[INDONESIA-POLICY] Data Kependudukan menurut Sumber

From: indonesia-policy@indopubs.com
Date: Thu Jan 18 2001 - 18:27:35 EST


X-URL: http://www.bkpmddki.go.id/beritaindex/info6.htm

                      DATA KEPENDUDUKAN MENURUT SUMBER
   
   PENDAHULUAN
   
     * Data yang menyangkut penduduk dengan berbagai karakteristiknya
       merupakan salah satu data pokok yang amat diperlukan untuk
       perencanaan pembangunan di segala bidang, misalnya : kebutuhan
       akan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, keluarga
       berencana dan lain-lain.
       
     * Setiap bidang pembangunan membutuhkan karakteristik pokok penduduk
       yang rinci seperti : susunan umur, persebaran penduduk, jenis
       kelamin, tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, kesejahteraan dan
       sebagainya.
       
     * Untuk memenuhi kebutuhan tersebut sudah barang tentu harus
       tersedia data penduduk secara berkesinambungan, tepat waktu,
       akurat dan sederet persyaratan lain melalui pengumpulan data dari
       berbagai sumber.
       
     * Pada tulisan ini akan dibahas sumber utama data kependudukan,
       metodologi pengumpulan data, serta penggunaannya. Pembahasan
       hal-hal tersebut diperlukan sebagai refensi terutama bagi para
       pengambil keputusan tentang keterbatasan dan kelebihan informasi
       yang diperoleh, selain paling tidak dapat dihindari pula adanya
       kesalahan baik dalam hal memberi dan menerima informasi mengenai
       data kependudukan.
       
   Sumber Data dan Metodologi Pengumpulan Data
   
     Selama ini kita mengenal adanya tiga sumber utama data kependudukan
     yaitu :
     1. Sensus Penduduk
     2. Survei sampel dibidang kependudukan
     3. Registrasi Penduduk
     
   Sensus Penduduk
     * Di negara sejak kemerdekaan telah diselenggarakan Sensus Penduduk
       sebanyak empat kali, yaitu pada tahun 1961,1971,1980 dan 1990.
       Sensus Penduduk yang kelima akan dilaksanakan pada tahun 2000.
       Sensus ini merupakan pencacahan seluruh penduduk pada suatu saat
       yang bersamaan dan mencangkup seluruh wilayah geografis sautu
       negara/daerah. Konsep yang dipakai di negara kita adalah kombinasi
       dari konsep de jure dan de facto.
       
     * Pada konsep de jure diartikan bahwa penduduk akan dicatat dimana
       ia bisa bertempat tinggal. Seseorang dikatakan menetap di suatu
       tempat jika ia telah tinggal disana selama 6 bulan atau lebih,
       atau berniat untuk menetap. Penduduk yang pada waktu pencacahan
       berada di tempat tinggalnya atau sedang berpergian kurang dari 6
       bulan dicacah di tempat ia biasa tinggal.
       
     * Sedang bagi mereka yang berpergian lebih dari 6 bulan, orang-orang
       yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap, dan mereka yang
       mempunyai lebih dari satu tempat tinggal tetap, akan dicatat di
       tempat dimana ia ditemui oleh Petugas Sensus (de facto).
       Penggunaan konsep tersebut serta penentuan batas waktu 6 bulan.
       Dilakukan dengan pertimbangan untuk menghindarkan, atau paling
       tidak memperkecil, kemungkinan penduduk terlewat cacah atau
       tercacah ulang. Batasan-batasan tersebut telah digunakan sejak
       Sensus Penduduk 1961.
       
     * Berdasar undang-undang nomor 16 tahun 1997 tentang Statistik dan
       Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 1999 tentang penyelenggaraan
       statistik, Sensus Penduduk dilaksanakan 10 tahun sekali pada tahun
       yang berakhiran 0.
       
     * Pencacahan Sensus Penduduk 2000 (SP2000) akan dilaksanakan dalam
       waktu yang bersamaan di seluruh wilayah kesatuan negara Republik
       Indonesia pada tanggal 30 Juni 2000. Pencacahan akan dilakukan
       kepada setiap penduduk baik yang bertempat tinggal tetap maupun
       tidak tetap (tuna wisma/dan awak kapal) kecuali anggota Corp
       Diplomatik.
       
     * Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pelaksanaan Seensu Penduduk
       dan dilengkapi dengan hasil survei Kependudukan lainnya, maka
       untuk keperluan perencanaan masa depan disusun sutu proyeksi untuk
       masa paling sedikit 10 tahun mendatang.
       
   Survei Sampel
     * Survei Sampel (Survei) adalah merupakan pengumpulan data dari
       sebagian populasi, yang pemilihan sampel/ respondennya dilakukan
       dengan menggunakan metode statistik tertentu sehingga tetap dapat
       melakukan pendugaan atas populasinya.
       
     * Dengan survei dapat dilakukan penghematan atas biaya, tenaga, dan
       waktu, karena hanya pengumpulan data dari sebagian populasi,
       pertanyaan yang diajukan kepada responden dapat memuat jenis atau
       item yang amat rinci dan khusus.
       
     * Meskipun sebuah sampel terdiri dari sebagian populasi, tetapi
       perlu diperhatikan bahwa sebagian populasi tidak selalu dapat
       disebut sebuah sampel. Agar dapat dianalisis secara statistik,
       sampel harus mewakili populasi, harus mempunyai tingkat kebenaran
       (reliability) yang dapat diukur, harus sesuai dengan keadaan, dan
       harus efisien. Contoh suatu survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS)
       1995, Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), Survei
       Angkatan Kerja (SAKERNAS), SUSENAS, dan lain sebagainya.
       
   Registrasi Penduduk
     * Registrasi Penduduk merupakan pencatatan yang terus menerus
       mengenai kejadian vital (vital events) yang dialami penduduk
       berupa kalahiran, kematian, dan perpindahan. Registrasi penduduk
       yang utamanya didasarkan pada Keputusan Presiden nomor 52 tahun
       1977 ini yang dimaksud untuk membangun suatu sistem pencatatan
       penduduk yang berlaku menyeluruh dan seragam di wilayah Indonesia.
       Hal tersebut dilakukan melalui kewajiban menggunakan Kartu
       Keluarga, Kartu Penduduk, dan pelaporan dari setiap kejadian vital
       pada lingkup keluarga bersangkutan.
       
     * Pada Registrasi penduduk ini boleh dikatakan bahwa konsep yang
       diterapkan adalah konsep de jure, dalam arti penduduk akan dicatat
       secara resmi apabila ia telah memenuhi syarat tertentu untuk
       menjadi penduduk suatu wilayah/daerah pendaftaran di kelurahan.
       
     * Tingkat cakupan data penduduk yang diperoleh akan sangat
       tergantung kepada kesadaran masyarakat untuk melaporkan kejadian
       vital (kelahiran, kematian dan perpindahan) yang terjadi di dalam
       keluarga.
       
     * Di negara-negara maju, pengumpulan data penduduk melalui
       registrasi ini umumnya tidak banyak menemui masalah dan hambatan.
       Sebaliknya pada negara-negara berkembang seperti Indonesia, pada
       umumnya data yang dicakup masih "under reported" dan tidak cukup
       rinci serta kualitasnya kurang memadai untuk berbagai analisis
       kependudukan, sehingga tidak dapat dielakkan lagi pada umumnya
       para ahli kependudukan masih mendasarkan analisisnya pada angka
       hasil Sensus Penduduk atau Survei di bidang kependudukan.
       
     * Diharapkan dengan penerangan yang intensif kepada masyarakat
       tentang pentingnya pelaporan kejadian vital yang terjadi di
       rumahtangganya, keterbukaan dan penyempurnaan pelayanan, serta
       mungkin penyempurnaan berbagai peraturan yang selama ini ada akan
       memberikan hasil pencatatan penduduk yang lebih baik. Data yang
       dihasilkan akan dapat digunakan sebagai pembanding dan pelengkap
       series data kependudukan, baik dari hasil survei maupun sensus.
       
   Data Penduduk Menurut Sumber
   
     * Mengingat adanyaragam perbedaan pada cara, metode, dan konsep
       definisi dalam pengumpulan data penduduk seperti dijelaskan pada
       bagian sebelumnya, maka kemungkinan adanya perbedaan angka yang
       dihasilkan akan dapat terjadi.
       
     * Sebagai ilustrasi di bawah ini dicantumkan data jumlah penduduk
       dari berbagai sumber.
       
   Jumlah Penduduk DKI Jakarta Menurut Sumber Data, Tahun 1990-2000 Tabel
                                    6.1
   
   Tahun Sumber Data
   Sensus Penduduk/Proyeksi Registrasi Penduduk
   1990 8.227.746 1) 7.108.359
   1995 9.112.652 2) 7.543.101
   1999 9.547.200 3) 7.784.789
   2000 9.605.000 4) -
   
   1) Hasil Sensus Penduduk 1990, BPS
   2) Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 1995, BPS
   3) Proyeksi "tengah tahun"
   4) Proyeksi "awal tahun"
   
                                      
     * Jumlah penduduk hasil Registrasi Penduduk selalu lebih rendah
       dibanding data BPS. Hal ini disebabkan perbedaan konsep dan
       definisi serta metodologi pengumpulan datanya. Jumlah penduduk
       hasil Registrasi Penduduk hanya mencakup penduduk yang
       ber-KTP/Kartu Keluarga DKI Jakarta. Selisih jumlah penduduk
       proyeksi denngan hasil Registrasi Penduduk mencerminkan jumlah
       penduduk DKI Jakarta yang belum memiliki KTP DKI Jakarta.
       
   Perkembangan Jumlah Penduduk
   
     * Salah satu keunggulan data sensus/survei kependudukan adalah dapat
       disajikannya penduduk menurut kelompok umur.
       
   Distribusi Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin 1990, 1995
                                 gambar 6.1
   
   wpe12.jpg (37787 bytes)
   Catatan : 1) Sensus Penduduk 1990
   2) Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 1995
   Sumber : BPS Propinsi DKI Jakarta
   
                                      
     * Pada tahun 1995 proporsi kelompok ummur 0-4 dan 5-9 tahun jauh
       lebih rendah dibandingkan kelompok umur di atasnya, sementara pada
       tahun 1990 proporsi tersebut hampir sama. Hal ini menunjukkan
       bahwa tingkat kelahiran periode 1990-1995 lebih rendah dibanding
       periode sebelum tahun 1990.
       
     * Dengan meningkatnya usia harapan hidup yaitu dari 69,9 tahun
       (1990) menjadi 71,7 tahun (1999), maka proporsi penduduk sia kerja
       15 tahun ke atas akan bertambah besar, konsekuensinya adalah
       lapangan pekerjaan yang dibutuhkan juga meningkat baik dari segi
       kuantitas maupun kualitasnya. Bila kebutuhan ini tidak tersedia,
       maka angka pengangguran akan terus meningkat.
     _________________________________________________________________
   

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---