[INDONESIA-NEWS] KCM - Australia Tawarkan Dana Tutup Kamp Pengungsi Timtim

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Tue Aug 15 2000 - 17:48:53 EDT


X-URL: http://www.kompas.com/international/0008/15/11.htm

   Selasa, 15 Agustus 2000, 19:07 WIB
   Australia Tawarakan Dana Tutup Kamp Pengungsi Timtim
   
   Canberra, Selasa
   
   Australia menawarkan dana bantuan bagi rencana pemerintah RI menutup
   kamp pengungsi Timor Timur di Nusa Tenggara Timur (NTT).
   Pemerintah Australia mendukung rencana pemerintah RI menutup
   kamp pengungsi di NTT yang dapat mengurangi aktivitas kelompok
   pro-integrasi yang disebut pers Australia dengan istilah "milisia",
   kata Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer dalam sesi
   tanya-jawab di parlemen Canberra, Selasa.
   Downer menyatakan, pemerintahnya menawarkan peningkatan dana
   bantuan sebesar enam juta dolar Australia bagi upaya pemulangan para
   pengungsi Timtim.
   
   Australia, kata Downer, sangat prihatin terhadap serangan milisi
   akhir-akhir ini, termasuk yang menewaskan dua anggota pasukan
   penjaga perdamaian PBB di perbatasan Timtim-NTT.
   
   "Penting sekali Indonesia mengakui bahwa kamp pengungsi adalah
   penyelesaian fundamental bagi aktivitas milisia," katanya.
   Pemerintah Australia, lanjut Downer, akan terus mendesak pihak
   RI khususnya TNI, untuk meningkatkan upaya dan langkah penting dalam
   mengakhiri aktivitas milisi di NTT.
   Namun ia mengingatkan Indonesia perlu melakukan tiga hal penting
   dalam proses penutupan kamp pengungsi, yaitu proses registrasi yang
   kredibel, perlindungan keamanan pengungsi dari intimidasi milisi serta
   akses bagi petugas Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR).
   "Adalah krusial bahwa para pengungsi Timtim dapat memberikan
   pilihannya tinggal di Indonesia atau kembali ke Timtim," katanya.
   Menlu RI Alwi Shihab di Jakarta, Senin (14/8), menegaskan
   keinginan pemerintah Indonesia menutup kamp pengungsian warga Timtim
   di NTT dalam waktu tiga hingga enam bulan mendatang.
   Penutupan kamp pengungsi itu untuk menghilangkan tuduhan bahwa
   seolah-olah RI pelaku kejahatan di Timor Timur dan anggapan
   Indonesia menjadi penghalang kembalinya para pengungsi ke Timtim.
   
   Menurut Alwi Shihab, penutupan kamp pengungsi dilakukan dengan
   terlebih dulu mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan bagi
   para pengungsi dan mempertimbangkan pula faktor psikologis terutama
   bagi mereka yang sebelumnya mendukung integrasi Timtim ke Indonesia.
   Saat ini jumlah pengungsi asal Timtim yang masih berada di
   perbatasan NTT-Timtim sekitar 130.000 orang. Jumlah itu mengalami
   penurunan dibandingkan pada Oktober 1999 yang mencapai 285.000
   orang.
   (Ant/Cay)