[INDONESIA-NEWS] KMP - Soal Bom di Nganjuk, Polisi Tangkap Saksi Kunci

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Thu Jun 01 2000 - 17:48:57 EDT


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0006/02/utama/poli01.htm

   Jumat, 2 Juni 2000
   Soal Bom di Nganjuk
   Polisi Tangkap Saksi Kunci
   Surabaya, Kompas
   
   Tim Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk, Kamis (1/6) siang, berhasil
   menangkap Adi Sucipto (20) di Desa Klitik, Ngawi, Jawa Timur (Jatim).
   Adi adalah adik ipar almarhum Reftika Helta (35) salah seorang di
   antara empat penumpang mobil AB-7244-VA yang meledak dan terbakar di
   Jalan Gatot Subroto, Nganjuk, Selasa lalu.(Kompas, 31/5)
   
   Kepala Polres Nganjuk Letkol (Pol) Drs N Bratajaya SH menjelaskan,
   belum banyak informasi yang bisa digali dari Adi, kecuali kisah
   keberhasilannya lolos dari pengepungan aparat di sekitar lokasi
   kejadian. "Padahal, jalan itu kami blokir dari berbagai jurusan," ujar
   Bratajaya.
   
   Kepada tim pemeriksa Polres Nganjuk, Adi, yang kini menjadi saksi
   kunci dalam mengungkap kasus ini menuturkan, begitu mobil terbakar, ia
   meloncat ke luar dari samping kiri sopir dan lari, meskipun sebagian
   paha kanannya terbakar dan melepuh. Ia kemudian menyelinap di
   semak-semak di pinggir rel kereta api, di pinggir sungai, dari siang
   hingga malam, Selasa lalu.
   
   Begitu dirasa aman, kata Bratajaya, Adi berjalan kaki menuju pinggiran
   Kota Nganjuk di Desa Bagor. Dari tempat itu Adi melanjutkan perjalanan
   ke Ngawi dengan menumpang bus, kemudian meneruskan pelariannya dengan
   angkutan pedesaan ke rumahnya di Desa Klitik.
   
   Dari Yogyakarta
   
   Kepada polisi, Adi menjelaskan, hari Selasa subuh ia berangkat dari
   Yogyakarta dengan menumpang mobil AB-7244-VA. Di dalam mobil ada tujuh
   penumpang, yakni Reftika Helta bersama istri dan dua anaknya, Asmi
   Ishak, Wiji, dan Adi.
   
   Tiba di Desa Klitik, Ngawi, sekitar pukul 06.00, Helta menurunkan anak
   dan istrinya di rumah mertuanya. Setelah istirahat sejenak, Helta
   keluar dengan mobil dan kemudian kembali sekitar pukul 08.00.
   
   Bersama Helta, ikut Asmi Ishak, Wiji, dan Adi. Mereka berempat segera
   meneruskan perjalanan menuju Surabaya. Ketika sampai di sekitar Desa
   Bagor (sekitar lima kilometer sebelum Kota Nganjuk), salah satu
   bungkusan di dalam mobil mengeluarkan asap. Mobil yang dikemudikan
   Helta itu berhenti, Adi mengambil air sungai untuk menyiram bungkusan
   berasap itu. Perjalanan kemudian dilanjutkan.
   
   Sesampainya di kawasan Jalan Gatot Subroto, Nganjuk, bungkusan itu
   berasap lagi dan bahkan lebih tebal. Maka dicarilah tempat di dekat
   kali, untuk membuang bungkusan tersebut. Ternyata sebelum terbuang,
   bungkusan meledak dan mobil terbakar. Akibat ledakan itu, Helta dan
   Wiji meninggal, Asmi Ishak (luka parah), dan Adi (luka ringan)
   berhasil menyelamatkan diri.
   
   Ditemukan dokumen
   
   "Tim kami menemukan dokumen-dokumen penting," ujar Letkol Bratajaya.
   Dokumen itu, antara lain menyebut Asmi Ishak adalah pengurus Forum
   Komunikasi Ahlussunah Wal Jamaah yang berpusat di Jakarta. Di mobil
   yang terbakar itu pun ditemukan sorban putih, pedang, pisau komando,
   ratusan peluru tajam M-16, dan serpihan granat.
   
   Kepada pemeriksa, Adi menjelaskan, Reftika Helta sebelumnya pernah ke
   Ambon selama dua minggu. Akan tetapi, Adi mengaku tidak tahu untuk
   kepentingan apa. Reftika Helta dan istrinya tinggal di Yogyakarta.
   Sedang Asmi Ishak beralamat di Pondok Pesantren Al Ikhlas, Jalan
   Anggrek, Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember, Jatim.
   
   Dari Kepolisian Daerah (Polda) Yogyakarta diperoleh informasi, polisi
   setempat telah menindaklanjuti informasi yang diperoleh dari Polda
   Jatim dengan mengecek empat nomor telepon yang ditemukan, termasuk ke
   rumah pemilik kendaraan bak terbuka bernomor polisi AB 7244 VA yang
   meledak.
   
   Dalam pelacakan pada empat nomor telepon, polisi menemukan salah satu
   rumah merupakan tempat latihan laskar Ahlussunnah Wal Jamaah.
   Sedangkan pada rumah yang lain ditemukan serbuk mesiu. "Dalam
   penggeledahan di salah satu rumah, kami menemukan bubuk mesiu itu.
   Nah, apakah bubuk mesiu itu identik dengan yang ada di tempat kejadian
   atau sama dengan standar TNI, kami belum sampai pada kesimpulan itu,"
   ujar sumber Polda Yogyakarta, Kamis kemarin. (mm/*)

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---