[INDONESIA-NEWS] BERITA HARIAN UMUM SIWALIMA EDISI: KAMIS, 25 JANUARI 2001

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Thu Jan 25 2001 - 11:35:16 EST


BERITA HARIAN UMUM SIWALIMA

EDISI: KAMIS, 25 JANUARI 2001

DIKIRIM OLEH:

IZAAC TULALESSY

WARTAWAN HARIAN UMUM SIWALIMA

RMS Ala Rustam Kastor Sama dengan Gaya DN Aidit

Ambon, Siwalima

Gaya provokasi yang dilan-carkan Rustam Kastor, dengan selalu
menggelembungkan Republik Maluku Selatan (RMS) dan vonis keterlibatan
Gereja Pro-testan Maluku (GPM) seba-gai pegatur skenario awal le-dakan
kerusuhan Ambon, Ma-luku tanggal 19 Januari 1999, sa ma persis dengan
cara-cara yang dilakukan DN Aidit seputar perisitwa G 30 -S / PKI.

"Yang sedang dilakukan Rus-tam Kastor sama persis dengan DN Aidit yang
selalu membesar-besarkan adanya Dewan Jende-ral. Hanya bedanya, dalam
keru-suhan Ambon ini, Rustam Kas-tor menggunakan RMS dan ge-reja sebagai
otak," tegas mantan anggota MPR, Tjak Api tuley kepada Siwalima, Rabu
(24/1) di Ambon.

Menurutnya, apa yang dila-kukan Rustam Kastor sangat tidak beralasan dan
lebih meru-pakan bentuk fitnahan keji ke-pada umat Kristen. "Dia tidak
pernah tahu bahwa gereja sung-guh-sungguh tidak pernah merancang
kejahatan. Kalau kita simak bersama, justru ke rjanya Rustam Kastor
sekarang ini adalah jadi tukang fitnah," kecam Apituley.

Masih menurut Apituley, ka-rena jadi tukang fitnah maka Rustam Kastor jadi
ahli seperti DN Aidit yang memutar balikkan Dewan Kepangkatan Perwira
Tinggi dalam tubuh TNI AD menjadi adanya Dewan Jenderal. "Cara-cara Rustam
Kastor ini, mengingatkan saya akan pesan Jenderal AH Nasution, bahwa
fitnah itu lebih besar dan berba-haya daripada pembunuhan," ujarnya,
sembari menambahkan, strategi inilah yang selalu dipa-kai pimpinan Partai
Komunis ketika itu.

Apituley mengatakan, jika ge-reja sampai merancang kejahatan maka sungguh
merupakan dosa besar. "Tetapi nyatanya kan gereja tidak pernah merancang
kejahatan. Kan aneh kalau Rus-tam Kastor mengatakan gereja merancang
kejahatan, termasuk RMS mendalangi keru suhan Ambon," tandas Apituley.

Dikatakan, perilaku yang di-tunjukan Rustam Kastor, justru mengingkari
keberadaan dirinya sebagai mantan Danrem 174 Patti-mura dan Kasdam
Trikora. Artinya, sangat bertentangan dengan Presiden Gus Dur mau-pun
petinggi militer di Maluku dan di Jakarta yang sangat hati-hati mengkaji
kebenaran fitnahan model Rustam Kastor.

"Ada apa sebenarnya sehing-ga sesudah pensiun dan tidak aktif lagi di
militer lalu Rustam Kastor mulai memakai "baju Islam" dalam aktifitasnya?
Kalau tudingannya seperti itu saya mau katakan, saya mau tanya, apakah
saya bisa bilang laskar jihad itu bagian rekayasa dari Islam? Kan tidak.
Islam tidak pernah mengajak orang harus membunuh, begitu-pun dengan umat
Kristen. Jika kerusuhan 19 Januari itu adalah rekayasa orang Kristen dan
RMS, apakah saya bisa bilang laskar jihad itu rekayasa dari DI/TII?

Silakan sendiri mengurut kacang dengan berbagai peris-tiwa dan fenomena
yang terjadi di Maluku," ujar Apituley sem-bari mengingatkan agar Rustam
Kastor mulai meninggalkan keahliannya jadi tukang fitnah.

(fan/tin)

Lagi, Aparat TNI Tewas di Tangan Perusuh

Ambon, Siwalima

Setelah berhasil menggempur dan membumi-hanguskan 90-an rumah milik
penduduk tak ber-dosa di Desa Wahai Seram Barat, perusuh kembali banting
haluan menyerang warga Kristen yang berada di Dusun Hato Alang yang
terletak di Kota Piru Keca-matan Seram Barat-K abupaten Maluku Tengah,
Rabu (24/1) pagi. Akibatnya, Sersan Dua (Serda) Inf Yusman, anggota TNI
dari kesatuan Yonif 731/Waipo-Masohi tewas tertembak.

Informasi yang diperoleh dari Markas Kodam XVI Pattimura kemarin
menyebutkan, serangan serentak perusuh berkekuatan 500 orang itu datang
dari arah pantai dengan memanfaatkan 2 buah kapal motor penangkap ikan.

Aksi brutal yang dilakukan 500-an perusuh yang tidak meng-hendaki
perdamaian di Seram dan Maluku umumnya itu, membuat warga setempat
terpaksa lari puntang panting meninggalkan perkampungannya mencari
per-lindungan di lokasi-lokasi yang aman. Belum diperol eh kabar mengenai
kerugian yang di-alami warga Dusun Hato Alang-Piru, begitupun dengan
korban jiwa.

Sementara personil Yon 731/Waipo pada kesempatan itu di-kabarkan
semaksimal mungkin telah menghadang para perusuh yang datang dengan
sejumlah senjata standar dan bom yang digenggam ditangannya. Sa-yang-nya,
dalam aksi baku tembak itu, Serda Yusman tewas t erkena timah panas.
Jenazah korban yang telah kaku itu, tadi malam telah dievakuasi kembali ke
mar-kas kesatuannya di Waipo-Ma-sohi, ibukota Kabupaten Maluku Tengah.
(eda)

Dua Anggota Yon-Gab Ditembak Brimob di Passo

Ambon, Siwalima

Teka-teki seputar penembakan terhadap dua anggota Yon-Gab TNI
masing-masing anggota Kopassus, Letda Inf Agung dan Prada Psk Siswanto,
anggota Paskhas di Passo, Senin (22/10) lalu mulai terkuak. Pangdam XVI
Pattimura, Brigjen TNI I Made Yasa kepada pers d i ruang ker-janya kemarin
menuturkan, pe-risitiwa naas yang menimpa 2 anggota TNI itu dilakukan oleh
aparat Brimob Kompi A Air Besar di depan Markas Brimob Kompi A Air
Besar-Passo pukul 13.10 WIT.

"Ada dua korban luka-luka dari Yonif Gabungan yang ditembak aparat Brimob
Senin (22/1), yang satu bernama Letda Inf Agung anggota Kopasus tertembak
di lengan, sedangkan yang satunya lagi Prada Psk Siswanto, anggota Paskhas
yang tertembak di ping-gang," uj ar Panglima mengutip laporan anak buahnya
di la-pangan.

Pangdam menuturkan, semula aparat Yon-Gab dengan menum-pangi sebuah truk
dari Halong hendak kembali ke home base-nya di Waiheru. Ketika melintas di
depan Markas Brimob Air Besar, aparat Yon-Gab dihadang aparat Brimob
sehingga terjadi kontak senjata, akiba tnya dua anggota Yon-Gab menderita
lu-ka-luka kena tembak.

Atas peristiwa itu, jelas Pang-dam Made Yasa, dirinya telah minta Kapolda
Maluku untuk menindak tegas anak buahnya. "Surat permohonan itu sudah saya
layangkan kepada Kapolda dengan tembusan Kapolri, Pang-lima TNI serta
Kasad di Jakarta, dan kita tunggu sa ja hasilnya," kata Made Yasa.

Selain itu untuk mengantisi-pasi timbulnya kejadian serupa, maka Pangdam
mengaku telah minta Kapolda Maluku untuk mengingatkan anak buahnya menahan
diri dan tidak merun-cing suasana agar tidak terus berkembang. (lek)

Pangdam Bantah Ada Sertu Sahara di Yon 733

Ambon, Siwalima

Pangdam XVI Pattimura mem-bantah pernyataan dua pelaku pembawa bom di
kantor guber-nur, Selasa (23/1) yang menye-butkan bom dimaksud akan
di-serahkan kepada Sertu Sahara, yang berasal dari Yon 733/Kompi C Senapan
Waiheru.

Menurut Pangdam Made Yasa, setelah mencek Danyon 733 tidak benar ada
anggota Yon 733 yang memiliki nama Sertu Sahara. "Tadi malam (Selasa, Red)
saya mengikuti berita di TVRI Jakarta. Di situ ada penje-lasan Kapolda
Maluku, katanya barang itu (bom-Red) pes anan dari oknum TNI. Selesai itu,
saya langsung mencek ke Danyon 733, ada anak buahmu yang na-manya ini, dia
bilang tidak ada nama Sersan Sahara," ujar Pang-dam di Makodam Pattimura
ke-marin.

Selain mencek anak buahnya itu, Pangdam pun minta Danyon 733 mencek
keberadaan 2 oknum pembawa bom, "Apa dua orang itu tinggal di asrama 733,
dan tinggal sama siapa, itu pertanya-an yang saya ajukan pada Dan Yon dan
saat ini masih dicek di-mana orang itu tinggal yang se-benarnya."

Atas pernyataan Kapolda di TVRI yang langsung menye-butkan okum TNI,
Pangdam jus-tru mengaku keberatan dengan pernyataan tersebut. Pasalnya,
informasi yang disampaikan 2 pelaku pembawa bom tersebut se-sungguhnya
perlu dipelajari dulu.

"Mari kita pelajari dulu secara cermat, yang lalu saja ketika ada orang
gila meninggal diduga juga oknum TNI, lalu sekarang ada dua orang yang
bawa bom saya berpikir kalau itu pesanan, secara logika apakah itu harus
dibawa lewat kantor Gubernur, semen-tar a dia itu tinggal di pasar lama,
untuk apa dia lewat kantor Gu-ber-nur," ujar Made Yasa berta-nya-tanya.

Olehnya, Pangdam mengaku sangat menyangsikan kebenaran keterangan kedua
pelaku pem-bawa bom itu, sebab bisa saja ada unsur rekayasa dibaliknya
se-muanya itu.

"Mudah-mudahan orang itu ti-dak dibayar untuk ngomong begitu. Saya tidak
menghendaki hal itu, namun masakan baru satu jam langsung ngomong oknum
TNI, kita harus cermati dulu, me-lihat barulah kita ngomong," tandas
Pangdam.

Diakuinya, saat ini banyak pihaknya yang berusaha anti TNI. Terbuki saat
ini di Jakarta banyak rumor yang berkembang yang memojokkan TNI dengan
memberikan laporan-laporan yang memutarbalikkan fakta yang terjadi dari
Ambon. Sekali-pun demikian, Pangdam Mad e Yasa menyatarakan, tetap tegar,
apalagi menyangkut kebenaran.

"Dan dalam persoalan ini kita ikuti saja perkembangannya, jangan
tergesa-gesa kita melihat permasalahan ini sehingga ja-ngan salah langka,
sehingga saya ingin katakan suatu pepatah mulutmu adalah harimau-mu, yang
dalam arti jangan sampai pembicaraanmu sen diri akan me-makan dirimu
sendiri, jadi saya sarankan agar berhati-hati," kata Pangdam
mewanti-wanti.(lek)

Bicara Kemanusiaan, Uskup Siap Hadir di Senat AS

Ambon, Siwalima

Uskup Amboina, Mgr Petrus Kanisius Mandagi, MSc menu-turkan, dirinya
bersedia meng-hadiri hearing (dengar pendapat) di forum Senat Amerika,
Wa-shington DC untuk membica-ra-kan masalah kemanusiaan Ma-luku yang
terkoyak-koyak, Pe-bruari mendatang.

Hal ini disampaikan Mandagi kemarin di ruang kerjanya, di Ke-uskupan
Amboina, Jalan Patti-mura-Ambon sekaligus menang-gapi undangan Senat
Amerika-Washington DC melalui emmail yang diterimanya kemarin pagi.

"US Commision for Interna-tional Religious di Wasghinto DC mempunyai
rencana meng-adakan hearing di Washinton DC pada bulan Pebruari. Dan na-ma
Uskup Mandagi disebutkan sebagai undangan, tetapi mereka masih ingin
mencari konfirmasi entah saya sudah mendap at un-dangan resmi dan saya
bersedia un-tuk datang ke Washington un-tuk turut serta dalam hearing
itu," sebut Mandagi mengutip undangan.

Menanggapi undangan terse-but, Mandagi berpendapat, "Ka-lau misalnya
hearing ini berguna demi membela kemanusiaan di Maluku dan bukanlah untuk
ke-Kristenan atau ke-Katholikan, saya akan bersedia untuk be-rangkat ke
sana."

Pasalnya, sambung Mandagi, dengan hearing tersebut dirinya berkesempatan
mengemukkan apa yang sebenarnya terjadi di Maluku sehingga masyarakat
in-ternasional mempunyai panda-ngan yang jelas tentang keadaan yang
sebenarnya di Maluku.

"Dengan ini juga berarti, saya sebagai warga negara Indonesia, yang
mencintai republik ini, saya sebagai warga negara Indonesia yang tidak
suka akan sparatis, maka dengan hearing ini saya mendapat kesempatan untuk
membela Indonesia, membela rakyat Maluku ,"tandasnya.

Dia pun ingin menegaskan di Senat Amerika-Wasington DC bahwa konflik yang
terjadi se-lama dua tahun lebih ini bukanlah konflik antar kelompok agama,
tapi yang terjadi adalah seke-lom-pok orang yang bejat moralnya, tidak
beretika yang hanya men-cari kekuas aan dan duit di Ma-luku , untuk
mencapai kepen-ting-an politiknya.

Selanjutnya pada akhir emmail tersebut, dikatakan apabila Us-kup Mandagi
tidak berkesem-patan hadir, diharapkan mengi-rimkan laporan kesaksiannya
tentang konflik di Maluku. (eda)

Ulah Kutni Jatuhkan Kredibilitas Dewan

Ambon, Siwalima

Staf pengajar Fisip UKIM, Drs Marthen J Maspaitella, MSi me-nilai
tertangkap tangannya ang-gota DPRD Maluku, Drs Darul Kutni Tuhepali yang
membawa bom telah menjatuhkan kredi-bilitas lembaganya. Olehnya, pimpinan
partai maupun DPRD segera memanggil yang ber-sang-kutan dan memberikan
sanksi yang tegas, disamping proses penegakkan hukum oleh aparat penegak
hukum.

"Dengan tertangkapnya Darul Kutni Tuhepali membuktikan se-cara jelas ada
anggota legislatif di daerah ini yang menjadi pe-ranan utama pembantu
dalam kerusuhan Maluku. Untuk itu pimpinan partai dan DPRD me-manggil dan
mengadilinya," tan-das Maspaitella ke pada Siwa-lima kemarin di Ambon.

Menurutnya, ulah Kutni ter-sebut tidak berada dalam bingkai-bingkai kerja
legislasi untuk memperjuangkan hak-hak rakyat, tetapi secara langsung
telah me-nunjukkan sikap yang berjuang untuk kepentingan sesaat. "Ma-sa,
di daerah sendiri kok bawa bom. Ini a lasan yang mengada-mengada. Dan ini
sudah jelas bahwa satu persatu peran utama pembantu mulai terungkap. Dan
sangat disayangkan kalau ada wakil rakyat yang punya moral seperti ini,"
katanya.

"Ini kan menyangkut kredi-bilitas partai poltik yang ber-sangkutan maupun
kredibiltas dewan sendiri di mata masya-rakat. Secara internal partai
politik (PPP-Red) harus berani mengadili yang bersangkutan, dan
selanjutnya mengagenda-kan masalah yang bersan gkutan ke tingkat dewan,
untuk menda-pat sebuah keputusan," tambah-nya menjelaskan.

Pasalnya, kata Maspaitella, perbuatan Kutni tersebut telah menjatuhkan
kredibilitas dewan Maluku sendiri. "Walaupun dia berasal dari suatu partai
politik, tapi kemeja yang dia kenakan adalah sebagai anggota legis-la-tif.
Oleh karenanya, sanski dire-call h arus ditempuh dan ini butuh keberanian
anggota dewan sen-diri. Apakah wakil rakyat dengan moral seperti itu tetap
di-perta-hankan?," tanya Maspai-tella sem-bari berkeyakinan lam-bat atau
cepat para pemeran uta-ma pem-bantu dalam kerusuhan di Maluku akan t
erungkap satu per satu. (lis)

Rustam Kastor Berhenti Putar Balik Fakta

Ambon, Siwalima

Opini yang dibentuk oleh Wa-kil Ketua Forum Pembela Ke-adilan Maluku
(FPKM) Rustam Kastor yang menegaskan, tra-gedi 19 Januari 1999 sebagai
awal kebangkitan RMS II, dinilai Koordinator Yudikatif , Semmy Waileruny,
SH sebagai upaya memutar-balikan fakta.

"Saudara Rustam Kastor jang-an lagi memutarbalikan fakta dan jangan
terlalu banyak berkelit, karena itu sudah menjadi kepu-tusan pengadilan
yang punya kekuatan hukum tetap yakni No 34 dan 50. Kalau saudara Kastor
katakan RMS lebih indentik de-ngan Kristen , maka saya mau katakan itu
adalah pernyataan yang keluar dari seorang yang tidak bermoral.
Sebaliknya, se-bagai seorang bekas jenderal, pasti mempunyai moral sebagai
seorang pimpinan, moral sebagai seorang tentara yang baik," tandas
Waileruny kemarin di Ambon.

Waileruny mengingatkan, sebagai mantan Danrem 174 Pattimura dan Kasdam
Trikora, Brigjen (Pur) Rustam Kastor sesungguhnya harus menyadari bahwa
indikasi timbulnya kete-gangan-ketegangan antar go-longan, antar suku di
Maluku terjadi tatkala Rustam Kastor se -dang menjabat Danrem 174
Patti-mura. Ketika itu, kata Waileruny, terjadinya perampasan hak-hak
petuanan dari masyarakat de-ngan alasan untuk melakukan kegiatan-kegiatan
keagamaan. "Saya sangat sadar bahwa begitu banyak teman-teman Muslim yang
sudah tidak lagi percaya kepada saudara Kastor," papar Waileruny. (das)

Kerusakan Puskesmas, Jangan Dikarang-Karang

Ambon, Siwalima

Kerusakan yang terjadi pada Puskesmas Rijali-Ruko Batu-merah saat insiden
tembak-me-nembak antar warga Muslim dengan aparat Yon-Gab TNI, Minggu
(21/1) malam lalu dike-tahui mendapat keluhan dokter Puskesmas Rijali.
Pasalnya, dia menilai, kerusakan tersebu t aki-bat tindakan brutal Yon-Gab
TNI.

Lantaran itu, Pangdam XVI Pattimura, Brigjen TNI I Made Yasa membatah
keras penilaian dokter puskesmas itu. Menurut Pangdam, anak buahnya tidak
berprilaku sebejat itu untuk me-rusak puskesmas yang meru-pakan sarana
pengobatan bagi masyarakat.

"Saya yakin, anak buah saya tidak berprilaku untuk sengaja meruskkan
puskesmas itu, saya yakin benar itu. Untuk apa dalam keadaan mereka
ditembaki ber-pikir untuk merusaki puskesmas? Tidak mungkin itu. Kalaupun
itu akibat dari tembak-menembak, itu mungkin saja," tandas Pangdam Made
Yasa di Makodam kemarin.

Oleh karenanya, jenderal TNI berbintang satu ini meminta un-tuk jangan
memutarbaliknya ke-nyataan yang sebenarnya ter-jadi. "Jangan katakan yang
aneh-aneh lagilah. Sudah kita nyatakan yang benar itu benar dan salah itu
tetap salah, tidak usah dika-rang-ka rang," tegasnya mempe-ringatkan.

Sementara itu, ditempat terpi-sah, Uskup Amboina, Mgr Petrus Kanisius
Mandagi, MSc saat ke-terangan persnya di Keuskupan, Jalan Pattimura-Ambon,
Rabu (24/1) menuturkan, apabila pus-kesmas dimaksud 'bersih' maka dirinya
sangat menyayangkan perisitiwa penem bakan yang meng-hancurkan kelengkapan
pus-kesmas itu. Sebaliknya, "Ka-lau misalnya dalam puskesmas itu ada
penjahat-penjahat, ada bejingan-bejingan yang meng-hancurkan Kota Ambon
atau menghancurkan manusia di Ma-luku, secara etis-moral, menurut saya
sebai knya dibersihkan saja."

Kepada dokter puskesmas, Man-dagi mengharapkan tidak berpikir
terkotak-kotak. Pasal-nya,

RS Hative milik Keuskupan Amboina yang lebih lengkap pun lenyap terlalap
api akibat ulah para perusuh. "Tapi kita tidak pernah mengelu tentang itu.
Saya berharap kepada siapapun agar jangan lagi berpikir agamais, tapi
utamakan nilai-nilai kema-nusiaan,"uj ar Mandagi.(eda/lek)

Masariku Network

----- End of forwarded message from Peter -----

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---