[INDONESIA-NEWS] Warta Berita - Radio Nederland, 05 Juni 2000

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Mon Jun 05 2000 - 11:52:16 EDT


WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 05 Juni 2000 14:30 UTC

** SUMATERA DILANDA GEMPA BUMI DAHSYAT

** WARGA PAPUA DI BELANDA DUKUNG PERNYATAAN MERDEKA KONGRES PAPUA

** CLINTON BERPIDATO DI DEPAN DUMA

** TOPIK GEMA WARTA: PENDUDUK KODYA BENGKULU TIDUR DI LUAR KARENA
TAKUT GEMPA SUSULAN

** TOPIK GEMA WARTA: PEMERINTAH DI JAKARTA TIDAK AKUI HASIL KONGRES
PAPUA

* SUMATERA DILANDA GEMPA BUMI DAHSYAT

Dipastikan 58 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat gempa
bumi dahsyat yang melanda Sumatera Selatan. Gempa yang berkuatan 7,9
pada skala Richter merupakan yang terdahsyat yang pernah terjadi di
wilayah itu dan terasa pula di Singapura, 600 kilometer ke arah
Timurlaut Sumatera. Episentrum gempa terletak di Samudera Hindia,
sekitar 100 kilometer dari pantai Baratdaya Sumatera. Puluhan gempa
susulan dikabarkan terjadi. Bengkulu adalah tempat yang paling parah
dilanda gempa. Gedung-gedung hancur dan sarana listrik di banyak
tempat mati. Penduduk Bengkulu lari ke jalan karena ketakutan akan
adanya gempa-gempa susulan. Karena itulah para korban luka-luka
dilayani di luar rumah sakit. Jumlah penduduk yang kehilangan rumah
masih belum diketahui.

* WARGA PAPUA DI BELANDA DUKUNG PERNYATAAN MERDEKA KONGRES PAPUA

Warga Papua di Belanda mendukung pernyataan merdeka yang diserukan
Kongres Papua di Irian Jaya, Ahad kemarin. Menurut Yayasan Studi dan
Informasi Rakyat Papua yang mengurus kepentingan Papua di Belanda,
Konggres bersikap bijaksana dengan menyatakan bahwa pemisahan dari
Indonesia akan dicapai melalui dialog damai. Yayasan selanjutnya
berharap pemerintah di Jakarta bersikap bijaksana pula dan tidak
membiarkan keadaan bereskalasi. Sekitar 1000an warga Papua hidup di
Belanda. Lima di antaranya hadir pada Kongres di Irian Jaya. Presiden
Abdurrahman Wahid menolak niat Papua memisahkan diri dari Indonesia.
Dalam menanggapi Kongres Papua, presiden mengatakan kebanyakan warga
Papua ingin tetap merupakan bagian Indonesia. Pemerintah di
Washington pun menentang pemisahan Irian Jaya.

* CLINTON BERPIDATO DI DEPAN DUMA

Presiden Amerika Bill Clinton pada pidatonya di depan Majelis Rendah
dan Tinggi Rusia mengatakan menghendaki agar Rusia dan Amerika
menjalin hubungan kerjasama yang lebih erat lagi dalam semua bidang.
Apabila Rusia bisa berkembang menjadi suatu negara yang moderen, kuat
dan demokratis, maka hal itu sangatlah berpengaruh bagi nasib umat
manusia di abad ke-21. Demikian Clinton dalam pidato pertama seorang
presiden Amerika di depan parlemen Rusia. Clinton berjanji akan
mendukung Rusia dalam upayanya menjadi anggota organisasi dagang
sedunia, WTO, tetapi, demikian Clinton, Rusia harus terlebih dahulu
melakukan reformasi ekonomi yang drastis. Clinton siang ini akan
melanjutkan perjalanan ke Ukraina setelah melakukan pembicaraan
terakhir dengan Presiden Vladimir Putin dan mengunjungi mantan
Presiden Boris Yeltsin.

* CINA BEBASKAN DUA ORANG DISIDEN

Pemerintah Cina membebaskan dua orang disiden yang telah menjalani
hukuman penjara lima tahun karena dituduh melakukan kegiatan-kegiatan
kontra revolusioner. Hal ini diumumkan oleh sebuah lsm hak asasi
manusia di Hongkong. Tahun 1995, kedua disiden, Lu Yongxiang dan
Huang Yanming, menyebarkan selebaran yang menyerukan ditingkatkannya
demokrasi. Kedua disiden sedianya akan dibebaskan Sabtu lalu, tetapi
hal itu ditunda sehubungan dengan peringatan pembantaian di lapangan
Tien An Men, Beijing, Ahad kemarin. Sesaat setelah dibebaskan kedua
disiden berseru kepada pemerintah Cina agar kembali menyelidiki
peristiwa 11 tahun lalu. Ketika itu tentara Cina dengan kekerasan
mengakhiri demonstrasi di lapangan Tien An Men yang dipimpin kaum
mahasiswa. Diperkirakan ratusan orang tewas akibat sikap tentara.

* HARAPAN HIDUP TERTINGGI DI DUNIA TERDAPAT DI JEPANG

Warga Jepang memiliki harapan hidup tertinggi di dunia. Menurut
data-data terbaru Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, warga Jepang
rata-rata mencapai usia 74,5 tahun. Usia tinggi itu disebabkan oleh
makanan tradisional yang rendah lemak dan layanan kesehatan yang
bagus. Jepang disusul oleh Australia, Perancis, Swedia, Spanyol dan
Italia. Belanda, di mana warganya rata-rata mencapai usia 72 tahun
menduduki posisi ke-12 bersama Kanada. Warga di negara-negara di
sebelah Selatan Sahara memiliki harapan hidup terendah di dunia,
terutama karena wabah penyakit AIDS. Sierra Leone yang warganya
rata-rata tidak mencapai usia 26 tahun, menduduki posisi terakhir.

* PERUNDINGAN DI FIJI GAGAL

Perundingan di kepulauan Fiji antara tentara pemerintah dan
pembangkang menemui jalan buntu. Panglima tentara Frank Bainimarama
mengatakan tidak lagi menggubris tuntutan-tuntutan pemimpin
pembangkang George Speight. Speight selama dua minggu lebih
menyandera 30an orang di gedung parlemen, termasuk juga Perdana
Menteri Mahendra Chaudry. Bainimarama menegaskan tawaran sebelumnya
masih berlaku, yaitu apabila Speight membebaskan semua sandera dan
pendukungnya menyerahkan senjata, maka mereka akan mendapat amnesti
atau pengampunan. Tetapi Bainimarama menolak tuntutan pembangkang
bahwa mereka harus diikutsertakan dalam pemerintah baru. Tentara
mengambilalih kekuasaan di kepulauan Fiji bulan lalu setelah Presiden
Ratu Sir Kamisese Mara gagal mengakhiri krisis yang melanda negeri
itu.

* KUDETA LAGI-LAGI KEJUTKAN KEPULAUAN DI LAUTAN TEDUH

Lagi-lagi kudeta mengejutkan kepulauan di Lautan Teduh. Setelah
kepulauan Fiji, kini giliran kepulauan Solomon menjadi medan kudeta.
Hal ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Australia Alexander
Downer. Menurut Downer Perdana Menteri Bartholomew Ulufa'alu dijatuhi
tahanan rumah oleh pembangkang yang juga menuntut pengunduran
dirinya. Keadaan di sana masih amburadul, tetapi bisa dipastikan
bahwa pembangkang menduduki gedung-gedung pemerintah terpenting di
ibukota Honiara, seperti kantor-kantor polisi. Semua sarana
telekomunikasi dengan dunia luar ditutup. Selama satu setengah tahun
belakangan kepulauan Solomon dilanda kerusuhan antara
kelompok-kelompok etnik yang berasal dari pulau Guadalcanal dan
Malaita. Sejauh ini dipastikan 60 orang tewas akibat kerusuhan itu.

* PENYANDERAAN DI TAPAL BATAS ABKHAZIA-GEORGIA BERAKHIR

Penyanderaan di daerah tapal batas Abkhazia dan Georgia berakhir.
Para penyandera membebaskan empat orang sandera, di antaranya dua
pengamat PBB, tanpa mendapat uang tebusan. Hal ini diumumkan oleh
pemerintah Georgia. Empat orang itu diculik Kamis lalu. Mereka adalah
dua pengamat PBB asal Denmark, seorang warga Inggris dan pemberi
bantuan kemanusiaan Abkhazia. Para penyandera menuntut uang tebusan
senilai setengah juta dolar. Sekitar 100 pengamat PBB memantau
gencatan senjata tahun 1994 dari daerah tapal batas Abkhazia-Georgia.
Kedua negara itu perang setelah Abkhazia menyatakan merdeka tahun
1992.

* PENDUDUK KODYA BENGKULU TIDUR DI LUAR KARENA TAKUT GEMPA SUSULAN

Intro: Indonesia dilanda lagi gempa sekaliber di Flores beberapa
tahun silam. Gempa berkekuatan 7,9 pada skala Richter kini mengobrak
abrik kota Benguku, di Sumatra Bagian Selatan. Sampai sekarang
penduduk kota pantai di Barat Daya Sumatra ini, belum berani masuk
rumah masing-masing, karena kuatir akan gempa susulan. Demikian tegas
Masykir Hanan seorang warga yang menceritakan kondisi kota Bengkulu
saat ini.

Masykir Hanan [MH]: Nampaknya pusat gempa itu di wilayah Bengkulu.
Jadi banyak rumah yang hancur di Bengkulu, maka korban pun banyak.
Sekarang itu gempa susulan itu selalu datang dalam beberapa menit.
Bahkan gempa itu ada lima menit ada sepuluh menit itu datang lagi,
tapi gerakannya ndak begitu kuat. Sekarang kami itu takut untuk masuk
dalam rumah. Posisi kami selalu ada di jalan depan rumah. Rumah-rumah
yang di sekitar rumah kita ini banyak yang hancur. Nampaknya tidak
bisa samasekali untuk dihuni. Jadi keadaan di kota Bengkulu itu
banyak yang hancur, sudah itu di daerah Bengkulu Selatan juga banyak
yang hancur.

Radio Nederland [RN]: Tapi bagaimana dengan masyarakat, apakah
masyarakat semuanya panik, semuanya di luar ndak ada yang berani
masuk rumah?

MH: Untuk masyarakat Bengkulu mayoritas itu di pinggir-pinggir jalan.
Bahkan ada yang duduk istirahat di jalan, ya, karena panik untuk
menghadapi gerakan-gerakan gempa susulan ini. Kalau bangunan-bangunan
pemerintah itu hampir semuanya itu rusak, bahkan ada juga yang nggak
bisa dihuni lagi.

RN: Bagaimana regu-regu penolong begitu. Apakah ada orang-orang yang
membantu dari pihak pemerintah atau masyarakat sendiri?

MH: Untuk sekarang ini rata-rata itu hanya sekedar memberikan
informasi. Informasi sambung-menyambung. Jadi sekarang ini itu
sifatnya menjaga masing-masing aja dulu. Belum ada bantuan-bantuan
darurat itu belum ada. Bahkan rumahsakit pun nampaknya itu penuh
dengan orang-orang yang nggak bisa menerima pasien-pasien baru.
Bahkan perawatan pun itu di tanah lapang sekitar rumah sakit. Yang
meninggal itu sesuai informasi sekarang sekitar 40 orang itu
Bengkulu, wilayah Kotamadya untuk sementara. Mungkin juga ada dari
luar, di samping 40 itu.

RN: Jadi kemungkinan meningkat pasti ya?

MH: Kemungkinan meningkat pasti, karena gerakan gempa ini ada terus,
datang terus. Tapi nggak begitu kuat. Ada sekali-sekali agak kuat,
tapi nampaknya nggak gitu bereaksi nggak.

RN: Tapi bagaimana nanti malam, apakah kalian berani untuk tidur di
rumah, masuk lagi?

MH: Untuk malam ini, mungkin juga malam besok nampaknya masyarakat
itu masih dihantui rasa takut, masih trauma. Jadi kami untuk di
sekitar kita, sekitar rumah kita mengadakan tenda-tenda darurat d
luar rumah.

RN: Tenda-tenda itu dapat dari mana? Dapat dari bantuan atau
bagaimana, beli sendiri ?

MH: Beli sendiri. Mungkin tenda-tenda yang dimiliki oleh masyarakat
sendiri kita pakai. Bukan ada tenda dari bantuan pemerintah itu
bukan. Jadi sifatnya itu karena ini sudah merata, mungkin kita hanya
menyelamatkan diri masing-masing aja dulu, keluarga masing-masing.

RN: Tetapi belum ada tegang-tegang begitu. Mungkin konflik karena
rebutan tenda atau berbagai macam masalah?

MH: Belum ada. Kalau hal-hal seperti itu belum ada. Ini masih ada
kekompakan. Kita adakan dapur bersama begitu kan. Bawa dari rumah
walaupun takut untuk masuk rumah, tapi satu per satu memberanikan
diri untuk beberapa menit masuk rumah untuk mengambil bahan-bahan
begitu.

RN: Bagaimana dengan jalan-jalan raya begitu?

MH: Jalan raya untuk Kotamadya Bengkulu ya itu terutama jembatan, itu
banyak yang mengalami penurunan. Jalan-jalan juga banyak yang
mengalami penurunan. Bahkan ada banyak yang putus juga. Dari Bengkulu
ke arah Lampung melalui Liwa itu juga terputus. Tapi kalau untuk
sementara dari Bengkulu ke Pahyang masih lancar, walaupun banyak
tanah yang longsor.

RN: Tapi bagaimana dengan hubungan telpon. Anehnya tadi saya sudah
sering mencoba menilpon anda tapi, tidak diangkat-angkat.

MH: Kami hampir semuanya berada di luar. Kita dengar suara telpon
tapi kita takut untuk mengangkatnya, karena kita takut dengan gerakan
itu selalu datang, walaupun kecil.

Demikian tadi Masykir Hanan, seorang penduduk Bengkulu menceritakan
keadaan di sana menyusul gempa bumi dahsyat.

* PEMERINTAH DI JAKARTA TIDAK AKUI HASIL KONGRES PAPUA

INTRO: Pemerintahan Gus Dur yang tadinya merestui diadakannya kongres
Papua di Jayapura tiba-tiba nampak seperti orang yang kebakaran
jenggot. Lebih lanjut laporan koresponden Syahrir dari Jakarta:

Baik presiden Abdurrahman Wahid maupun Menkopolkam Soerjadi Soedirja
buru-buru memberi keterangan bahwa hasil kongres Rakyat Papua tidak
diakui. Dan bahwa Papua adalah bagian dari NKRI. Stasiun-stasiun
televisi pun sibuk mewawancarai para pakar mengenai Papua. Soerjadi
yang jenderal itu, lagi-lagi menggunakan istilah Irian Jaya
seolah-olah dengan demikian Rakyat Papua mau berintegrasi kembali
dengan Indonesia. Sampai kemarin tidak ada yang mau melontarkan ide
negara federal sebagai salah satu cara untuk menarik kembali Rakyat
Papua di dalam barisan Rakyat Indonesia. Melihat perkembangan
terakhir ini nampaknya sulit untuk mencegah konflik luas antara
Rakyat Papua dengan aparat pemerintahan Gus Dur.

Presiden Abdurrahman Wahid sendiri hari Senin kemarin menegaskan
pemerintah tidak akan mengakui hasil Kongres Papua karena pelaksanaan
kongres tersebut sudah keluar dari kesepakatan yang dibuat antara
pemerintah dan panitia pelaksana. "Intelijen Indonesia tampaknya
sedang tidur-tidur atau apa, kata seorang anggota DPR. "Mana mungkin
pemerintah tidak mengetahui mayoritas peserta itu ingin merdeka",
katanya. Alasan yang dikemukakan pemerintah pun dinilainya
kekanak-kanakan. "Pelaksanaan kongres tersebut tidak seperti yang
dijanjikan panitia pelaksana kepada saya," kata presiden dalam jumpa
pers di Bina Graha, Senin. Dalam perjanjiannya, kata presiden,
panitia pelaksana setuju bahwa selama pelaksanaan kongres panitia
pelaksana setuju tidak ada orang asing dan semua orang Papua bisa
mengikuti kongres tersebut.Ternyata ada bulenya dan orang-orang yang
menginginkan integrasi tidak boleh masuk bahkan turun di lapangan
terbang saja tidak boleh," katanya.

Sehubungan dengan itu, seorang mahasiswa Papua di Jakarta, Max
Heremba mengatakan "Biarpun tidak ada orang asing yang hadir, dan
meski ada orang-orang yang pro integrasi yang ikut serta dalam
kongres Papua itu, namun saya yakin bahwa hasilnya akan tetap sama.
Memang mayoritas Rakyat Papua itu ingin merdeka. Panitia pun tidak
bisa berbuat banyak. Bisa dikatakan panitia telah mengibuli Gus Dur",
katanya tertawa. "Bayangkan, selama puluhan tahun tentara Indonesia
sudah membunuh dan merampas hak milik Rakyat Papua. Hasil hutan dan
tambang hanya dinikmati pengusaha dan pembesar-pembesar di Jakarta.
Selama 40 tahun mereka tidak mampu memakmurkan Rakyat Papua yang
hanya satu setengah juta orang itu. Tanah Papua hanya dijadikan
tempat jarahan saja", katanya sambil menunjuk pada sejarah Freeport
yang samasekali tidak menguntungkan bagi Rakyat Papua. "Yang
menikmati hanyalah Ginanjar Cs", kata orang asal Fak-Fak ini.
"Diskriminasi ras dan agama juga membuat kami ini tidak tertarik
dengan Indonesia. Baru sekarang saja ada seorang Freddy Numberi yang
bisa menjadi menteri. Tetapi semasa Soekarno dan Soeharto paling
banter orang Papua itu hanya bisa menjadi pembaca berita di televisi
saja. Di polisi paling-paling naik sampai pangkat kapten", katanya.
Dari sekian banyak HPH hanya Numberi dan Izaak Hindom saja yang boleh
punya HPH. Di Papua Nugini yang berkuasa adalah orang-orang Papua
sendiri, jelasnya. Bahkan di Malaysia, orang-orang Dayak yang menjadi
pemegang HPH, tambahnya. Maka tidaklah mengherankan jika orang-orang
Papua Barat mau merdeka.

Hampir di semua kampung sekarang ada satgas Papua. Maka kalau sampai
terjadi konflik antara warga pendatang yang berambut lurus dengan
orang-orang Papua, tampaknya sulit bagi TNI dan Polri untuk menjaga
keamanan di bumi cenderawasih ini. Apalagi jika mereka mampu memasok
senjata dari Australia,Timor Timur, Papua Nugini, Filipina dan
negara-negara Pasifik. Dengan seratus pucuk saja selama ini TNI sudah
repot. Apalagi kalau ada seribu pucuk senjata moderen yang masuk ke
Papua, kata seorang anggota DPR yang berasal dari Papua itu.
Sementara itu sebagai langkah lanjut dari keputusan pemerintah untuk
tidak menerima kongres itu, pemerintah akan melakukan
tindakan-tindakan terhadap semua kegiatan yang mengarah kepada Papua
merdeka. Presiden sudah mengatakan bahwa pihak militer akan melakukan
tindakan tegas untuk mengamankan wilayah Papua.

Tentang keinginan Kongres Papua yang mengharapkan campur tangan
pemerintah Belanda, presiden mengatakan campur tangan itu sama sekali
tidak diharapkan oleh pemerintah Indonesia dan seharusnya memang
tidak perlu. Di depan sidang paripurna DPR RI, Mendagri Soeryadi
Soedirja mengatakan, pemerintah dengan segala daya upaya akan tetap
mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia
pun mengulangi lagi alasan pemerintah tidak mengakui Kongres Papua
tersebut. Yaitu adanya kehadiran peserta asing, warga negara Belanda
serta sejumlah peserta undangan lainnya dari negara lain. "Jadi atas
dasar itulah pemerintah tidak mengakui kongres tersebut," katanya.
Selanjutnya, Surjadi juga menyatakan, pemerintah menyadari bahwa
selama ini ada perlakuan tidak adil yang dirasakan oleh rakyat Irja
sehingga banyak menimbulkan ketidakpuasan. Oleh sebab itu, pemerintah
mengajak semua pihak bersama-sama melakukan langkah dan tindakan
untuk memperbaiki hal tersebut. "Irja merupakan bagian dari NKRI.
Masalah Irja adalah masalah bangsa Indonesia, bukan hanya masalah
rakyat Irja," ujarnya yang disambut tepuk tangan para anggota Dewan.

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
ranesi@rnw.nl

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

----- End of forwarded message from RNW BERITA list manager -----

--- Lifetime _email_ subscription to all 5 (five) 'apakabar' lists now
available for a one-time donation of US$250 to support Indonesia
Publications' online projects. Email apakabar@radix.net to make all
arrangements. See http://www.indopubs.com for info on these lists. ---