[INDONESIA-NEWS] KMP - Wagub Maluku di Belanda

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Fri Jun 02 2000 - 16:21:17 EDT


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0006/03/ln/wagu03.htm

   Sabtu, 3 Juni 2000
   Wagub Maluku di Belanda
   KEDATANGAN rombongan Wakil Gubernur Maluku, Paula Bataona di Belanda
   akhir Mei lalu, menarik perhatian masyarakat Belanda. Selain
   didampingi suaminya, Wagub wanita pertama berpangkat Brigadir Jenderal
   Polisi di Indonesia ini juga didampingi dua teolog Kristen dan
   Katolik, serta seorang pakar adat Pela Gandong pengajar di Universitas
   Hasanuddin Ujungpandang yang beragama Islam.
   
   Meski kunjungannya selama 10 hari sampai 30 Mei lalu itu sepenuhnya
   murni membawa misi kemanusiaan, namun tak urung dalam perjalanan
   kerjanya tersebut Wagub Paula Bataona banyak dihujani pertanyaan
   berkisar kehadiran Laskar Jihad di Maluku.
   
   Paula setiap kali menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di Maluku
   dan bantuan apa saja yang diperlukan oleh masyarakat Maluku.
   
   Lawatan ke Belanda ini atas undangan Yayasan Lantera Maluku (Ambon)
   dan Horizon (Den Haag) Belanda.
   
   Kedatangan Wagub Maluku ini memang sudah dinanti-nanti, selain oleh
   pihak Pemerintah Belanda (Kementerian Dalam Negeri dan Luar Negeri,
   serta Kementerian Pembangunan dan Kerja Sama Luar Negeri), juga oleh
   masyarakat Maluku di Belanda.
   
                                    ***
                                      
   SEMPAT keliling ke berbagai pusat hunian masyarakat Maluku di Belanda
   (yang jumlahnya kurang lebih 450.000 orang), Wagub Maluku ini
   menyerukan agar semua yang menaruh perhatian pada masalah Maluku ikut
   menahan emosi dan tidak mudah untuk dihasut. Ia imbau juga agar
   masyarakat Maluku di Belanda ikut menciptakan suasana sejuk serta
   lebih memandang ke depan dalam upaya memulihkan kondisi masyarakat.
   
   Untuk menunjang pembangunan kembali masyarakat Maluku yang baru,
   melalui pengembangan identitas Maluku yang khas, perlu dilestarikan
   kembali masyarakat hukum adat negeri (hukum adat dan struktur adat di
   desa-desa).
   
   Di masa lalu, fungsi-fungsi kepemimpinan adat telah digantikan oleh
   pimpinan baru yang kebanyakan dikirim dan ditentukan oleh pusat
   (Jakarta) tanpa pertimbangan apakah yang bersangkutan memiliki visi
   (wacana) tentang budaya sosial di daerah-daerah. Sebagai akibatnya,
   kebijaksanaan yang dikeluarkan juga kurang sesuai dengan kondisi adat
   masyarakat setempat.
   
   Oleh sebab itu, pembangunan daerah Maluku di masa depan harus
   memperhatikan faktor-faktor tersebut untuk tidak mengulangi kekeliruan
   di masa lalu.
   
                                    ***
                                      
   SELAMA di Belanda, rombongan wagub Maluku sempat mengunjungi
   masyarakat Maluku di Assen, Houten, Waalwijk, Leerdam, Wierden,
   Vlissingen, Middelburg dan Den Haag.
   
   Berbagai bantuan baik berupa uang, obat-obatan, beasiswa telah
   diterima yang akan diteruskan bagi yang memerlukan di Maluku. Dalam
   pertemuan dengan Menteri Kerja Sama Pembangunan, Herfkens, sempat
   ditanyakan apakah bantuan 10 juta gulden yang disetujui pada saat
   kunjungan Presiden Abdurrahman Wahid sudah diterima. Wagub Paula
   Bataona sempat terpana, karena merasa belum menerima bantuan tersebut.
   
   Bantuan yang dipertanyakan itu adalah berupa pledge Pemerintah
   Belanda, pada bulan Februari lalu, yang bisa jadi disalurkan melalui
   dana bantuan internasional. Oleh sebab itu, bisa saja bahwa dana belum
   bisa dicairkan karena harus melalui birokrasi yang bermacam-macam.
   
   Pihak Pemerintah Belanda dan KBRI sudah berjanji untuk menelusuri di
   mana letak bottle neck, yang menyebabkan bantuan itu sejak bulan
   Februari masih belum bisa dikucurkan, sebab masyarakat Maluku sangat
   memerlukan dana tersebut. Misalnya untuk membangun rumah-rumah yang
   hancur terbakar.
   
   Sampai saat ini para pengungsi masih tinggal di tempat penampungan dan
   belum bisa kembali, oleh karena tidak adanya dana untuk membangun
   kembali rumah tempat tinggal mereka. (Denny Sutoyo-Gerberding, Den
   Haag)

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---