[INDONESIA-NEWS] WSPD - Agus WK, Simbolon Dicopot, Menhan tak Dilibatkan

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Mon Jul 31 2000 - 18:11:32 EDT


X-URL: http://waspada.co.id/news/2000/07/31/200007314h.asp
   
   Agus Wirahadikusumah Simbolon Dicopot
   Menhan Tidak Dilibatkan
   JAKARTA (Waspada): Letnan Jenderal Agus Wirahadikusumah dan Kasdam
   Jaya Brigjen RR Simbolon dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad
   dan Kasdam Jaya berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI No
   Skep/733/VII/ 2000, sedang penggantinya yang ditunjuk adalah Mayjen
   Ryamizard Ryacudu dan Kolonel Lintang Waluyo.
   
   Dalam keterangannya kepada wartawan di Dephan Merdeka Barat, Senin
   (31/7) Kapuspen TNI Marsda Graito Usodo mengatakan bahwa penggantian
   kedua perwira itu (lulusan Akabri 1973) merupakan hal biasa, untuk
   kepentingan pembinaan organisasi dan personil.
   
   Selain itu, juga ditegaskannya bahwa audit keuangan Yayasan Kostrad
   tetap dilanjutkan pengusutannya, meski Panglima Kostrad telah diganti.
   Kapuspen TNI Marsda Graito Usodo mengatakan jabatan Pangdam Jaya akan
   dijabat Mayjen Slamet Kirbianto, yang saat ini masih menjabat sebagai
   Pangdam VII/Wirabuana.
   
   Koordinator Staf Ahli Kasad Mayjen Achmad Yahya dipercayai
   menggantikan Slamet Kirbianto sebagai Pangdam VII/Wirabuana, sedang
   Koorsahli Kasad dipercayakan kepada Brigjen M Husni Thamrin (Kasdam
   VII/Wirabuana), dan jabatan Kasdam VII/ Wirabuana akan dijabat Kolonel
   Mustopo (Paban II/BEK Slogad).
   
   Kapuspen mengatakan, pergantian para pejabat itu dilaksanakan dengan
   mengacu kepada berbagai usulan, seperti hasil Sidang Wanjakti bidang
   Jabatan tanggal 27 Juli lalu. "Mutasi ini merupakan hal biasa, dan
   demi kepentingan pembinaan organisasi dan personil. Semuanya telah
   dibahas secara komprehensif," katanya.
   
   Akan tetapi, dia menolak memberikan jawaban yang lebih jelas apakah
   Letjen Agus Wirahadikusumah dinilai tidak mampu membina organisasi dan
   personilnya, sehingga dipindahkan dari jabatannya sebagai Pangkostrad.
   "Penilaian semacam itu tidak sampai di permukaan," katanya.
   
   Letjen Agus Wirahadikusumah dan Brigjen RR Simbolon selanjutnya akan
   ditarik ke Mabes TNI AD sebagai Pati. Agus Wirahadikusumah dan
   Simbolon adalah lulusan Akabri 1973, dan teman seangkatan Mayjen
   Saurip Kadi, yang awal Mei lalu juga dicopot dari jabatannya sebagai
   Aster Kasad menjadi Pati Mabesad.
   
   Tak dilibatkan
   
   Sementara itu, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengaku, dirinya
   tidak dilibatkan dalam pergantian jabatan Panglima Kostrad, dari
   Letjen TNI Agus Wirahadikusumah kepada Mayjen TNI Ryamizard Ryacudu
   yang sebelumnya menjabat Panglima Kodam Jaya.
   
   "Dalam peraturan sekarang, Menhan tidak dilibatkan dalam pergantian di
   lingkungan TNI," kata Juwono menjawab pertanyaan wartawan seusai
   bertemu Presiden Abdurrahman Wahid di Binagraha, Jakarta, Senin.
   
   Pada pertemuan dengan Presiden tersebut, Juwono mengatakan, tidak
   membicarakan mutasi yang diumumkan Kapuspen TNI Marsekal Muda Graito
   Usodo di Mabes TNI, Jalan Merdeka Barat yang juga satu lingkungan
   dengan kantor Dephan.
   
   "Saya baru tahu pergantian Agus Wirahadikusumah dari media massa,"
   katanya. Pergantian di lingkungan TNI, kata Juwono, merupakan wewenang
   Presiden dan Panglima TNI.
   
   Ketika ditanya mengapa pergantian tersebut terlalu cepat, Juwono
   menyatakan, tidak mau berkomentar tentang hal itu. Dalam pertemuannya
   dengan Presiden, Juwono melaporkan tentang gelar perdana wacana
   tentang rencana pertahanan yang dilakukan secara terbuka, dengan
   melibatkan berbagai pihak termasuk perguruan tinggi, departemen
   terkait, dan LSM.
   
   Presiden minta agar kegiatan itu juga diperluas dengan melibatkan
   kalangan awam, bukan hanya para pakar dan lingkungan pemerintah saja.
   Juwono juga menjelaskan tentang rencana UU Pertahanan yang akan
   dibahas setelah Sidang Tahunan MPR.
   
   Pihaknya mempersiapkan naskah RUU tersebut, termasuk tataran
   kewenangan Presiden, Menhan, dan Panglima TNI. Dalam RUU itu juga
   dibahas tentang kewenangan Menhan dalam penggunaan kekuatan angkatan
   darat, angkatan laut, dan angkatan udara oleh Panglima TNI.
   
   Artinya, kata Juwono, Menhan juga dilibatkan, yang selama ini Menhan
   hanya dilibatkan secara tidak langsung. (ant)