama 4 th),
atau gelar doktornya tidak saya tulis sama sekali. Masyarakat nanti bisa-2
meremehkan. Doktor 'kan kerjanya teoretis di laboratorium, menurunkan rumus,
baca buku, dan mengajar di kelas. Mana bisa mendesign pabrik dan kerja
lapangan? Kecuali kalau kita sudah amat terkenal tentunya.

Saya sering melihat dlm skripsi, publikasi, dll, bahwa istilah Drs. dipakai
utk menunjukkan gelar Doktor jamak, misalnya ucapan terimakasih kpd Drs. A,
B, dan C. Ini mungkin salah secara grammar, tapi sering dilakukan. Gelar
Drs. sbg gelar akademis tingkat S1 tdk dipakai di sini, sbg gantinya dipakai
gelar BSc, BA, dll. Shg kalau ada orang punya gelar Drs., dia akan dikira
minimal punya gelar Doktor atau Dokter, atau bahkan dikira gelar doktornya
lebih dr satu. Orang ini akan dianggap amat teoretis dan bisa-2 ditolak
kalau melamar kerja di perusahaan, kecuali kalau memang sudah benar-2
terkenal tentunya.

Kerancuan gelar doktor/er/andus juga dialami di negara selain Indonesia.
Shg, kalau memang ingin menyombongkan gelar doktornya, tulis saja "Ph.D".
Tapi paling aman jangan ditulis sama sekali kecuali kalau memang benar-2
sesuai dlm konteksnya. Misalnya utk keperluan bekerja / melamar kerja di
bidang pengajaran atau riset (universitas), bukan di buku telpon dan yg
sejenisnya.

Salam: L. Edwin Liem.

----- End of forwarded message from edwin liem -----

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---