[INDONESIA-L] DUTA - Analisa Perang RI vs Australia

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Sun Oct 22 2000 - 14:38:15 EDT


Date: Sun, 22 Oct 2000 08:29:47 -0700 (PDT)
From: duta kresna <dutakrisna@yahoo.com>
Subject: Analisa Perang RI Vs Australia
To: apakabar@saltmine.radix.net

     Ini adalah analisa terhadap skenario fiksi,
tetapi tidak menutup kemungkina bisa benar, sebagian
benar, sebagian kecil benar, dan tidak benar sama
sekali.

I.Prolog.

     Australia bertambah serakah dan jahat saja
rupanya. Yang lalu mereka menekan Indonesia lewat
issue HAM di Tim-Tim, yang sebagai sebuah negara
bajingan, karena memang keturunan dari bajingan yang
dibuang di situ, mereka minta konsesi pembagian
explorasi minyak di Tim-Tim. Sementara itu, ABRI terus
memprovokasi rakyat Tim-Tim supaya memberontak kepada
Indonesia, sehingga ABRI tetap "Dirindukan"
kehadirannya oleh rakyat RI, dan anggaran perang terus
saja membengkak bersama yang bisa dikorupsi. Akhirnya
semua dapat win-win solution, Australia dapat bagian
Celah Timor, ABRI dapat "pemberontakan di Tim-Tim
jalan terus".

     Indonesia jatuh dihantam negara kapitalis dengan
senjata krisis moneter. Australia kumat sifat
bajingannya, ngiler ingin mencaplok Tim-Tim. Seperti
nenek moyang mereka yang mengibarkan bendera bergambar
tengkorak di kapalnya, amphibi mereka terlihat
melakukan manuver di perairan RI dengan bendera PBB.
Setelah nama ABRI bobrok karena tidak mampu menjaga
Jakarta yang rusuh 13 Mei 98, ABRI ngotot bercokol di
TIM-Tim, sekaligus mempertahankan posisi politik dan
rejekinya di lahan tersebut.

     Habibie, si "Mad Genius(?)", masih perlu jadi
presiden untuk melindungi KKN rejim orbanya. Dia mau
melepas Tim-Tim dengan posisi negosiasi dengan para
kapitalis untuk tetap jadi presiden. Jika Tim-Tim
lepas, kapitalis bersorak, karena RI akan pecah, lebih
mudah diatur dan diexploitasi segala kekayaannya.
Akhirnya Tim-Tim lepas dari RI. Dengan ini Aussie
ancang-ancang, dengan bungkus PBB, untuk mengadakan
referendum lagi di TIM-Tim. Pilihan referendum:
1.Tim-tim merdeka (Tidak laku, karena secara skala
ekonomi dan kependudukan, Tim-tim tidak layak
merdeka). 2.Tim-Tim ikut RI (Tidak laku, trauma oleh
kekejaman ABRI). 3. Tim Tim ikut AUssie (Ini yang
paling laris, karena Ramos Horta dan Xanana Gusmau
paling suka menjilat pantat bule. Mereka juga hadir
waktu penyerahan Macao dari penjajah Portugal kepada
RRC yang gagah. Tanpa malu-malu, bahwa mereka sangat
suka dijajah Portugal, yang seharusnya mereka tahu
malu bercermin dari RRC). Di sinilah Habibie buta,
tidak melihat pengorbanan TNI, bukankah mereka
sekarang ingin mempertahankan Tim-tim.

     Perusahaan-perusahaan tambang di Aussie ngiler
terus melihat kandungan tambang RI. Mereka mau
mengeruk kekayaan itu secara sangat lebih murah.
Sekarang mereka harus bayar pajak RI, hasil bagi dll.
Mengapa tidak menyerbu RI saja yang sedang sakit
berat? Mereka terus melobi pemerintahan yang dipimpin
oleh kakek kerdil yang beracun dan jahat, siapa lagi
kalau bukan John Howard si perdana menteri. Akhirnya
lulus, mereka mengambil kebijakan top secreat, serbu
dan duduki RI.

II.Aussie Melakukan Persiapan Penyerbuan.

     Aussie terus memojokkan RI lewat issue-issue HAM
dll untuk mendapat legalitas menyerbu RI. Para negara
kapitalis merestui penyerbuan ini, dengan harapan jika
Aussie menyerbu dan mendudui RI, kemudian mengangkat
pemerintahan boneka, investasinya tidak dikorup
besar-besaran oleh pejabat seperti Soeharto dulu.
Sementara itu, TNI terus saja tidak mau mereformasi
diri, dan sayang kena embargo senjata dari para negara
kapitalis. Musuh terus memprovokasi bahwa RI biadab,
malah dagelan mau mengadili jendral RI, sebuah negara
berdaulat, di USA.

     Aussie diam-diam terus menyelundupkan senjata
masuk ke RI. Ini tidak sulit karena agen rahasia
mereka telah mengakar di RI. Curtis, sutradara film no
1 di TV Australia itu, yang membuat film tentang RI
"Riding The Tiger" secara efektif melakukan kegiatan
intel karena hinggap di ketiak gusdur di Istana
Negara. Militer Aussie terus berlatih dan mematangkan
persiapan penyerbuan secara rahasia. Tentaranya terus
mengalir menyusup ke RI sebagai turis, paling banyak
di Bali dan surabaya, konsentrasi mereka sangat pekat.

III.Hari Mulai Penyerbuan.

     Unsur kejutan memenangkan Jepang melumpuhkan
Pearl Harbour yang merupakan benteng Armada Perang
USA. Ini yang ditiru Aussie dalam menyerbu RI. Lewat
radio frekwensi rahasia, dan sandi rahasia, penyerbuan
Aussie kepada RI diumumkan oleh dedongkot iblis John
Howard. Para tentara Aussie yang menyamar dan tinggal
di Bali, segera pergi ke Konsulat mereka mengabil
senjata. Cepat mereka merebut pos-pos TNI. TNI
terkejut dan tak berdaya, hanya bisa mengirim berita
radio dengan susah payah, karena frekwensinya di-jam,
minta bala bantuan dari markas AL di Surabaya. Belum
bantuan datang, mereka sudah terjepit dan menyerah.
Tentar RI yang tidak profesional, hanya pandai
berpolitik dan KKN, tak mampu menghadapi pasukan
kejutan AUssie ini, bahkan mendengar tembakan pun
mereka banyak yang menangis ingat anak dan istri.
Pantai di Bali segera terbuka, dan kapal-kapal Aussie
mendarat tanpa perlawanan di Bali, siap mengancam
SUrabaya dan Banyuwangi.

     Dari Yogya, para tentara Aussie yang berkedok
turis, segera menyerbu madiun dan merusak lapangan
terbang dan markas Angkatan Udara RI. Pasukan ini
mampu dihalau oleh AU yang dibantu AD, tapi pesawat
banyak yang rusak, landasan airport pun sudah tak bisa
digunakan. Setelah mendengar berita ini, AU AUssie
terbang masuk wilayah RI tanpa banyak perlawanan.
Mereka membombardir markas AL di Surabaya, dan juga
pos-pos AD di Jawa Timur. Kapal Aussie terus mengalir
ke Bali dengan muatan yang sarat personil dan
peralatan perang, siap mendarat di Surabaya dan
Banywangi.

     Untuk membuat RI keder, beberapa pesawat Aussie
membom Jakarta. Kepanikan menjalar di mana-mana di RI.
Seperti biasa, karena sudah menjadi kebiasaan Amien
Rais menyalah-nyalahkan Gus Dur sambil terus terobsesi
jadi Presiden RI, Amien meyalah-nyalahkan pemerintah.
Akbar Tanjung lebih smart, menyuruh Golkar siap-siap
Sidang Istimewa MPR dan merebut kekuasaan dari Gus
Dur.

     Sementara itu, Gus Dur terkejut. Sebentar
kemudian menerima kedatangan Megawati. Mereka sepakat
memanggil Panglima TNI, Kasad, Kasal, Kasau, dan
Kapolri. Mengetahui dirinya dibutuhkan, TNI bersorak,
posisi politiknya amat kuat. Akhirnya tanpa membuat
kerusuhan malah kerusuhan datang sendiri dari Aussie.
Ketika bertemu GusDur, mereka minta berkuasa penuh dan
darurat militer, dan jika diteken GusDur mereka akan
melawan musuh. GusDur menolak meneken, rapat bubar
tanpa ada kejelasan, tetapi surat perintah GusDur
tetap diberikan kepada petinggi TNI untuk melawan
musuh. TNI di lini bawah heran, musuh sudah di depan
mata, tidak ada perintah counter attack. Sebagian dari
mereka menerima telpon dari orang tua mereka, yang
dari golongan borjuis, maklum masuk sekolah akademi
militer saja bayar sogokan yang mahal, mereka disuruh
menanggalkan seragam, berpakaian sipil dan lari ke
luar negeri, takut nyawa mereka melayang disambar
peluru Aussie.

     Setelah pos-pos militer RI porak poranda,
kapal-kapal Aussie mendarat di pelabuhan Surabaya dan
Banyuwangi, memuntahkan prajurit dan peralatan militer
yang banyak tak terhitung jumlahnya. Kalangan TNI di
bawah mengambil inisiatif setelah menunggu perintah
dari kepala staf angkatan tak kunjung datang. Mereka
dengan gigih melawan tentara AUssie. Terjadi perang
yang seru. Tetapi akhirnya TNI terdesak dan mundur ke
Jateng. Di Madiun mereka di hadang tentara AUssie,
tapi akhirnya lolos masuk Jawa Tengah. Sayang mereka
mendapatkan Pos-pos militer TNI sudah banyak yang di
bom dan lumpuh, gudang-gudang amunisi telah diledakkan
lawan. Dengan demikian Ja-Tim telah jatuh ketangan
AUssie dengan mudah, dalam tempo 3 hari.

4.RI Tambah Terdesak.

     Melihat RI kacau, tokoh-tokoh daerah mulai
mengambil kesimpulan bahwa telah tiba saatnya mereka
memproklamirkan diri sebagai raja-raja kecil di
daerahnya. Issue separatisme yang telah matang
membodohi rakyat daerah, segera terlihat kegunaannya.
Aceh, Irian, Riau, Banten, iramasuka segera
memproklamirkan kemerdekaannya. Marwah Daud Ibrahim
pagi-pagi dandan cantik dan menemui Akbar Tanjung
untuk minta menyerahkan tampuk kekuasaan Golkar dengan
imbalan suaka politik di Malaysia yang telah
dirangkulnya lewat issue-issue rumpun Melayu.

     Telex, FAX, Email, berita radio mengalir deras ke
meja kepala staf angkatan perang. Isinya sama, minta
petunjuk dan perintah yang jelas. Mega dan GusDur juga
terus mendesak TNI agar segera action menghalau musuh.
Akhirnya TNI baru sadar, dia memang tidak boleh ikut
percaturan politik. Para jendral segera rapat dan
memimpin perlawanan terhadap tentara AUssie. Terjadi
pertempuran seru antara TNI dan tentara Aussie.
Setelah bertempur 21 hari, cadangan TNI tinggal tipis,
akhirnya mereka meninggalkan kota-kota dan masuk hutan
pegunungan bergerilya. Mereka berpelukan dengan rakyat
dan menangis karena martabatnya makin jatuh saja.
Menyesal kemudian tak berguna, memang.

     Yang mengherankan, USA dan konco-konconya segera
mengakui negara-negara daerah separatis RI. RRC yang
diharap mampu mengimbangi USA, tak berdaya, malah
menetek di susu montok Madonna supaya masuk WTO.
Jakarta akhirnya jatuh, GusDur dan Mega dipaksa
meneken surat menyerah. Dengan restu USA dan
konco-konconya, Amien Rais diangkat jadi presiden dari
sebuah regim boneka.

Salam nasional RI,
Dutakrisna.

----- End of forwarded message from duta kresna -----

---
Email all postings in plain text (ascii) to apakabar@radix.net
INDONESIA-L - <http://www.indopubs.com/archives>
INDONESIA-NEWS - <http://www.indopubs.com/parchives>
INDONESIA-VIEWS - <http://www.indopubs.com/varchives>
INDONESIA-POLICY - <http://www.indopubs.com/tarchives>
INDONESIA-DOCS - <http://www.indopubs.com/darchives>
SEARCH CURRENT POSTINGS - <http://www.indopubs.com/search.html>
SEARCH YEAR 2000 POSTINGS - <http://basisdata.esosoft.net>
SEARCH 1990-1999 POSTINGS - <http://basisdata.esosoft.net/search-all.html>
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---