[INDONESIA-NEWS] KMP - Keamanan Umum, Syarat Mutlak Kelanjutan Indonesia

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Wed Jan 17 2001 - 17:09:20 EST


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0101/18/nasional/keam06.htm

>Kamis, 18 Januari 2001
   Keamanan Umum, Syarat Mutlak Kelanjutan Indonesia
   Jakarta, Kompas
   
   Para ilmuwan senior di Indonesia berpendapat, keamanan umum dan
   ketertiban hukum saat ini merupakan syarat mutlak untuk kelanjutan
   negara dan bangsa Indonesia.
   
   Selain itu mereka berpendapat, kelompok-kelompok dan golongan-golongan
   yang bertikai di berbagai tempat di Tanah Air sampai saat ini harus
   segera dicarikan jalan rekonsiliasi atau dirukunkan kembali karena ini
   sangat berkaitan dengan situasi disintegrasi bangsa yang kini
   mengancam bangsa.
   
   Hal ini dinyatakan Juru Bicara Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
   (AIPI), Prof Dr Selo Seomardjan seusai menyerahkan memorandum AIPI
   mengenai martabat bangsa dan keutuhan negara kepada Presiden
   Abdurrahman Wahid, Rabu (17/1). Menurut Juru Bicara Kepresidenan Wimar
   Witoelar, AIPI yang didirikan tahun 1989 ini adalah himpunan para
   ilmuwan berbagai bidang yang paling senior di Indonesia saat ini.
   
   Menurut Selo, AIPI akhir-akhir ini telah beberapa kali rapat untuk
   mendiskusikan dan mempelajari tentang keadaan disintegrasi yang
   terjadi dimana-mana, kerusuhan-kerusuhan, konflik-konflik sosial yang
   sampai sekarang belum selesai. "Untuk itu, kami memberi
   pandangan-pandangan dari sudut ilmu pengetahuan, jadi nonpolitis,
   tidak ada politiknya," ujar Selo.
   
   Pandangan-pandangan yang disampaikan, kata Selo yang didampingi Wimar
   Witoelar, ialah menekankan tentang rekonsiliasi dan solidaritas dari
   rakyat. "Golongan-golongan atau kelompok-kelompok yang saling
   berkelahi itu perlu lekas-lekas diberi jalan untuk rekonsiliasi dan
   solidaritas, supaya rukun kembali," kata Selo.
   
   Hal lain yang disampaikan kepada Presiden dalam memorandum tersebut,
   kata Selo, adalah tentang demokrasi dan politik uang. "Waktu pemilihan
   umum kemarin, seluruh dunia mengatakan, itu bagus sekali dan
   demokratis. Tetapi dalam pelaksanaan pemilihan umum itu banyak terjadi
   money politics. Hal itu yang tidak bener dan perlu dijaga supaya
   jangan sampai terus berjalan sampai sekarang. Tetapi kan itu terjadi
   juga sekarang walaupun tidak di dalam pemilihan umum," ujarnya.
   
   Hal ketiga yang disampaikan dalam memorandum AIPI ini, kata Selo,
   yakni soal keamanan umum dan ketertiban hukum. "AIPI berpendapat,
   kalau belum bisa dipulihkan kembali keamanan umum dan ketertiban
   hukum, maka pembangunan ekonomi tidak bisa berjalan dengan baik.
   Investor-investor takut untuk menanamkan modalnya ke sini dan
   pendidikan pun akan terpengaruh dengan cara yang tidak dikehendaki,"
   katanya. Selo juga mengetengahkan soal adat sebagai pengikat
   solidaritas rakyat di mana-mana. "Tapi akhir-akhir ini adat ini banyak
   yang pecah, sehingga rakyat banyak yang tidak solider lagi satu sama
   lain, tidak bersatu lagi, sehingga terjadi konflik sosial. Seperti di
   Ambon, atau Maluku, adat yang begitu kuat telah pecah."
   
   Anggota AIPI yang datang adalah, Prof Makaminan Makagiansar (ketua),
   Prof Bambang Hidayat (wakil ketua), Prof Mahar Mardjono, Prof Semaun
   Samadikun, Prof Gunawan Satari, Prof Sediono Tjondronegoro, Prof Emil
   Salim, dan Prof FG Winarno. (osd/gun)

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---