[INDONESIA-NEWS] [Masariku]BERITA HARIAN UMUM SIWALIMA EDISI: RABU, 3 JANUARI 2001

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Thu Jan 04 2001 - 11:57:12 EST


BERITA HARIAN UMUM SIWALIMA
EDISI: RABU, 3 JANUARI 2001

DIKIRIM OLEH:
IZAAC TULALESSY
WARTAWAN HARIAN UMUM SIWALIMA

Front Kedaulatan Maluku bukan Separatis RMS
Ambon, Siwalima
Front Kedaulatan Maluku (FKM) yang dideklarasikan pada
18 Desember lalu adalah lembaga untuk memperjuangkan
kedau-latan rakyat Maluku. Ia bukanlah jelmaan
Republik Maluku Se-latan (RMS), namun melakukan apa
yang pernah diperjuangkan RMS. Demikian penjelasan
Ketua Eksekutif FKM, dr. Alex Manu-putty, usai bertemu
Kapolda Maluku, Brigjen Pol Firman Gani, di Mapolda
Maluku, Sabtu (30/12) lalu.
Dalam hal ini Manuputty me-negaskan, bahwa FKM tidak
sa-ma dengan organisasi RMS. "FKM tidak sama dengan
RMS tetapi memperjuangkan kedau-latan rakyat Maluku
seperti yang pernah diperjuangkan oleh RMS," kata Alex
Manuputty yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal
FKM, Hengky Manu-hutu SH. Namun demikian Ma-nu-putty,
menegaskan bahwa FKM bukanlah gerakan sep-a-ratis.
Menurut Manupptu, sum-bang-sih rakyat Maluku dan
sum-ber daya alamnya selama 50 ta-hun kepda Republik
Indonesia sudah cukup. "Oleh karena itu, rakyat Maluku
sudah tidak layak lagi berada di dalam negara
Re-publik Indonesia," tegas Manu-putty sambil
mengingatkan hal ini sesuai dengan Piagam HAM PBB.
FKM bertujuan mengem-bali-kan harkat dan martabat
rakyat Maluku, yang selama dua tahun terkahir ini
hilang ditelan konflik dimana tidak ada upaya
pemerin-tah untuk menyelesaikannya. "Saya lihat selama
ini rakyat Ma-luku tidak lagi mempunyai harkat dan
martabat," katanya. Karena itu FKM tidak membedakan
go-longan masyarakat, dan meman-dang semua masyarakat
Maluku sama. "Masyarakat Maluku sa-ma-sama menderita
akibat perti-kaian ini," ujarnya.
Manuputty mengharapkan ma-syarakat Maluku, baik yang
beragama Islam maupun Kristen sadar akan perbuatan
yang dila-kukan selama ini dan segeralah menghentikan
pertikaian. "Sudah saatnya kita hidup damai, sebab
selama ini kita bagaikan ayam yang selalu diadu," kata
Manu-putty.
Manuputty juga membantah anggapan bahwa FKM tidak
men-dapat dukungan dari masya-rakat Maluku.
"Sebenarnya se-luruh rakyat Maluku mendukung upaya
yang dilakukan oleh FKM. Namun mereka takut agresi
mili-ter maupun tekanan yang dila-kukan oleh
pemerintah maupun elit-elit politik tertentu yang
mem-buat provokasi bahwa FKM merupakan gerakan
separatis," jelasnya.
Menyinggung materi pembi-caraannya dengan Kapolda
Maluku, Manuputty mengatakan pertemuan tersebut
dimaksud-kan untuk menjelaskan secara detail maksud,
tujuan serta ke-beradaan FKM. "Kita juga mem-bicarakan
solusi bersama yang dapat diterapkan guna
menye-lesaikan konflik di Maluku," ka-tanya.
Sementara itu, Kapolda Ma-lu-ku Brigjen Pol Firman
Gani me-ngatakan, bahwa pendeklara-sikan FKM merupakan
suatu bentuk tekanan dari masyarakat kepada pemerintah
agar serius dalam memperhatikan nasib rakyat Maluku.
Menurut Firman dirinya mengundang pimpinan FKM ke
Mapolda Maluku guna mendengar secara langsung maksud,
tujuan serta keberadaan FKM. "Sekaligus sebagai
klarifikasi informasi yang beredar di masyarakat bahwa
FKM me-rupakan bagian dari RMS," ka-tanya.
Kapolda Firman Gani mendu-kung saja tujuan dan
keberadaan FKM, sebagaimana dijelaskan oleh Pimpinan
Eksekutif FKM, dr Alex H Manuputty kepada diri-nya.
Menurut Firman Gani, Ma-nu-putty mengatakan, bahwa
ber-dirinya FKM merupakan bentuk tekanan terhadap
pemerintah pu-sat maupun pemerintah daerah Maluku agar
jangan membiarkan konflik Maluku terus berlarut-larut.

"Dari pertemuan tersebut saya menyimpulkan bahwa
masyara-kat sudah bosan dengan perti-kaian demi
pertikaian, sehingga mereka mencari jalan keluar
un-tuk membuat tekanan agar diper-hatikan oleh
negara," katanya. Me-nurut Firman Gani, hasil
per-temuan dengan pimpinan FKM tersebut, menurut telah
dilapor-kan kepada Kapolri, Jenderal Pol S Bimantoro.
(lai/tin)

Kasus Kesui, Sikap PDS Jangan Sebatas Bahasa Politik

Ambon,Siwalima
Kasus Islamisasi yang terjadi di Kesui dan Teor
beberapa waktu lalu, merupakan tamparan telak yang
mencoreng citra dan martabat Penguasa Darurat Sipil
Maluku. Karena itu, kasus yang kini menyita perhatian
dunia internasional itu, harus segera ditangani PDS
secara objektif.
"Saya mau katakan kasus Islamisasi secara paksa
terhadap masyarakat Kristen di Kesui, hen-daknya oleh
PDS jangan hanya sebatas bahasa-bahasa politik tetapi
lebih dari pada itu harus tegas dalam bertindak,"
ungkap Ketua GMKI Cabang Ambon, Victor Palijama,
kepada Siwalima, di Ambon,
Menurut Palijama dalam me-nyikapi kasus pelanggaran
HAM terberat di Kesui, Gu-ber-nur
Selaku PDS hendaknya punya langkah konkrit kearah
penye-lesaian masalah tersebut sehing-ga tudingan
miring bahwa Gu-bernur sangat lamban dan tidak tegas
bisa dieliminir.
Persoalan di Kesui, kata dia, me-s-tinya bisa
diminimalisir ter-hadap kelompok Islam. sehingga kita
jelas tahu kelompok Islam ma-na yang melakukan
pemaksaan terhadap warga Kesui itu. Apa-kah kelompok
Islam Maluku atau kelompok Islam dari luar Ma-luku?.
Ya. "Ini yang perlu diusut dan diproses secara hukum.
Jangan cuma langkah penyelesaiannya sebatas tindakan
evakuasi. Se-bab saya takutkan jangan sampai ketika
masyarakat Kristen setelah dievakuasi lantas selesai
tanpa ada proses hukum terhadap pe-laku-pelaku
pemaksaan yang tidak berperikemanusiaan itu," ujar
Palijama.
Menyinggung peran KPMM dalam menyikapi kasus-kasus
pelanggaran HAM di Maluku termasuk kasus Kesui,
Palijama mengakui lembaga ini indepen-den, namun harus
jujur saya katakan bahwa dalam prakteknya lembaga ini
berada di bawah ke-kuasaan pemerintah.
Ya, "Karena lembaga ini di-bentuk oleh pemerintah
sehing-ga kebijakan-kebijakan yang dilakukan pun
kemungkinan te-rikat dengan kebijakan-kebijakan
pemerintah. Karena itu menurut saya beberapa LSM jauh
lebih independen dari lembaga ini," tegasnya, tenang.
Selama ini, kata Palijama, usu-lan-usulan atau
upaya-upaya yang dilakukan oleh KPMM da-lam melihat
pelanggaran HAM tidak transparan.
Namun, itulah kenyataan yang harus diterima. Kendati
demi-kian, sebagai ma-syarakat kita tetap masih
mena-ruh harapan ke-pada lembaga ini untuk
menye-lesaikan kasus-kasus pelang-garan HAM yang
terjadi di Ma-luku, terutama kasus Islamisasi secara
paksa terhadap masya-rakat Kristen di Kesui dan Teor
yang merupakan pelang-garan HAM terberat ini.(lis)
Rekonsiliasi dan Rehabilitasi Sasaran Utama

Ambon, Siwalima
Memasuki tahun 2001 Peme-rin-tah Daerah (Pemda) Maluku
mencatat masih banyak sektor pembangunan yang harus
di-be-nahi terutama menyangkut kese-jahteraan
masyarakat.
"Sasaran utamanya diarahkan pada rekonsiliasi dan
rehabilitasi perumahan maupun pembangu-nan barak bagi
para pengungsi," jelas Wakil Gubernur Maluku, Dra
Paula B Renyaan kepada pers, seusai mengikuti Upacara
Peringatan mengenang wafatnya Pahlawan Nasional,
Christina Martha Tiahahu yang ke-183, yang dipusatkan
di Monumen Christina Martha Tiahahu, Ka-rang Panjang,
Selasa (2/1/2001).
Namun yang yang terpenting adalah rekonsiliasi, sebab
jika masyarakat Maluku telah bersatu kembali maka
pembangunan ter-sebut mudah untuk dilaksana-kan.
Ditambahkannya, situasi dan kondisi Kota Ambon yang
relatif aman serta terkendali saat pera-yaan Natal 25
Desember dan Le-baran 27 Desember yang lalu,
hen-daknya dijadikan momentum re-konsiliasi guna
mewujudkan per-damaian yang abadi di daerah ini.
"Saya percaya masyarakat Ma-luku berkeingian besar
untuk segera menyelesaikan konflik yang sangat
merugikan masya-rakat di daeerah ini," katanya
Menurut Renyaan, di Tahun 2001 ini, Pemda Maluku
meren-canakan membangun kembali 5.000 unit rumah bagi
masyarakat korban kerusuhan.
"5.000 unit rumah tersebut se-benarnya dialokasikan
tahun 20001 namun karena situasi dan kondisi keamanan
tak memung-kinkan maka belum keseluruhan rumah
dibangun," jelasnya.
Sementara itu selama kerusu-han di Propinsi Maluku
berlang-sung jum-lah pengungsi yang tercatat di Posko
Darurat Sipil Daerah Maluku, seperti yang per-nah
dilansir Siwalima seba-nyak 248. 450 jiwa atau sekitar
48.894 Ke-pala Keluarga (KK).
Para pengungsi tersebut ter-sebar di seluruh
Kabupaten/Kota di Propinsi Maluku. Untuk Kota Ambon
jumlah pengung-si sebanyak 108.640 jiwa atau 16. 750
KK, Kabupaten Maluku Te-ngah sebanyak 86.146 jiwa atau
16.024 KK, Kabupaten Maluku Tenggara sebanyak 34.945
jiwa atau 6.804 KK, Kabupaten Pulau Buru sebanyak
10.317 jiwa atau 1.680 KK, Kabupaten Maluku Teng-gara
Barat sebanyak 8.402 jiwa atau 2.636 KK. Jumlah
kese-luru-han sebanyak 48.894 KK dan ter-banyak berada
di Kota Am-bon.Sementara rumah-rumah pen-duduk yang
terbakar selama ru-suh Maluku mulai periode I (19
Januari 1999 - 27 Juni 2000) dan pe-riode II (27 Juni
- Desember 2000), menurutnya sebanyak 16.398 unit
rumah terbakar, 1.011 orang meninggal dunia, 2.478
orang luka berat dan luka ringan. (lai)

Pergantian Tahun, Aparat Keamanan Sita 2.170 Butir
Amunisi
Ambon, Siwalima
Aparat keamanan yang me-lakukan penggeledahan di
ka-wasan Kebun Cengkeh dan Ahuru, Kecematan Sirimau,
Kota Ambon, Senin (1/1/2001) pukul 00.00 berhasil
menyita 2.170 butir amunisi dari berbagai kaliber.
"2.000 butir diantaranya me-rupakan amunisi pistol
kaliber 38 mm yang dimiliki oleh warga sipil di
kawasan tersebut. Yang mana pada sejumlah amunisi
tersebut tertera nomor register Log. 9/93, Nomor
Kontra KJB-001/GN/M/1992 tertanggal 31 Desember 1992,"
jelas Staf Penerengan Penguasa Darurat Sipil Daerah
Maluku, John Tomasoa, kepada Siwalima di Ambon, Senin
(1/1).
Tomasoa menambahkan bah-wa selain amunisi tersebut
di-atas, aparat keamanan juga ber-hasil menyita api
isyarat warna merah satu buah, amunisi senjata pistol
170 butir, senjata organik dua buah, senjata mesin
berat satu buah dengan nomor register 887465 US.NSP,
senjata rakitan laras panjang satu buah, bom rakitan
dua buah, senjata standar jenis Ruger dengan nomor
register 1322093 beserta amunisi-nya sebanyak sembilan
butir.
Penggeledahan ini menurut Tomasoa, dipimpin langsung
oleh Komandan Sektor Penga-manan Wilayah I yang
meliputi Pulau Ambon dan sekitarnya, Ko-lonel Inf. A
Siswanto. "Peng-geledahan ini dikhususkan un-tuk
mengamankan malam per-gan-tian Tahun di Ibukota
Pro-pinsi Maluku, terutama mence-gah terjadinya
hal-hal yang tidak diinginkan sehubungan dengan
merebaknya berbagai isu-isu akan terjadinya
penyerangan," jelas Tomasoa.
Ditegaskannya bahwa Penguasa Darurat Sipil Daerah
Maluku tidak akan kompromi dengan siapa saja yang
ingin me-ngacaukan situasi dan kondisi keamanan di
daerah ini. "Jadi ma-syarakat diharapkan untuk tidak
melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengacaukan
si-tuasi," tandasnya.
Ditambahkannya, situasi dan kondisi Kota Ambon yang
relatif aman serta terkendali saat pera-yaan Natal 25
Desember dan Le-baran 27 Desember yang lalu,
hen-daknya dijadikan momentum re-konsiliasi guna
mewujudkan per-damaian yang abadi di daerah ini.
Lebih lanjut, Tomasoa meng-akui aparat keamanan baik
dari TNI maupun Polri telah digelar untuk mengamankan
berbagai kemungkinan yang terjadi. Na-mun, idelanya
masyarakat yang memelihara situasi terken-dali.
"Semoga Ambon pada khu-sus-nya dan Maluku secara umum
tercipata keamanan yang sema-kin kondusif sehingga
memung-kinkan dilakukannya rekonsi-liasi," harapnya.
(lai/ana)

Soal Penyelesaian Konflik di Maluku
Uskup Mandagi Bosan Berbicara dengan Gus Dur

Ambon, Siwalima
Uskup Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC
menga-takan bahwa dirinya sudah bo-san untuk berbicara
dengan Pre-siden Abdurrahman Wahid ber-kaitan dengan
penyelesaian kon-flik di Maluku.
"Saya sebenarnya sudah bo-san berbicara dengan
Presiden Gus Dur, karena beliau sebenar-nya
berkeinginan baik namun bawahannya di lapangan yang
tak mampu menterjemahkan pe-rintah dan keinginan
beliau," ujar Uskup Mandagi kepada detik-com,
disela-sela Open House Keuskupan Amboina menyam-but
Tahun Baru, di Sekretariat Keuskupan Amboina, Senin
(1/1/2001).
Lebih lanjut Uskup Mandagi menjelaskan bahwa Keuskupan
 Diosis Amboina telah mengirim surat Seruan S.O.S (
Save Our Souls ) atau Selamatkan Jiwa Ka-mi kepada
Sekretaris Jen-deral PBB dan kepada para Kepala
ser-ta Duta Negara-Ne-gara Saha-bat RI di seluruh
Du-nia. Pengiri-man surat tersebut, setelah
me-ng-ikuti dan mengkaji dengan cermat konflik yang
telah ber-langsung selama satu tahun se-belas bulan,
sudah terbukti dan nampak dengan jelas ber-bagai
tindakan kekerasan dan pelang-garan HAM. Surat Seruan
S.O.S itu ditanda tangani oleh Uskup Mgr P C
Mandagi, MSC tertang-gal 19 Desember 2000.
Menurut Uskup Mandagi su-rat Seruan itu mengatakan,
bah-wa selama konflik berlangsung, telah terjadi amat
banyak pelang-garan hukum, hak asasi manusia ( HAM)
maupun hak sebagai warga negara Indonesia, yang
dilakukan oleh masyarakat mau-pun oleh aparatur
pemerintah ne--gara Republik Indonesia. "Te-lah
terjadi rupa-rupa tindak keke-rasan dan perbuatan
amoral serta kriminal seperti penga-niayaan,
pe-merkosaan, atau pe-lecehan seksual, pembantaian,
penjara-han, maupun pemusna-han harta benda, serta
pengusi-ran yang dilakukan oleh kelom-pok umat
beragama yang mayo-ritas terha-dap kelompok umat
beragama yang minoritas. Ke-ba-nyakan da-ri para
korban ada-lah rakyat jelata. orang yang mis-kin, yang
tidak berdaya dan tidak bersa-lah," jelasnya.
Uskup mandagi juga menilai, bahwa pemerintah pusat
mau-pun lokal bersama semua unsur aparatur negara
Republik Indo-nesia tidak sangup menyelesai-kan
konflik di Maluku. Peme-rintah Republik Indonesia
de-ngan segenap aparaturnya ter-nyata telah gagal
menjamin dan menegakkan hukum dan hak asasi manusia.
Karena tidak ada keseriusan dan konsistensi, tidak ada
kejujuran dan ketulusan. Telah terjadi pelecehan,
pelang-garan, penghancuran serta ke-lalaian dengan
seenaknya. Para pelaku kriminal, pelanggara hu-kum dan
HAM dibiarkan berke-liaran dan beraksi dengan
le-luasa. Yang berlaku adalah hu-kum rimba dan
kekerasan serta kebiadaban.
Oleh karena itu Uskup Man-dagi meminta, demi
kemanusiaan, serta penegakan martabat dan hak asasi
manusia, dan demi pe-negakan hukum untuk keterti-ban,
ketentraman, dan kesejah-teraan hidup manusia Maluku,
dengan tulus kami mohon perha-tian dan ulur tangan
komunitas internasional, untuk membantu pemerintah
Indonesia dalam menyelesaikan konflik di Maluku.
Secara khusus kami membutuh-kan dan memohon bantuan
un-tuk keamanan, penegakan hu-kum dan HAM, Ekonomi,
Agama dan Kebudayaan.
Dan kebutu-han yang sangat mendesak sekarang dan harus
 menjadi prioritas, adalah da-tangnya pa-sukan
keamanan in-ternasional serta orang peman-tau dan
inves-tigasi internasional dan inde-penden untuk
pene-gakan hu-kum dan HAM.
(lai/ana)

Pesan Gereja Tua, Jadikan Ambon Jerusalem Baru

Ambon, Siwalima
Konflik yang merobek tatanan hidup masyarakat Maluku
serta eksistensi kehidupan beragama semakin pilu
menyusul tewasnya puluhan ribu orang, ratusan ribu
orang kehilangan tempat tinggal dan harta benda dan
ratusan ribu lainnya terpaksa harus berada di
pengungsian, ratusan rumah ibadah dibakar, puluhan
negeri adat lenyap. Toh rumitnya per-soalan Maluku,
jemaat Tuhan selalu diingatkan menyikapi ke-rusuhan
dari sisi iman, serta le-bih mengedepankan pertobatan
kekal.
Ibadah akhir tahun 31 Desem-ber di gereja tua Soya,
Pdt Watti-mury, STh dalam khotbahnya mengajak umat
Tuhan, ikut me-rasakan penderitaan yang dialami sesama
umat Tuhan di berbagai tempat pengungsian. Ikut
mera-sakan penderitaan sesama berarti harus dimulai
dengan sebuah ke-hidupan yang benar-banar dari Allah.
Hidup untuk Kristus berarti bukan lagi hidup untuk
diri sen-diri, melainkan ikut membagi rasa dengan
sesama yang sedang di-rundung duka nestapa. Bila
se-mua orang telah hidup sesuai dengan sosok Yesus
Kristus, ma-ka Ambon bisa menjadi Jerusa-lem Baru,
luput dari berbagai kekerasan, penindasan,
kema-laratan serta kesombongan.
Menurut Pdt Wattimury, meski saat ini terdapat ribuan
orang hi-dup menderita, tidak bisa mera-yakan Natal
Kristus seperti se-diakala, namun kita terkesan masih
hidup untuk kita sendiri. Wattimury mengajak semua
umat Tuhan di Jemaat GPM Soya, agar memasuki tahun
yang baru, kiranya ada perobahan hidup yang lebih
mengarah kepada rasa kebersamaan, rasa senasib dan
sepenanggungan, ikut merasa-kan penderitaan sesama.
Namun yang terpenting adalah hidup sesui pola Kristus.
   
Wattimury mengingatkan ge-nerasi muda gereja agar
hentikan miras dan narkoba, karena se-mua-nya itu
hanya membawa ge-nerasi muda gereja ke jalan yang
sesat, jalan yang menyimpang dari jalan Kristus,
seperti saat ini pemuda sedang dirasuk oleh mi-ras,
narkotik dan obat-obat ter-larang (Narkoba) serta seks
 be-bas.
Dingatkan, bila semua ini telah ditinggalkan maka
Ambon bisa dijadikan sebagai Jerusalem Ba-ru, artinya
semua umat telah hidup untuk Kristus, dan bukan lagi
untuk dirinya sendiri atau untuk kelompoknya sendiri.
Ambon harus dijadikan sebagai Jerusalem Baru. (fan)

dr Manuputty: Bicara Memisahkan Diri Harus Substansial

Usai bertemu Kapolda Maluku, Brigjen Pol Firman Gani,
Pimpinan Eksekutif Front Kedaulatan Maluku (FKM), dr
Alex Manuputty berkesempatan memberi keterangan kepada
kalangan pers seputar keberadaan FKM yang jadi
kontroversi dalam masyarakat. Apalagi, FKM selalu
dikait-kaitkan dengan Republik Maluku Selatan (RMS).
Berikut wawancara lengkap bersama dr Alex Manuputty,
Sabtu (30/12) di Mapolda Maluku.

Bisa dijelaskan tujuan dan visi dibentuknya Front
Kedaulatan Maluku?
Tujuan dibentuknya FKM hanya satu yang paling inti,
ba-gaimana kita bisa mengembalikan rakyat Maluku pada
posisi yang punya harkat dan martabat, sebab selama
ini kalau dilihat rakyat Maluku tidak mempunyai
harkat, martabat dan harga diri, jadi tujuan FKM yaitu
bagaimana kita bisa memaksimalkan serta
me-ngem-balikan potensi rakyat Maluku, harkat dan
martabat rakyat Maluku sejajar dengan apa yang
dicantumkan dalam dasar-dasar Human Right
International.
Dengan kata lain tidak membedakan agama dan golongan?
FKM pada prinsipnya tidak membedakan agama maupun
golongan, karena Muslim dan Sarane adalah saudara
kita, sadar atau tidak bahwa kita masuk keluar, ada
saudara yang lari ke Muslim begitupan sebaliknya ada
yang tinggal di Kristen.
Dan saya mau tekankan sekali lagi bahwa kita mempunyai
mata yang sama, telinga yang sama dan kita menghadapi
hal yang sama, sehingga saya menghimbau kepada
basudara Muslim dan Sarane untuk mari kita hentikan
segala pertikaian yang ada dan mari kita melihat serta
 menata Maluku kedepan yang bagaimana, yang punya
harkat, karena kita hidup selama ini sudah seperti
hewan, yang diadu seperti ayam, kambing tetapi kita
masih belum sadar sampai sekarang sebenarnya kita ini
siapa, nah marilah kita sadar semua dan merenungi
sebenarnya apa yang kita dapatkan dari kerusuhan ini,
sementara semua berkeinginan untuk hidup saling
berdampingan serta hidup mengejar kebahagiaan,
kesejahteraan, keamanan dan kedamaian.
Saya sendiri bingung dengan rakyat Maluku baik Sarane
mau-pun Salam.
Tapi opini yang berkem-bang di masyarakat bahwa FKM
identik dengan RMS?
Saya mau katakan secara jujur bahwa FKM bukan RMS, dan
jangan menuduh separatis se-enak perut saya juga akan
ber-bi-cara bahwa yang separatis itu siapa, arti kita
lihat dulu kan-du-ngan materinya, saya juga mau
koreksi ringan apa yang dike-luarkan oleh Ambon
Expres, sebe-narnya ada keanehan di se-be-lah ada
proklamasi, di sebeleh tanda tangan, jadi seakan-akan
kita mengangkat proklamasi ini, kita memerdekakan
kembali, lalu tengahnya mana, isinya mana, jadi kalau
kita mau mengangkat sesuatu harusnya objektif, dan
tranparansi.
Kedaulatan yang diper-juangkan FKM sebenarnya apa?
Sebenarnya konkritisasi itu berdasarkan pada human
raight yaitu yang freedom-kebebasan,
liberty-kemerdekaan, ketiga push happynes-mengejar
keba-hagiaan.

Ada bantahan dari Hamin Sialana di Amerika bahwa
be-liau sama sekali tidak ma-suk dalam kepengurusan
FKM?
Hal itu tidak benar, kalau mau jujur sebaiknya kita
telepon mau-pun email Hamin Sialana di Ame-rika kita
minta secara jujur dan efektif bung Hamin sendiri
untuk melakukan wawancara lang-sung, sehingga tidak
ada inti-mi-dasi. Bung Hamin sendiri meng-inginkan
rakyat Maluku bagus, serta beliau juga menginginkan
bagaimana rakyat Maluku hidup damai, aman saudara
bersaudara baik Salam maupun Sarane, ba-gaimana kita
mencapai suatu ke-bahagiaan yang sesungguhnya,
bagaimana kita bisa kembali kepada keadaan yang sedia
kala sebelum ada kerusuhan
Apakah hasil akhir FKM yakni pemisahan diri dari
Ne-gara Kesatuan Republik In-donesdia?
Bukan pemisahan diri. Jadi begini ya, saya juga perlu
batasi pembicaraan ini sebab kalau berbicara soal ini
harus objektif, saya mau kita berbicara soal ini
secara substansial serta mempu-nyai referensi yang
sama. Jadi ka-lau saya punya referensi se-dangkan
masyarakat tidak, ber-arti sampai matipun kita tidak
akan ketemu. Ini perlu diung-kapkan sehingga tidak
menying-gung siapa-siapa.
Lantas hasil pembicaraan dengan Kapolda?
Pembicaraan saya dengan Ka-polda seputar keakraban
saja, per-saudaraan dan juga me-nyang-kut FKM tetapi
dalam batas-batas yang wajar, jadi sebenarnya ini
hanya pertemuan kekeluargaan bagaimana mencari solusi
terbaik penyelesaiakn kerusuhan Maluku yang sudah
sangat berkepanjangan ini. Kami semua sudah merasa
bosan de-ngan semua ini, jadi mari kita hentikan
pertikaian dan kita jalin kembali tali persaudaran
yang selama ini terputus.
Setelah bertemu dengan Kapolda apakah FKM tetap pada
tujuannya?
Saya kira kami tetap pada tu-juan FKM, karena kami
meng-anggap bahwa tujuan FKM un-tuk kebaikan kita
semua, dan saya sangat bersyukur bahwa saya bisa
ketemu Kapolda dan berdialog bagaimana mencari solusi
terbaik untuk menye-le-sai-kan kasus Maluku ini,
tetapi ta-ngan beliau hanya dua dan otok beliau cuma
satu yang harus didukung oleh semua pihak..
Dan pada prinsipnya rakyat Maluku hentikan
segala-galanya dan mari kita hentikan segala-galanya
dan mari kita mencari solusi yang terbaik untuk daerah
kita, kalau bukan kita yang ber-buat lalu siapa yang
mau berbuat.
Solusi apa yang bisa di-tawarkan untuk menyele-sai-kan
konflik di Maluku ini ?
Bagaimana Salam dan Sarane bisa duduk dengan tidak ada
den-dam yang kesumat, lalu sekarang pembangunan kita
kembali ke nol bahkan mines, oleh sebab itu mari kita
duduk sama-sama dan kita lihat segala kehancuran sejak
kerusuhan pertama 19 Januari 1999 untuk bagaimana kita
bisa membangun kembali dengan semangat kekeluargaan
untuk membangun Maluku bersama.
(saswaty matakena)

Keliru Pemakaian Istilah Payung Hukum
Ambon,Siwalima
Pemakaian istilah Payung Hukum oleh berbagai kalangan
dalam berbagai pernyataan-pernyataan yang kerap
dilansir berbagai media massa selama ini, dinilai
Pengamat Darurat Sipil, Dumas Manery, SH sebagai
keli-ruan yang sangat besar.Kepada Siwalima di Ambon,
ke-marin, Manery mengatakan istilah payung hukum
merupakan istilah yang dibuat untuk meme-nuhi
ke-inginan pemberlakukan keadaan bahaya.
Sebenarnya, kata dia, peng-gu-naan istilah ini tidak
tepat, ka-rena dalam semua kondisi, baik dalam keadaan
bahaya maupun ke-daan biasa, semua ada aturan
hu-kum-nya. Dalam pengertian ada dasar hukum yang
menjadi dasar kebija-kan dari pemerintah maupun
aparat. Yang dimaksud-kan dengan pengertian payung
hukum, jelas staf pengajar fakul-tas Hukum Unpatti
itu, adalah apa-rat pelak-sana, yaitu pemerin-tah dan
se-mua aparat dapat melaksanakan tugas berdasarkan
aturan hukum yang berlaku. Mi-sal-nya, bila-mana
status daerah da-lam kea-daan biasa yang men-jadi
dasar hukum bagi pemerintah dan apa-rat dalam
penanganan masalah Kambtimas, yaitu atu-ran-aturan
hukum pidana yang sementara berlaku. Dalam kon-disi
Banmil yang menjadi aturan hu-kum ada-lah
ketentuan-keten-tuan Banmil, PP No.66 tahun 19-60,
be-gitu juga dalam keadaan ba-haya berlaku Perpu 23
tahun 1959.
"Jadi menurut saya hindarilah istilah yang
membingungkan masyarakat, seperti dalam Darsi ada
payung hukum, sehingga da-pat menimbulkan pengertian
bagi kaum awam bahwa kalau tidak dalam kondisi Darurat
Sipil maka tidak ada payung hukum bagi pemerintah dan
aprat untuk melaksanakan tugas Kambtimas.
Menurutnya, perbedaannya da-lam kondisi Darsi sifat
pena-nga-nanya lebih keras, tegas dan tidak kompromi,
bahkan bisa me-nyam-pingkan sebagian hak-hak azasi
dari masyarakat, sedangkan dalam keadaan biasa tidak
mem-punyai sifat seperti itu. (lis)

Ulahaiyanan: LSM Perlu Jujur Buat Proposal
Ambon, Siwalima
Pengamat sosial Pastor Agus Ulahaiyanan meminta agar
LSM-LSM yang ikut bertanggung jawab dalam mengolah
Pendidi-kan Alter-natif di Maluku (PAM) agar mem-buat
studi kelayakan dan gambaran yang jelas sebe-lum
menyeleng-ga-rakan PAM. Pasalnya, ada selen-tingan LSM
yang tergabung dalam Sekma PAM hanya memetakan lo-kasi
sekedar memenangkan proposal.
Disinilah, kata dia, perlu ada kejujuran dan kualitas
ilmiah da-lam pembuatan suatu proposal. "Saya secara
pribadi mempunyai suatu kecurigaan yang kuat ten-tang
pe-ngajuan proposal dengan penjela-san-penjelasan
fiktif ter-masuk ren-cana lokasi pelaksa-naan
pengadaan pendidikan al-ter-natif, seperti Buru atau
ma-syarakat Buru yang dijadikan sebagai kelompok
sasaran hanya sekedar untuk memenangkan pro-posal.
Dan bagi saya secara moral me-rupakan kebiasaan yang
sudah se-harusnya diperbaiki da-lam era re-formasi
ini," tegasnya diruang kerja-nya, belum lama ini
menanggapi beragam isu seputar belum seriusnya LSM-LSM
me-nyenggarkan PAM di Maluku.
Ditambahkan, kalau saja ada LSM-LSM yang melakukan hal
itu, maka hanya ada dua kemung-kinan yang terjadi
yakni karena kebodohan atau tukang penipu.
Dikatakan, kalau proposal itu diajukan dan situasinya
masih memungkinkan kemudian situasi itu kemudian
berubah maka kita dapat memahami hal itu, namun saat
pro-posal itu diajukkan si-tuasi dan kon-disi daerah
sasaran sulit dijangkau seperti pulau Buru dan
beberapa lokasi di Pulau Seram, kenapa harus
dipaksakan. "Ini kan aneh," ujarnya singkat.
Tak cuma di Buru saja, tapi ba-nyak program, kata
Ketua Crisis Centre Keusukupan Amboina ini yang harus
dipindahkan lokasi-nya. Disinilah para penanggung
jawab harus bertanggung jawab untuk monitoring dan
menge-va-luasinya.
Diakui, akhir-akhir ini ada ber-bagai macam publikasi
di berba-gai media massa dan media elek-tronik tentang
kegiatan yang di-lakukan, kalau memang itu me-rupakan
pu-blikasi murni maka saya bersyukur tapi kalau hanya
sekedar menutupi kekurangan mereka, itu yang harus
disesali," ungkapnya.
Ditambahkan ada beberapa LSM perlu dikritisi dengan
baik tentang kelompok sasaran, pro-gram dan efisiensi,
bukan hanya sekedar buat program dan dipu-blikasikan,
tapi marilah kita jeli melihat hal ini.
"Jangan membuat proses pem-bodohan kepada
ma-sya-rakat," im-buhnya. (tal)

Tanasale: Hentikan Kantor di Rumah Kopi
Ambon, Siwalima
Kendati beberapa bulan lagi masa jabatannya sebagai
Wali-kota Ambon akan berakhir, na-mun, dirinya tak
henti-hentinya memberikan petuah bagi karya-wan yang
mengabdi di lingkup Pemda Kota. Pasalnya, kata dia,
hanya lewat petuah, ada sema-ngat pembaharuan dalam
upaya penciptaan kualitas kerja. Karena itu, tak heran
dalam setiap ke-sem-patan, mantan ketua Fraksi TNI
DPRD Maluku itu, selalu saja ber-petuah.
Termasuk saat dirinya membe-rikan kesan dan pesan
Natal ke-luarga besar Pemda Kota, belum lama ini, dia
mengingatkan agar karyawannya menghentikan kantor di
rumah kopi. Sebab, berkantor di rukop (rumah kopi-Red)
tidak akan membawa arti apa-apa, selain hanya
meleceh-kan profesi yang sudah diraih lewat pergumulan
yang sangat pan-jang. Apalagi, talenta yang sudah
di-berikan Tuhan haruslah diperlaba-kan, bukannya
disalur-kan pada hal-hal yang tidak ber-makna.
"Tuhan tuntut dari kita agar talenta yang sudah
diberikan kepada kita dapat dilaksanakan dengan
sebaik-baiknya dalam melayani rakyat. Karena itu kita
harus tun-jukkan kinerja yang terbaik dan dapat
mempertang-gung jawabkan talenta tersebut kembali
kepadaNya.
Khusus terkait dengan pelak-sa-naan otonomi daerah,
dia me-minta kepada semua pegawai agar tetap optimis
menghadapi tan-tangan mendatang.
"Kita tidak boleh pasif tapi harus aktif
menyukseskannya.
Kendati daerah ini masih di-landa kerusu-han, namun
harus yakin bah-wa semua itu bisa di-tapaki kalau ada
kerja sama, imbuhnya.
Sementara itu, Pdt Ny Sou-kotta mengajak karyawan
Pemda Kota untuk selalu bersyukur. Pasalnya, walaupun
kerusuhan masih melanda Kota Ambon, tapi Allah masih
me-nyertai kita se-hingga kita bisa merayakan Natal.
Diingatkan memasuki tahun 2001, tantangan sangat berat
bagi Peme-rintah Kota, apalagi akibat kerusu-han, kota
ini me-ngalami keterpu-rukan dengan kehilangan
sumber-sumber pen-dapatan asli daerah, na-mun ha-rus
optimis bahwa Tuhan tetap akan menyertai semua kita.
"Saya mengajak saudara-saudara sekalian untuk berhenti
sejenak dari kelelahan dan kele-tihan, menengadah ke
atas untuk merenungkan kebe-saran Tuhan yang dialami
selama setahun ini, banyak persoalan berat yang
dia-lami, kerikil-kerikil tajam kita lalui, suka duka
kita lewati, tapi sampai disini Tuhan masih me-nyertai
kita (Ebenhaezer), karena itu, janganlah gentar
menghadapi tantangan ke depan, karena Tuhan
menjanjikan lewat Putra Natal Yesus Kristus, untuk
me-nyertai kita (Ima-nuel) karena setiap orang yang
per-caya ke-padaNya akan diberikan kekua-tan walau
badai menerpa," tutur Soukotta yang juga Sekretaris
Klasis Kota Ambon. (tal)

Raja-raja Adat Ancam tak Patuh Pada Pemerintah
Ambon Siwalima
Ternyata penerapan UU no-mor 22 Tahun 1999
menggantikan UU nomor 5 Tahun 1974 tentang pe-merintah
daerah mendapat reaksi keras dari raja-raja adat di
Kota Ambon. Alasannya, kata me-reka, pasal 126 ayat 2
sangat bertentangan dengan norma-norma adat yang
berkembang dan bertumbuh dalam masyara-kat. Buntutnya,
belum lama ini mereka mendatangi Walikota Ambon Chris
Tanasale di Balai Kota untuk menyampaikan per-nya-taan
sikap agar UU itu dise-suaikan dengan kondisi Kota
Ambon.
Ironisnya, jika UU itu tetap di-berlakukan mereka
mengacam tidak akan tunduk pada keten-tuan tersebut.
Bahkan mereka akan meminta hak uji materiil ke
Mahkamah Agung untuk menilai pasal 126 ayat 2 dan
pasal-pasal lainnya yang dianggap berten-tangan dengan
dinamika desa adat di Kota Ambon.
Sementara itu, Walikota Am-bon Chris Tanasale kepada
para raja itu menegaskan pihaknya akan tetap
mempertahankan desa adat di Kota Ambon. Alasannya
desa-desa adat tersebut mempu-nyai hak ulayat yang
berbeda dengan desa-desa yang berada di daerah lain di
luar Maluku.
Bahkan kata Walikota pihak-nya belum lama ini sudah
me-nyampaikannya lewat Komisi I DPR-RI.
"Prinsipnya mereka sangat men-dukung apa yang kita
ingin-kan. Karena itu kami dengan pim-pinan dewan akan
berangkat ke Jakarta Januari 2001 agar dapat
dijustifikasi dalam suatu undang-undang tertulis
tentang peneta-pan desa-desa adat yang sesuai dengan
kultur dan budaya ma-sya-rakat Kota Ambon," katanya
belum lama ini.
Empat butir pernyataan sikap yang disampaikan kepada
Wali-kota dan Ketua DPRD kota itu antara lain
berisikan penolakan tegas ketentuan pasal 126 ayat (2)
beserta pasal-pasal lainnya dalam Undang-Undang No.22
tahun 1999 yang isinya ingin me-lakukan perobahan
terhadap sta-tus dan eksistensi negeri-negeri adat
kami di wilayah kota Ambon menjadi kelurahan.
Selain itu, mendesak gubernur Maluku, Dewan Perwakilan
Rak-yat Daerah Maluku, Walikota Am-bon, Dewan
Perwakilan Rak-yat Daerah Kota Ambon serta berbagai
pihak lainnya yang ber-wenang untuk segera menindak
lanjuti pernyataan sikap ini dalam rangka peninjauan
kembali pasal 126 ayat (2) dan pasal lainnya dalam
Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 dinyatakan berlaku
secara efektif. Juga mereka me-ngatakan jika pada saat
berla-kunya Undang-undang No.22 Tahun 1999 secara
efektif ter-nyata pasal 126 ayat (2) berikut
pasal-pasal lainnya dalam Un-dang-Undang ini tetap
diberlaku-kan terhadap negeri-negeri adat, maka kami
dan masyarakat adat menyatakan tidak akan tunduk pada
ketentuan tersebut dan akan melakukan hak uji materiil
ke Mahkamah Agung untuk me-lakukan penilaian terhadap
pasal 126 ayat (2) dan pasal-pasal lainnya dalam
Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 sambil menya-takan
penyesalan dan ketidak percayaan kami kepada
pemerin-tah daerah dan Dewan Perwa-kilan Rakyat Daerah
Maluku maupun pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah Kota Ambon karena gagal dalam me-nyalurkan
aspirasi kami dan ma-syarakat kami. (tal)

Hindari Diskriminasi, Husni Cari Pembenaran
Ambon,Siwalima
Pjs Dekan Fakultas Hukum Un-patti, George Leasa, SH MH
kembali menegaskan jangan lagi ada diskriminasi
pengamanan terhadap masyarakat, terutama mereka yang
berasal dari golo-ngan minoritas karena kehidu-pannya
terancam, tertindas atau-pun tertekan.
" Ini merupakan tugas Guber-nur Maluku selaku PDS
untuk memberikan pengamanan ter-sebut," tegasnya
kepada Siwa-lima, di Ambon, kemarin me-nanggapi
kematian masyarakat Kesui, Theresia Renyaan yang
dibantai karena menolak untuk kawin secara Islam.
Menurut Leasa, pengamanan terhadap masyarakat
minoritas yang hidupnya merasa terancam apa pun harus
segera dilindungi. Dia mencontohkan, masakan
masyarakat minoritas Islam yang berdiam di kawasan
Pohon Mang-ga, Air Salobar bisa terlin-dungi dengan
baik, kok kenapa masyarakat minoritas Kristen di Kesui
tidak bisa demikian.
Karea itu, kasus ini harus men-dapat perhatian serius
Gubernur selaku PDS. Jangan lagi ada dis-kriminasi
dalam memberikan pengamanan.
Dikatakan, selama tidak ada pengamanan yang maksimal
dari PDS terhadap masyarakat Kris-ten di Kesui, maka
kasus-kasus pemaksaan serupa akan terus berlanjut.
Dan, dapat dipastikan, korban pembantaian akan tidak
bisa dielakkan lagi khususnya disaat masyarakat
Kristen me-nolak untuk beralih agama.
Menurutnya, keinginan PDS untuk menurunkan tim
lanjutan ke Kesui tidak terlalu penting. Yang sekarang
dibutuhkan oleh masyarakat Kristen disana ada-lah
jaminan keamanan. Saya me-nilai pasukan gabungan harus
segera diturunkan ke Kesui dan Teor guna pengamanan.
Sebab pasukan gaabungan sudah diuji kenetralanya dalam
mengatasi kerusuhan di Gemba.
Jangan Cari Pembenaran
Menyinggung mengenai per-nyataan Sekjen Front Pembela
Islam Maluku (FPIM), Husni Pu-tu-hena,SH bahwa tidak
ada pelanggaran HAM dalam kasus Kesui. "Bila benar ada
pelang-garan HAM, coba tunjukkan di-mana letak
pelanggarannya. Ka-rena pemindahan agama satu kelompok
ke agama kelompok lain yang terjadi di Kesui bebe-rapa
waktu lalu adalah kemauan mereka sendiri, tidak ada
unsur paksa, (baca Ambon Ekspres (26/12)"
Menurut Leasa pernyataan semacam itu, hanya mencari
pem-benaran yang salah. Pemaksaan terhadap masyarakat
Kristen di Kesui dan Teor untuk beralih agama ke Islam
tak perlu diragu-kan lagi karena sudah punya bukti
kuat.
Apalagi Gubernur selaku PDS sudah mengeluarkan
pernyataan bahwa ada unsur pemaksaan yang terjadi di
Kesui.
Ya. "Pernyataan PDS inikan berdasarkan hasil dari tim
inves-tigasi yang diturunkan ke sana. Saya takutkan
saudara Husni Putuhena membela sesuatu yang tidak ada
bukti," tudingnya.
Ditambahkan, kalau Husni mengatakan bahwa di Kesui
tidak terjadi pelanggaran HAM, maka dia yang harus
membuk-tikannya HAM. Kenapa dia jus-tru harus katakan
untuk orang lain membutikan ada atau tidak pelanggaran
HAM di Kesui?.
Pernyataan seperti ini, ungkap Leasa sangat melecehkan
diri-nya sendiri sebagai seorang sar-jana hukum.
"Karena itu, saya minta jangan asal ngmong. Kalau mau
menjadi seorang pembela harus bersih, dan berani
menyatakan mana yang benar dan mana yang sa-lah,"
ungkap Leasa sinis. (lis)

Kapolda Maluku Ancam Pecat Anggota Polda Maluku yang
Kabur
Ambon, Siwalima
Kapolda Maluku, Brigjen Pol Firman Gani mengancam akan
memecat sejumlah perwira mau-pun anggota Polri di
jajaran Pol-da Maluku, yang sampai saat ini belum
kembali melaksanakan tugas-nya alias kabur.
"Sudah waktunya kita ambil tindakan tegas terhadap
anggota yang belum bertugas maupun yang bertugas namun
tidak de-ngan sepenuh hati," tandas Ka-polda Firman
Gani, ketika mem-berikan arahan pada upacara kenaikan
pangkat anggota Polri di jajaran Polda Maluku, yang
berlangsung di Mapolda Malu-ku, kemarin.
Sejak terjadinya konflik di daerah ini, sejumlah
perwira mau-pun anggota Polri di jajaran Pol-da Maluku
mengajukan cuti un-tuk mengungsikan keluarganya ke
berbagai daerah di luar Ma-luku.
Dikatakannya, sejumlah per-wira yang sampai saat ini
belum kembali bertugas namun masa cutinya telah
berakhir pun harus ditindak tegas. "Jajaran Polda
Ma-luku seyogyanya janganlah mengorbankan tanggung
ja-wab," tegasnya.
Anggota Polri yang bertindak demikian, menurut Kapolda
bila perlu dipecat termasuk perwira maupun anggota
Polri yang se-lama ini malas ke tempat tugas. "Bila
perlu gajinya diserahkan kepada Kapolda. Jadi kalau
dia mau terima gaji, harus ambil langsung sama
Kapolda," tegas Kapoldan Firman Gani.
Ditambahkannya, dirinya ti-dak akan ragu-ragu untuk
meng-ambil tindakan tegas. Sebab jaja-ran Kepolisian
di Maluku harus memunculkan semangat kerja yang
optimal. Dengan sasaran meningkatkan pembinaan
per-sonil dan peningkatan opera-sio-nal.
"Jangan sampai semangat kerja kita baru dioptimalkan
setelah mendapat kritikan dari masyarakat," katanya
sembari me-nambahkan kita juga jangan-lah mual dengan
krtikan yang di-berikan masyarakat, dan anggap-lah
itulah koreksi yang diguna-kan sebagai acuan guna
meru-muskan langkah pengembangan yang lebih baik.
Hal ini berhubungan dengan era Baru dunia kepolisian
di negara ini. Sehingga tugas yang dulu dicampuri oleh
TNI kini su-dah di-laksanakan oleh Polri khu-susnya
dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Awal tahun 2001 ini, anggota Polri di jajaran Polda
Maluku yang mendapat kenaikan pang-kat terdiri dari 15
personil naik pang-katnya menjadi Inspektur Satu,
tujuh personil naik pang-katnya menjadi Ajun Komisaris
Polisi, tiga personil naik pang-katnya menjadi
Komisaris Polisi, enam personil naik pangkatnya
menjadi Ajun Komisaris Besar Polisi, serta empat
personil naik pangkatnya menjadi Komisaris Besar
Polisi.
Keempat perwira yang naik pangkatnya menjadi Komisaris
Besar Polisi yaitu Drs Johny Tang-kudung (Kadit
Serse), Drs Nicodemus Alle (Kadit Personil), Drs
Trisna Setiawan (Kadit Diklat) serta Soeyitno Darmo SH
(Kasat Polair). (lai)

Perjuangan Christina Tiahahu Patut Diteladani
Ambon, Siwalima
Gubernur Maluku, Dr Ir M Saleh Latuconsina
mengharap-kan kaum prempuan di daerah ini dapat
mencontohi perjuangan heroik yang ditunjukkan oleh
sri-kandi Maluku, Christina Martha Tiahahu di masa
lalu.
"Perjuangan mengusir pen-jajahan yang diperlihatkan
oleh Mutiara dari Pulau Nusalaut ter-sebut patut
menjadi contoh dan dorongan bagi kaum perempuan di
daerah ini guna menjadi agen rekonsiliasi," jelas
Gubernur La-tuconsina dalam sambutan ter-tulis yang
dibacakan oleh Wagub Bidang Kesra, Dra Paula B
Re-nyaan, dalam Upacara Peringa-tan mengenang wafatnya
Pahla-wan Nasional, Christina Martha Tiahahu yang
ke-183, yang di-pusatkan di Monumen Christina Martha
Tiahahu, Karang Pan-jang, kemarin.
Dikatakannya, dulu Christina Martha Tiahahu, dalam
perju-angannya begitu gigih dalam mengusir penjajah
dan memper-juangkan kesetaraan perempuan. "Olehnya itu
makan kaum pe-rempuan harus melakukan gera-kan
pembaruan daerah ini ke araah yang lebih baik, seperti
yang dilakukan Christina Martha Tiahahu," tandasnya.
Terkait dengan hal itu, menu-rut Gubernur kaum
perempuan seyogyanya turut berperan da-lam
penyelesaian konflik ini, khususnya dalam bidang
kema-nusiaan. "Sebab masih begitu banyak pengungsi
yang masih menantikan uluran tangan kita semua,"
katanya.
Gubernur juga tak bisa me-mung-kiri bahwa di tengah
per-tikaian yang berkepanjangan di daerah ini, kaum
perempuan ter-nyata yang paling banyak men-derita,
baik itu kehilangan suami, anak, sanak saudara maupun
lahan usaha.
"Namun kita harus yakin di tahun 2001 yang baru kita
ma-suki, pertikaian ini harus kita hentikan sebab kita
harus me-nyongsong era baru dengan di-berlakukan
otonomisasi dae-rah," katanya.
Ditambahkannya, tak mungkin membangun daerah ini
dengan baik, jika masih terus terjadi per-tikaian di
mana-mana.
Srikandi Christina Martha Tia-hahu atau yang dijuluki
Mutiara dari Pulau Nusalaut, merupakan satunya-satunya
pahalwan na-sio-nal wanita dari daerah ini yang tutur
berjuangan bersama-sama dengan pahlawan nasional,
Kapitan Pattimura.
Disaat pahalawan yang lain dihukum mati, Christina
Martha Tiahahu diasingkan ke Pulau Jawa. Namun disaat
kapal yang membawanya dari Ambon ke Pulau Jawa,
berlayar di antara Pulau Buru dan Pulau Manipa
Propinsi Maluku (sebelah barat Pulau Ambon-Red),
Christina Martha Tiahahu memilih untuk membuang diri
ke dalam laut daripada diasingkan.
Peristiwa terjadi pada tanggal 2 Januari 1818,
sehingga kemu-dian pemerintah Republik Indo-nesia
menetapkan hari tersebut sebagai hari peringatan
wafat-nya Pahlawan Nasional, Chris-tina Martha
Tiahahu, yang rutin diperingati di Maluku setiap
tahunnya. (lai)

GPP Bantu Pengungsi Kesui dan Teor
Ambon, Siwalima
Setelah mendapat bantuan kemanusiaan dari beragam LSM,
penderitaan ratusan pengungsi asal Kesui dan Teor yang
tersebar di Kota Ambon kembali disentuh Gerakan
Perempuan Peduli (GPP) Maluku. Kali ini dalam rangka
perayaan Natal Kristus 2000, GPP terpanggil untuk
membantu meringankan beban mereka yang dihantam
perusuh dalam aksi pemberangusan Kesui dan Teor
beberapa waktu lalu.
Koordinator GPP untuk umat Kristen Protestan, Dr Etha
Hen-driks, MTh, dalam sambutannya mengatakan, salah
satu alasan GPP memberikan bantuan ini, ka-rena GPP
merasa prihatin atas mu-si-bah yang dialami
saudara-saudara dari Pulau Kesui dan Teor.
GPP, katanya, amat menyadari, bahwa perayaan Natal
kali ini berbeda dari tahun-tahun sebe-lum-nya.
Karena ada keluarga yang merayakan Natal terpisah dari
orang tua dan sanak sau-daranya. Begitu juga di Kesui,
ada sebagian keluarga yang hing-ga kini masih
terkurung di lokasi itu.
"Perayaan Natal tahun ini pe-nuh dengan deraian air
mata, tetapi walaupun demikian suatu saat nanti Yesus
Kristus yang ada-lah Juru Selamat umat manu-sia akan
mengangkat umatnya dari semua belenggu penderi-taan,"
ujarnya, mantap.
Dikatakan, Yesus Kristus pun pernah menjadi pengungsi,
Dia berpindah dari satu tempat ke tempat lain, karena
dikejar oleh Raja Herodes yang pada saat itu berniat
untuk membunuhNya, tetapi kenyataannya, Dia selamat
dari ancaman tersebut.
Untuk itu, dia berharap, sau-dara-saudara yang kini
menjadi pengungsi, jangan pernah me-nyesal, takut dan
sedih apalagi harus kecewa, karena Yesus pasti akan
menyelamatkan umatnya dari penderitaan. Yesus, kata
Do-sen Teologia ini akan selalu hi-dup dalam hati para
pengungsi, karena Yesus pun pernah mera-sakan
bagaimana susahnya men-jadi pengungsi.
Diharapkan, bantuan ini hen-daknya jangan dilihat dari
nilai-nya, tetapi biarlah bantuan ini dapat
menghadirkan sukacita ter-sendiri bagi pengungsi.
"Yesus Kristus akan senantiasa meno-long dan
memberkati semua pe-ngungsi yang berada di Ambon dan
juga yang masih berada di Pulau Kesui dan Teor",
tandas-nya, berharap. (via/das)

Yayasan MIBT Buat Video Maluku
Ambon, Siwalima
Setelah sukses menangani misi sosial di Maluku
beberapa waktu lalu, Yayasan Makan Isi Buang Tulang
(MIBT) asal negeri kincir angin, Belanda, kembali
mela-kukan kegiatan serupa. Sayang-nya, kegia-tan yang
dilakukan kali ini dalam porsi yang berbeda.
"Kami lebih spesifik membe-rikan penerangan lewat
pem-buatan video mengenai kondisi saudara-saudara kita
yang kini didera konflik Ma-luku, karena itu, hasilnya
akan di-bawa ke Holland, untuk basudara Maluku yang
ada disana mudah-muda-han mereka bisa membantu
me-lalui yayasan ini," kata Greet Sahu-leka, belum
lama ini.
Dijelaskan, aksi ini bermula dari kelaparan yang
terjadi di Ma-luku Tenggara, dimana mereka terpanggil
untuk membantu sau-dara-saudara yang ada disana.
Namun, seiring dengan itu me-reka juga mendengar telah
ter-jadinya kerusuhan di Ma-luku. Karena itu, dirinya
dengan bebe--rapa teman mulai menggalang dana di
sekolah-sekolah untuk ikut membantu seadanya.
"Kami bukan hanya langsung mengumpulkan dana, tetapi
kami terlebih dahulu menceritakan kon-disi yang
sementara ini di-a-lami oleh basudara yang ada di
Maluku, me-mang anak-anak di Belanda juga merasa
prihatin terhadap kondisi yang semen-tara ini terjadi
di Maluku. Karena itu, warga Maluku di Belanda kini
aktif menggalang dana untuk mengatasi konflik
kemanusiaan di Maluku," katanya sambil men-jelas-kan
bahwa dirinya ke Ma-luku di-sertai Leonor
Pattinasa-rany.
Ditambahkan, tujuan kedata-ngan dirinya dan Leonor
Pattina-sarany ke Maluku, masih seperti yang pernah
dilakukan oleh ke-dua rekan mereka beberapa wak-tu
lalu. Ini kata dia, membuktikan bahwa orang Maluku
yang ada di Holland juga ikut priha-tin dengan nasib
masyarakat disini.
"Karena itu, kami akan mem-bantu sesuai dengan
kemampu-an kami. "Jangan kira bahwa kami datang dari
Belanda dengan mem-bawa banyak uang", tetapi apa yang
bisa kami lakukan un-tuk membantu masya-rakat di
Maluku, akan kami laku-kan," papar Greet.
Lebih lanjut dikatakan Greet, dalam menyambut Natal,
kegia-tan yang sudah dilakukan yaya-san MIBT yakni
mengunjungi lokasi pengungsian dibeberapa tempat
seperti, desa Hatalai, Soya, Kayu putih, Kayu Tiga,
dan Gunung Nona. Disana, kata dia, rekannya Leonor
sempat mem-buat video untuk dibawa pulang ke Belanda.
Berkat ban-tuan Yayasan Rina Ma-kana, mereka telah
membagi bing-kisan bagi pengungsi yang ada.
"Kami tahu, yayasan Rina Ma-kana cocok untuk diajak
be-ker-jasama. Karena itu, jika kon-disi ber-jalan
aman maka, dalam waktu de-kat, dirinya akan mem-bawa
bing-kisan kepada sau-dara-sau-dara Mus-lim yang ada
Taman Hibu-ran Rak-yat," tambah Greet. (das/via)

Natal, Amanat Penyelamatan Umat Manusia
Ambon, Siwalima
Natal selain merupakan hari kela-hiran Yesus Kristus
juga merupakan amanat, tugas, dan kewajiban Allah
untuk menyelamatkan manusia dari semua dosa dan
keslahan. Hal itu dikatakan Pendeta B Mailoa STh dalam
refleksi pada perayaan Natal Keluarga Besar Pertamina
cabang Ambon, Sabtu (30/12).
Dikatakannya, kelahiran Yesus Kristus buka semata
untuk menebus dosa segolongan orang, namun untuk
menebus dosa semua umat manusia di bumi. Yesus pun
diutus untuk men-jadi pendamai serta penyela-ma-tan
manusia.
"Hal ini menunjukkan bahwa karya penyelamatan Allah
adalah sa-ngat besar, KasihNya bagi setiap umat yang
mengenal Dia adalah sangat sempurna. Karena Natal,
kita memperoleh jaminan kemenangan dalam hidup. Ini
adalah pengge-na-pan janji Allah bagi manusia,"
tegasnya.
Lebih lanjut, Mailoa mengatakan, kendati manusia lebih
dikuasai oleh sifat-sifat negatif dan merusak, na-mun
Allah tidak mudah pemarah dan gatal tangan untuk
menghakimi. Malah, ketika dunia diacak-acak oleh
manusia dengan merusak tatanan ciptaanNya terutama
melalui perti-kaian dan saling membunuh, Allah tidak
pernah melepaskan tanganNya dan memberi hukuman, namun
diberikan kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan
yang dibuat.
"Sesuangguhnya tangan Allah tidak kurang panjang untuk
segera menyelematakan dan bertindak tegas terhadap
manusia.
Namun tindakan Allah itu di-wujudkan melalui peran
para pimpinan Umat serta pimpinan bangsa dan negara
untuk mengatasi berbagai persoalan yang terjadi,"
ujarnya. Olehnya itu, Mailoa meng-harapkan umat
Kristen untuk tetap menjalin hubungan kekeluargaan dan
persaudaran dengan umat beragama lainnya. (lai)

DIKIRIM OLEH:
IZAAC TULALESSY
WARTAWAN HARIAN UMUM SIWALIMA

----- End of forwarded message from Peter -----

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---