[INDONESIA-NEWS] KMP - Intelijen Polisi Masih Lemah

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Thu Jan 04 2001 - 18:11:48 EST


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0101/05/daerah/inte13.htm

>Jumat, 5 Januari 2001
   Intelijen Polisi Masih Lemah
   Jayapura, Kompas
   
   Pelanggaran hukum yang sering terjadi selama ini karena kelemahan
   intelijen polisi. Peranan intelijen belum maksimal dan terbatas pada
   tempat-tempat tertentu. Kemampuan intelijen pun tidak sesuai dengan
   harapan masyarakat.
   
   Hal itu dikemukakan Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Irian Jaya
   Inspektur Jenderal Polisi FX Soemardi pada jumpa pers awal tahun,
   Kamis (4/1). Dikatakan, peranan intelijen polisi masih terbatas pada
   tempat-tempat hiburan, perjudian, lokalisasi, bar dan diskotek.
   
   Berbagai pelanggaran hukum berupa kerusuhan, penyerangan markas aparat
   keamanan, penyerangan antarwarga, penegeboman, kegiatan kelompok
   pengacau keamanan, dan penyelundupan obat-obat terlarang, sering lolos
   dari pengamatan intelijen polisi.
   
   Kasus penyerangan Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Abepura Jayapura
   dan penyerangan terhadap warga pendatang di Wamena, misalnya, sebelum
   kejadian itu beberapa warga sudah mendengar dan melapor kepada pihak
   polisi. Tetapi, polisi kurang tanggap dalam mengantisipasi rencana
   tersebut.
   
   Kegiatan intelijen sehari-hari tidak berbeda dengan wartawan.
   Penampilan para intelijen kurang profesional, kurang mampu mengkaji,
   menilai dan menangkap suatu situasi dan momen dalam masyarakat.
   
   Terkadang para intelijen lebih mengedepankan kekerasan, teror dan
   intimidasi terhadap masyarakat. Sosok polisi yang berkesan
   militeristik masih mendominasi cara berpikir dan gaya hidup para
   anggota polisi di lapangan.
   
   Kelemahan intelijen ini menyebabkan kasus-kasus pelanggaran hukum
   tidak dapat diantisipasi dan dicegah sebelumnya. Berbagai peristiwa
   kerusuhan, penyerangan, dan pembunuhan selalu lolos dari pengamatan.
   
   Menurut Soemardi, keterbatasan personel, sarana penunjang dan
   fasilitas umum lain turut mempengaruhi kinerja para intelijen. Ada
   momen-momen dan kejadian-kejadian tertentu yang tidak membutuhkan
   kehadiran seorang intelijen kecuali menggunakan fasilitas tertentu.
   
   Walau demikian, anggota intelijen telah bekerja sungguh-sungguh sesuai
   kemampuan dan keterbatasan yang ada. Saat ini intelijen sedang dalam
   proses pembenahan diri. (kor)

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---