[INDONESIA-NEWS] MEDIA - 'Tukang Jagal' Muslim Poso Tertangkap

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Tue Aug 01 2000 - 17:55:54 EDT


X-URL: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=2000080200080442

       Rabu, 2 Agustus 2000
   
   Dominggus Soares, `Tukang Jagal` Muslim Poso Tertangkap
   Media Indonesia - Nusantara (8/2/00)
   PALU (Media): Dominggus Soares (36), `tukang jagal` puluhan penghuni
   Pondok Pesantren Wali Songo di Kabupaten Poso saat pecah pertikaian
   berdarah akhir Mei lalu, Senin malam (31/7) ditangkap aparat keamanan.
   
   Warga asal Timor Timur yang juga salah seorang dari 10 pimpinan
   pasukan Kelelawar Hitam (pasukan khusus kelompok merah) itu ditangkap
   pasukan Brimob yang dipimpin Kapolres Poso Superintendent Djasman Baso
   Opu dalam operasi khusus di Desa Beteleme, Kabupaten Morowali (400 km
   tenggara Palu).
   
   Sumber di Polres Poso yang dihubungi per telepon dari Palu, kemarin,
   membenarkan hal itu, dan mengatakan saat diciduk aparat keamanan di
   sebuah rumah penduduk, yang bersangkutan tidak melakukan perlawanan.
   Menurut dia, Kapolres Opu kini dalam perjalanan menuju Palu mengawal
   Soares guna menjalani pemeriksaan di Mapolda Sulteng.
   
   Kepala Biro Humas Pemda Sulawesi Tengah Drs Longki Djanggola, yang
   dihubungi terpisah, juga membenarkan penangkapan Dominggus Soares.
   "Soares sudah tertangkap. Jika ingin mendapatkan informasi lengkap
   silakan hubungi Kapolres Poso yang kini dalam perjalanan menuju Palu,"
   kata Djanggola.
   
   Dengan tertangkapnya Soares, aparat keamanan telah berhasil menangkap
   4 dari 10 tokoh sentral perusuh di Kabupaten Poso, yaitu Guntur (35),
   Fabianus Tibo (56), Very (34), dan Soares (35). Kini, mereka dalam
   pemeriksaan intensif tim penyidik Ditserse Polda Sulteng.
   
   Bantai penghuni ponpes
   
   Sementara itu pimpinan kelompok perusuh bersenjata api di Poso,
   Fabianus `Cornelis` Tibo, mengakui ia dan pasukannya telah membantai
   para santri dan pengurus Ponpes Wali Songo di Desa Sintuwulemba (9 km
   selatan Kota Poso).
   
   "Kejadian tersebut diungkapkan Tibo saat menjalani pemeriksaan di
   hadapan tim penyidik hari Senin (31/7)," kata sumber Antara
   di Mapolda Sulteng di Palu.
   
   Sejak Kamis pekan lalu (27/7), tokoh sentral pertikaian berdarah fase
   ke-3 di Kabupaten Poso ini mulai menjalani pemeriksaan intensif di
   hadapan tim penyidik di Direktorat Reserse Polda Sulteng.
   
   Mantan transmigran asal Nusa Tenggara Timur di PIR Karet Beteleme,
   Kabupaten Morowali, yang juga residivis karena terlibat kasus
   pembantaian transmigran Bali tahun 1990 itu, diciduk petugas di Desa
   Jamur Jaya (Morowali) setelah lebih sebulan jadi buronan polisi.
   
   Di hadapan penyidik Tibo menceritakan bahwa aksi pembantaian mulai
   berlangsung pada 27 Mei 2000, ketika ia dan pasukannya melakukan
   penyerangan perdana di sejumlah desa di Kecamatan Lage, termasuk
   Sintuwu Lembah --lokasi keberadaan Ponpes Wali Songo.
   
   Sumber tersebut tak merinci total korban terbunuh, kecuali mengatakan
   dalam penyerangan tersebut Tibo mengaku sempat menyandera tujuh santri
   dan pembina Ponpes Wali Songo, sebelum mereka dibantai dan mayatnya
   dihanyutkan ke Sungai Poso. Setelah itu, Tibo mengerahkan pasukannya
   menyerang permukiman penduduk dan membakar semua bangunan milik warga
   di Desa Sintuwu Lembah.
   
   Di desa itu, menurut laporan banyak saksi mata terjadi cleaning ethnic
   saat penyerangan mendadak yang dilakukan pasukan Kelompok Merah akhir
   Mei-awal Juni 2000. Bahkan aparat keamanan sempat menemukan ratusan
   jenazah warga muslim dalam kondisi tragis mengapung di Sungai Poso dan
   beberapa kuburan massal.
   
   Di hadapan penyidik, Tibo juga mengatakan bahwa aksi pembantaian dan
   pembakaran itu dilakukaan atas perintah Ir AL Lateka, pimpinan utama
   pasukan Kelelawar Hitam yang terbunuh saat penyerangan di kantong
   permukiman muslim di Kelurahan Kayamanya, Poso Kota, akhir Mei lalu.
   (N-2