[INDONESIA-NEWS] KMP - Gub Jambi: PT Inhutani V Harus Dibubarkan ...

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Fri Aug 04 2000 - 18:42:07 EDT


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0008/05/daerah/kare20.htm

>Sabtu, 5 Agustus 2000
   Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin:
   Karena Merusak Hutan, PT Inhutani V Harus Dibubarkan
   
   Jambi, Kompas
   
   Dana reboisasi (DR) Rp 72 trilyun yang dipungut di Propinsi Jambi
   sejak tahun 1970 hingga sekarang, diminta dikembalikan ke Jambi untuk
   digunakan mereboisasi sekitar 500.000 hektar hutan gundul di propinsi
   ini. Pemda Propinsi Jambi juga menuntut agar PT Inhutani V dibubarkan,
   sekurangnya kegiatannya dibekukan karena terbukti menjadi penyebab
   kerusakan hutan dan kecil sekali kontribusinya terhadap propinsi itu.
   
   Kepada pers hari Jumat (4/8), Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin
   mengungkapkan, DR itu diperlukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli
   Daerah (PAD), mereboisasi hutan yang rusak, dan meningkatkan
   kesejahteraan rakyat sekitar hutan yang rusak itu. "Saat ini hanya
   tinggal 500.000 hektar hutan alam di Jambi yang masih utuh,"
   tambahnya.
   
   Pada awalnya, DR hanya dipungut dua dollar AS per meter kubik kayu
   bundar (log). Kini, tarif DR dua dollar AS per meter kubik untuk bahan
   baku serpih, 12 dollar per meter kubik untuk jenis kayu campuran, dan
   14 dolar AS per meter kubik untuk jenis meranti.
   
   Gubernur menegaskan, tidak ada lagi kompromi terhadap PT Inhutani V.
   PT Inhutani V di Jambi harus dibubarkan, setidaknya dibekukan
   kegiatannya. "Sekarang saya belum punya otoritas untuk membubarkan PT
   Inhutani V di Jambi, karena Undang-Undang Otonomi Daerah baru mulai
   berlaku Januari 2001. Menjelang tahun 2001, kegiatan PT Inhutani V
   kita awasi terus secara ketat," katanya. PT Inhutani V di Jambi
   menguasai ratusan ribu hektar hutan bekas areal sejumlah perusahaan
   hak pengusahaan hutan (HPH).
   
   Empat areal HPH
   
   Sementara itu, Kepala Cabang PT Inhutani V Jambi Hasanal Arifin
   kemarin mengatakan, hutan yang dikuasai PT Inhutani V ada empat areal
   bekas HPH, yakni PT Loka Rahayu di Mersam, Kabupaten Batanghari, PT
   Sadarnila (Kabupaten Tebo), PT Mugi Triman di Pelepat, Kabupaten
   Bungo, dan sebagian areal PT Pitco di Kabupaten Sarolangun. Inhutani V
   juga memiliki tiga HPH patungan, yaitu PT Hatma Santi dan PT Rimba
   Hutani Mas (keduanya di Kabupaten Tanjungjabung), serta PT Dalek
   Hutani di Kabupaten Tebo.
   
   Di samping itu, Inhutani V memiliki pula lima perusahaan hutan tanaman
   industri (HTI) patungan, yaitu HTI PT Wana Mukti Wisesa (patungan
   Inhutani V dengan PT IFA), PT Wana Perintis (dengan PT RKI Rimba Karya
   Indah), PT Wana Teladan (PT STUD - Sumatera Timber Utama Damai), PT
   HTI Aranya Abadi (Patungan dengan PT PSUT - Putra Sumber Utama
   Timber). "Satu lagi HTI patungan dengan PT Asilaog, namanya saya
   lupa," kata Hasanal.
   
   Berdasarkan catatan Dinas Kehutanan Propinsi Jambi, PT Inhutani V
   mempunyai tunggakan Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) Rp 1,2 milyar
   lebih, DR dalam rupiah Rp 135,08 juta, dan DR dalam dollar sekitar
   290.000 dollar AS. Sedangkan tunggakan denda PT Inhutani V di Jambi,
   tunggakan DR dalam dollar sebesar 28.638,42 dollar AS, dalam rupiah Rp
   168,44 juta, dan tunggakan denda iuran hasil hutan (IHH) Rp 2,15
   milyar.
   
   "Memang benar kontribusi PT Inhutani V di Jambi sangat kecil jika
   dibandingkan dengan hasil yang diraupnya setiap tahun. PT Inhutani
   hanya melakukan kerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk
   memproduksi log. Keuntungan atau hasilnya hampir tidak pernah
   dikembalikan ke Jambi, lebih banyak di bawa ke daerah lain," ungkap
   sumber Kompas di Dinas Kehutanan Propinsi Jambi.
   
   "PT Inhutani V yang berkantor pusat di Palembang, selain Jambi daerah
   kerjanya adalah Sumsel, Lampung, dan Bengkulu," tambah sumber itu.
   (nat)