[INDONESIA-L] FARIED - Menyimak Kasus Bulogate dan Gerakan Mahasiswa

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Sat Jan 27 2001 - 10:06:05 EST


From: "Faried Basalamah" <basalamah@hotmail.com>
To: apakabar@saltmine.radix.net
Subject: Re: Menyimak Kasus Bulogate dan Gerakan Mahasiswa
Date: Sat, 27 Jan 2001 12:01:16 +0700

MENYIMAK KASUS BULOGATE DAN GERAKAN MAHASISWA.
oleh: Faried Basalamah

Kasus Bulogate dan kasus Bruneigate yang sangat ramai dibicarakan merupakan
kasus yang sangat kontroversiil. Pertama kasus ini merupakan kasus yang
dipertanyakan : manuver politik ataukah masalah hukum. Presiden Gus Dur
meninggalkan ruangan rapat di Jakarta Convention Center karena menganggap
para anggauta Pansus tidak mampu menjawab pertanyaan mengenai masuk mana
kasus tersebut : hukum ataukah politik ? Dari mula kasus ini memang sangat
menjengkelkan sebab banyaknya pihak-pihak yang menggunakan kasus ini sebagai
upaya untuk menjatuhkan kredibilitas seorang kepala negara dan akibatnya
tentu saja mempersulit pemulihan ekonomi bangsa dan sangat jelas muaranya
pada kesulitan rakyat kecil yang tidak tahu menahu. Ada kesan bahwa kasus
ini memang kasus tercela, tetapi kenapa justru kasus tercela ini mematahkan
kasus-kasus tercela lainnya yang bahkan ber-lipat-lipat besarnya
dibandingkan kasus 35 Milyar Rupiah ? Kita sangat sesalkan bahwasanya
presiden Gus Dur memberikan lubang untuk perbedaan pendapat yang
memungkinkan manuver terhadapnya, dan ini seolah-olah disengaja sebagai rasa
SELF CONFIDENT yang besar dari seorang demokrat dan merasa semua soal bisa
ia selesaikan, semua serangan bisa ia patahkan. Apa gunanya seorang presiden
mencari gara-gara terhadap lawan-lawan politiknya ? Dan akibatnya tentu saja
merusak tatanan ekonomi dan merusak semangat orang-orang yang sangat
menginginkan perbaikan dinegeri ini. Bahkan pada saat kesruh masih saja
presiden mencari gara-gara dengan menemui menteri perdagangan Israel ,
dimana hal ini memungkinkan kelompok anti Yahudi melakukan aksi-aksi
menentang presiden. Seharusnya kan ada prioritas dan ada tujuan ? Kondisi
pada saat ini sangat tidak tepat untuk menjalin hubungan dengan negara
Israel sebab kondisi umat Muslim harus dihargai, meskipun mungkin juga
presiden memiliki idee yang bagus. Ada dugaan bahwa tentara menginginkan
mendapatkan suku cadang pesawat Hercules C130 TNI AU yang grounded karena
embargo negara-negara Barat dan juga pembelian persenjataan TNI serta
pembelian peluru-peluru yang kemungkinan bisa disupply oleh Israel. Jadi
keterpaksaan karena embargo negara-negara Barat, terutama Amerika dan
Inggris sebagai supplier terbesar saat ini. Justru kalau hal ini memang
menjadi tujuan, kan tidak perlu seorang presiden yang bertemu dengan pejabat
Israel, serahkan saja kenegara ketiga dimana kita masih bisa berdagang.
Beaya penghematannya tidak sebesar beaya politik karena adanya sikap anti
Yahudi dinegara ini. Disini kita anggap presiden melakukan hal-hal yang
sangat merugikan posisi politiknya.

Aksi-aksi mahasiswa yang terkesan sangat anti Gus Dur digerakkan dengan
intens, tetapi sangat memalukan bahwa aksi mahasiswa tampak sebagai aksi
kelompok anti Gus Dur dan bukannya MURNI suatu gerakan aksi mahasiswa yang
lazim terjadi, yang biasanya merupakan gerakan MORAL, gerakan anti
kejahatan, gerakan anti KKN, gerakan murni yang sifatnya FAIR dan ADIL.
Kenapa dipertanyakan ? Justru aksi-aksi ini terkesan menyembunyikan atau
melindungi KEJAHATAN lainnya : taruhlah kasus BLBI yang menyangkut dana 170
Trilyun Rupiah bukanlah jumlah dana maha raksasa ? Bukankah justru kasus
BLBI tersebut yang menyangkut lebih banyak orang kotor, lebih banyak pejabat
korup dan konglomerat bermasalah : kenapa mahasiswa tidak secuilpun
mengangkat kasus busuk tersebut. Kemudian kasus dana Taperum yang melibatkan
Ketua Umum Golkar yang kebetulan menjadi Ketua DPR Akbar Tanjung dan
jumlahnya juga jauh diatas kasus Bulogate dan kasus Bruneigate. Kabarnya
jumlahnya Rp 280 Milyar dan sangat jelas ada yang berusaha melindungi agar
kasus tersebut tidak disinggung. Disinilah peran mahasiswa sebagai AGENT of
CHANGE dibutuhkan dan aksi-aksi mahasiswa selayaknya mengangkat kasus
tersebut kepermukaan agar bisa ditanggapi oleh kelompok bersih
dipemerintahan. Ataukah kita sudah tidak memiliki wakil-wakil yang memiliki
SENSE of MORALITY ? Kalau gerakan mahasiswa sudah diselewengkan untuk
politik, kemana negara ini akan dibawa ? Kalau gerakan mahasiswa terkesan
dikuasai kelompok SEKTARIAN , kemana bangsa ini akan diarahkan ? Kenapa
orang-orang yang sudah sangat kondang sebagai koruptor mampu menguasai
sekelompok mahasiswa ? Fuad Bawazier sudah sangat dikenal sebagai PERUSAK
negara, KKN yang luar biasa dan disamping itu yang bersangkutan sangat
kental dengan keluarga Cendana, bagaimana mungkin orang dengan moral
demikian dipercaya menjadi anggauta MPR, menjadi pelopor gerakan alumni
KAHMI dan diikuti oleh mahasiswa yang seharusnya bertindak NETRAL dan
bergerak atas dorongan MORAL. Kita harus berterima kasih bahwa ada sementara
anggauta KAHMI yang menentang Fuad Bawazier, tetapi bisa diduga bahwa
kekuatan uang mematahkan perlawanan kelompok idealis dikalangan alumni HMI
tersebut. Jadi jangan sampai kita juga terjerumus menganggap bahwa HMI
beraliran Fuad Bawazier, masih ada orang-orang berkelas Nurcholis Majid yang
moralnya tak diragukan lagi. Kita masih tetap meyakini bahwa Nurcholis
Majid masih sebagai tokoh yang sangat dihormati di kalangan HMI maupun
dikalangan mahasiswa dan para cerdik cendekiawan.

Pada masa pemerintahan Habibie mendekati akhir, kita dihadapkan dengan
Pansus Bank Bali dimana ada suatu indikasi kejahatan yang luar biasa : suatu
kejahatan yang mengakibatkan hancurnya Bank Bali yang dikenal sebagai Bank
yang bagus. Kejahatan ini menunjuk pada keterlibatan petinggi-petinggi
Golkar dan meskipun secara kasat mata jelas sekali : ada pelaku-pelaku, ada
kejadian, ada bukti dan sebagainya , tetapi Pansus DPR dalam hal ini
menutup-nutupi . Bahkan dipengadilan terdakwanya dibebaskan dan mahasiswa
tidak bereaksi atau melakukan demo seperti pada kasus Bulogate dan
Bruneigate. Padahal jumlah dana yang tersangkut JAUH lebih besar ketimbang
yang dituduhkan ke Gus Dur. Dan akibat moralnya kepada negara juga jauh
lebih merugikan. Seandainya kasus Bank Bali digelar dengan FAIR, kepercayaan
investor akan naik, sedangkan pada kasus Bulogate dan Bruneigate akibat ini
tidak terasa pada perbaikan perekonomian , malah penggelaran yang terus
menerus akan berakibat sangat NEGATIP pada semua bidang. Itupun pada kasus
Bruneigate dan Bulogate BARU DUGAAN dan belum ada bukti-bukti secara hukum.
Kenapa mahasiswa mau diperalat oleh ELITE politik dalam berbagai kasus
korupsi tersebut ? Disnilah kepercayaan rakyat serta keyakinan rakyat bahwa
badan legislatip bertindak dengan kotor dan tidak pada tempatnya. Disamping
itu gerakan mahasiswa terkesan dikendalikan oleh kelompok musuh-musuh Gus
Dur dan bukannya gerakan murni mahasiswa. Dan dipastikan bahwa bagian
terbesar dari mahasiswa Indonesia tidak akan mendukung gerakan yang mengatas
namakan mahasiswa, apalagi kalau dianggap sebagai gerakan moral : jauh dari
itu. Malah terkesan bahwa gerakan mahasiswa tersebut adalah gerakan BAYARAN
dari dana-dana yang digelapkan oleh elite politik pada kasus BLBI dan
berbagai kasus busuk lainnya.

Ada baiknya kalau kita mau menyimak dan mengkaji apa-apa yang telah
dilakukan dan akibatnya bagi perekonomian dan pertumbuhan demokrasi . Dan
apakah kita sedang menuju suatu penyelesaian habis-habisan mau memenangkan
kelompok dengan TEORI MENANG SENDIRI dan menuju DISASTER ataukah kita memang
sudah melupakan WIN WIN SOLUTION . Sebaiknya dipikirkan lagi apakah
mahasiswa bergerak atas dasar MORAL ataukah mahasiswa mau dikendalikan oleh
sekelompok kotor elite politik. Hal ini sangat penting bagi kelangsungan
demokrasi dinegara ini sebab mahasiswa selalu dianggap sebagai PENDOBRAK,
dianggap sebagai AGENT of CHANGE, dianggap sebagai kelompok bermoral,
bersih, anti KKN dan memiliki POLA berpikir yang sehat. Dan untuk presiden
Gus Dur sudah waktunya memikirkan rakyat dan bertindak dengan tepat :
bukannya menjadi PETUALANG dengan berbagai EKSPERIMEN dalam rangka
berdemokrasi. Banyak cara mencapai tujuan dan banyak cara untuk berdemokrasi
dan tentunya harus diambil cara yang paling sedikit merugikannya dan paling
aman bagi rakyat, bangsa dan negara. Sekali lagi hendaknya dipikirkan
penyelesaian dengan pola Win Win Solution dengan menghormati semua pihak dan
menguntungkan semua pihak .

Jakarta, 27 Januari 2001

----- End of forwarded message from Faried Basalamah -----

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---