[INDONESIA-NEWS] KMP - Pemerintah Mulai Terlibat Pemulangan TKI dari Malaysia

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Fri Dec 29 2000 - 17:24:22 EST


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0012/30/ekonomi/peme09.htm

>Sabtu, 30 Desember 2000
   Pemerintah Mulai Terlibat Pemulangan TKI dari Malaysia
   Batam, Kompas
   
   Pemerintah Indonesia mulai terlibat secara langsung dalam pemulangan
   tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ditahan sebagai pendatang asing
   tanpa izin di Malaysia. Deportasi ini sesuai kesepakatan yang dicapai
   pada saat Presiden Abdurrahman Wahid bertemu dengan Perdana Menteri
   Malaysia Mahathir Mohamad di Langkawi bulan Oktober lalu.Hal tersebut
   diketahui dari press release yang diterima Kompas, Jumat (29/12), dari
   Konsulat RI Johor Bahru, Malaysia. Biaya deportasi ditanggung bersama
   kedua negara. Pemulangan satu orang TKI memakan biaya 208 ringgit
   Malaysia (RM), sehingga kedua pemerintah menanggung masing-ma-
   sing 104 RM.
   
   Pemulangan perdana yang ditanggung pemerintah, dilaksanakan pada 25
   Desember sebanyak 1.200 TKI menggunakan KRI Tanjung Kambani milik TNI
   AL. Para TKI diberangkatkan dari Pelabuhan Pasir Gudang, Johor, dengan
   tujuan Surabaya.
   
   Tercatat dari 1.200 TKI tersebut, 1.000 orang di antaranya berasal
   dari tahanan Imigrasi Pekan Nanas, Johor Bahru, sementara 200 orang
   lainnya berasal dari tahanan imigrasi Lengging, Negeri Sembilan.
   Sebagian besar dari TKI yang dipulangkan berasal dari Pulau Jawa.
   
   Pemulangan TKI ini ditandai dengan penyerahan 1.200 orang TKI dari
   Pemerintah Malaysia yang diwakili Direktur Jenderal Imigrasi Datuk
   Aseh Che Mat kepada Konsul RI di Johor Bahru, Eda Makmur. Kedua
   pejabat ini juga menyempatkan melihat keadaan para TKI di Dermaga 9
   Pelabuhan Pasir Gudang, Johor.
   
   Ke Jawa Timur
   
   Sementara itu, dari Surabaya dilaporkan, sebanyak 1.203 tenaga kerja
   Indonesia (TKI) ilegal yang bekerja di Johor Malaysia dipulangkan ke
   Jawa Timur. Seluruh TKI tersebut dipulangkan dengan KRI Teluk
   Kambani-971 dan merapat di Dermaga Gapurasurya, Tanjungperak,
   Surabaya.
   
   Komandan KRI Teluk Kambani Letkol Laut RM Harahap, mengatakan,
   sebagian besar TKI ilegal itu mengaku berasal dari Jawa Timur. Mereka
   berlayar selama tiga hari dua malam dari Pasir Udang, Malaysia.
   Menurut Harahap, sebagian besar TKI dalam keadaan sehat pada saat
   dibawa pulang. Namun, ada empat orang yang sakit dalam perjalanan.
   
   Lebih lanjut Harahap mengatakan, KRI Teluk Kambani yang mengangkut TKI
   ilegal tersebut merapat ke Dermaga Gapurasurya, Tanjungperak,
   Surabaya, pada hari Kamis pukul 09.00. "Karena masih dalam suasana
   Lebaran, maka kami baru bisa merapat pada hari kedua Lebaran," ujar
   Harahap.
   
   "Pada saat pengangkutan TKI ilegal itu tidak terjadi masalah yang
   berarti," lanjut Harahap. Ia menambahkan, para TKI mudah diatur dan
   bisa bekerja sama dengan awak kapal sehingga memperlancar pengangkutan
   ke tempat tujuan.
   
   Staf Dinas Penerangan TNI-AL, Lettu Laut I Putu Sara, menambahkan,
   seluruh TKI ilegal tersebut ditangkap Dinas Imigrasi Malaysia.
   Kebanyakan mereka tidak memiliki surat-surat resmi untuk masuk dan
   bekerja di Malaysia.
   
   Para TKI itu kemudian diserahkan kepada Kedutaan Besar RI (KBRI) di
   Malaysia. Mereka langsung diperiksa dan didata oleh KBRI dan Konsulat
   Jenderal RI (Konjen RI). "Pada saat diperiksa itulah mereka mengaku
   berasal dari Jawa Timur. Ada juga sebagian yang mengaku berasal dari
   Nusa Tenggara Barat," kata Putu.
   
   Putu mengatakan, setelah merapat, TKI ilegal itu diserahkan kepada
   Kepala Sie Perlindungan dan Evaluasi TKI Provinsi Jawa Timur untuk
   dipulangkan ke daerahnya masing-masing.
   
   Pada saat diserahkan, lanjut Putu, para TKI malah minta diantar ke
   Batam dan Dumai. Alasannya, mereka mengaku bukan berasal dari Jawa
   Timur melainkan dari kedua daerah tersebut. Namun, permintaan tersebut
   ditolak karena dicurigai mereka akan masuk kembali ke Malaysia melalui
   Batam dan Dumai. (p06/boy)