[INDONESIA-L] SUSILO BAMBANG YUDHOYONO - Saya tidak Mendapatkan Penolakan

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Mon Jun 19 2000 - 17:09:43 EDT


X-URL: http://www.tempo.co.id/harian/fokus/25/2,1,12,id.html

   Susilo Bambang Yudhoyono:
   "Saya Tidak Mendapatkan Penolakan"
   
   MENTERI Pertambangan dan Energi, Susilo Bambang Yudhoyono, dikenal
   sebagai tokoh yang santun. Barangkali itu sebabnya ia dipilih Presiden
   Abdurrahman Wahid untuk melakukan pendekatan kepada Keluarga Cendana
   dalam upaya politik barternya. Kepada Andari Karina Anom dari TEMPO,
   letnan jenderal yang taat beribadah ini menuturkan kisahnya
   mendapatkan tugas khusus tersebut, di rumah dinasnya, Ahad lalu.
   Berikut petikan wawancara tersebut.
     _________________________________________________________________
   
   Bagaimana kronologi penunjukan Anda sebagai wakil pemerintah dalam
   soal pengembalian harta Keluarga Cendana?
   
     Saya dipanggil oleh Presiden setelah sidang kabinet (Rabu, 24 Mei
     2000). Beliau menjelaskan bagaimana jalan pikiran beliau untuk
     menyelesaikan masalah mantan Presiden Soeharto. Gus Dur berpendapat
     bahwa penyelesaian masalah ini memerlukan pendekatan hukum, politik
     dan kemanusiaan. Pendekatan hukum adalah tugas Kejaksaan Agung.
     Kemudian, kalau masalah keamanan dan pengamanan adalah tugas
     Kapolri dan Panglima TNI. Saya diberi tugas untuk menyampaikan
     pandangan Gus Dur agar pihak keluarga bisa menyumbangkan sebagian
     hartanya pada negara. Gus Dur mengatakan agar saya melakukan
     pendekatan informal dalam kapasitas saya sebagai pribadi, bukan
     sebagai menteri. Saya diminta melaporkan setiap kemajuan dari
     komunikasi saya dengan pihak keluarga. Itulah latar belakang
     penunjukan saya waktu itu.
     
   Apakah penunjukan Anda dalam kapasitas pribadi ini karena Anda
   memiliki kedekatan khusus dengan Keluarga Cendana dibandingkan dengan
   pejabat lain?
   
     Saya tidak merasa begitu. Sebab, kalau dilihat latar belakang saya
     di militer pun, saya tidak punya kedekatan dengan Pak Harto dan
     keluarga. Latar belakang saya agak berbeda dengan beberapa jenderal
     yang memang pernah bertugas dengan Pak Harto. Terus terang, saya
     sendiri pun tidak tahu apa alasan Presiden menunjuk saya. Itu bisa
     ditanyakan langsung pada beliau. Yang jelas, bagi saya, tugas
     adalah tugas.
     
   Bagaimana Anda melaksanakan tugas ini di tengah kencangnya tuntutan
   penyelesaian kasus Soeharto secara hukum?
   
     Saya tidak mengaitkan apa yang saya lakukan sama dengan tugas Pak
     Marzuki Darusman. Salah kalau saya mempengaruhi atau mengaitkan
     tugas saya dengan tugas Pak Marzuki. Saya hanya secara persuasi
     bisa mengajak pihak keluarga menyadari bahwa selama 32 tahun mereka
     telah membangun bisnis dan memiliki kekayaan yang besar. Karena
     itu, ketika kritik dan sorotan pada keluarga itu sangat tajam
     sekali sekarang ini, mengapa tidak ada sebuah kesadaran untuk
     menyumbangkan sebagian miliknya kepada negara rakyat? Saya hanya
     terfokus ke situ. Tapi Gus Dur sendiri yang akan mengambil
     keputusan atau langkah terbaik dalam menyelesaikan masalah mantan
     Presiden Soeharto ini. Jadi saya tidak ingin mempengaruhi, memasuki
     dan mencampuri tugas Pak Marzuki.
     
   Sejauh ini, apa saja yang sudah dibicarakan dalam pertemuan dengan
   keluarga?
   
     Sebetulnya, ini masih penjajakan awal. Saya dengan pihak keluarga
     melihat situasi sekarang bahwa masalah Pak Harto tidak boleh
     berlarut-larut tanpa penyelesaian yang baik bagi rakyat, bangsa dan
     juga melegakan bagi Pak Harto. Saya komunikasikan hal itu dan saya
     katakan bahwa itu bisa dibangun jika pihak keluarga mau bekerjasama
     memikirkan pemecahan persoalan ini. Pertemuan pertama memang tidak
     membuahkan hasil. Tapi pertemuan selanjutnya, sekitar 10 hari
     sesudah itu, pembicaraan sudah lebih maju. Saya menangkap
     sebetulnya ada keinginan dari pihak keluarga untuk mulai berpikir
     menyumbangkan sebagian hartanya pada negara. Mengenai bagaimana
     cara dan solusi menyeluruhnya akan kita bicarakan kemudian. Yang
     jelas sudah ada keinginan untuk menyumbang pada rakyat yang sedang
     mengalami kesulitan ekonomi.
     
   Kabarnya, Keluarga Cendana sempat menolak rencana ini pada pertemuan
   awal karena mengembalikan harta berarti pengakuan bahwa Pak Harto
   bersalah, padahal proses hukum belum selesai
   
     Meskipun ada sikap defensif tertentu, saya tidak mendapatkan
     penolakan secara resmi dari Ibu Tutut dan Saudara Bambang Tri yang
     mewakili pihak keluarga. Saya tidak mempermasalahkan dari mana
     harta itu diperoleh. Itu urusan Jaksa Agung untuk menyelidiki
     apakah harta itu sah atau tidak. Saya hanya melihat bahwa setelah
     berusaha sekian puluh tahun dalam cabang usaha yang luas tentunya
     keluarga Cendana memiliki sejumlah kekayaan yang terkumpul, mengapa
     tidak disumbangkan sebagian ke masyarakat.
     
     Kalau mereka khawatir bahwa jika mereka menyerahkan harta itu
     merupakan sebuah pengakuan bahwa harta itu dikumpulkan secara
     menyimpang, saya rasa pemikiran itu wajar saja. Yang jelas, mereka
     tidak pernah menolak secara resmi. Sebaliknya, belum ada juga
     sebuah komitmen bahwa mereka pasti akan menyumbangkan sebagian
     harta keluarga tersebut.
     
   Seperti apa sikap defensif keluarga Cendana yang Anda maksud?
   
     Pada waktu itu, mereka sempat bertanya "kekayaan yang mana?"
     Kemudian saya katakan bahwa saya sama sekali tidak mempermasalahkan
     berapa besar jumlah kekayaan mereka dan dari mana asalnya. Saya
     kira sudah menjadi pengetahuan umum rakyat bahwa keluarga Cendana
     memiliki sejumlah harta yang patut sekali jika sebagian
     disumbangkan kepada rakyat. Itu yang ada dalam pikiran Gus Dur dan
     itu pula yang saya sampaikan kepada keluarga. Jadi, saya tidak
     punya agenda tersendiri karena tugas saya semata-mata sebagai
     mediator atau utusan Pemerintah.
     
   Pertemuan-pertemuan Anda dengan Keluarga Cendana selama ini sebetulnya
   rahasia atau tidak?
   
     Saya tidak melihat ini sebuah rahasia atau bukan rahasia. Ini lebih
     merupakan sebuah langkah penjajakan dengan menggunakan pendekatan
     persuasif yang tidak menimbulkan kehebohan berita yang bisa
     ditafsirkan lain. Namun, sesuai dengan tugas yang saya terima dari
     Gus Dur, saya harus melakukan sebuah pendekatan yang baik tanpa
     harus publikasi kemana-mana. Yang penting, keluarga itu didorong
     untuk secara sadar bisa mengkontribusikan hartanya sebagaimana kita
     harapkan.
     
     Saya juga tidak bisa mengatakan bahwa tugas saya adalah misi
     rahasia yang tidak boleh diketahui orang lain. Sejumlah pejabat
     terkait sudah diberitahu oleh Presiden, seperti Menkopolkam, Jaksa
     Agung, dan Panglima TNI. Mereka semua sudah tahu bahwa saya
     mendapat tugas ini dari Presiden.
     
   Kalau begitu, bagaimana dengan pernyataan Gus Dur di AS. Apakah itu
   mengganggu proses pembicaraan Anda dengan keluarga Cendana?
   
     Setelah ada pernyataan Gus Dur di Amerika yang disusul dengan
     pernyataan saudara Marzuki Darusman yang diberitakan besar-besaran
     oleh media massa, saya mendapatkan informasi bahwa tiga hari
     terakhir ini, pihak keluarga mantan Presiden Soeharto mengambil
     posisi yang agak "keras". Tolong ditulis dalam tanda kutip. Terus
     terang, saya harus membangun kembali komunikasi dengan tetap
     berpedoman pada tujuan semula yaitu untuk mendorong keluarga
     Cendana berkontribusi pada rakyat. Saya kira logis sekali kalau ada
     perubahan sikap mereka setelah hal ini mencuat di media massa.
     Tetapi saya berharap pihak keluarga bisa berpikir secara jernih
     bahwa ajakan untuk menyumbangkan sebagian hartanya sebenarnya
     logis-logis saja. Kalau nanti konteksnya pas dan kerangkanya bisa
     disusun secara benar, seharusnya mereka bisa memahami hal ini.
     
   Apakah Anda sudah bertemu lagi dengan Keluarga Cendana sesudah Gus Dur
   bicara di AS itu?
   
     Setelah ada pemberitaan dan wacana yang keras belakangan ini, saya
     belum bertemu lagi dengan mereka. Tetapi saya berharap
     langkah-langkah komunikasi masih dapat diteruskan. Karena tujuan
     akhirnya adalah penyelesaian terbaik soal mantan Presiden Soeharto
     ini.
     
   Langkah-langkah apa yang akan Anda lakukan dalam jangka pendek sebagai
   wakil pemerintah?
   
     Karena Presiden akan segera kembali ke tanah air, saya harus
     melaporkan semuanya kepada beliau. Begitu juga dengan Jaksa Agung
     dan menteri-menteri terkait lainnya. Sesudah itu baru kita membahas
     langkah-langkah lanjutan sesuai dengan tugas masing-masing. Dengan
     demikian, menurut saya, sekembalinya Presiden dari luar negeri,
     kita akan merumuskan kembali langkah-langkah lanjutan, baik secara
     fungsional maupun secara khusus.
     
   Apakah Anda sudah mengadakan pembicaraan dengan Marzuki Darusman?
   
     Saya memilih untuk tidak saling memasuki wilayah masing-masing,
     karena tanggapan orang bisa salah. Toh, nantinya ini bermuara ke
     Presiden. Yang jelas saya menghormati dan mengetahui Pak Marzuki
     melakukan tugas sesuai fungsinya. Begitupun sebaliknya. Biarkan
     saja kedua tugas ini berjalan seperti ini karena nantinya akan
     sampai ke Presiden juga. Setelah mempertimbangkan semua aspek,
     Presiden akan memiliki solusi terbaik.
     
   Ada kekhawatiran bahwa penyelesaian secara politis ini justru
   menghambat proses hukum yang dilakukan Kejaksaan Agung. Bagaimana
   menurut Anda?
   
     Menurut saya hambatan itu tidak perlu ada karena toh proses yang
     dilakukan Pak Marzuki tidak terganggu dengan pendekatan khusus yang
     ditugaskan Presiden kepada saya. Sekali lagi saya harus mengatakan
     bahwa pertimbangan akhir nanti ada pada Presiden. Saya tidak
     berargumentasi bahwa jika pendekatan yang saya lakukan ini
     berhasil, maka tugas Pak Marzuki tidak perlu. Begitu juga
     sebaliknya. Kita semua mengemban tugas dengan tujuan yang berbeda.
     
   Hambatan apa yang Anda temui dalam melaksanakan tugas ini, dari pihak
   Keluarga Cendana misalnya?
   
     Di satu sisi, tidak mudah meyakinkan pihak keluarga. Tetapi di sisi
     lain, keluarga ini juga berhubungan dengan pihak pengadilan dan
     publik. Pertanyaannya adalah apakah kerangka yang disiapkan
     Pemerintah, dalam hal ini Presiden, betul-betul satu kerangka yang
     utuh. Sehingga kedatangan dan usaha saya dianggap bermanfaat oleh
     mereka. Yang penting bagi saya adalah melakukan pendekatan persuasi
     untuk mengajak mereka berpikir secara utuh sehingga ada solusi yang
     baik. Hambatannya adalah mengajak pihak keluarga agar mereka lebih
     aktif dalam kerjasama ini.
     
   Kabarnya ada tekanan dari pihak keluarga bahwa jika asal-usul kekayaan
   Pak Harto dibuka, maka mereka juga akan membuka keterlibatan para
   pejabat, mantan pejabat dan bahkan Gus Dur sendiri
   
     Tidak ada. Saya pastikan tidak ada pembicaraan soal itu. Pihak
     keluarga tidak mengangkat isu itu. Apalagi mengingat pembicaraan
     saya baru pada tingkat awal. Jangan dibayangkan bahwa sudah ada
     negosiasi yang akan diikuti dengan penyerahan harta sekian banyak.
     Sama sekali belum sejauh itu. Sebab, kalaupun nanti ada,
     kesepakatan dengan Keluarga Cendana soal harta ini, bukan lagi
     tugas saya. Secara resmi ada pejabat fungsional yang akan
     melaksanakan tugas itu. Saya hanya bertugas sebagai jembatan atau
     mediator untuk meyakinkan keluarga.

---
Email all postings in plain text (ascii) to apakabar@radix.net
INDONESIA-L - <http://www.indopubs.com/archives>
INDONESIA-NEWS - <http://www.indopubs.com/parchives>
INDONESIA-VIEWS - <http://www.indopubs.com/varchives>
INDONESIA-POLICY - <http://www.indopubs.com/tarchives>
INDONESIA-DOCS - <http://www.indopubs.com/darchives>
SEARCH CURRENT POSTINGS - <http://www.indopubs.com/search.html>
SEARCH YEAR 2000 POSTINGS - <http://basisdata.esosoft.net>
SEARCH 1990-1999 POSTINGS - <http://basisdata.esosoft.net/search-all.html>
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---