[INDONESIA-NEWS] KMP - Mutasi TNI

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Fri Jun 16 2000 - 17:41:36 EDT


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0006/17/utama/agus01.htm

>Sabtu, 17 Juni 2000
   Mutasi Tentara Nasional Indonesia
   Agus WK Tetap, Saurip Kadi Tergeser
   Jakarta, Kompas
   
   Mutasi di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) diumumkan hari
   Jumat (16/6). Letjen Agus Wirahadikusumah yang disebut-sebut dalam
   "Dokumen Bulakrantai" tetap menduduki jabatannya sebagai Panglima
   Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad), tetapi
   Asisten Teritorial Kepala Staf TNI AD (Aster KSAD) Mayjen Saurip Kadi
   tergeser menjadi perwira tinggi Markas Besar (Mabes) TNI AD untuk
   diproyeksikan menjadi pengurus Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP).
   
   Tidak seperti pengumuman mutasi-mutasi TNI sebelumnya, Kepala Pusat
   Penerangan (Puspen) TNI Marsekal Muda Graito Usodo tidak mengumumkan
   nama-nama perwira tinggi TNI yang dimutasi. Ia hanya membagi-bagikan
   fotokopi salinan Surat Keputusan (Skep) Panglima
   TNI Nomor Skep/608/VI/2000 tanggal 14 Juni 2000 tentang pemberhentian
   dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI, kepada
   wartawan. Keputusan ini keluar setelah Panglima TNI memperhatikan
   hasil sidang Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) Bidang
   Jabatan tanggal 6 Juni 2000.
   
   Tentang tidak dibacakannya nama-nama pejabat TNI yang dimutasi ini,
   Graito menjelaskan, hal itu disebabkan mutasi adalah hal yang sangat
   biasa di TNI. "Kami di TNI tidak ingin ada suatu interpretasi yang
   bias tentang mutasi ini, sehingga ini dianggap sebagai suatu isu yang
   besar sekali. Kami ingin memberikan tempat yang paling wajar kepada
   mutasi ini," ujarnya.
   
   Menurut dia, apabila di dalamnya terdapat nama perwira tinggi yang
   selama ini menjadi bahan pembicaraan, itu bisa dilihat kenyataannya
   dalam surat keputusan soal mutasi ini. "Sekarang ini banyak
   bermunculan yang dinamakan pakar TNI dan bercerita tentang skenario
   yang sama sekali tidak benar. Ini membuat banyak permasalahan yang
   justru timbul di masyarakat. Kami menyesalkan ada hal-hal seperti
   itu," kata Graito.
   
   Mutasi ini dilakukan, lanjut dia, karena kebutuhan organisasi TNI dan
   perencanaan karier dari pejabat yang dimutasikan. Oleh karena itu,
   tidak ada kaitannya dengan hal-hal di luar konteks TNI. "Mutasi ini
   tidak ada kaitannya dengan masalah 'Bulakrantai'.
   Biasa-biasa saja," ujar Graito.
   
   Lima Pangdam
   
   Dalam lampiran Surat Keputusan itu disebutkan, mutasi di lingkungan
   TNI itu meliputi 122 pejabat.(lihat tabel) Rinciannya, 20 pejabat di
   Markas Besar TNI, 60 pejabat di TNI AD, 26 pejabat di TNI AL, dan 16
   pejabat di TNI AU.
   
   Perubahan yang cukup besar terjadi di TNI AD. Lima orang Panglima
   Komando Daerah Militer (Pangdam) dimutasi, yakni Pangdam I/Bukit
   Barisan dari Mayjen Afandi kepada Mayjen I Gede Purnawa yang
   sebelumnya menjabat Panglima Divisi Infanteri I Kostrad. Mayjen
   Afandi, menurut keterangan Skep Panglima TNI, selanjutnya disiapkan
   menjadi anggota DPR RI.
   
   Pangdam III/Siliwangi lama, Mayjen Slamet Supriyadi, diganti Mayjen
   Zainuri Hasyim yang sebelumnya menjabat Pangdam VI/Tanjungpura. Dalam
   keterangan Skep Panglima TNI disebutkan, Mayjen Slamet Supriyadi
   selanjutnya akan menjadi anggota DPR.
   
   Pangdam IV/Diponegoro lama, Mayjen Bibit Waluyo, diganti Brigjen
   Sumarsono yang sebelumnya menjabat Wakil Asisten Personalia KSAD.
   Mayjen Bibit Waluyo selanjutnya menjadi Komandan Sekolah Staf dan
   Komando TNI AD (Seskoad).
   
   Pangdam VI/Tanjungpura lama, Mayjen Zainuri Hasyim, digantikan oleh
   Mayjen Djoko Besariman yang sebelumnya menjabat Komandan Seskoad.
   Sedangkan Mayjen Zainuri Hasyim menjadi Pangdam III/Siliwangi.
   
   Pangdam XVI/Pattimura lama, Brigjen Max Markus Tamaela, digantikan
   oleh Kolonel (Inf) I Made Yasa yang sebelumnya adalah perwira menengah
   di Mabes TNI AD. Brigjen Max Markus Tamaela selanjutnya menjadi
   Komandan Pusat Teritorial TNI AD (Pusterad).
   
   Tiga Asisten KSAD juga dimutasi. Asisten Teritorial KSAD lama, Mayjen
   Saurip Kadi, digantikan oleh Mayjen Sang Nyoman Suwisma yang
   sebelumnya menjabat Kepala Staf Kostrad. Mayjen Saurip Kadi
   selanjutnya akan menjadi pengurus Yayasan Kartika Eka Paksi, sebuah
   yayasan milik TNI AD.
   
   Asisten Operasi KSAD lama, Mayjen Amir Sembiring, digantikan oleh
   Mayjen Syahrir MS yang sebelumnya adalah Komandan Jenderal Komando
   Pasukan Khusus (Kopassus). Mayjen Amir Sembiring selanjutnya menjadi
   Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD (Kodiklat TNI AD).
   Komandan Kodiklat TNI AD sebelumnya adalah Letjen Sumardi yang menurut
   keterangan Skep Panglima TNI disiapkan untuk menjadi pengurus Yayasan
   Kartika Eka Paksi.
   
   Asisten Pengamanan KSAD lama, Mayjen M Noor Aman, digantikan oleh
   Brigjen I Dewa Putu Rai yang sebelumnya adalah Kepala Dinas Penerangan
   TNI AD (Kadispenad). Mayjen M Noor Aman selanjutnya menjadi Gubernur
   Akademi Militer (Akmil).
   
   Sementara itu, di TNI AL, Panglima Armada RI Kawasan Barat
   (Pangarmabar) Laksamana Muda Indroko Sastrowiryono, yang baru berhasil
   membongkar pencurian harta karun di laut, dipromosikan menjadi Wakil
   Kepala Staf TNI AL, menggantikan Laksamana Madya Mudjito. Laksdya
   Mudjito selanjutnya akan memasuki masa pensiun.
   
   Di TNI AU, Asisten Personalia KSAU lama, Marsekal Muda Chappy Hakim,
   digantikan oleh Marsekal Muda Lambert F Silooy yang sebelumnya
   menjabat Asisten Perencanaan dan Anggaran KSAU. Marsda Chappy Hakim
   selanjutnya menjadi Komandan Jenderal Akademi TNI, menggantikan
   Laksamana Madya Bambang Surjanto yang memasuki masa pensiun.
   
   Level lokal
   
   Pengamat politik Dr Kusnanto Anggoro berpendapat tidak ada yang
   penting dalam mutasi personel TNI kali ini karena mutasi yang
   dilakukan baru menyangkut pejabat militer pada level lokal yang tidak
   mempunyai posisi sebagai pengambil keputusan. Menurut Kusnanto, mutasi
   yang penting biasanya dilakukan pada bulan Agustus sampai November.
   "Mutasi kali ini tidak sedramatis yang disangka orang," kata Kusnanto.
   
   Menurut Kusnanto, hal yang menarik dalam mutasi ini adalah tetap
   dipertahankannya Agus Wirahadikusumah sebagai Panglima Kostrad.
   Penundaan pemindahan Agus ini, kata Kusnanto, dilakukan untuk
   menunjukkan kesan bahwa tidak ada campur tangan politik dalam mutasi
   tersebut dan untuk menunjukkan bahwa TNI masih memiliki otonomi. Akan
   tetapi, meski borok yang ada ditutup, persoalan yang muncul akibat
   tersebarnya "Dokumen Bulakrantai'' tetap muncul.
   
   Andaikata "Dokumen Bulakrantai'' tidak muncul ke publik, kata
   Kusnanto, peluang Agus diganti dalam mutasi kali ini justru lebih
   besar. (bur/wis)
   
                 Beberapa Perwira Tinggi TNI yang Dimutasi
                                      
   Nomor Jabatan
   
                                Pejabat lama
                                      
   Pejabat baru
   Mabes TNI
   1. Komandan Jenderal
   Akademi TNI Laksdya Bambang Surjanto Marsda Chappy Hakim
   2. Inspektur Jenderal TNI Marsdya Tamtama Adi Laksda Djaelani
   TNI AD
   1. Komandan Komando Pendidikan
   dan Latihan TNI AD Letjen Sumardi Mayjen Amir Sembiring
   2. Asisten Operasi KSAD Mayjen Amir Sembiring Mayjen Syahrir MS
   3. Asisten Teritorial KSAD Mayjen Saurip Kadi Mayjen Sang Nyoman
   Suwisma
   4. Asisten Pengamanan KSAD Mayjen M Noor Aman Brigjen I Dewa Putu Rai
   5. Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen Afandi Mayjen I Gede Purnawa
   6. Pangdam III/Siliwangi Mayjen Slamet Supriyadi Mayjen Zainuri Hasyim
   7. Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Bibit Waluyo Brigjen Sumarsono
   8. Pangdam VI/Tanjungpura Mayjen Zainuri Hasyim Mayjen Djoko Besariman
   9. Pangdam XVI/Pattimura Brigjen Max Markus Tamaela Kolonel (Inf) I
   Made Yasa
   10. Wadan Kodiklat TNI AD Mayjen RAN Tanudjiwa Brigjen Tony A Rompis
   11. Gubernur Akademi Militer Mayjen Syamsul Ma'arif Mayjen M Noor Aman
   12. Komandan Sekolah Staf dan
   Komando TNI AD Mayjen Djoko Besariman Mayjen Bibit Waluyo
   13. Komandan Jenderal
   Koppasus Mayjen Syahrir MS Brigjen Amirul Isnaini
   14. Komandan Pusat Persenjataan
   Infanteri Mayjen Abdul Rachman Gaffar Mayjen Ismed Yuzairi
   15. Komandan Pusat Teritorial
   TNI AD Mayjen Ismed Yuzairi Brigjen Max Markus Tamaela
   16. Kepala Staf Kostrad Mayjen Sang Nyoman Suwisma Mayjen Williem T Da
   Costa
   17. Pangdivif II Kostrad Mayjen Williem T Da Costa Brigjen Songko
   Purnomo
   18. Kepala Dinas Penerangan
   TNI AD Brigjen I Dewa Putu Rai Brigjen FX Bachtiar
   19. Direktur Kesehatan TNI AD Brigjen Dr Eddi Harharun Brigjen Dr A
   Suharto
   20. Wakil Komandan Pusat
   Polisi Militer Brigjen Iding Alidin Kolonel (CPM) Ruchjan
   21. Wadanjen Koppasus Brigjen Zamroni Kolonel (Inf) Sriyanto
   TNI AL
   1. Wakil Kepala Staf TNI AL Laksdya Mudjito Laksda Indroko
   Sastrowiryono
   2. Inspektur Jenderal TNI AL Laksda Djaelani Laksda Edi Sujadi
   3. Asisten Perencanaan dan
   Anggaran KSAL Laksda Si Putu Ardana Laksda Bernard Kent Sondakh
   4. Panglima Armada RI
   Kawasan Barat Laksda Indroko S Laksda Si Putu Ardana
   5. Komandan Komando
   Pendidikan TNI AL Laksda Bernard K Sondakh Laksma Stanny Fofied
   6. Komandan Sekolah Staf dan
   Komando TNI AL Laksda Edi Sujadi Laksma Budiman Djoko Said
   7. Kepala Staf Armabar Laksma Sahroni Kasnadi Laksma Mualimin Santoso
   8. Kepala Staf Armatim Laksma Stanny Fofied Laksma Handoko Prasetyo RS
   TNI AU
   1. Asisten Personalia KSAU Marsda Chappy Hakim Marsda Lambert F Silooy
   2. Gubernur Akademi
   Angkatan Udara Marsda Gaharudin Gunawan Marsda Suprihadi
   3. Panglima Komando Operasi
   TNI AU I Marsda Suprihadi Marsma Sutrisno SP
   4. Kepala Staf Koopsau I Marsma Sutrisno SP Marsma Djoko Soeyanto
   5. Kepala Dinas Kesehatan
   TNI AU Marsma Dr Rusdi Ali Halid Kolonel (Kes) Dr Sri Budi Rahardjo
   Sumber: Lampiran Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Skep/608/VI/2000.

--- Lifetime _email_ subscription to all 5 (five) 'apakabar' lists now
available for a one-time donation of US$250 to support Indonesia
Publications' online projects. Email apakabar@radix.net to make all
arrangements. See http://www.indopubs.com for info on these lists. ---