[INDONESIA-NEWS] SATUNET - Pak De Naik Haji 2001

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Sun Jun 11 2000 - 17:43:54 EDT


http://satunet.com/artikel/isi/00/06/12/17707.html

   Senin, 12/6/2000, 04:27 WIB
   Pak De naik haji 2001
   Laporan Elvy Yusanti
   
   satunet.com - Terpidana seumur hidup kasus terbunuhnya peragawati
   Dice, Siradjuddin atau yang dikenal dengan Pak De berencana naik haji
   pada 2001.
   
   Keberangkatan dirinya ke tanah suci tersebut menurut pengakuan Pak De
   atas biaya pribadi Tadjus Sobirin, Ketua DPD Golkar DKI Jakarta.
   "Alhamdullillah, di akhir usia yang saya habiskan di penjara ini ada
   yang berbaik hati menghajikan saya," ujar Pak De ketika ditemui
   satunet.com di LP Cipinang, Minggu.
   
   Dirinya mendapat kabar gembira tersebut dari Tadjus Sobirin beberapa
   waktu lalu yang memang sering datang bertandang ke LP Cipinang,
   terutama pada Hari Raya Idul Fitri. Bahkan menurut Pak De mengutip
   penuturan Tadjus kepadanya Menkumdang Yusril Ihza Mahendra telah
   menyetujui rencana tersebut.
   
   "Insya Allah jika tidak ada halangan saya berangkat Februari dalam
   Kloter I yang terdiri dari para pejabat," ujar Pak De dengan mata
   berbinar-binar.
   
   Dia mengatakan, memang secara pribadi Tadjus sering berbincang dengan
   dirinya dan sering menyampaikan simpatinya atas nasib yang dialami
   Pakde di dalam penjara.
   
   Pakde mengaku tidak tahu persis aturan menyangkut status narapidana
   yang akan bepergian ataupun menjalankan ibadah agamanya. Sementara
   orang mengatakan, seharusnya dirinya dibebaskan dahulu dari segala
   tuntutan hukum baru diijinkan untuk menjalankan ibadah haji. "Yang
   saya tahu, setelah pergi haji, saya kembali lagi ke LP," ujarnya.
   
   Bagi laki-laki berusia 68 tahun ini kesempatan menjalani ibadah haji
   tentu sangat membahagiakan dirinya. "Tapi kebahagiaan saya lebih
   lengkap rasanya jika bisa menghirup udara bebas, apalagi sekarang saya
   sakit-sakitan" katanya.
   
   Menurutnya, seharusnya dirinya sudah bisa mengajukan permohonan bebas
   bersyarat setelah vonis seumur hidup diberi keringanan menjadi 20
   tahun. Itupun dengan perhitungan, kasus lain dimana dia dijerat 12
   tahun akibat tuduhan membunuh wanita pengusaha Endang Sukitri
   dihapuskan karena mendapatkan dua vonis.
   
   Bahkan menurut Pak Yusril, ujar Pak De waktu berkunjung ke LP Cipinang
   lebaran lalu sempat mengatakan kepada dirinya bahwa dua vonis saya
   bisa dijadikan satu dan yang berlaku yang seumur hidup.
   
   "Kalau saat ini saya sudah menjalani hukuman 14 tahun, seharusnya saya
   sudah bisa megajukan bebas bersyarat karena sisa tahanan sudah
   memenuhi syarat yaitu 2/3 dari keseluruhan masa tahanan," jelas Pak
   De.
   
   Pak De mengharapkan, agar pemerintah bisa memberikan perhatian kepada
   orang seperti dirinya yang hanya menjadi korban dari rejim orde bari
   dimana dirinya dituduh melakukan pembunuhan terhadap peragawati Dice
   pada 1986 lalu. Menurut Pak De banyak nama-nama tenar yang
   mengelilingi kehidupan wanita tersebut, dan bisa jadi terbunuhnya Dice
   merupakan sebuah konspirasi pada waktu itu.
   
   "Saya sudah tua, ingin berkumpul dengan isteri dan anak cucu saya,
   mudah-mudahan pemerintah bisa mengambil keputusan bijak untuk segera
   membebaskan saya," ujarnya berharap.[anr]
   
--- Lifetime _email_ subscription to all 5 (five) 'apakabar' lists now
available for a one-time donation of US$250 to support Indonesia
Publications' online projects. Email apakabar@radix.net to make all
arrangements. See http://www.indopubs.com for info on these lists. ---