[INDONESIA-NEWS] KMP - Pekanbaru Kembali Diselimuti Asap

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Sun Sep 17 2000 - 17:28:51 EDT


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0009/18/iptek/peka10.htm

>Senin, 18 September 2000
   Pekanbaru Kembali Diselimuti Asap
   * Palangkaraya Diguyur Hujan
   Kompas/adhi ksp
   [BUTTON]
   Pekanbaru, Kompas
   
   Pekanbaru (Riau) dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir ini
   kembali diselimuti asap, menyusul hujan yang tidak turun sejak tiga
   pekan lalu. Langit kelihatan memutih penuh awan kering, sehingga
   cahaya matahari sulit tembus ke bumi. Situasi sebaliknya terjadi di
   Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Setelah tiga pekan terakhir
   kabut asap dari kebakaran lahan perkebunan dan hutan menyelimuti
   Palangkaraya, Minggu (17/9) sore kemarin hujan deras disertai angin
   berhembus kencang, membuat cuaca di atas Palangkaraya bersih dari
   kabut asap dan debu tanah.
   
   Di Pekanbaru, selimut asap paling terasa pada dini hari sampai pagi.
   Beberapa pengendera sepeda motor di pusat kota Pekanbaru sejak hari
   Sabtu sudah mulai menggunakan masker. Indeks keadaan cuaca yang
   terletak di Jalan Sudirman menunjukkan, kondisinya dalam kategori
   sedang, padahal pekan lalu masih menunjuk kategori baik.
   
   Keterangan yang dihimpun Kompas menyebutkan, asap tersebut
   setidak-tidaknya berasal dari pembakaran lahan, Sebab, cuaca cukup
   kering dalam tiga pekan terakhir menyebabkan banyak usaha pembakaran
   dilakukan. "Mungkin penggarap lahan berpikir, mumpung sekarang sedang
   panas sehingga pembakaran harus cepat dilakukan. Apa lagi dalam
   sebulan mendatang diperkirakan sudah masuk musim hujan," kata sumber
   Kompas di Kantor Gubernur Riau.
   
   Pembakaran lahan tersebut dapat dipandang dengan mata telanjang, di
   antaranya di sepanjang kiri-kanan ruas jalan utama Pekanbaru-Jambi.
   Begitu juga pada beberapa kawasan di Kabupaten Rokanhulu, Pelalawan,
   dan Bengkalis. Kepala Kanwil Kehutanan dan Perkebunan Riau Ir Darminto
   S hingga kini belum berhasil dihubungi untuk dimintakan komentarnya
   soal maraknya pembakaran lahan tersebut.
   
   Hujan di Palangkaraya
   
   Kendati hujan deras disertai angin yang berhembus kencang di
   Palangkaraya hari Minggu sore kemarin hanya berlangsung sekitar 30
   menit, yakni mulai pukul 16.20 hingga 16.45 waktu setempat, namun
   kabut asap dan debu tanah yang sudah menyungkup kota ini sejak tiga
   minggu terakhir disapu habis. Bahkan sebelumnya, akibat kabut asap itu
   enam bandar udara di kawasan ini sempat dinyatakan berstatus Siaga I.
   
   Gubernur Kalteng Asmawi Agani melalui juru bicaranya Harun Al Rasyid
   mengatakan, sebelumnya gubernur sudah mengeluarkan instruksi kepada
   bupati/wali kota agar segera membuat satuan koordinasi pelaksana
   (Satkorlak) pemadaman kebakaran belukar maupun hutan. Menurut
   pantauan, lokasi kebakaran hutan banyak ditemui di sekitar
   Palangkaraya, namun hingga sejauh ini belum terlihat upaya
   pemadamannya, sedangkan kawasan yang terbakar semakin luas.
   
   Terhadap makin maraknya aktivitas pembakaran lahan, sehari seblum
   hujan deras terjadi Wali Kota Palangkaraya Salundik Gohong membuat
   instruksi khusus kepada warga Palangkararaya. Salundik minta agar
   kegiatan pembakaran dalam bentuk apa pun harus dihentikan, baik di
   perkarangan rumah, kapling, maupun belukar.
   
   Pejabat Rektor Universitas Palangkaraya (Unpar) Napa J Awat yang
   dimintai pendapatnya mengatakan, kebakaran belukar dan hutan yang
   berdampak terhadap kualitas udara di Kalteng merupakan hal rutin di
   musim kemarau. Karena, tingkat kesadaran masyarakatnya masih belum
   memadai, sementara peraturan daerah tentang pembakaran lahan dan hutan
   sampai sekarang belum berfungsi.
   
   "Dalam kasus pembakaran hutan pemerintah seharusnya bertindak tegas,
   karena aturan untuk itu sudah tersedia. Kalau negara tetangga sudah
   ribut pemerintah baru kasak-kusuk, sehingga upaya pemerintah sia-sia,"
   ujarnya. (ti/aji)
     
*****************
Check out the now active INDONESIA-DOCS and INDONESIA-POLICY lists
available from Indonesia Publications' homepage: http://www.indopubs.com
*****************