[INDONESIA-NEWS] MEDIA - GD: Ada Riak Kecil yang tidak Berarti

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Thu Oct 19 2000 - 18:58:12 EDT


http://www.mediaindo.co.id/cetak/news.asp?id=2000102000414472

   Satu Tahun Pemerintahan Gus Dur. Ada Riak Kecil yang tidak Berarti
   Media Indonesia - Berita Utama (20/10/2000 00:41 WIB)
   SEOUL (Media): Hari ini genap satu tahun pemerintahan Presiden
   Abdurrahman Wahid. Presiden ke-4 RI yang akrab disapa Gus Dur itu
   memperingati satu tahun pemerintahannya ketika sedang menghadiri
   pertemuan ASEM di Seoul, Korea Selatan.
   
   Kepada masyarakat Indonesia di Korea Selatan, lapor wartawan Media
   Hotma Siregar dari Seoul tadi malam, Gus Dur bercerita tentang satu
   tahun masa pemerintahannya. Kondisi satu tahun masa pemerintahannya,
   kata Presiden Abdurrahman Wahid di depan warga Indonesia di Korea
   Selatan yang memadati aula Wisma KBRI Seoul, kemarin, tetap baik.
   Namun Presiden mengakui selama satu tahun itu, ada ``riak-riak kecil
   yang tidak berarti apa-apa`` yang terjadi di sejumlah daerah. Di sisi
   lain, investor asing tetap masuk ke Indonesia.
   
   Abdurrahman Wahid ditetapkan menjadi Presiden pada Sidang Umum MPR
   melalui Ketetapan MPR No.VII/1999 tertanggal 20 Oktober.
   
   Pada pertemuan di Seoul, Korsel, yang didampingi Menlu Alwi Shihab dan
   Menperindag Luhut Pandjaitan itu, Presiden Gus Dur mengatakan dia
   perlu memberi penjelasan-penjelasan mengenai kondisi Tanah Air yang
   relatif baik untuk mengimbangi pemberitaan media asing yang cenderung
   melukiskan kondisi Indonesia secara buruk.
   
   Kepala Negara juga menjelaskan mengenai kasus terbunuhnya tiga pekerja
   lembaga kemanusiaan PBB (UNHCR) di Atambua September lalu, yang
   kemudian mendorong Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi No. 1319.
   Menurut Presiden, Menlu Alwi Shihab telah mempersiapkan undangan untuk
   wakil negara-negara yang duduk di DK-PBB untuk mengunjungi Atambua.
   
   Presiden menceritakan banyak usaha yang dilakukan pemerintah selama
   satu tahun ini untuk membawa bangsa ini keluar dari krisis ekonomi dan
   politik yang berkepanjangan. Ide yang dikembangkan bersamaan dengan
   itu adalah pentingnya otonomi daerah dan penciptaan infrastruktur baru
   untuk menopang pembangunan ekonomi nasional.
   
   Pada bagian lain Presiden mengatakan aparat hukum yang ragu-ragu dalam
   bertindak akan diganti dan diharap dengan demikian terjadi perubahan
   mendasar di dalam perbaikan situasi di dalam negeri.
   
   Presiden juga menanggapi pergantian sejumlah perwira tinggi di jajaran
   Kepolisian Republik Indonesia, baru-baru ini. ``Tadi saya dengar dari
   Pak Susilo Bambang Yudhoyono, telah terjadi serah terima beberapa
   kapolda di antaranya Kapolda Metro Jaya,`` kata Presiden.
   
   Menurut Presiden, ia telah memperoleh informasi bahwa telah
   berlangsung pelantikan Kapolda Metro Jaya yang baru Inspektur Jenderal
   Moelyono. ``Orangnya sangat keras dan sangat jujur. Pergantian
   terus-menerus di lingkungan keamanan dan TNI akan menambah kelancaran
   upaya menegakkan kedaulatan hukum,`` kata Gus Dur.
   
   Presiden juga memperoleh informasi bahwa terjadi pergantian Wakapolda
   menjadi Kapolda di Jatim. Wakapolda Jatim Edy Karnadi, kata Presiden,
   sangat jujur dan sangat berani. Sewaktu menjadi Kapolwil di Bogor, ia
   membubarkan sekolah orang-orang garis keras.(P-1

*****************
Check out the now active INDONESIA-DOCS and INDONESIA-POLICY lists
available from Indonesia Publications' homepage: http://www.indopubs.com
*****************